
Setelah berpamitan dengan Ayu. Rere mengajak keluarganya untuk menemui Geri di ruangan rawat VVIP tapi sebelumnya Rere menuju ke Cafe untuk makan beserta ibunya sedangkan Tya dan Dion hanya minum Jus saja memang keduanya sudah kenyang karena makan terlebih dahulu lalu setelah makannya sudah selesai Rere mengajak keluargan ke Mushola yang tidak jauh dari Cafe untuk melakukan Sholat Dhuhur.
Selesai melakukan ibadah shalat Dhuhur Rere mengangkat tangannya mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT Hati Rere merasa tenang, dia teringat dengan senyuman Aditya. Penantiannya selama 32 Tahun akhirnya di kabulkan Tuhan. Pria yang berada di relung hatinya kembali kepadanya.
“Ya Allah sungguh engkau maha besar, maha pemilik Cinta yang Agung. Terima Kasih ya Allah telah mengembalikan dia yang selalu saya tunggu selama ini, Dia adalah Hidup, Cinta, Nafas dan juga mimpi hamba yang kini telah kembali”
Rere mengucap syukur pelan dengan menutup wajah dengan kedua tangannya sedikit menitikan air mata lalu Rere menghapusnya sebelum ibu dan kakak nya melihatnya.
“Sudah Selesai Shalatnya mba” seorang wanita menepuk bahu Rere.
“Sudah Bu” jawab Rere.
“Boleh saya pinjam Mukenannya” tanya ibu itu.
“Silahkan Bu dan ini Mukenanya saya sudah selesai” Memberikan Mukena milik Mushola Rumah sakit yang di gunakan Rere untuk Shalat.
“Terima Kasih” ucap wanita itu dan rere mengangguk lalu berlalu menghampiri ibu dan Tya mereka juga sudah selesai shalatnya.
Rere meminta ketiga nya menunggu di kursi tunggu tidak jauh dari ruangan Geri karena dia akan kembali ke Mobil untuk mengambil Paket Buah dan Bouqet Bunga untuk Geri. Setelah beberapa menit Rere kembali dan mengajak ketiganya untuk segera keruangan Geri karena sekarang pukul 11 siang, Rere Kuatir Jika Geri sudah Pulang.
sebelum mengetuk pintu rawat inap tempat Geri dirawat rere menarik nafas dan menghembuskan pelan dirinya teringat sorot mata Bu Sri yang Nampak tidak menyukai dirinya, tangan Rere mengetuk pintu dari dalam kamar seseorang memutar knop pintu dan pintu terbuka.
Ayah Geri menyambut dari dalam pintu dengan senyuman dan menyapa Rere beserta keluarganya, Nampak Geri tersenyum untuk menyambut Pujaan nya dan Keluarganya itu sedangkan Bu Sri yang sedang duduk di dekat Putranya itu terlihat membuang wajahnya Nampak tidak senang dengan kedatangan Rere beserta keluarganya.
“Rere Akhirnya kamu datang” ucap Geri
“Ya, saya sudah mengatakan kemarin bahwa hari ini saya akan datang” balas Rere.
“Kamu selalu menepati Janji Sayang” ucap Geri sambil tersenyum.
Rere mendengar kata sayang, yang diucapkan oleh Geri menjadi kaget dan tidak enak hati dengan semua yang ada di ruangan itu. Bukan hanya Rere yang kaget tapi ibu dan Tya juga.
Kenapa Pria ini berkata sayang kepada Rere, lalu bagaiman hubungannya Rere dengan Pria ini dan Aditya sebenarnya, Itu yang ada di pikiran ibu inah dan Tya membuat anak dan ibu itu saling pandang tanpa mengeluarkan sepatah kata.
Jika mengingat apa yang di katakana Rere semalam ibu mengerti mengapa Putrinya Nampak Risau dan tidak tenang ternyata kedua pria ini mencintai Putri nya yang cantik dan pekerja keras itu.
__ADS_1
Untuk mengurangi rasa malu atas apa yang di katakana Geri, Rere segera menyapa kedua orang tua geri dengan yang pertama ayah nya karena posisinya dekat denganya.
Rere mencium punggung tangan ayah Geri lalu melangkah kearah Bu Sri menyapa dan mencium punggung tangan wanita yang melahirkan Geri itu kemudian ibu Inah menyalami Pak yanto dan Bu Sri disusul Tya dan Dion yang menyapa dan mencium punggung tangan orang tua Geri.
“Silahkan Duduk Bu dan Mbak”
Pak Yanto memulai pembicaraan karena terlihat istrinya berwajah masam. Geri yang menatap ibu nya terlihat tidak enak dengan Keluarga Rere, Geri mengalihkan Pandangan nya kearah Bu Sri terlihat Geri berbicara menggunakan kode mata yang menyiratkan ketidaksukaan Geri dengan sikap ibunya.
“Terima Kasih Pak” sahut bu Inah.
“Geri, ibu dan bapak perkenalkan ini orang tua Rere yang bernama Inah dan ini Kakak Rere bernama Tya dan Dion Putra Kakak Tya” ucap Rere sambil tersenyum manis.
“yang ini bapak udah kenal Rere”
Pak Yanto mencubit pipi gembul Dion dan yang di cubit merasa sebal dan cemberut membuat semua tersenyum kecuali Bu Sri.
Bu Inah melihat ekspresi tidak suka dari wanita yang menurutnya adalah ibu dari teman anaknya itu.
“Senang bisa bertemu dengan ibu inah dan mba Tya” sahut Geri sambil tersenyum.
“Nak Geri teman Rere udah lama ya, kenapa tidak pernah di ajak kerumah, Rere. kamu tidak pernah membawa satupun teman kamu untuk bertemu ibu” ucap Bu Inah yang sontak membuat bu Sri dan Pak Yanto kaget dengan ucapan ibu dari wanita yang di cintai Putranya itu.
"iya bu Rere mana mau ajak Geri ke rumah ibu, dia takut langsung di nikahin kalo Geri datang ke rumah. hahahaha... " Geri mencoba menggoda Rere yang nampak salah tingkah dan kesal kepada Geri. Sahabatnya itu tidak pernah lihat tempat, situasi dan kondisi jika bercanda dengannya.
"Bagaimana keadaan lu sekarang geri, katanya mo pulang jadi tidak? " tanya Rere untuk mengalihkan pembicaraan yang membuat diri nya canggung dan tidak enak.
Sifat Geri memang seperti itu tidak heran Rere dengan tingkah sahabatnya itu tapi keadaannya sekarang menurut Rere tidak pantas untuk dibuat candaan karena ada orang tua yang ada di ruangan ini karena itu Rere mencubit lengan Geri pelan dan mata nya menatap sinis sahabatnya itu.
Perlakuan yang di dapatkan oleh Geri tidak membuatnya marah dengan Rere tapi malah semakin bersemangat untuk menggoda Rere, karena itu Geri berkata
"Bu saya ingin melamar Rere bulan ini, besar harapan saya ibu dan mba Tya menerima saya sebagai anggota keluarga dan suami yang akan mendampingi Rere dengan perasaan yang Geri punya dan nantinya akan menua bersama" ucap Geri
Dengan Menatap Rere kemudian Bu Inah, yakin ini waktu yang tepat untuknya mengucapkan apa yang dirinya ingin ucapkan sejak dulu kepada orang tua Rere.
Flasback
__ADS_1
Geri merasa Rere sangat tertutup meski mereka bersahabat tapi Geri bahkan belum pernah datang kerumah Rere dan belum pernah di kenalkan kepada Orang Tua dan Keluarga Rere padahal mereka bertemu kembali saat usia dirinya 23 tahun dan Renia saat itu 22 Tahun.
Sudah 10 Tahun mereka bersama tapi setiap Geri ingin datang ke rumah nya selalu di tolak dengan berbagai alasan.
Geri mengingat saat dirinya membantu Rere mencari adiknya yang kabur dari rumah saat Rere menyuruh Arsyila kuliah tapi adiknya malah menolak, itu membuat Rere kecewa dan terjadi adu mulut yang membuat Rere tidak bisa mengontrol emosinya karena itu Adiknya Kabur dari rumah.
Renia mencoba mencari kerumah teman dan kerabatnya tapi hasilnya Nihil. Rere menghubungi Geri dan detik itu juga Geri membawa mobil sport nya untuk datang ke kota tempat tinggal orang tua Rere.
Geri meminta Rere mengirimkan alamat rumahnya tapi Rere tidak memberikannya, Rere hanya minta Geri bertemu dengannya disalah satu Mall terbesar yang ada di kotanya.
Rere menunggu Geri di sebuah Cafe yang ada di Mall itu, setelahnya Rere mencari dengan Geri. Mobil Geri terpaksa di parkirkan di Mall dan mereka berdua mencari Arsyila bersama-sama dengan Mobil milik Rere.
Sepanjang Jalan Rere menangis dan di hibur oleh Geri, Hampir 7 Jam saat itu mereka mencari dari satu tempat ke tempat lain dan mencari Arsyila ke jalanan di kota tempat tinggal orang tua Rere, bersyukur hari itu sabtu jadi keduanya libur kerja jadi bisa fokus mencari Arsyila yang kabur.
Dan akhirnya mereka menemukan Arsyila dirumah sahabat Arsyila yang rumahnya berada cukup jauh dari rumah mereka.
Tya memberi tahu Rere alamat teman Arsyila karena Adiknya menelpon ibu Inah untuk tidak cemas dan Tya meminta alamat tempat tinggalnya.
Awalnya Arsyila menolak tapi kemudian memberikan alamatnya karena Tya marah besar, Arsyila hanya bisa melawan dengan Rere tidak dengan ketiga kakaknya yang lain, Arsyila akan menjadi anak yang penurut, seperti halnya Rere yang tidak terlalu dekat dengan ketiga kakaknya Arsyila juga sama mama itu ada rasa segan terhadap mereka tapi dengan Rere Arsyila cukup dekat jadi berani melawan, ya seperti itu hubungan Rere dengan kakak dan Adiknya.
Setelah mendapatkan alamatnya Geri segera membawa mobilnya ke alamat yang di berikan oleh Tya, sesampainya di alamat yang di cari benar saja Arsyila berada di sana. Setelah di bujuk oleh Geri Arsyila menurut dan akhirnya pulang bersama Geri dan Rere.
Rere meminta maaf atas tindakannya yang memaksa Arsyila untuk mengikuti keinginannya, Rere berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi, Rere memeluk adiknya dan menangis. Geri menengahi apa yang terjadi dan menurut Geri Rere sangat sayang kepada Arsyila bukan memaksa tapi Rere hanya ingin Arsyila sukses dan mendapatkan pendidikan yang tinggi dan Arsyila mengangguk saat itu lalu mereka kembali ke Mall untuk mengantarkan Geri mengambil mobilnya.
Bukan di ajak datang kerumah Rere justru pulang dan hanya mengucapkan terima kasih kepada Geri yang membantunya mencari Arsyila adiknya yang pergi dari rumah karena berdebat dengan Rere.
Flasback Selesai
Geri hanya menggelengkan kepada jika mengingat itu dia hanya dapat menahan kesal karena Rere benar-benar aneh menurutnya meski dia tahu alasannya kenapa tidak pernah diajak menemui Keluarganya.
Rere tipe wanita yang sangat memegang Prinsip dalam hidupnya, Rere pernah berkata tidak akan membawa atau memperkenalkan pria manapun kecuali Pria yang dia pilih menjadi suaminya karena Rere tidak ingin ibunya salah paham dan berekspektasi tinggi kepada sahabat atau hanya teman yang datang bertemu dengan ibunya,
Apa Tandanya Rere menerima lamaran ku kemarin dan Apa Rere sudah membuka hatinya untukku
Geri bermonolog di dalam hati, Pikirannya memikirkan sesuatu yang membuatnya bahagia karena itu dia nampak tersenyum. semua yang berada di tempat itu hanya menantap dengan penuh tanya kepada Geri.
__ADS_1