Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 113 Renia Di Usir


__ADS_3

"Cukup kamu membuat Putra Saya menderita dan terluka bukan hanya fisik nya tapi juga batinnya Rere jadi Tinggalkan Geri dan biarkan dia bahagia bersama Cantika. Ibu merestui Geri bersama dengan Cantika jadi ibu mohon pergi dari sini dan jangan dekati Geri lagi mulai hari ini" Bu Sri nampak emosional saat mengatakannya


Deeeggg


Seperti ada pisau yang menusuk hatinya Perkataan Bu Sri sangat menyakitkan. Bukan Rere ingin melukai atau mengganggu Geri tapi disini Rere hanya ingin melihat keadaan Geri untuk memastikannya sendiri agar hatinya tenang.


Dan untuk Cantika, dirinya juga merasa sangat setuju dengan hubungan keduanya karena itu Rere mengatakannya saat bertemu di Cafe kemarin dan untuk kebahagian Geri itu juga yang menjadi alasan Rere mendukung Geri menikah dengan Cantika dari pada membuka hati untuk Sahabatnya itu.


"Bu... Rere hanya ingin bertemu Geri, setelah itu Rere akan pulang" Rere nampak memohon untuk dapat diijinkan bertemu dengan Geri.


"Untuk apa lagi Rere, Bukannya kemarin lu sendiri yang mencampakan Geri dan lebih memilih cinta pertama lu. Sekarang untuk apa lagi lu datang dan memohon untuk bisa ketemu Geri. Biarkan Geri menyembuhkan rasa sakit dan kecewa atas pilihan lu. Biarkan dia biasa tanpa lu Rere" Cantika menatap dengan mata yang berkaca-kaca menahan air matanya.


"Cantika... Gw"


"Stop Rere... gw sakit lihat geri kaya gini. gw sakit Rere. Please tinggalin geri. gw yang bakal jaga dia. gw janji. Biarkan Geri terbiasa dengan kehadiran gw. lebih baik lu pulang sekarang" Cantika menangis saat mengatakannya.


"Pergi dari sini dan jangan lagi mendekati Putra saya Rere" Teriak Bu Sri dengan mendorong tubuh Rere sampai tersungkur jatuh terkena mobil miliknya.


"Awww... " Rere merasakan sakit dikepala juga tubuhnya.


"Sebaiknya kita pergi bu. Geri sendirian di dalam ruangan"


Cantika menggandeng tangan Bu Sri tanpa menatap Rere yang merasakan sakit karena dorongan kuat dari Bu Sri.


"Cantika... Geri..." Rere meneteskan air mata tidak pernah dirinya menyangka persahabatan mereka hancur seperti ini.


Rere mengusap air matanya dan berdiri dan membuka mobilnya dengan tatapan orang-orang yang ada disekitarnya, Rere tidak peduli dan dirinya melajukan mobil untuk meninggalkan rumah sakit.


Aditya menelpon Rere tapi tidak di angkat oleh wanitanya. Aditya merasa kesal dengan Rere yang mengabaikan panggilannya yang sudah beberapa kali. Aditya bermonolog didalam hati


Apa Ayu sudah memberitahukan Rere Tentang Sisilia dan juga Zayn


Aditya mengacak rambutnya dengan kesal. mengingat apa yang dikatakan oleh Ayu dalam hatinya memang membenarkan apa yang di sampaikan oleh Ayu tapi dirinya tidak akan bisa melepaskan Rere untuk Pria lain.


"Renia... Sayang. Apa Kamu akan memaafkan Mas" Aditya menatap Photo Rere yang ada di Ponselnya.


"Kamu Sangat Cantik tidak ada yang berubah dari diri kamu Sayang. Disini Mas yang berubah Sayang" Gumam Aditya pelan.


Ketukan Pintu terdengar, Aditya menyuruh Asisten nya untuk menghadap. Setelah pintu terbuka Aditya bertanya perihal Perusahaannya yang berada di Amerika. Riki menyampaikan jika Perusahaan Properti milik Erlangga Group yang berupa Apartement dan Hotel mengalami kendala Perijinan.


Lalu Aditya menyuruh Riki agar besok hari selasa untuk bersiap ke Bali mengecek Hotel milik Erlangga Group yang sedang diadakan Renovasi sehingga Riki di beri tugas untuk mengecek perkembangannya di sana.


Sedangkan Aditya yang akan mengurus perijinan hotel nya yang ada di Amerika di hari yang sama dengan Riki pergi ke Bali itu artinya selasa esok hari dan bersamaan dengan membawa Sisilia juga Zayn.


Kemudian Aditya membahas juga terkait dengan pertemuannya dengan para Stakeholder sebelum meeting dengan kolega bisnisnya yang dari Eropa. Aditya nampak kesal jika mengingat pertemuan nya dengan para stakeholder.


"Mereka ingin menyingkirkan Saya dari Perusahaan Keluarga Saya Sendiri" Tatapan Tajam Aditya mengarah ke asisten Riki.


"Kamu Carikan info untuk saya apa mereka mendapatkan perintah dari orang lain sampai berani berkata seperti itu"

__ADS_1


Aditya kesal karena salah satu dari mereka mencoba untuk menyingkirkan dirinya dari posisi CEO milik keluarga Erlangga yang sebenarnya apa yang dilakukan pemegang saham dan jajaran direksi sudah pernah digaungkan saat dirinya berada di jeruji besi tapi aditya tidak pernah mendapatkan informasi tentang itu dan fokus dia saat itu hanya Rere.


Bahkan dia tidak memperdulikan yang lainnya tidak pernah menanyakan masalah terkait perusahan nya kepada Riki yang mana setelah dirinya terkena masalah Riki yang mengambil alih semua pekerjaan Aditya meski Aries memantau Riki dari jauh.


"Mereka pikir bisa dengan mudah menyingkirkan Saya dari Perusahaan" gumam Aditya pelan.


"Riki bagaimana penyelidikan kamu tentang Hans. Saya Curiga selain dia berselingkuh juga Hans yang memprovokasi Lisna agar menggeser posisi Saya. Meski Orang Tua Hans memiliki Perusahaan tetapi tetap saja Perusahaannya jauh di bawah Perusahaan Erlangga. Saya yakin dia ingin mengembangkan pengaruhnya"


Aditya menatap Riki yang terlihat menyimpan rahasia karena Aditya hafal dengan Asisten Pribadinya ini.


"Saya tahu kami sudah memiliki banyak bukti tapi tetap tidak melaporkannya kepada saya"


"Pak Adit... Saya... Saya belum menemukan bukti tentang Perselingkuhan Pak Hans"


Suara gebrakan meja terdengar dari luar tentu suara itu membuat Riki terkejut dan menatap takut Aditya yang terlihat sangat menyeramkan dengan tangan masih mengepal diatas meja.


"Kamu sudah berani menyembunyikan sesuatu dari saya Riki dan dengan apa yang kamu lakukan ini bukan hanya akan merusak hidup Ayu tapi juga Perusahaan Erlangga kamu tahu" Teriak Aditya.


"Sudah berminggu-minggu saya memberikan tugas ini tapi tidak juga ada laporan masuk kepada saya. Apa kamu ingin Hans menyakiti Ayu dan mengambil alih perusahaan Erlangga dengan mudah lalu menyingkirkan kita semua Haaaa..."


"Saya... akan berusaha kembali Pak Adit dan saya tidak ingin itu terjadi. Saya mohon berikan saya sedikit waktu untuk menyelesaikan ini semua"


"Saya berikan kamu waktu untuk menyelidiki Hans juga gerak-gerik Ayu" Ucap Aditya yang membuat asistennya mendongak untuk memandang Aditya.


"Jangan Biarkan Ayu mendekati Renia, Saya minta kamu tugaskan Pengawal untuk mengikuti kemanapun Ayu pergi dan jangan biarkan Ayu mendekati Renia"


"Tapi Kenapa Pak Adit" pada akhirnya Riki berani menanyakan itu.


Aditya menatap lekat Riki yang memperlihatkan Gerak-gerik aneh terlihat sangat gugup dan cemas, Aditya mengatakan itu karena dia tahu Riki sebenarnya mencintai Ayu.


Sudah lama dia mengetahui sejak dirinya pindah dari Amerika ke Jakarta tapi dia hanya diam karena saat itu Aditya mengetahui Ayu sudah menjalin hubungan serius dengan Hans saat mereka berdua sama-sama kuliah di Berlin.


Riki tidak mengungkapkan kepada siapapun termasuk Aditya akan tetapi atasan nya itu sudah mengetahui tentang Riki yang mana dia menyukai Ayu tepatnya saat Ayah Riki yang adalah Asisten Pribadi Aries dan saat Aries pensiun dan digantikan oleh nya otomatis Ayah Riki menjadi asisten pribadinya dan saat itu Riki hanya Staff yang bekerja di bawah Aditya yang mana sebagai CEO barubaru setelah Ayahnya meninggal Riki mengambil alih peran Ayahnya untuk menjadi Asisten Aditya.


Pada saat itu tidak sengaja Aditya mendengar Riki di nasehati oleh ayahnya untuk mengubur cinta yang dia rasakan untuk Ayu dan menerima kenyataan dirinya dengan Ayu tidak mungkin bisa bersama karena perbedaan status sosial orang tua mereka. Aditya hanya diam saat itu dan kembali ke ruangan nya padahal dia membutuhkan dokumen untuk Proyek Hotel baru yang ada di Swiss yang sedang di tangani oleh perusahaannya.


"Pak Adit... Maaf saya mengecewakan anda tapi benar saya belum mendapatkan informasi tentang Hans"


Perkataan dari Riki menyadarkan Aditya dari lamunan masa lalu saat dirinya mendengar pembicaraan antara Riki dan Ayahnya.


"Jika Hans menghianati Ayu, saya akan menghancurkan dirinya tanpa ampun dan kamu Riki... " terdiam sejenak.


"Kamu bisa memperjuangkan Ayu kembali tidak ada seseorang yang tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkan jika dirinya berusaha dan bersungguh-sungguh Tuhan akan mendengar dan melihat perjuangan kita" Aditya tersenyum dan Riki menatap bingung Aditya.


"Saya tahu sejak lama perasaan kamu kepada Ayu dan saya akan membantu kamu jika Hans terbukti berselingkuh di belakang Ayu dan saya lebih setuju Ayu bersama dengan kamu Riki"


Asisten nya itu menatap Aditya dengan berkaca-kaca dan hati nya sangat terharu mendengarkan apa yang di katakan Aditya tapi tetap tidak ingin memberitahukan bahwa Hans berselingkuh dirinya masih tidak ingin pernikahan Ayu hancur dan melihat wanita yang dia cintai terluka ataupun menangis.


Apa yang dikatakan oleh Aditya tidak bisa di jadikan alasan untuk dirinya menghancurkan rumah tangga Ayu dan menggantikan posisi Hans untuk menjadi suami dan ayah sambung dari Jimmy. Riki berharap dan berdoa Hans akan berubah dan menjadi setia untuk Ayu.

__ADS_1


Karena itu Rahasia tentang Hans yang bahkan sudah memberikan Properti kepada selingkuhannya tidak dia Laporkan kepada Aditya atau Aries, Selama Hans masih bersikap baik kepada Ayu dia akan mengalah dan tetap mencintai dalam diam.


"Ya sudah saya tunggu laporan nya walau bagaimanapun Ayu tetap Adik saya dan saya tidak ingin ada seorang Pria yang menyakiti nya dan Penyesalan Saya adalah tidak membantu kamu memperjuangkan Ayu" Aditya menunduk.


"Maafkan saya Riki karena itu juga saya tidak akan melepaskan Renia untuk Pria manapun karena saya takut saya melepaskan Renia justru Pria lain yang akan menyakitinya lebih, Meski saya pun sama membuat kesalahan yang sangat besar dan tidak mungkin dapat di maafkan Jika Renia tahu dia akan sangat kecewa tapi saya akan tetap mempertahankan Renia walaupun nanti Renia mengetahuinya. Untuk Ayu Tolong Awasi dia. Saya Mohon Riki"


Keduanya masih dalam posisi duduk tapi dengan diam karena sibuk dengan isi kepala masing-masing. sampai akhirnya Aditya berkata


"Ya. Sudah untuk urusan pribadi kita kesampingkan dulu. Sya ingin membahas juga masalah meeting dengan orang dari Spanyol tadi. Saya belum yakin akan membuka hotel di sana jadi tolong kamu urus alasan yang tepat untuk menolak Kerjasama kita dengan Perusahaan ini"


"Tapi Pak Adit. Pak Aries yang menginginkan kerjasama ini mengingat mendiang ibu Pak Aries dari negara itu dan ingin mengenang mendiang Mami Pak Aries jadi Beliau ingin membuat Hotel dengan nama Erlangga di sana"


Aditya menautkan kedua alisnya dia lupa neneknya memang berdarah Spanyol dan tidak salahnya membangun hotel yang di kelola Perusahaannya disana.


...****************...


Sedangkan Rere sekarang berada didalam kamar dalam keadaan menangis dan mengunci dirinya sendiri.


Ibu inah dan Tya hanya saling pandang dan memutuskan untuk tidak menanyakan ataupun mengganggu Rere yang sedang menenangkan dirinya sendiri didalam sana.


Ibu dan Kakaknya memberikan waktu sendiri untuk Rere, setelah tenang akan menanyakan apa yang terjadi pada putrinya.


"Tya kamu jadi pulang besok"


"Jadi Bu, Tya ingin semuanya cepat selesai"


"Kamu sudah yakin jangan salah langkah, Jika masih bisa diperbaiki sebaiknya jangan bercerai ingat Dion Tya"


"Tidak Bu karena Tya sudah sangat lelah dengan Mas Didit yang selalu mengulangi hal yang sama. Masalah Ekonomi bisa ditahan dan bisa dibantu sama Tya tapi untuk masalah Perselingkuhan Tya sudah capek Bu. Tidak ingin lag meneruskan Pernikahan dengan Mas Adit"


Saat mereka sedang berbincang suara ketukan pintu terdengar dan membuat keduanya saling pandang dan Tya berdiri untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang mengetuk pintu.


Saat Tya membuka sosok asing yang datang ke apartemen Rere dan saat ditanya ternyata Pengacara yang ditugaskan oleh Riki atas Perintah Aditya untuk membantu Proses perceraian Tya.


"Maaf, Siapa ya"


"Sebelumnya saya Mohon maaf mengganggu waktunya. Perkenalkan Saya Rafli pengacara dari Keluarga Erlangga, Boleh saya masuk"


"Oh... iya. Maaf Silahkan"


Tya mempersilahkan Pengacara yang dikirim oleh Aditya untuk mengurus kasus perceraiannya untuk duduk. Tya sebelumnya sudah mendapatkan telepon dari Rafli terkait kasus perceraiannya akan tetapi Tya meminta Rafli datang sore karena dirinya tidak mengerti dan ingin di dampingi oleh Adiknya.


Karena Macet diJalanan ibukota menjadikan Rafli datang sedikit sore yang seharusnya pukul empat jadi datang pukul setengah Enam dan sejujurnya itu membuat Rafli merasa tidak enak, dirinya ingin membatalkan tapi sudah terlanjur Janji dengan Tya akan datang sore jadi Rafli memberanikan diri untuk menemui Tya diapartemen Rere.


"Sebentar ya Pak Rafli, saya ingin panggilkan Adik saya dulu karena jujur saya tidak mengerti tentang masalah perceraian ini"


Rafli menatap Tya dan tersenyum nampak di wajah wanita yang dia temui ini meski sudah menikah tapi masih terlihat polos dan untuk kasus perceraiannya saja harus melibatkan saudara perempuan yang dia ketahui adalah kekasih dari CEO Perusahaan Erlangga yang meminta dirinya untuk mengurus masalah ini.


Tya mendekati Pintu kamar Adiknya dan mengetuk lalu memberitahukan bahwa Pengacara yang dikirimkan Aditya sudah datang.

__ADS_1


Rere mengerti dan dengan hati yang masih sedih dirinya mengusap air mata yang menetes di pipinya dan memutuskan untuk keluar dan mendampingi kakaknya bertemu dengan Rafli.


__ADS_2