Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 70 Aditya Pulang


__ADS_3

Setelah keduanya selesai menjalankan sholat Dhuhur, mereka berempat nampak berbincang santai tidak ada lagi kecanggungan diantara nya.


Sebelumnya memang Renia merasa asing dengan Aries tapi melihat sosoknya yang ternyata sama dengan Rian dimata Rere tapi mungkin berbeda dimata Aditya karena menurut Aditya Papinya adalah penyebab luka untuk hidupnya.


Rere tipe orang yang mudah beradaptasi dan berbicara apa adanya walupun dirinya sangat tertutup untuk urusan pribadi.


Saat berbicara dengan aries, terlihat Rere bisa mengikuti arah pembicaraan Papi Aries, yang berbicara tentang bisnis dan produk perbankan tempat Rere bekerja dan juga sempat membahas tentang dana yang perusahan yang akan merka simpan ditempat Rere bekerja sebagai dana simpanan proyek untuk tahun depan.


Mendengar itu Rere sangat antusias membuat Aditya menatap wanitanya lalu tersenyum. Aditya melihat sosok Rere sama seperti masa mereka masih kecil yaitu wanita yang penuh semangat, optimis dan pintar.


...****************...


Sementara dikamar Ayu masih mencoba menelpon suaminya yang sudah empat hari pergi ke Surabaya untuk menemui Klien bisnisnya disana, Ayu berbaring dengan Putranya di ranjang dengan tangan yang menepuk-nepuk punggung jimmy supaya putranya itu tidur dan tangan yang lainnya memegangi handphone yang berada di telinganya.


Sudah Enam kali Ayu mencoba menelpon suaminya hari ini tapi tidak juga di angkat padahal tersambung. Kemana Suaminya Ayu menjadi curiga dan tingkah suaminya akhir-akhir ini yang terlihat berbeda.


Apa mas Hans memiliki wanita lain. Jika benar pergi untuk bekerja dia tidak mungkin mengabaikan panggilan Saya, Atau sekarang dia sedang meeting.


Ayu bermonolog di dalam hati. Apa yang sebenarnya terjadi dengan suaminya, Sejak pindah di Jakarta dia sering pulang malam, padahal saat di Jerman meski bekerja tidak lepas kabar dan saat pulang terlambat pun dirinya pasti memberitahukan Ayu.


Dirinya mematikan penggilan telpon yang tidak diangkat oleh suaminya dan melempar hanphone miliknya diatas ranjang tempat tidur dengan sedikit kesal.


Dddrrrttt… Dddrrrttt…


Panggilan Masuk segera Ayu melihat siapa yang menelponnya dan Ayu mengangkatnya


“Ada apa Riki” ucap Ayu terdengar kesal.


“Maaf sudah mengganggu Nona Ayu, Saya hanya ingin memberitahukan Bahwa Pak Aditya Pulang Sore ini dan disini juga ada Bu Renia Berkunjung” sahut Riki.


“Kak Adit pulang sore ini apa sudah benar-benar pulih dan sudah dapat ijin Dokter” tanya Ayu.


“Dokter sudah memeriksa Pak Adit dan sudah di perbolehkan pulang dan untuk proses kasusnya juga sudah selesai jadi pak Adit bisa langsung pulang ke rumah” jawab Riki


“Baiklah Riki sampaikan salam saya untuk Renia dan saya akan kesana setelah Jimmy bangun” sahut Ayu.


Setelahnya Panggilan telpon di matikan oleh Ayu dan handhone dia letakan begitu saja di atas nakas dekat tempat tidurnya.


Dibelai rambut Putranya yang sedang tidur. Ayu menangis menghkuatirkan pernikahannya apakah kesedihan pernikahan kedua orang tuanya akan dia rasakan, bayangan orang ketiga di atara dirinya dan suami tentu membuat dirinya sedih dan takut.


Riki termenung setelah menelpon Ayu dia merasa kekasih hatinya sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, apakah Jimmy sudah mengatakan apa yang dia lihat tentang Hans di Mall saat dirinya pergi dengan Rere juga Dion. Terasa hatinya nyeri dan sesak saat mendengar suara berat Ayu saat dia menelpon tadi.


Ayu menangis, Apa dia sudah mengetahui semuanya


Riki bermonolog didalam hati, dia merasa khuatir dengan keadaan wanita yang dia cintai itu.


Flasback


Setelah Sholat Dhuhur di mana Rere menyuruh nya tadi. Dokter datang ke ruangan rawat inap VVIP dan saat Dokter selesai memeriksa nya, Aditya meminta untuk Pulang karena dirinya merasa kondisi nya sudah membaik dan dia juga merasa jenuh berada di rumah sakit.


Menurut Aditya dia sakit karena tidak makan beberapa hari selama di dalam penjara Selera makannya menurun, itu Karena Aditya merasa hati nya tidak tenang memikirkan hubungan dengan Rere, setelah pujaannya berkunjung di rumah sakit semangat nya kembali dan selera makannya tidak terganggu sehingga Aditya bisa melahap makanannya apalagi rere menyuapinya saat makan siang tadi.


Dokter mengatakan memang keadaan nya sudah membaik karena itu sudah di perbolehkan pulang esok hari tapi Aditya menolak dia menginginkan untuk pulang sore ini karena dia ingin menemui ibu inah untuk membicarakan pernikahannya denga Rere, Aditya ingin mempercepat pernikahannya sebelum rere mengetahui apa yang terjadi antara dirinya dengan Sisilia, itu yang ada di kepala Aditya saat ini.

__ADS_1


Flasback Selesai


Setelah mengetahui itu Riki menelpon untuk memberitahukan Ayu, tapi yang terjadi Ayu menjawab telponnya dengan suara berat seperti seseorang yang sedang bersedih dan menangis, perasaan Riki menjadi sedih dan tidak tenang ingin rasanya dia pergi ke rumah Ayu untuk memastikan keadaan Ayu tapi itu tidak mungkin karena dia siapa dan sudah pasti Lisna tidak menyukai dirinya jika terlalu dekat dan perhatian dengan Ayu apalagi Putrinya itu sudah menikah juga Riki harus menjaga Aditya dan Aries di rumah sakit sampai keluarga Erlangga datang di rumah sakit.


Riki menghembuskan nafas panjang dan duduk di dekat kursi tunggu tidak jauh dari ruang rawat inap VVIP, dia ingin menenangkan diri dan berpikir apakah dia harus mengatakan apa yang dia lihat di mall kepada Aditya.


Walaupun meraka saudara tiri tapi tetap Aditya adalah kakak Ayu jadi dia berhak tahu apa yang di alami Adik nya itu, tapi apakah ini sudah pasti Hans berselingkuh.


Meski dia melihat Hans berc*uman dengan seorang wanita tapi dia tidak ingin menyimpulkan sebelum mendapatkan bukti yang bisa di pertanggungjawabkan nantinya yang ada malah dirinya di tuduh merusak rumah tangga Ayu dan Hans.


Riki menyugarkan rambutnya kebelakang dan menarik nafas berat. kedua tangan nya menutup wajah lalu dirinya berandar ke kursi.


"ya Allah aku lupa memberikan informasi tentang Bu Ria hampir saja lupa" ucap Riki lalu berdiri dan melangkah kearah ruangan VVIP.


Riki melangkah masuk dan mendapati Rere sedang membaca Quran di dalam ruangan VVIP. Aditya dan Aries mendengarkan, Sejenak Riki terdiam dan berdiri di dekat pintu.


Aditya memandang lekat Rere dengan tatapan teduh dan Aries merasakan hatinya tenang dan Aries menutup matanya untuk menghayati ayat-ayat suci yang di bacakan Rere tanpa terasa air matanya menetes begitupun dengan Aditya dan Riki.


Mereka bertiga merasa jauh dari Tuhan, Selama ini hanya memikirkan kesedihan padahal mereka di beri nikmat yang sangat besar oleh Tuhan dengan keadaan ekonomi yang lebih dari pada beberapa orang yang hidup dalam kesulitan seperti yang Rere dan keluarga nya rasakan setelah ayah nya meninggal.


"Shodaqallahuladzim"


Rere mencium Quran kecil yang selalu dia bawa di dalam tas nya dan menoleh ke arah Riki dan tersenyum, Rere paham jika Riki masuk pasti ada yang akan di bicarakan.


"Kenapa berhenti baca Quran nya sayang" ucap Aditya.


"nanti rere lanjutkan setelah sholat ashar Mas sambil nunggu mas Aditya pulang" senyum Rere nampak terlihat.


"Sayang ikut mas ke rumah ya, antar mas pulang"


"oh... gitu jadi kalo sahabat yang minta boleh tapi kalo Mas yang minta di antar pulang dari rumah sakit Renia harus mikir" ucap Aditya kesal.


"Aduh... "


Aditya sedikit berteriak karena Rere mencubit pinggang Aditya pelan dan menatap sinis. Aries dan Riki hanya tersenyum melihat keduanya


"Mas Riki sepertinya ingin berbicara dengan Mas Adit atau Papi, Apa sebaiknya Rere keluar terlebih dahulu supaya leluasa bicaranya" tanya Rere yang menoleh kearah Riki


"Tidak, sebaiknya bu Renia tetap disini saja, saya hanya ingin mengatakan tentang Bu Ria dan supaya bu Rere mendengarkan juga" ucap Riki


"Ria... dimana dia sekarang" Aries cepat bertanya.


Membuat ketiga orang yang berada diruangan saling pandang dengan penuh tanya kecuali Aditya yang mengetahui apa yang terjadi.


"Saya sudah tanyakan ke sekertaris bu ria, Apakah bu ria berada dikantornya sekarang dan sekertaris nya berkata bu Ria meninggalkan kantor sejak pukul Setengah sebelas yang artinya Bu Ria tidak kembali ke kantornya dan tadi orang suruhan saya sudah cek dikediaman Bu Ria tapi halaman depan tampak kosong dan tidak ada mobil terparkir, Sebelumnya juga beberapa orang suruhan kita mencari sekitar rumah sakit, kantor dan juga kediamannya dan hasilnya nihil tidak ditemukan Bu Ria" Riki menyampaikan informasi yang dia ketahui.


"Jika Bu Rere tahu tempat yang biasa dikunjungi maka orang suruhan kita akan saya minta mencari disana"


"Ria Pergi... " Aries merasa sedih terlihat dari wajahnya membuat Rere mengerutkan dahinya.


Kenapa dengan Papi Aries, bukannya Bu Ria klien Perusahaan Erlangga tapi kenapa seakan ada sesuatu di antara mereka dan sepertinya Bu Ria menghindari Pak Aries. Apa sebenarnya terjadi dan tadi Bu Ria menelpon saya... oh ya.


Rere bermonolog di dalam hati dan mengingat ucapan Ria yang sebelumnya menelpon Rere lalu dia berkata

__ADS_1


"Mas Riki tadi Bu Ria menelpon dan mengatakan ada urusan mendadak seperti nya Bu Ria pergi keluar kota sebaiknya saya telpon dia ya" Rere nampak tersenyum dan mengambil handphone di dalam tas dan mencoba menghubungi Ria tapi nomornya tidak aktif. Rere mengulangi beberapa kali.


"Renia... bagaimana nak" Aries bertanya.


"Tidak aktif"


Rere nampak bingung lalu menggelengkan kepala dan Aries menghembuskan nafas kasar dan mengusap wajahnya dengan kedua tangan.


"Sudahlah kalian tenang, Riki perintahkan orang kita untuk mencari Tante Ria di Semarang atau di Makam Mama Sherly" ucap Aditya membuat Rere menoleh kearah Aditya dengan tatapan yang penuh tanda tanya,


"Nak, Papi juga sudah sembuh. Papi ingin pulang kerumah bersama kalian nanti sore" ucap Aries yang menatap Aditya.


"Papi harus tetap disini sampai dokter memperbolehkan pulang, Tadi papi tidak dengar kalo Dokter Willy melarang papi pulang dan di minta untuk di rawat sampai benar-benar sembuh dan papi jangan banyak berpikir biarkan Aditya yang selesaikan semuanya" ucap Aditya membuat Aries terharu dengan mata berkaca-kaca. baru kali ini Putranya mengkhawatirkan dirinya.


"Baiklah Nak Papi menurut apa yang kamu katakan" Aries mengangguk.


Riki menatap bahagia hubungan antara ayah dan anak semakin membaik dan Riki berharap Aditya dapat memaafkan Aries dan hidup damai setelah ini.


...****************...


Ayu memberitahu kabar kepulangan Aditya kepada Lisna dan mengatakan Ayu akan datang kembali ke Rumah sakit untuk menjemput kakak tirinya itu dan menitipkan Jimmy kepada Lisna jika Mami nya tidak bersedia untuk mendatangi rumah sakit.


"Mami juga ingin bertemu Papi kamu sebaiknya Jimmy di titipkan sama bi ijah atau kita bawa saja" ucap Lisna.


"Jimmy ikut mi, oma. Jimmy tidak ingin di tinggal di rumah sendiri" sahut Jimmy yang nampak berlari dari arah ruang bermain yang ada di rumah utama.


"Baiklah ayo kita segera ke rumah sakit. Mami sudah di tunggu sama papa Adit dan di sana ada mama Rere juga" ucap Ayu lalu menoleh kearah Lisna


"Mami, Ayu mohon jangan bikin keributan di sana kasihan Papi, Ayu mengkhawatirkan keadaan Papi" tambah Ayu.


"iya... "


Tampak wajah kesal dan sinis dari Lisna yang beranjak ke dalam kamar untuk bersiap ke rumah sakit menemui suaminya.


Lisna mengingat hal manis yang dilakukan oleh Aries saat dirinya berada disana, Aries mengkhawatirkan dirinya yang kurang istirahat karena menunggu Aries selama di rumah sakit. Lisna nampak tersenyum di dalam kamar Lisna merindukan suaminya.


Selesai mandi dan bermake-up Lisna dan Ayu berjalan kearah mobil untuk membawa mereka rumah sakit kali ini Ayu tidak membawa mobil sendiri tapi menggunakan sopir pribadi. Ayu dan Lisna duduk di belakang pengemudi dan Jimmy duduk samping driver.


Mobil melaju sedikit kencang agar sampai tepat waktu. Dan setelah mobil sudah berada di Lobby rumah sakit petugas rumah sakit membuka pintu mobil dan Ayu keluar di susul dengan Lisna kemudian Jimmy yang keluar dari pintu depan mobil.


Ketiga nya berjalan memasuki Lobby rumah sakit, Lisna berhenti sejenak dan memandangi dua petugaa keamanan rumah sakit yang dia kenal lalu menghampirinya, Ayu menoleh untuk memastikan apa yang di lakukan Mami nya itu


"Kenapa kalian masih berada di sini apa dokter kepala tidak memecat kalian hahhh... " Lisna nampak kesal melihat dua orang pekerja yang pernah mengusir Sisilia masih bekerja di rumah sakit milik suaminya itu.


"Mami... " Ayu memanggil dan kedua petugas itu hanya menunduk.


"Apa yang Mami lakukan cepat lah kak Adit akan pulang dan Papi sendiri nanti, Mami tidak ingin bertemu Papi" ucap Ayu yang mengerti situasi yang terjadi saat ini.


"Ayu Kedua orang ini telah mengusir Sisilia dengan lancang dan mami sudah memerintahkan Pimpinan rumah sakit untuk mengusirnya tapi mereka masih di sini" ucap Lisna kesal.


"Ayu yang menyuruh keduanya mengusir Sisilia dan Ayu yang meminta Dokter Willy mempertahankan mereka, sudahlah mami jangan bikin keributan Ayu sudah mengatakan itu saat masih dirumah" balas Ayu dan kedua petugas menunduk dengan rasa takut di pecat.


Lisna berjalan dengan wajah marah kepada Putrinya yang lebih membela dua petugas keamanan rumah sakit itu.

__ADS_1


"Terima Kasih Banyak Nona" ucap keduanya.


"Kembalilah bekerja dan maafkan Mami Saya" ucap Ayu tulus.


__ADS_2