Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 79 Jangan Halangi


__ADS_3

"Katakan dimana anak itu" Aditya bertanya sekali lagi.


"tanda tangani Perjanjian ini lalu setelahnya kamu akan bertemu dengan Zayn Putra Kita" Sahut Sisilia.


"Jangan Halangi Saya untuk bersama dengan Renia, Kamu mengerti jangan bermain-main dengan Saya. Sisil" balas Aditya


"Baiklah. selamanya kamu tidak akan bertemu dengan Zayn Putramu. Sayang. Kamu lebih memilih Renia daripada kami" Sisilia berkata dengan mendongakkan wajahnya untuk bisa menatap Aditya.


"Saya dari awal menyuruh kamu untuk tidak melahirkan anak itu. Kenapa kamu membohongi Saya. Sisil" Teriak Aditya dengan menekan pipi sisil dengan kedua tanganya dan mendorong sisil kearah tembok.


"Zayn Putra kita akan marah jika melihat Papi yang selalu dia tanyakan dan tunggu memperlakukan Maminya seperti ini, Adit" Teriak Sisilia.


Aditya memijat pelipis nya lalu menatap langit ruangan itu dan menarik napas panjang dan membuang nafas dengan kasar.


Aditya menoleh kearah Sisilia dengan sorot mata tajam dan dingin wajahnya memerah membuat Sisil merasa takut dan dia sangat mengenal ekspresi ini yang artinya Aditya sangat marah.


"Dimana anak itu, Saya ingin melakukan test DNA, Sisilia" ucap Aditya dengan sorot mata seperti pisau yang sangat tajam seakan ingin menusuk.


Wanita itu sebenarnya gemetar, Aditya tidak dapat mengontrol dirinya sehingga melakukan perbuatan yang nekat terhadap dirinya.


"Saya menyerahkan Mahkota paling berharga dalam hidup seorang wanita hanya kepada kamu dan menemani kamu selama Delapan Belas Tahun dan Tubuh ini yang selalu kamu jadikan pelampiasan kemarahan kamu lalu sekarang ingin melakukan Test DNA, Hahaha... Kamu mempertanyakan kesetian saya. Sayang benarkah. Apa kamu pernah menemui dan melihat saya bersama pria lain. Saya bukan Reniamu yang selalu ditemani banyak pria" ucap Sisillia pelan dan tajam dengan tersenyum sinis kepada Aditya.


"Sisilia... Jangan berani-berani kamu berkata buruk tentang Renia. Mengerti" Teriak Aditya yang sangat marah mendengar apa yang diucapkan Sisilia.


"Apa yang kamu lakukan dibelakang saya. Apa kamu memata-matai Renia. Ha... Jangan pikir Saya akan tinggal diam jika kamu menyentuh Renia" tambah Aditya dengan melangkah cepat kearah Sisilia dan mencekik leher Sisilia.


"Urusan kamu hanya dengan saya bukan Renia, mengerti. Apa yang kamu inginkan Sisilia katakan sekarang jangan buang waktu saya" cekikan tangan dilepaskan dan Aditya duduk di kursi pasien yang digunakan untuk berkonsulatasi dengan Sisilia.


Perasaan Sakit dan terluka Sisilia tahan demi memiliki Aditya, hatinya memilih terluka dengan perlakuan kasar Aditya daripada harus kehilangan Pria yang selalu bersamanya selama Delapan Belas Tahun. Punggung tangannya dia gunakan untuk menghapus air mata dan berjalan mendekati Aditya.


Dari arah belakang Sisilia memeluk Aditya lalu mencium pipi dan leher Aditya, Sisilia mengubur rasa takut dan sakit hati hanya untuk mengobati kerinduanya kepada Aditya yang akhir-akhir ini menjauhi dirinya karena sudah menemukan wanita yang selama ini dia cari.


"Lepaskan Sisilia atau Saya pulang" Aditya mencoba melepaskan tangan Sisilia dan menghindar dari ciuman Sisilia kepadanya.


Sisilia melepaskan pelukan dan menghentikan aksinya kepada Aditya lalu meraih ponsel miliknya yang ada diatas meja lalu membuka galery dan menunjukan beberapa photo kepada Aditya.


Tentu saja dia sangat kaget terlihat dengan ekspresi wajah dan juga matanya yang membulat saat menatap photo yang ditunjukan oleh Sisilia.


Dia meraih ponsel milik Sisilia yang diberikan kepadanya lalu memandangi wajah anak laki-laki yang berusia Sembilan Tahun dan matanya tetap Fokus kepada ponsel Sisilia.


"Dia anakmu sayang, lihatlah wajahnya sangat mirip denganmu. Bahkan tidak ada diriku didalam dirinya semua seperti dirimu Adit" ucap Sisilia dan tangannya mengganti photo galery yang ada di ponsel miliknya yang berada ditangan Aditya.


Ada perasaan sedih, bahagia, bersalah dan marah dari dalam hati Aditya saat melihat photo anaknya sendiri. Sedih karena baru mengetahui dia masih hidup dan dipertahankan oleh Sisilia, bahagia karena Aditya bisa melihat wajah lucu dan tampan anaknya lalu bersalah karena pernah menyuruh Sisilia menggugurkannya dan tidak bertanggung jawab padahal melakukan itu tidak harus menikahi ibunya tapi tetap mengurus dan menjaga bersama dia seharusnya melakukan itu dan marah karena Sisilia mengatakan kebenarannya saat Aditya sudah menemukan Renia kenapa sebelumnya Sisilia mencoba menutupi anaknya sendiri dari dirinya, Jika dia memilih untuk melahirkan dan mengapa mengatakannya baru sekarang.


"Sayang.Kamu akan melakukan sesuatu kepada Zayn saya tidak ingin itu terjadi. Apa kamu tahu saat Dokter Caterine memberitahukan bahwa saya hamil, saya merasa sangat bahagia dan usia saya sudah memasuki Tiga Puluh Tiga Tahun, mungkin saya hanya bisa hamil Zayn. Saya hanya ingin membesarkan anak kita untuk menemani masa senja saya nanti saat dirimu sudah menemukan Renia. Saya tahu dan sadar hanya Renia yang ada dihati kamu tapi... "Sisilia menangis dan duduk dipangkuan Aditya dan memeluk pria yang dia cintai itu.

__ADS_1


"Awalnya Saya hanya ingin membesarkan dan hidup berdua dengan Putra Kita dan menghabiskan sisa hidup saya hanya bersama Zayn yang memang wajahnya adalah duplikat dari dirimu sayang. Hanya dengan itu saya bisa tetap bernafas dan menjalani hidup saya tanpa dirimu" tambah Sisilia.


"Tapi berjalannya waktu Zayn tumbuh menjadi anak yang tampan seperti papinya bukan hanya fisik saja yang mirip tapi dia juga menuruni kepandaian Papinya. Setiap hari saat saya mengunjungi Zayn dia selalu menanyakan. *Dimana Papi Mom. Kapan Papi jemput Zayn Mom*. Saya tidak bisa dan tidak akan tega mendengarkan itu semua Aditya. Apa salah kami sampai harus terabaikan seperti ini... Hikh... Hikh... Hikh" Sisilia menjelaskan sambil menangis tersedu. Runtuh sudah pertahanan dirinya yang menahan rasa sakit selama ini dengan apa yang Aditya lakukan kepadanya.


"Anak kita tidak pernah bersalah kita sebagai orang tua yang bersalah. kenapa Zayn yang menanggung kesalahan kita" Sisilia mengatakan lalu menarik wajahnya yang berada di bahu Aditya lalu mendekatkan kearah wajah Aditya dan menyatukan kening mereka.


Aditya hanya diam dengan sebelah tangan menggenggam erat ponsel Sisilia dan saat Sisilia ingin menciumnya Aditya memalingkan wajahnya kearah lain. Sisilia mengusap dada bidang pria yang dia cintai itu dan berbisik


"Saya merindukan sentuhan dan juga kehangatan dirimu sayang" ucap Sisilia dan Aditya tetap diam. Hatinya menolak tapi tubuhnya menginginkan hal yang sama dia mengingat senyuman Renia tapi juga merindukan sentuhan Sisilia yang selalu dia dapatkan selama Delapan belas tahun.


Tangan Sisilia tampak aktif ditubuh Aditya dan Sisilia memiliki rencana yang akan dilancarkan dan sekarang ini waktu yang tepat. Pakaian miliknya satu persatu dia tanggalkan dan juga milik Aditya. Sisilia sudah mengunci ruangan kerjanya saat Aditya datang menemui dirinya.


Sisilia menyatukan bibir mereka berdua yang awalnya ditolak Aditya akan tetapi tubunya mengijinkan Sisilia berbuat seperti itu. Aditya tidak tahan lagi dan mengangkat tubuh Sisilia keatas meja dan melepaskan celana miliknya sendiri dan ya dia melakukannya lagi.


Aditya sejenak melupakan Renia yang pasti akan bersedih dan terluka saat mengetahui pria yang dia cintai melakukan perbuatan dosa dengan wanita lain.


Cukup lama mereka melakukan itu. Sisilia menyeringai penuh kemenangan. Memang Hati milik pria ini adalah Renia akan tetapi tubuh dan pikirannya adalah milik Sisilia. Suara berat yang menandakan dirinya benar-benar merasakan surga dunia terdengar diruangan kerjanya.


Sekitar Empat Puluh Menit mereka melakukan itu jangan ditanya perasaan Sisilia, Dia sampai merasakan beberapa kali perasaan seperti dia terbang sedangkan Aditya belum juga merasakan tanda-tanda ingin berakhir, Mereka melakukannya di meja, sudut ruangan dan juga kursi bahkan Aditya mengangkat Sisilia.


Aditya menahan amarahnya dia harus melampiaskan kekesalan yang terjadi tapi justru melakukan kesalahan berulang. Apa itu hanya sebuah alasan. Nyatanya Aditya seperti seseorang yang menahan geloranya dan sekarang ingin menuntaskan itu.


Aditya melepaskan pelukan Sisilia saat tanda-tanda itu akan datang. Aditya menarik dirinya dan menuju kearah kamar mandi suara pintu tertutup dengan keras.


Aditya menuntaskan kegiatannya dengan tidak membiarkan kesalahan masa lalunya terulang.


"Haaaaaaaa.... " Teriakan Aditya terdengar sangat marah dengan dirinya dan suara kaca pecah dari dalam.


Sisilia tersenyum menatap pintu dimana pria yang dia cintai ada didalamnya. Dia memungut pakaian miliknya juga milik Aditya.


Beberapa saat kemudian Aditya keluar dari kamar mandi yang ada diruangan praktek milik Sisilia dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi pinggang dan nampak rambut yang masih basah hingga air masih menetes.


"Perjanjian apa yang kamu ingin buat dengan saya Sisil" ucap Aditya dan menatap dingin Sisilia.


"Anak itu bernama Zayn" tambah Aditya


"Iya benar, anak kita bernama Zayn dan dia sangat merindukan Papi kandungnya. Jika kamu ingin menemui nya maka nikahi saya dan kita akan hidup sebagai keluarga Jika perlu kita kembali ke Amerika seperti dulu yang hanya ada Saya dan Kamu, sekarang bertambah Anak kita" ucap sisilia mengambil kotak obat untuk mengobati luka yang ada di punggung tangan Aditya.


"Hahaha... Kamu pikir dengan saya menyentuh kamu itu bisa membuat Kita menikah. Dengarkan saya Sisilia. apa kamu lupa ucapan saya *Jika ingin bersama dengan saya tetaplah diposisi kamu*. Renia akan menjadi istri Saya dan itu akan terjadi jika kamu menghalangi maka kamu akan kehilangan saya selamanya" balas Aditya


"Sayang, Saya rela menjadi simpanan kamu tapi jangan tinggalkan saya. Jangan menjauh dari saya. Saya sangat mencintai Kamu Aditya" sahut Sisilia.


"Dimana anak itu" tanya Aditya sekali lagi dengan tatapan tajam dan dingin.


"Apa kamu ingin mengambilnya lalu memberikan anak kita kepada Renia, Sayang" ucap Sisilia dengan wajah sedih dan dia menangis.

__ADS_1


"Kamu tetap bersama Zayn tapi pergilah sejauh mungkin saya akan tetap bertanggung Jawab akan biaya hidup kalian. Saya ingin kamu pergi ke Amerika. Besarkan Zayn disana. Saya akan sering mengunjungi kalian, Tapi Saya peringatkan Jangan Halangi langkah saya untuk menikah dengan Renia. Mengerti Sisil" Aditya berkata dengan pelan.


"Kamu Jahat sayang... Saya yang selalu bersama dengan mu. kenapa saya yang harus kamu singkirkan" balas Sisilia.


"Ini perjanjian diantara kita jika kamu ingin tetap bersama dengan saya dan Zayn lakukan itu Sisil dan jangan berani bertindak sesuatu yang hanya akan membuat saya marah. Mengerti" balas Aditya.


"Tidak bisakah kamu menikahi saya dan menjadikan istri kedua nantinya" Sisilia terus ingin bernegosisai.


"Lakukan yang Saya perintahkan atau kamu kehilangan semuanya" Aditya menekan Sisilia.


"Baiklah Saya rela melakukan segalanya tapi jangan tinggalkan saya Adit. Saya sangat mencintai kamu dulu sampai dengan hari ini" Sisilia mengatakan itu lalu menaruh kotak obat yang dia gunakan untuk mengobati Aditya.


Lalu Aditya mengenakan pakaian dengan cueknya di depan Sisilia yang berada didepannya.


"Bersihkan dirimu juga ruangan ini. Jangan sampai Pasienmu melihat kekacauan ini" perintah Aditya yang memakai gesper miliknya.


"Baiklah Sayangku"


senyum Sisilia merekah dan mendekati Aditya lalu membelai dada dan pipi Aditya dan saat ingin mencium, Aditya menolak.


"Pergilah kekantor jam istirahat sudah selesai kabari saya jika sudah sampai" tambah Sisilia.


"Sabtu besok kita temui Zayn dan segera urus kepindahan kalian ke Amerika" Aditya tidak membalas tapi dia meminta itu.


"Tanda tangani surat Perjanjian ini Secepatnya saya akan mengurus semuanya" Aditya menambahkan perkataan itu yang membuat senyum Sisilia yang merekah menjadi sirna.


"Boleh Saya membacanya Sayang" ucap Sisilia.


"Saya akan meninggalkan ini dan hari Sabtu kamu harus sudah menandatangani dan memberikan kembali kepada saya" Tegas Aditya dan dibalas anggukan kepala Sisilia.


Aditya pamit pergi dan diantarkan hanya sampai pintu karena dirinya yang masih tidak mengenakan apapun, Setelah Aditya meninggalkan ruangan, senyum licik terlihat di wajahnya dan perlahan Sisilia melangkahkan kaki menuju Jendela dan mengambil Kamera disana dan melihat Adegan yang terjadi antara dirinya dan juga Aditya


Dddrrrttt.... Dddrrrttt...Dddrrrttt...


Suara Ponsel miliknya terdengar dan segera dia mengankatnya dan senyum indah terpancar kembali. Aditya nenelpon dirinya.


"Sayang... " Sisilia berkata dengan memandangi video mereka yang ada didalam kamera.


"Simpan Video yang baru kita lakukan untuk melepas rindu kamu kepada saya selama di Amerika jangan sampai Renia mengetahui jika kamu melakukan itu. Kamu akan kehilangan saya dan Zayn. Saya masih ingin berbaik hati walau bagaimana pun kamu teman yang setia menemani masa sulit saya dulu. Sisilia jangan melakukan tindakan apapun kamu mengerti" Suara berat dan tegas terdengar di telinga Sisilia.


"Ba... Baiklah Sayang" Sisilia merasa marah dan kaget atas apa yang dikatakan Aditya.


Aditya menutup Panggilan telponnya dan Sisilia melemparkan begitu saja Ponselnya diatas meja. Dia menangis tersedu dengan tubuh yang luruh ke lantai dengan keadaan masih Polos.


Sedangkan Renia yang berada di butik miliknya merasakan sakit karena goresan kaca dari gelas yang pecah saat ingin membersihkan tangannya terkena pecahan kaca. Hatinya merasa sedih dan ntah kenapa mengingat Aditya.

__ADS_1


"Semoga mas Aditya baik-baik saja. Ada apa ya kenapa hati saya berdebar seperti ini" Rere berucap dengan menyentuh dadanya.


Ada perasaan Sedih yang sulit untuk dijelaskan tapi Rere juga tidak tahu kenapa dirinya mendapatkan perasaan aneh itu.


__ADS_2