Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 143 Menemani Zayn


__ADS_3

Sisillia" Geri membelalakan matanya dan menatap kedua orang tuanya.


"Bukankah wanita itu yang datang ke rumah kita ya Nak" ucap Bu Sri seakan baru mengetahui berita yang dia lihat.


"Rere..."


Geri lalu mengambil ponselnya dan menatap kontak dengan Rere lalu menyimpannya kembali kedalam saku celananya dan masuk kedalam kamarnya. Pintu ditutup dan Geri menatap langit-langit kamar dengan meneteskan air mata.


"Maafkan gw Rere, Seharusnya dari awal gw memberitahukan tentang Sisillia. gw tahu sekarang pasti lu hancur sama kaya perasaan gw sekarang. pasti sakitkan hati lu, sayang tapi ini pilihan yang lu mau. Gw ga bisa lagi memeluk lu Rere karena gw udah melamar Cantika didepan kedua orang tuanya sesuai keinginan lu gw turutin sayang. Rere gw harus apa. Apa gw harus menyakiti perasaan Cantika lalu datang dan memeluk dan menghibur lu. gw yakin sekarang pasti lu merasa sendirikan, gw juga merasakan itu sayang" Geri berbicara sendiri didalam kamar.


...****************...


Aries berpamitan kepada Bu Inah dan juga Rere. Aries membelai rambut Rere dengan penuh kasih sayang seperti kepada putrinya.


"Kedua Putri saya sedang tidak baik-baik saja" ucapnya pelan.


"Nak, Maafkan Aditya dan berikan waktu untuk menjelaskan semuanya setelah itu Papi akan menyerahkan keputusan kepada Nak Renia. Maafkan Papi tadi berkata dengan kata yang tidak berkenan dihati Renia dan Papi sadar dan akan menghargai apapun pilihan Nak Renia apapun yang terjadi Renia akan tetap Papi anggap sebagai Putri, Papi seperti Ayu"


Mendengar itu Rere memeluk Aries dan menangis dirinya merasa hancur dengan kenyataan yang terjadi sekarang. Aries membenarkan Jika yang ada diberita adalah putra Aditya begitu juga dengan Ayu.


Lalu bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Aditya. Rere tidak dapat berpikir jernih dan mengapa keluarga besar Aditya seakan menutupi dan memberitahukan kepadanya setelah semuanya sudah terungkap dimedia.


Berita ini membuat dirinya rapuh dan hancur tidak adalagi kekuatan untuk menghadapi Aditya dan juga dunia. Rere sangat terpukul dan bersedih dari samping Bu Inah membelai halus punggung Rere dan memberikan nasehat yang membuatnya tenang.


Rere menarik diri dari pelukan Aries dan menatap Papi dari kekasihnya itu dan beralih kepada ibunya. Aries mengusap pelan air mata Rere dan Bu Inah mengusap rambut juga punggungnya.


Rere benar-benar tergoncang sampai demam dan wajahnya juga pucat. Kesedihan nampak diwajah Rere yang terlihat matanya mengeluarkan banyak air mata.


"Riki kita pulang ya, Ayu jika kamu tetap disini, Papi minta kamu Tolong kuatkan Renia sampai kakak kamu datang dan menjelaskan semuanya kepada Renia dan ya... Sebaiknya kita Tunda dulu Lamarannya. Bu Inah Mohon maafkan Putra Saya jika menyakiti Putri ibu" Keduanya juga menangis.


Riki hanya diam tanpa berbicara apapun sejak tadi karena dirinya juga bingung harus berbuat apa dan lagi masalah dengan Ayu dan Hans juga belum selesai. Riki merasa membebani Aries yang sekarang sedang sakit.


"Ayu Papi Pulang ya Nak, Jimmy. Opa Pulang kamu jangan Nakal, ya Nak Selama disini. Bu Inah saya nitip Putri dan Cucu saya untuk beberapa hari"


"Jangan Sungkan Pak Aries. Mereka sudah saya anggap anak dan cucu" Bu inah berkata kemudian mengantarkan Aries dan Riki sampai didepan pintu bersama Dion dan Jimmy.


Sedangkan Ayu duduk disamping Rere yang sedang menangis merasa terpukul dengan kenyataan bahwa kekasihnya memiliki wanita lain dan yang lebih membuatnya sedih adalah mereka nyatanya memiliki seorang Putra dan sedang berada di Amerika sekarang yang mana Aditya meminta ijin untuk menyelesaikan terkait masalah perusahaan dan lagi itu kebohongan Aditya yang membuat dirinya sedih dan sakit.


Setelah mengantarkan Aries dan Riki, Bu Inah menghampiri putrinya dan membelai pelan rambut putrinya tanpa mengatakan apapun dan Ayu meminta maaf kepada Bu Inah. Dirinya mengatakan baru mengetahui hal ini tidak ada niat untuk membohongi Rere dan keluarga besar Rere.


Ayu ingin mengatakan tapi tidak tahu cara untuk menyampaikannya dan harus mulai dari mana karena Ayu juga merasa Syok dan kaget terlebih tentang masalahnya sendiri perselingkuhan suaminya membuat dirinya tambah terpuruk. Ayu merasa bersalah kepada Rere dan beberapa kali meminta maaf juga kepada bu Inah.


"Bagaimana keadaan Nak Aditya sekarang apa dia sudah mengetahui permasalahan yang terjadi sekarang"


"Saya tidak tahu Bu, Tapi saya yakin jika Kak Aditya tahu pasti dia akan menghubungi Ayu tapi ini dia belum juga menelpon dari tadi"


"Mas Aditya sedang sibuk dengan wanitanya juga dengan Putranya. Sudahlah Bu jangan dibahas lagi Rere dan Mas Aditya sudah selesai. Rere tidak ingin membahas masalah Mas Aditya lagi. Cukup Rere tidak ingin mendengar namanya disebut ditelinga Rere Bu..." Rere menangis Pilu hatinya benar-benar hancur penantian selama 18 Tahun pupus sudah.


...****************...

__ADS_1


Sisilia berdandan rapi karena ingin mengantarkan Putranya ke Sekolah baru yang ada New York. Sisilia menghampiri kamar pribadi Aditya.


Sisilia mengetuk pintu dan saat diputar knop pintu tidak terkunci Sisilia masuk begitu saja dan melihat kamar Aditya seperti kapal yang hampir karam, di mana-mana ada pecahan botol dan bau kamar sangat menyengat dengan alkohol dan Aditya tergeletak di atas Lantai.


Sisilia mendekat dan membangunkan Aditya beberapa kali mendengar Pria yang di cintainya itu mengigau dan menyebut nama Renia. Tentu hati Sisilia merasa sangat kesal dan marah.


"Sayang... Renia Jangan Pergi Maafkan Mas Adit. Renia... Mas Butuh Renia... Kembalilah Sayang"


Sisillia meneteskan air mata saat mendengarkan Aditya mengigau menyebut nama wanita lain. Dirinya mengusap air matanya sendiri dan sedikit membungkuk untuk mengusap pipi Aditya dan berbisik pelan untuk membangunkan Pria yang dia cintai itu.


Tiba-tiba Aditya memeluknya erat. Sisillia membiarkan Aditya melakukannya kemudian dirinya mencium pipi Aditya dan membuatnya terbangun. Aditya melepaskan pelukannya dan mendorong sisillia kasar dan membuat Sisillia terjungkal di lantai dia merasa kesakitan.


Aditya tidak peduli yang justru dirinya marah dan mempertanyakan untuk apa keberadaan Sisillia di kamarnya. Aditya merasa kesal dengan kehadiran Sisillia di kamarnya dan menyuruh untuk Pergi dengan nada tinggi.


"Sekarang Hari Pertama Putra kita bersekolah disini, bersikaplah seperti seorang Papi yang baik Adit. Saya tidak akan menggangu waktu kamu selama di jakarta tapi saya mohon bersikap manis dan hangatlah didepan Putra kita. Dia Butuh kamu Sayang"


Sisillia berkata sambil memegangi perutnya yang merasa sakit dan berusaha untuk berdiri. Rasa nyeri akibat pendarahan karena pemasangan alat Spi*al di luka Sisislia masih dia rasakan.


"Pergilah Sisillia saya tahu apa yang harus saya lakukan, jangan mengajari saya tentang apa yang harus saya lakukan mengerti!!!"


"Baiklah sayang saya akan menunggu kamu dimeja makan"


Sisillia melangkahkan kaki dan saat keluar dia melihat Rita yang berada tidak jauh dari tangga dan Sisillia menyuruh untuk membawakan dirinya obat.


Karena Sisillia tidak ingin dirinya merasa sakit karena hari ini spesial untuk Zayn yang akan bersekolah di Amerika dan dirinya ingin mengantarkan Putranya apalagi Aditya juga akan ikut serta dengannya.


Hanya butuh beberapa menit Aditya sudah rapi dan melangkah dengan gagah di tangga untuk menuju ke meja makan.


"Iya... Nak" Aditya menyahut dengan tersenyum.


"Horeee... Horee... Asikkkk... Papi ikut. Mami dengarkan itu Papi bilang ikut antar Zayn"


Zayn merasa bahagia dan berputar-putar di dekat meja makan dan kemudian berlari kearah Aditya. Sisillia tersenyum melihat putranya bahagia dan tanpa terasa meneteskan air mata bahagianya.


"Owww... Hati-Hati Nak, Nanti Zayn sakit kalo lari-lari begini"


Aditya tersenyum dan mencium putranya yang sekarang berada dalam gendongannya.Kemudian melangkah kearah meja makan dan mendudukan kembali putranya dan dirinya duduk di kursi tengah antara Sisillia dan juga Zayn.


Meja makan berbentuk persegi panjang dengan bermacam-macam jenis makanan dan yang berada disana hanya ada tiga orang saja. Zayn bertanya banyak hal kepada papinya dan untuk pagi ini Aditya ingin melupakan sejenak tentang kegalauan masalah Rere dan ingin fokus dengan putrannya.


Aditya ingin menyelesaikannya sekarang Test DNA dan masalah dokumen pengalihan aset juga mengantarkan Zayn kesekolah barunya setelah itu pergi ke kantor dan menyelesaikan ijin hotel milik perusahaannya kemudian malam Aditya akan kembali ke jakarta.


Hasil DNA hanya untuk Dokumen saja karena memang Aditya sudah yakin bahwa Zayn memang putranya dan jika dilihat dari wajahnya tidak diragukan lagi.


Terkait Pengalihan Aset dirinya sudah percayakan dengan Lawyernya dan akan mendapatkan salinan filenya yang akan dikirim by email dan dokumen sesuai permintaan Aditya di simpan di dalam Bank khusus untuk menyimpan dokumen dan aset penting.


Setelah selesai makan Aditya menggendong Zayn untuk menuju ke sebuah mobil dan arah gerbang ada seseorang yang mengabadikan moment itu.


Bukan hanya di Mansion mewahnya saja akan tetapi saat di Sekolah baru Zayn juga seseorang itu membuntuti dan apa yang dilakukan oleh Aditya di sana di photo dan direkam menjadi sebuah video dan kemudian viral di sosial media.

__ADS_1


Rere yang juga memantau berita tentang Aditya dibuat kaget dengan wajah bahagia yang di tampakan oleh Kekasihnya itu saat menggendong Putranya dan Sisillia berada di sampingnya seperti sebuah keluarga bahagia.


Moment di Sekolah baru menampilkan video Aditya tersenyum dan tertawa bersama Zayn dan Sisillia juga ikut berinteraksi. Rere menaruh Ponselnya di samping bantalnya dan menutup wajahnya dengan selimut.


Ayu hanya menatap dengan rasa iba kepada Rere. Apa yang di khuatir dirinya terjadi juga dan benar Rere merasakan perasaan yang sangat terpuruk dan hancur bahkan sampai demam.


Ayu bingung tidak dapat melakukan apapun saat ini karena dirinya juga sedang merasakan patah hati dan kecewa kepada Suaminya.


Ayu berpikir mungkin ini karma Papi dan Kakaknya sehingga dirinya yang harus menanggung rasa sedih itu dengan hancurnya pernikaha yang dirinya bangun bersama dengan Hans yang terjalin cukup lama


...****************...


Riki bingung harus bagaimana memberitahukan apa yang terjadi saat ini dengan Rere kepada Aditya.


Riki tidak ingin membuat Aditya Panik dan konsentrasi untuk menyelesaikan masalah terkait perinjinan hotel dan masalah Zayn menjadi terganggu.


Tapi jika tidak di beritahukan kepada Aditya, Riki yakin Bosnya itu akan sangat murka kepadanya. Riki duduk di atas ranjang tempat tidurnya yang berada di apartemen miliknya.


Riki juga mengingat perkataan menyakitkan yang di ucapkan Lisna sore tadi juga tamparan keras yang dilakukan oleh ibu dari wanita yang dia cinta.


Riki mengingat perkataan Ayahnya saat masih ada yang mengatakan untuk Riki mengubur perasaannya saja kepada Ayu karena dirinya dengan Ayu seperti langit dan bumi sulit untuk bersatu ada dinding yang sangat tinggi dan kokoh. dan dinding itu adalah Lisna.


Riki menghembuskan nafas dengan kasar lalu Riki membuka internet dan betapai kagetnya Riki mendapati berita terbaru tentang kegiatan Aditya selama di New York bersama Putranya dan didampingi oleh Sisillia.


Riki memutuskan untuk menghubungi Aditya tapi kali ini Aditya sedang berada di rumah sakit untuk memeriksakan Jantung Zayn juga keadaan Sisillia pasca pendarahan yang dialami oleh Sisillia.


Dan Lawyar sudah menghubungi Dokter agar melakukan test DNA, Aditya menjelaskan bahwa itu bukan bentuk keraguana akan tetapi untuk keperluan Dokumen yang di butuhkan Zayn.


Awalnya Sisillia keberatan dan akhirnya menyetujui juga demi masa depan Zayn Putrannya memang test DNA dibutuhkan untuk memperkuat Hak yang nanti didapatkan Zayn. Sisillia memeluk Aditya dan photo juga video tersimpan rapih di kamera seseorang yang mengenakan masker.


Sudah Empat kali panggilan diabaikan Aditya, membuat Riki memutuskan untuk tidur dan akan menghubungi Aditya besok pagi.


...****************...


Aditya selesai dengan Semua kesibukan hari ini terkait sekolah baru juga test DNA setelah mengantarkan pulang Aditya masuk kedalam kantor sekitar pukul 2 siang.


Aditya mengecek Handphone ada panggilan tidak terjawab dari Riki sebanyak 4 kali tapi panggilan dari wanita yang dia cintai tidak ada membuat dirinya menjadi lemas dan menjatuhkan tubuhnya untuk duduk dan menyenderkan punggung dan kepalanya di kursi.


Aditya melihat jam ditangannya dan mengurungkan niat untuk menelpon Riki karena tahu di jakarta pukul 1 dini hari dan Asistennya itu pasti sudah tidur dan tidak ingin mengganggu tidurnya.


Aditya membuka story aplikasi pesan dan melihat Sisillia membuat story tentang Zayn yang mulai masuk sekolah di hari pertama.


Aditya sebenarnya ingin melihat Rere membuat Story tapi yang dia lihat justru Sisillia. Aditya hanya menatap malas story wa meski disana Ayu juga membuat story tapi Aditya tidak berminat membukanya.


Setelah 4 detik Rere membuat story dengan satu kata yaitu


Pembohong


Aditya membenarkan duduknya dan melihat story Rere kemudian menelpon wanita yang dia cintai itu. Jam 1 malam tapi Rere belum tidur dan membuat story yang dirinya yakini story Rere ditunjuk untuk dirinya.

__ADS_1


Aditya ingin menjelaskan bahwa informasi yang dia dapatkan itu tidak benar. Aditya menyangka yang mengatakan adalah Cantika karena belum tahu berita tentang dirinya sangat viral di sosial. media.


Rere mematikan panggilan telepon Aditya berulangkali tetap sama kemudian Ponsel diletakan begitu saja. Ada Notice pesan masuk sebuah video dan Artikel yang dikirim Rere. Mata Aditya terbelalak melihatnya.


__ADS_2