Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 139 Aries Meminta Maaf


__ADS_3

Dari seberang telepon sana menyetujui apa yang diminta oleh Sisilia dan telepon berakhir kemudian Sisillia melangkah kaki keluar kamar dan menuju kamar Aditya.


Sisilia mengetuk pintu Kamar Aditya akan tetapi diabaikan, Untuk kedua kalinya Sisilia masuk dan Aditya menoleh kearahnya kemudian kembali menunduk.


"Sayang... Kamu kenapa, Apa ada masalah. sampai anak kita bertanya beberapa kali saat dimeja makan Sayang Cuekin. Zayn jadi sedih dan sekarang sudah tertidur setelah saya berikan dongeng sebelum tidur"


Aditya hanya diam dan menunduk, Kemudian Sisilia duduk disamping Aditya dan menyandarkan dagunya ke bahu Aditya juga memeluk pinggang pria yang dia cintai itu.


"Lepaskan... Sisil" Aditya berkata tanpa menoleh.


"LEPASKAN KATAKU SISIL"


Aditya berteriak keras dan menatap tajam kearah Sisillia kemudian melepaskan paksa pelukan Sisillia kepadanya.


"Tenanglah Sayang"


"Saya sudah cukup tenang menghadapi kamu Sisillia, Sekarang Pergilah Saya ingin sendiri"


"Untuk apa kamu sendiri didalam kamar ini sedangkan Anak kita menunggu janji kamu untuk tidur bersama tapi kenapa kamu ingin sendiri Apa alasannya. Sayang" Sisillia tidak tahan lagi untuk marah.


"Kembalilah ke kamar kamu, Saya tidak ingin berdebat Sisillia" Aditya menurunkan suaranya menjadi pelan.


"Haaaa... Sayang, Kita memiliki seorang Putra dan dia butuh kamu dari pada Renia. Banyak waktu yang kita abaikan untuk Putra Kita. Zayn baru sekarang bertemu dengan kamu, sayang. Selama ini dia tinggal di Panti dan setelah bertemu dengan Papinya justru orang yang dia tunggu sibuk dengan wanita lain. Renia mencuri waktu Putra Saya dari sejak Zayn di dalam perut dan saya sudah muak kali ini Adit. Putra kita adalah hasil kesalahan kita berdua dia lahir kedunia karena kesalahan kita" Teriak Sissillia dan Aditya hanya menatap tajam Sisillia dengan tatapan yang sangat tajam.


"Memang kamu tidak menginginkan Zayn dari awal dan kelahirannya adalah keinginan dan juga keputusan dari saya tapi walau begitu Zayn tetap Putra Kandung kamu dan saya tidak pernah tidur dengan Pria selain kamu, Sayang. Jadi Saya minta kamu berlaku Adil dengan Putra kita. Gantikan waktu yang kita hilangkan untuk membesarkan Zayn saat bayi sampai usianya sekarang 9 tahun. Sebentar lagi Putra kita akan tumbuh menjadi Remaja. Dia butuh sosok Papinya untuk melewati masanya sekarang dia butuh sosok Papinya. Tolonglah Adit. Renia bisa menemukan Pria yang lain diluar sana, dia masih muda dan cantik jadi bertanggung jawablah dengan kesalahan yang kita perbuat kepada Putra kita" Sisillia melangkah dan membingkai wajah Aditya dengan penuh tatapan cinta.


"Omong Kosong apa yang baru saja kamu katakan ini, Sisillia" Aditya menepis tangan Sisillia yang berada dirahangnya.


"Pergi atau Saya akan menyeret kamu keluar. Jangan karena kamu menemani saya saat masa sulit yang pernah saya lalu jadi kamu bertingkah seakan kamu bisa mengontrol diri saya Sisillia" Sambung Aditya.


"Sayang..." Tangan kanan Aditya mengangkat dengan kode menghentikan ucapan Sisillia.


"Kamu harus ingat ini Sisilia, Saya membuat kamu tetap berada di Mansion ini hanya demi Zayn dan saya tidak ingin kamu mengatakan lagi hal yang baru saja kamu katakan. Dan kembalilah keruangan kamu sekarang. Mengerti!!!!" Teriak Aditya.


Wajah kesal Sisillia jelas tampak dan dirinya melangkahkan kaki ke pintu lalu keluar dan menutup kembali pintu kamar Aditya.


"Kamu akan menyesal mengatakan itu kepada saya sayang dan Lihat kehancuran yanga akan Renia dapatkan setelah ini. Saya pastikan kamu akan tetap bersama kami. Ya. Kamu akan kembali kepada kami disini Sayang"


Sisillia tersenyum menoleh kearah kamar Aditya laku melangkahkan kakinya kearah kamar dan disana dia membaringkan tubuhnya dengan memeluk Putra kesayangannya yang sedang tertidur.

__ADS_1


****************


Aries mengetuk pintu kediaman Ria dari arah dalam Ria berjalan ingin membuka pintu. Dirinya masih belum pergi ke kantor karena masih harus beristirahat.


Selaian memberikan alamat Rumah Ria. Riki juga memberitahukan bahwa Ria sakit dan masih berada di rumahnya karena itu Aries datang ke rumah Ria bukan hanya itu Riki juga memberitahukan tentang nama Perusahaan yang dikelola oleh Mantan Kekasihnya itu.


Pintu terbuka dan Ria terkejut dengan Pria yang datang ke rumahnya dengan mengetuk pintu dan berdiri dengan gagahnya di depan pintu. Begitu juga dengan Aries yang masih tertegun menatap mantan kekasihnya yang meski berusia hampir 50 tahun tapi masih terlihat cantik dan tatapan lembut dari Ria dengan mata yang berkaca-kaca membuat rasa bersalah Aries kembali.


Aries berpikir jika Sherly masih ada usianya sama dengan wanita yang sedang berdiri didepannya dan jika dia tidak melakukan kesalahan dengan mendekati Ria dengan cinta Palsu mungkin persahabatan antara Ria dan Sherly tidak hancur dan Saat tersulit Sherly akan didampingi oleh Ria.


Mungkin Sherly tidak merasa sendiri dan Kejadian Bunuh diri yang dilakukan Wanita yang juga ibu dari Putranya tidak akan pernah terjadi dan Aditya tidak akan mengalami Trauma dan Depresi yang berat dan kesedihan ini semua tidak akan pernah terjadi. Aries sangat menyesal dan tanpa sadar air matanya nya menetes dengan sangat sedih Aries berkata


"Ria... Maafkan Saya"


Wanita yang berdiri didepannya hanya menangis dan menutup kembali pintu rumahnya dan menyenderkan punggungnya di pintu. Desi dan Wenny hanya menatap Ria lalu mereka saling Pandang dan dari arah luar Aries berkata kembali


"Saya tahu kamu kecewa dan marah dengan kami tapi ini semua sudah terjadi Ria. Maafkanlah Sherly dia sudah tiada dan membawa rasa bersalah yang belum pernah terucap dari mulutnya. Saya tahu kamu marah kamu boleh melampiaskan itu kepada saya tapi Tolong Maafkan Sherly. Biarkan saya masuk saya ingin berbicara dengan kamu Ria Tolonglah setelahnya saya janji saya akan pergi dari kehidupan kamu seperti sebelumnya"


Aries mengetuk pintu dan berusaha meyakinkan Ria agar mau membuka pintu dan berbicara kepada dirinya. Sedangakan diluar gerbang Lisna melihat apa yang suaminya lakukan. Ada rasa marah dan cemburu didalam hati Lisna


"Siapa Wanita itu dan kenapa Mas Aries meminta maaf atas nama Sherly. Apa hubungan antara mereka bertiga"


"Ria Saya mohon buka pintunya, Saya belum merasa tenang sebelum kamu memaafkan kesalahan kami dan harus kamu tahu Jika saya dan Sherly sudah mendapatkan balasan atas apa yang kami lakukan kepada kamu 35 tahun yang lalu. Tolong Ria Maafkan kami. Bukalah pintu hati kamu untuk memberi Maaf kepada kami berdua. Sherly sudah tiada dia menanggung kesalahan yang saya perbuat" Aries menangis mengatakannya.


"Hidupnya menjadi sangat menyedihkan karena kesalahan saya begitu juga dengan dirimu Ria. Sherly mengakhiri hidupnya membawa kekecewaan terhadap saya dan sekarang kamu menyakiti hidup kamu sendiri dan itu karena saya juga. bukan hanya kalian saya juga menyakiti Lisna, wanita yang saya nikahi. Saya menyakiti semua wanita yang mencintai saya dan sekarang Putra dan Putri saya yang menanggung kesalahan saya" Sambung Aries dengan suara yang sangat sedih.


"Tolong Maafkan Saya Ria. Saya ingin menjalankan sisa hidup saya tanpa membawa dosa masa lalu" Aries menangis dengan menyenderkan tubuhnya di dinding dekat pintu.


Ria membuka Pintu dan keduanya saling menatap satu sama lain. Ada rasa rindu dan benci dalam hati Ria. Dirinya sangat mencintai Aries akan tetapi Pria itu mencintai sahabatnya yang kini sudah tiada.


Itu tidak masalah menurut Ria akan tetapi cara yang dilakukan keduanya dengan menipu dan mempermainkan perasaan Ria itu yang membuat Ria sulit untuk memaafkan. Jika tidak mencintai dirinya untuk apa menjalin kasih dengannya dan dibelakang berselingkuh dengan sahabatnya.


Seharusnya mereka mengatakan yang sebenarnya. Jika mereka saling mencintai mungkin luka yang dia dapatkan tidak sedalam ini.


"Ria... Maafkan kami berdua saya Mohon"


Aries menyentuh tangan Ria dan menggenggamnya. Ria hanya menangis dan menundukkan kepala butuh waktu 35 Tahun untuk bisa bertemu dengan Mantan Kekasih Pertamanya ini, Hatinya sangat hancur tapi Ria sadar bahwa hidup tidak akan lama maka dari itu Ria berkata


"Mas Aries Saya memaafkan kalian. Pulanglah. Saya juga meminta maaf atas semua sikap childish saya selama ini yang pergi begitu saja membawa luka tanpa mau menerima penjelasan kalian. Saya... Saya sangat sakit Mas... Kenapa kamu dan Sherly tega bermain dibelakang saya. Jika tidak mencintai Saya kenapa kamu menjalin hubungan dengan saya saat itu" Ria mengalihkan pandangannya dan menangis.

__ADS_1


"Sherly meminta untuk merahasiakan semuanya karena dia tidak ingin menyakiti hati kamu. Memang itu semua kesalahan kami berdua maka dari itu maafkan kami.Jika kamu tidak bisa memaafkan saya setidaknya maafkanlah Sherly Sayan mohon. Kamu wanita paling baik yang pernah saya temui meski saya tidak bisa membalas cinta kamu tapi percayalah ada ruang tersendiri dalam hati saya untuk kamu Ria. Saya merindukan kamu dan saya ingin maaf dari kamu"


"Saya memafkan kamu Mas Jika itu yang kamu inginkan. Rindu... Rindu seperti apa yang kamu maksud Mas Rindu menyakiti saya lagi"


"Tidak... Kamu adalah sahabat terbaik kami berdua. Saya menyesal tidak jujur kepada kamu dari awal andaikan saja saya jujur tentang perasaan saya kepada Sherly dan menceritakan semua dari awal kepada kamu mungkin kita akan tetap berteman baik. Meski kita tidak bersama setidaknya kamu akan tetap mendampingi Sherly saat masa sulitnya dan Sherly merindukan persahabatan kalian begitu juga dengan saya. Kamu adalah teman bicara yang baik untuk saya dan Sherly. Kami kehilangan kamu dan selama ini kami merindukan dirimu"


Ria merasa terpukul dengan kejujuran Aries ternyata selama ini Ria hanya dianggap teman yang menyenangkan bagi Aries dan dalam hubungan masa lalunya ternyata hanya dirinya saja yang mencintai Aries.


Ini bukan salah Aries ataupun Sherly ini adalah kesalahan dirinya yang terlalu percaya diri dan saat ekspetasi tidak sesuai realita hatinya kecewa dan marah juga menghukum dirinya dengan tidak percaya kepada cinta dan memutuskan bercerai hanya karena dia hidup dengan rasa kecewa pada cinta pertamanya.


Ria menangis dengan sangat sedih dan Aries mengusap air matanya. Hal yang tidak pernah dia lakukan kepada Lisna istrinya. Aries memeluknya dan beberapa kali mengulang kata Maaf. Ria Menyambutnya dan ada rasa dalam hatinya yang merasakan bahagia dan lepas dari perasaan sedih yang membelenggu dirinya selama ini.


Ria merasa pelukan Aries dan ucapan maafnya seperti obat sakit yang selama ini dia rasakan. Ria merasa memang sudah seharusnya memaafkan Aries dan Sherly karena Cinta tidak dapat dipaksakan. Dengan kemarahan dan kekecewaan yang dia bawa pergi selama ini membuat dirinya bukan hanya kehilangan Cinta akan tetapi juga kehilangan sahabat terbaiknya yang kini sudah tiada.


"Siapa wanita itu kenapa Mas Aries memeluknya dan kesalahan apa yang dilakukan oleh Mas Aries sampai Harus meminta maaf dengan wanita tadi. Tapi Saya bertanya dengan Mas Aries juga tidak akan mendapatkan jawaban. Lebih baik Saya temui wanita itu tapi jangan sekarang. Saya akan menemuinya besok untuk menanyakan apa yang terjadi" Lisna berbicara pelan sambil menatap suami dan perempuan yang dia tidak tahu siapa.


Lisna menatap dengan rasa sedih dan juga ada rasa cemburu dalam waktu yang bersamaan. air matanya dia hapus dan kembali ke Mobil dan menyuruh Asep untuk kembali ke Mansion.


Ria menarik diri dari pelukan Aries dan mempersilahkan dirinya masuk kedalam rumah minimalisnya dan menyuruh Aries duduk diruang tamu. Desi dan Wenny menyapa lalu berjabatan tangan dan kemudian memberi kesempatan keduanya untuk berbicara.


Desi masuk kedalam dapur untuk menyuruh Pelayan untuk menyiapkan Hidangan untuk tamu sedangkan Wenny masuk kedalam ruangan.


"Seperti Pria yang menemui Tante di Rumah Sakit tapi ini versi tuanya. Apa dia Ayahnya. Hubungan Mereka apa ya ko sepertinya mereka tadi sangat Dramatis banget mirip film aja" Wenny berbicara sendiri didalam kamar.


Pelayan membawakan Hidangan dan Aries berterima kasih dan meminta jangan repot. Kemudian Desi pergi kekamar putrinya dan meminta putrinya jangan ikut campur dengan urusan Ria.


Desi takut seperti masalah Aditya dan juga Rere dimana putrinya terbawa dalam masalah itu dan untuk kali ini Desi tidak akan mengijinkan Wenny keluar dari kamarnya karena itu dia menjaga putrinya didalam kamar. Wenny hanya kesal dan cemberut dengan apa yang dilakukan oleh ibunya


Sementara Ria dan Aries keduanya terlihat canggung karena mereka bertemu kembali saat mereka sudah sama-sama berusia senja dan membutuhkan waktu 35 tahun untuk saling bertatap muka dan Aries bersedih karena Sherly tidak ada di antara mereka. Jika ada Sherly, Aries yakin wanita yang dicintainya itu pasti sedang berpelukan dan menangis dengan sahabatnya ini.


"Mas Aries..." Ria membuyarkan pikiran Aries yang kemudian nenatapnya.


"Ria... Bagaimana keadaan kamu sekarang saya belum menanyakan itu karena terbawa suasana. Saya dengar kamu sakit"


"Saya sudah membaik Mas"


"Lalu... Apa Gadis tadi Putri Kamu" Tanya Aries sangat berhati-hati khuatir Ria tersinggung.


"Bukan dia keponakan saya. Anak Desi sepupu saya yang tadi berdiri disampingnya" Sahut Ria tersenyum.

__ADS_1


"Saya tidak memiliki anak mas. Saya sendiri, memang pernah menikah tapi kami bercerai" mendengar itu Aries menatap dengan ekspresi yang sulit diartikan.


__ADS_2