
Riki mencium kening Ayu lalu memeluk wanita yang sangat di cintainya itu.
"Beristirahatlah Jika kamu sudah sembuh saya akan menceritakan banyak hal yang kamu belum ketahuan Ayu"
"Banyak Hal Maksudnya ada apa Riki. Jangan membuat saya bingung"
Ayu sudah diberitahu sebelumnya bahwa dirinya tidak sadarkan diri selama 4 hari setelah kecelakaan yang menewaskan suaminya.
Selama 4 hari itu Ayu belum mengetahui apa saja yang telah terjadi dan apa yang di katakan oleh Riki tentu sangat mengganggu pikirannya.
Dokter datang untuk memeriksa kembali. Sebelum ini Dokter datang pukul 3 sore saat Ayu baru sadarkan diri.
Dan sekarang Dokter akan memeriksa keadaan Ayu kembali. Ayu mengatakan apakah kakinya dapat di sembuhkan.
Dokter hanya menjawab selalu ada harapan untuk itu dan menyuruh Ayu berdoa lalu bersedia menjalani terapi dengan teratur juga mengkonsumsi obat. Ayu hanya bisa menganggukan kepala setuju dengan ucapan dokter.
...****************...
Kedua kakak Renia menginap di Mansion Aditya setelah acara doa atas meninggalnya Aries. Rian kembali ke Hotel setelah menolak Aditya agar menetap di Mansion.
Begitu juga dengan Ria jika berlama-lama dia berada di Mansion tempat tinggal Aries dan menatap photo-photo mantan kekasihnya itu tentu saja membuat hatinya bertambah sakit.
...****************...
Keesokan harinya Aditya dan keluarga Rere termasuk Rafli berkumpul di meja makan untuk sarapan. Rafli tidak pulang karena membaca alquran sampai pagi bersama dengan Abbas dan Ali.
Sementara Dion tidur nyenyak di kamar tamu yang sudah di sediakan oleh Aditya. Makanan yang ada di atas meja belum pernah di makan oleh keluarga Rere. Jumlah makanan juga sangat banyak. Abbas canggung untuk memakannya begitu juga dengan Ali.
Jimmy melihat kedua kakak ibunya dan menoleh ke arah Aditya dan bertanya
"Paman dimana Jimny dan juga mamanya kenapa tidak terlihat sejak semalam"
"Jimny berada di rumah Opa Alexander dan Tante Ayu masih di rumah sakit Nak. Oh... ya semua ayo kita makan" Ucap Aditya.
Abbas dan Ali hanya saling menatap dan Aditya tahu apa yang di rasakan oleh kedua kakak Renia ini.
"Akang ayo dimakan dan jangan sungkan"
Keduanya menganggukan kepala. Aditya menyuruh pelayan Mansion untuk mengambilkan nasi dan lauk di piring Kedua kakak Rere dan Rafli menanyakan tentang kasus yang sedang di jalani oleh Lisna dan Sisilia.
Rafli memberitahukan bahwa Sisilia datang ke indonesia pukul 10 Pagi dan Aditya hanya diam. Kedua kakak Renia sambil makan mereka berdua menyimak pembicaraan keduanya. Sedangkan Dion sibuk dengan dua tangannya yang memegang ikan ayam.
Setelah Selesai makan Rafli mengajak Dion ikut bersama dengannya untuk diantarkan pulang. Sesuai yang dikatakan oleh Rafli semalam dirinya membelikan mainan di Mall dekat Mansion Aditya setelah selesai acara doa.
Dan Mainan itu di bawa kembali ke Mansion karena Rafli akan bergabung dengan dua kakak Renia untuk membaca alquran semalaman. Dan bagasi Mobil Rafli penuh dengan mainan milik Dion.
...****************...
Setelah Makan Pagi, Aditya mengantarkan kedua kakak Renia untuk pulang ke apartement tanpa mampir karena tahu jika Renia sudah pergi bekerja.
Sedangkan Rafli dia menggendong Dion untuk diantarkan ke Apartement Rere. Kedua kakak Rere membawa mainan yang ada dibagasi mobil milik Rafli.
Sebelum melajukan mobilnya Aditya tidak lupa mengucapkan Terima kasih kepada kedua kakak Renia dan juga Rafli karena menyempatkan diri untuk membaca doa dan membaca alquran di Mansion atas kematian papinya.
...****************...
Aditya meninggalkan Apartement Rere menuju ke jalanan arah Bandara. Dijalan Aditya menelepon Rere dan mengingatkan sore dirinya juga saudara Rere akan menemui Dokter untuk diperiksa sumsung tulang belakang mereka cocok tidak dengan Renia.
__ADS_1
Aditya ingin memastikan dan Jika Cocok maka Renia akan mendapatkan donor dari saudaranya agar sembuh dari sakit Leukimia. Apapun Aditya akan lakukan demi Kekasihnya itu agar bisa sembuh.
Rere setuju saja dengan yang dilakukan oleh Aditya dari pada berdebat karena Rere sangat sibuk hari ini pekerjaan menumpuk. Bulan Desember ini Rere banyak cuti juga ijin sakit. Karena itu pekerjaannya banyak terbengkalai.
...****************...
Aditya duduk di cafe yang ada di bandara menunggu kedatangan Sisillia. Aditya Mengenakan kemeja putih dan memakai kacamata dengan santai minum air bersoda.
Aditya melihat jam tangan untuk memastikan waktu saat ini setelahnya dirinya bangkit dan melangkah kaki keluar Cafe.
Sekitar 10 Menit dirinya menunggu didepan Mobil miliknya sampai akhirnya Sisillia berjalan keluar dari Lobby bandara dan keduanya saling memandang.
Sisillia tersenyum kecut dan meminta Pihak berwajib untuk membawanya kedalam mobil milik polisi dan Aditya mendekati Sisillia dan berkata
"Saya akan mencabut semua tuntutan ini dengan dua syarat" Sisillia menoleh dan hanya terdiam.
"Berikan Zayn kepada saya dan jangan ganggu kami lagi"
"Saya tidak menyangka kamu melakukan ini Aditya. Kamu mengingkari janji kamu" Sisillia terkekeh.
"Saya juga tidak menyangka selama ini kamu bekerjasama dengan Lisna untuk menghancurkan hidup saya. Kamu sengaja memberikan obat itu agar saya dan Renia tidak bisa bersatu. Kalian tahu tujuan saya adalah Renia dan kamu mengikat saya dengan obat itu Sisilia dan sengaja mengandung anak saya supaya dapat memisahkan saya dengan Renia tapi kalian salah. Cinta kami sangat besar tidak bisa dengan mudah kalian pisahkan. Renia bahkan menunggu sampai hari ini memilih menutup hatinya untuk pria lain dan menahan malu dengan sebutan perawan tua hanya untuk menunggu saya"
"Saya masih berbaik hati ingin mencabut tuntutan kepada kamu karena kamu ibu dari putra saya tapi pikirkan apa yang sudah saya katakan, Setelah ini menyingkirlah dari kehidupan kami berdua. Saya tidak akan pernah mengijinkan putra saya dibesarkan oleh wanita jahat seperti kamu Sisilia"
"Jahat... Kamu bilang saya jahat Adit... Hahaha. Dimana Renia kamu... saat kamu sendiri Aditya Dimana Renia kamu... saat keluarga kamu mengintimidasi kamu dan dimana Renia... saat kamu mengalami Depresi akibat kematian Mama kamu dan penyiksaan dari keluarga kamu Adit. Saat itu hanya ada saya bukan Renia dan sekarang kamu katakan saya jahat" Sisillia terkekeh
"Kamu tahu saya terpaksa melakukan ini semua demi panti asuhan yang telah membesarkan saya. Dimana kamu saat saya mendapatkan intimidasi dari Lisna. Saya mengandung dan membesarkan Zayn karena saya cinta dengan kamu dan juga ingin hidup berdua dengan Zayn tapi apa Lisna mendatangi saya dan memaksa saya kembali dengan kamu dengan ancaman panti asuhan akan dia hancurkan"
"Kenapa kamu tidak pernah bertanya alasan saya melakukan ini semua. Kamu dan keluarga kamu sama saja kalian Semua telah menghancurkan hidup saya Aditya. Sampai kapanpun saya tidak akan memberikan hak asuh kepada kamu dan Renia. Zayn dari awal adalah anak saya dan selamanya akan tetap menjadi anak saya. Jangan lupa kamu tidak menginginkannya Adit"
Medengarkan kemarahan Sisilia Aditya hanya menoleh dan tersenyum sinis lalu menjawab
"Kamu Jahat Aditya... Kenapa kamu lakukan ini kepada saya... Saya sangat mencintai kamu bahkan melakukan apa saja demi kamu tapi kenapa kamu lakukan ini kepada saya. Jangan Ambil Zayn dari saya Aditya.... "
Sisilia berteriak histeris sedangkan Aditya membenarkan kacamata hitamnya dan mengabaikan teriakan Sisilia dengan masuk kedalam mobil dan melajukan untuk meninggalkan tempat itu.
Sedangkan Sisilia terus menangis histeris dan dibawa kedalam mobil petugas lalu mobil segera melaju ke kantor Polisi.
Disana Rafli dan Wisnu sudah menunggu Sisilia untuk pemeriksaan. Pengacara Aditya juga mengatakan hal yang sama yang mana Aditya akan mencabut tuntutan dirinya asalkan hak asuh Zayn jatuh kepada Aditya.
Sisillia hanya menangis dan meratapi nasibnya kehilangan Pria yang sangat dicintai karena rahasinya dibongkar oleh Lisna dan Hak asuh Zayn akan hilang karena kasus yang dia hadapi meski Aditya tidak mencabut tuntutannya tetap Hak asuh pasti jatuh kepada Aditya sedangkan dirinya tetap di dalam sel dan ijin prakteknya diprediksi akan dicabut karena kasus kode etik profesi kedokteran dan percobaan pembunuhan kepada Pasien
Yang Mana Sisillia dengan sengaja memberikan obat yang dilarang karena dapat membahayakan kondisi Pasien.
"Sebaiknya anda memikirkan ini dengan serius dan matang Nona Sisillia. Kami akan kembali mendengarkan jawaban anda" ucap wisnu.
...****************...
Aditya sampai dikantor Rere disana wanitanya sudah menunggu dan orang-orang yang berada disekitar mereka membicarakan mereka berdua.
Aditya tidak peduli dan menghampiri Rere lalu menggenggam tangan kekasihnya untuk menuju ke mobil yang pintunya dia buka untuk Rere.
Mobil melaju kearah rumah sakit milik keluarga Erlangga dan disana sudah menunggu kakak dan Adik Rere di kursi yang ada di lobby rumah sakit.
Tidak ingin menunggu lama. Rere masuk kedalam ruangan dokter spesialis yang menangani penyakit kanker
Dan Aditya yang sebelumnya meminta willy untuk mengurus segala yang diperlukan jadi saat mereka sampai Dokter yang ditunjuk oleh Willy mulai memeriksa sumsum tulang belakang keempat keluarga Rere untuk memastikan siapa dari mereka yang sumsum tulang belakangnya cocok dengan Rere.
__ADS_1
Setelah semuanya telahambil samplenya Rere bertanya mulai kapan rambutnya akan mulai rontok dan dokter mengeluarkan pesan agar Rere lebih postive thinking atas sakitnya dan berdoa agar sembuh.
Aditya menganggukan kepala mendengarkan apa yang dikatakan oleh Dokter dan Aditya menggengam tangan Rere lalu tersenyum kearah Aditya.
Dokter mengatakan hasilnya akan keluar dua atau tiga hari dan maksimal 2 minggu. Rere mengerti dan pamit dengan dokter yang bernama indra.
Rere keluar ruangan bersama dengan Aditya dan Rere meminta Kekasihnya menemani dirinya untuk berkunjung keruangan Ayu tapi Aditya tidak merespon.
Rere tahu suasana hati Aditya masih terluka dan terpukul atas pengakuan Lisna tentang kematian Sherly saat itu.
"Mas Jika belum bisa bertemu dengan Ayu bisa tunggu di mobil atau bisa pulang nanti Renia bisa memesan mobil online saat pulang.
"Ayo kita keruangan inap VVIP, Riki mengatakan jika Ayu dirawat disana karena Ayu sudah sadar"
Mendengar apa yang dikatakan kepadanya Rere tersenyum bahagia dan bersyukur. Rere mengajak keluargannya untuk ikut serta menjenguk Ayu.
Sesampainya diruangan tempat Ayu berada. Aditya menatap Riki yang duduk di depan kursi tunggu yang di sediakan didepan ruangan rawat inap dengan wajah sedih.
"Mas Riki... "
"Bu Renia... Pak Aditya" Riki menoleh
"Ayu ada didalam benarkan tapi kenapa Mas Riki justru berada diluar apa Ayu sedang tidur" Riki mengangguk dengan wajah sendu. Aditya mengerti ada masalah serius yang sedang terjadi
"Ada apa Riki katakanlah"
"Pak Aditya... Saya menelepon Pak Aditya beberapa kali tapi tidak ada respon dan Pak Aditya tidak menelpon balik padahal keadaan Nona Ayu dalam kondisi buruk dan depresi hanya Pak Aditya sebagai keluarganya yang bisa menghibur dirinya saat sekarang ini
"Katakan ada masalah apa dengan Ayu" Aditya terlihat enggan tapi tetap bertanya
"Nona Ayu belum tahu apa yang terjadi termasuk kematian Papi Aries juga kasus Mami Lisna"
Mendengar itu Aditya hanya tersenyum sinis
"Pak Aditya... Adik anda Nona Ayu mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan yang terjadi dan Keluarga Alexander akan mengambil hak asuh Jimny"
"Apaaa..." Rere tersentak mendengar apa yang di katakan oleh Riki begitu juga dengan Aditya.
Jadi saya mohon Pak Aditya untuk memeluk nona Ayu sekarang dia butuh kakaknya untuk memberikan dukungan kepada dirinya
Aditya menurunkan ego dan menemui Ayu dan Rere menyusul dari belakang. Aditya membuka pintu ruangan VVIP dan menatap Adiknya yang sedang tertidur karena pengaruh obat yang di berikan oleh Dokter untuk Ayu.
Aditya mendekati Ayu dan memeluk adiknya lalu menangis tidak seharusnya dia membenci Ayu hanya karena Lisna dan keluarganya yang telah berbuat jahat kepada mamanya.
Ayu tetaplah Adiknya yang sering berdebat dengan Sherly hanya untuk membela dirinya. Ayu terbangun karena pelukan Aditya
"Kak Adity... kenapa menangis dan kenapa kak Aditya baru menjenguk Ayu. Kalian menyembunyikan sesuatu dari Ayu"
Kemudian Ayu menoleh kearah Rere dan tersenyum. sementara keluarga Rere sedang menunggu di kursi tunggu yang ada di depan ruangan
"Masuklah Rere... Kamu apa kabar saya dengar tentang sakit kanker yang kamu derita apa itu benar"
Rere yang telah melangkahkan kakinya ke arah Ayu lalu menganggukan kepala. Rere bergantian dengan Aditya untuk memeluk Ayu dan menangis bersama dengan teman yang juga adik dari kekasihnya itu.
"Nasib orang tidak ada yang tahu ya Rere... Sebelum ke Amerika saya menginap di apartemen kamu bersama jimmy lalu kak Aditya dengan bod*hnya melakukan percobaan bunuh diri dan saya disana mendengar kabar kamu mengidap leukimia dan kamu tahu Rere setelah saya pulang saya bertemu dengan Hans dan selingkuhannya di rumah sakit ini dan tunangan Hans berkata dia sedang hamil dan tidak lama kami kecelakaan dan Hans meninggal lalu. Berita terbaru Dokter mengatakan saya lumpuh karena syaraf kaki saya rusak. Kaki saya tidak bisa di gerakan Kak Adit... Rere..."
Ayu menangis histeris dan Rere menenangkan kembali dengan menepuk bahu Ayu pelan.
__ADS_1
"Ini semua takdir. Kamu harus tenang Ayu dan yakinlah Takdir Allah pasti indah meski saat menerimanya penuh dengan air mata Suatu saat nanti kita akan menyadarinya" Rere berkata dan membantu mengusap air mata Ayu yang menetes di pipinya.