
"Goolll..." Ujap ketiga pria itu dengan kesal karena team yang di pilihnya tidak jadi mencetak gol.
"Haduh... Payah sekali padahal tinggal tendang ke kiri ya ampun" Ucap Ali mengomentari permainan bolanya
Sementara di dapur Rere merasa pusing dan tanganya mengusap pelan hidungnya yang tiba-tiba mengeluarkan darah. Rere segera ke wastafel yang ada di dapur untuk mencuci tangan dan hidungnya lalu mengambil tissue yang tidak jauh dari tempatnya beranjak sekarang.
"Rere kamu kenapa" Tanya Tya pelan.
"Tidak Teh lanjutkan saja Rere sedang cuci tangan" Sahut Rere tanpa men oleh kearah Tya.
"Uhuk... Uhukkk... uhukkk" Rere batuk dan kembali mengeluarkan darah Kali ini melalui mulutnya. Segera Rere membersihkan dengan masih membelakangi tubuh kakaknya dan mengusap dengan tisue mulut hidung dan tangannya menggunakan Tissue.
"Rere... Kamu berdarah" Ucap Tya dengan nada tinggi karena kaget.
Aditya menoleh kearah dapur meski suara televisi terdengar keras tapi masih samar-samar suara Tya terdengar di telinga Aditya dan Rafli. Sementara Ali masih fokus dengan pertandingan bola.
Aditya beranjak ke arah dapur dengan Rafli yang hanya menatap kepergian Aditya dari ruang Santai ke ruangan dapur.
"Sayang... " Panggil Aditya pelan kearah Rere.
"Teh diam saja ya jangan kasih tahu mas Aditya" Bisik Rere Pelan. Tya hanya diam dan menjauhi Rere yang masih membelakangi Aditya dan nampak sedang membersihkan wastafel dari darahnya.
"Sayang... Kamu sedang apa" Tanya Aditya kembali.
"Mas Jangan kesini tunggu di ruang tv saja. Rere sedang masak cemilan sama teteh sana. Iiihhh... untuk apa mas kesini" Sahut Rere Panik karena darahnya masih keluar sedangkan suaminya terdengar langkahnya mulai mendekat.
"Mas Bantu ya sayang"
"Mas Stop... Pergilah ini urusan wanita mas nonton pertandingan bola saja dengan Kang Ali dan Pak Rafli jangan lagi kemari dulu. Jika cemilannya sudah matang nanti kami sajikan bersama dengan minumannya"
"Sayang lihat mas sekarang" Ucap Aditya dengan nada tinggi tapi di abaikan Rere.
Aditya menarik pelan Lengan Rere dan menatap darah di hidung dan tangan istrinya.
__ADS_1
"Sayang Apa yang terjadi" Teriak Aditya memeluk istrinya.
"Kenapa kamu diam saja hidungnya berdarah Teh Tya kenapa Renia di diamkan begitu sajasaja" Tegur Aditya Kepada Tya yang diam mematung menyaksikan Adiknya mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.
Aditya menggendong Istrinya ala bridal ke arah pintu membuat Rafli dan Ali tertegun menyaksikan mereka berdua lalu Rere meminta turun dan kembali ke kamar tidak ingin dibawa ke rumah sakit.
"Tapi kamu sakit sayang"
"Renia hanya kelelahan. Renia akan mengambil obat jadi turunkan Renia sekarang Mas"
"Jangan membantah sayang" Aditya nampak sedih. Sayang"
"Sekarang sudah malam pasti yang ada Dokter jaga jadi lebih baik besok saja, kita juga harus jenguk Ayu"
"Tapi sayang kamu mengeluarkan darah dan mas ingin sayang segera melakuakan donor sumsum tulang belakang stay kemoterapi. Mas tidak ingin terjadi sesuatu dengan Renia"
"Mas Turunkan Renia atau kita ke kamar lagi. Mas percayakan saja semuanya Kerala Allah SWT"
"Sayang... "
Ali mendekati kamar Aditya dan menanyakan keadaan Rere Sedangkan Rafli mendekati Tya dan bertanya apa yang terjadi lalu Tya mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dan Rafli mengerti denga dirinya menganggukan kepala.
...****************...
Di Kamar tidur Sisillia duduk di atas ranjang tempat tidurnya setelah melayani suaminya yang seperti tidak ada puasnya seharian melakukan hubungan ranjang ntah berapa kali Sisillia mencapai Pancakes Kenik*atan bersama suaminya.
Sisillia memang menikmati sentuhan demi sentuhan yang di lakukan bryan kepada dirinya akan tetapi Hatinya tidak merasakan apapun. Sisillia merasa hambar karena dirinya hanya menginginkan sentuhan Aditya. Bahkan saat berhubungan dengan suaminya Sisillia justru menutup matanya dan membayangkan Aditya yang sedang meni*uri dirinya dengan kasar seperti yang seeing Aditya lakukan jika sedang menahan marah atau traumanya masa remajanya kembali maka tubuh sisillia yang akan menjadi pelampiasannya.
Dengan menatap langit-langit yang ada di kamarnya, Sisillia merindukan pria yang selama ini bersamanya dan juga putra semata wayang mereka. Sisillia mengambil bantal dan menutup wajahnya dengan menggit bantal tersebut Sisillia menangis tersendu.
"Sayang Mami kangen Zayn dan Saya juga kangen kamu Aditya" Ucap Sisillia Plan sambil mengingat kebersamaan mereka saat di Apartment dan kebun binatang juga di Amerika. Terlihat keluarga yang harmonis dan Bahagia.
Sisillia menghentikan tangisanya lalu melangkah ke arah lemari dengan tidak mengenakan pakaian, dengan langkah gontai Sisillia membuka pintu lemari dan membuka bungkusan kain dan memperlihatkan senjata yang dia bawa dari Amerika lalu menoleh ke arah Bryan dan tersenyum.
__ADS_1
"Tidak akan ada yang memisahkan Aditya dari saya termasuk kamu Bryan. Renia dia sekarat saat ini sudah menjadi tugas saya untuk mempercepat ajalnya" Ucap Sisillia pelan dan meniup moncong senjatanya dan melangkah ke arah tas miliknya yang tersimpan di meja rias lalu menyimpannya disana.
Kemudian Sisillia melangkah ke arah ranjang tempat tidur dan merangkak sampai ke arah suaminya dan mencium pipi Bryan.
"Terima Kasih suami saya yang bail atas cinta kamu kepada saya atas pembelaan kamu untuk saya di depan Aditya tapi Saya tidak bisa menua bersama dengan kamu karena kamu terlalu baik. Saya ingin Aditya hanya dia jika Dia menolak maka Saya memilih mati bersama dengan Aditya" Ucap Pelan dan kembali mencium bibir tebal suaminya
Provokasi yang di lakukan oleh Sisillia membangunkan dirinya. Bryan bingung dengan sikap Istrinya yang sejak pagi sampai malam sangat manis bahkan melayani dirinya sampai dirinya mencapai kepu*san beberapa kali.
"Kenapa kamu belum tidur Sayang" Tanya Bryan.
"Puaskan Saya malam ini suami. Karena belum tentu ada hari esok untuk kita bisa bercinta hangat seperti ini" Bisik N*kal Sisillia kepada suaminya sambil menggigit dan memainkan telinga dan wajahnya dengan sapuan indra pengecapnya.
Apa yang dilakukan oleh Istrinya ini membuat inti milik Bryan mene*ang kembali maka dari itu Sisillia di Cium dengan penuh semangat bibir yang merekah milik Sisillia itu kemudian mereka melanjutkan apa yanh mereka lakukan sejak pagi sampai malam.
Puaskan diri kamu suamiku karena belum mungkin ini malam terakhir kamu menyentuh tubuh ini Bryan
Sisillia bermonolog di dalam hati sambil tersenyum saat bersama Bryan sedang sibuk bermain dengan buah d*da miliknya dengan tatapan kosong Sisillia terms menarik rambut suaminya dengan lembut membelai sambil mendesah beberapa kali dan tanpa dia sadari air matanya terus mengalir mengingat hidupnya yang sangat malang kehilangan kedua orang tuanya, keluarga besarnya yang sampai detik ini belum dia ketahui dan juga harus berpisah dengan Putranya juga Pria yang sangat dia cintai.
"Aaaaahhh... " Sisillia Teriak merasa sangat kesal dan sedih hatinya terluka akan tetapi Suaminya mengira Sisillia berteriak dan menangis karena menahan na*su karena permaianannya.
...****************...
Rian membelai rambut halus dan tebal milik Zayn cucu sambungnya. Sementara Ria memberikan dongeng sebelum tidur tentang kisah kancil dan kura-kura.
Menceritakan betapa liciknya kancil yang menipu kura-kura tapi pada akhirnya kancil mendapatkan balasan karena telah membohongi kura-kura saat lomba lari dengan kancil bertemu dengan buaya di sungai dan akhirnya kura-kura juga yang menolong Kancil yang hampir di makan oleh buaya.
"Oma Kasihan kura-kura nya tapi untung dia bisa selamat dan kenapa kura-kura menolong kancil yang jahat. Biarkan saja kancil di makan oleh Buaya" Ria dan Rian tersenyum mendengarkan pertanyaan dari putra Aditya itu.
"Sayang cucunya Oma yang tampan dan baik. Ingat ya Serial orang yang berbuat baik suatu saat akan di tolong Allah melalui orang lain begitu juga orang yang jahat yang pasti akan mendapatkan balasan atas kejahatanya itu dari tangan orang lain juga jika orang yang kita jahati tidak membalas. Jadi Zayn harus selalu berbuat baik kepada siapa saja apalagi kepasa orang tua karena kebaikan akan selalu menjadi juaranya"
"Iya Oma.. Opa Zayn ingin berbuat baik dengan siapa saja dan tidak ingin menjadi anak jahat dan nakal" Sentiment Zayn.
"Itu Baru Cucu Opa dan Oma" Jelas Rian sambil mencium kening zayn dan saat ingin menyentuh telapak tangan zayn tanpa sengaja dirinya menyentuh tangan Ria yang juga ingin menyentuh telapak tangan putra Aditya itu.
__ADS_1