
Zayn terlihat sangat bahagia mendengar kedua orang tuanya akan mengajak ke kebun binatang. Ya Sisillia mengusulkan ini supaya dirinya tidak mempersiapkan Dokumen hanya untuk menuruti Aditya yang ingin mengajak bermain ke tempat wahana bermain anak yang ada di Singapore hanya karena Pria itu tidak ingin bertemu dengan Rere di wahana yang ada di Jakarta.
Sisilia tidak menginginkan libur akhir pekannya harus terbang ke negara tetangga karena rencana dia bukan untuk menemani putra semata wayangnya akan tetapi ingin menunjukan fakta besar kepada Rere yang sesuai informasi dari Lisna wanita yang dia anggap sebagai penghalang hubungan dirinya dan Aditya berada di tempat wahana bermain anak yang ada di jakarta utara.
Karena itu Sisilia sebelum Aditya datang meminta anak nya untuk mengajak Papinya untuk pergi ke tempat wahana yang sama dengan Rere saat ini.
Informasi yang di dapat dari Lisna bersumber dari Jimmy yang semalam terus-terusan bercerita kepada anggota keluarganya bahwa ibu dan juga dia beserta Rere dan Dion akan pergi untuk bermain ketempat wahan bermain anak-anak dan juga bisa melihat akuariun raksasa yang tidak jauh dari sana.
Jimmy marah dan ngambek karena Aditya juga Rere tidak mengajaknya ke kebun binatang saat menjemput Oppa dari rumah sakit. Tapi Ayu mencoba menghibur dengan mengatakan bahwa tempat yang akan dikunjungi mereka dekat dengan akuarium raksasa yang mana terdapat berbagai spesis ikan.
Setelah mengetahui kemana mereka akan pergi, Lisna tentu saja memiliki rencana untuk mempertemukan Rere dan Aditya saat anak sambungnya itu bersama dengan Zayn dan Sisil tapi sayangnya rencana Lisna gagal karena Aditya menolak mengikuti keinginan Zayn meski memohon tetap Aditya tidak akan mau menurutinya karena Aditya juga tahu Adik dan kekasihnya berada disana.
Karena itu Aditya mengganti dengan wahan bermain anak yang ada di negara Singapore, Tentu itu untuk menghindari pertemuannya dengan renia selain itu Aditya juga bisa menuruti keingin putra yang baru dia temui hari ini.
Akan Tetapi Sisilia tidak menyetujui rencana Aditya Karena menurut Sisilia disana tidak ada Renia yang akan melihat keluarga kecil Mereka.
Jika Hari Sabtu ini Aditya dan dirinya menemani Zayn bermain dan tetap berada di Jakarta ada kemungkinan Rere akan melihat dan mengetahui hubungan mereka karena masih di kota yang sama dan berharap keponakan Aditya yang bernama Jimmy tetap membujuk untuk bisa mengunjungi kebun binatang sesuai keinginan Jimmy sebelumnya.
Senyuman Sisilia terlihat kala mengingat apa yang akan dia rencanakan hari ini dan Aditya setuju untuk menemani anaknya di kebun binatang yang pernah dia datangi bersama Dion dan Rere sebelumnya hanya bedanya sekarang dia datang bersama dengan Sisil juga Putra kandungnya.
Setelahnya kesepakatan diambil mereka akan pergi kebun binatang.
Sisillia menatap sendu interaksi Aditya dengan Zayn yang terlihat akrab dan sesekali Zayn memeluk Papi Kandungnya dan Aditya mengusap dan menciun pipi dan juga pucuk kepala Zayn.
Ya. Walau Bagaimanapun Zayn tetap putranya dan kemiripan wajah dengan dirinya sudah dapat dipastikan bahwa Zayn benar Putranya meski tidak melakukan test DNA, akan tetapi Aditya tetap memerintahkan Riki untuk menyiapkan Dokter ahli yang akan membantu dirinya untuk melakukan test DNA.
“Nak Pergilah kekamarmu dan ganti Pakaian kita pergi kebun binatang sekarang, dan tunggu didalam kamar jangan keluar kamar jika Papi atau Mami belum memanggil, Kamu Mengerti Zayn?” Ucap Aditya kepada Putranya.
“Memangnya Kenapa Papi” sahut Zayn.
“Papi ingin berbicara berdua dengan Mami kamu Zayn” balas Aditya dengan mengusap rambut Zayn pelan.
Dan Putranya membalas dengan tersenyum dan mengangguk dengan semangatnya berlari ke Arah kamar dan menutup pintu kamar untuk berganti pakaian sesuai arahan Aditya.
Keduanya menatap Zayn yang berlari kearah kamar dan menutup pintu lalu Sisillia dengan masih menatap Kamar Zayn berkata
“Lihatlah Sayang Putramu Sangat bahagia bisa bertemu dengan dirimu, yang selam Sembilan Tahun dia Nantikan bahkan saat didalam perut tidak pernah merasakan kasih sayang atau belaian tangan Papinya, Tapi lihat hanya bertemu sebentar saja dia seperti mendapatkan surganya” ucap Sisilia lalu menoleh kearah Aditya.
“Apa Kamu tega merampas kembali Senyuman dan kebahagiaan Putra Kandungmu Hanya demi seorang Wanita yang bernama Renia. Dia Putra Kandung Kamu, Aditya”
Sisillia mendekatkan wajahnya kearah wajah Aditya dan Pria itu justru menghindar dan mendorong pelan bahu Sisillia agar menjauhi dirinya.
“Jangan Jadikan Anak kita Sebagai alat untuk memisahkan Saya dan Renia. Jangan Pernah kamu lakukan itu Sisillia. Kamu jangan mengkhuatirkan Zayn. Putra Saya akan tetap mendapatkan hak sebagai ahli waris yang Sah dari Keluarga Erlangga dan kamu dengar sendiri apa yang diucapkan Papi” ucap Aditya.
__ADS_1
“Tapi bukan berarti Kamu sebagai Mami kandung Zayn akan mendapatkan Hak Spesial dihati dan pikiran Saya Sisillia, Berhentilah berharap, Pergi Lanjutkan Hidupmu dan buka hati kamu untuk Laki-laki lain, Kamu Cantik dan Baik Pasti banyak yang akan menerima kamu dan untuk Zayn dia akan bersama dengan kamu, Saya tidak akan merampas duniamu” sambung Aditya lalu dirinya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kearah Photo dia juga Sisillia saat di NYC.
“Saya akan tetap bertanggung jawab atas Zayn dan kamu meski kamu menikah dengan pria lain, Tapi tolong lepaskan Saya dari belenggu cinta yang kamu miliki. Saya tidak ingin menyakiti kamu lebih jauh lagi, Sisillia. Tolong maafkan Saya atas luka dan juga kesedihan yang kamu rasakan selama ini ” Aditya mencoba menjelaskan apa yang hati dan pikirannya inginkan.
Plaaakkkk
“Jahat Kamu Sayang, Kenapa kamu berkata seperti itu, Apa Renia lebih penting dari kebahagian Zayn, Kenapa kamu bisa seegois ini Aditya”
Sisillia menampar keras Aditya lalu berkata dengan nada yang sangat tinggi dan menangis histeris sambil memukul dada bidang milik Aditya.
Aditya diam tidak menghentikan apa yang Sisillia lakukan karena dengan ini, Aditya berharap Luka Sisillia akan terobati. Mereka sepertinya lupa dengan keberadaan Zayn Putra semata wayang mereka hasil dari hubungan terlarang diusia muda.
Zayn berdiri terdiam didalam kamar lalu berjalan pelan kearah pintu saat dirinya ingin menggeser Knop Pintu dia teringat pesan Papinya yang melarang keluar sebelum dipanggil.
Zayn hanya bisa menagis dan meringkuk didalam kamarnya. Zayn menginginkan Pelukan kedua orang tuanya yang selama ini dia nantikan tapi kenyataannya Kesedihan yang dia dapati, mendengar teriakan dan tangisan histeris Mami yang melahirkan membuatnya merasa terluka.
Sisillia menghentikan tangisan juga pukulan yang diarahkan kepada dada bidang milik Aditya saat mengingat Zayn Putranya, Ya. Dia baru tersadar dengan keberadaan Zayn dengan menatap Benci kearah Aditya Sisillia mengatakan
“Pergilah dan temui wanita masa lalumu itu Kami berdua tidak akan mengemis lagi cinta dari kamu Aditya, Tapi ingat Saya akan membawa Zayn pergi jauh dan tidak akan membiarkan kamu mendekati anak kita, Saya tidak ingin tinggal diluar negeri sesuai keinginan kamu. Saya tidak akan bersembunyi dari Renia dan tidak akan menyembunyikan Putra Saya, Pergilah… Pergi… Adit” Teriak Sisillia Mendorong Aditya untuk keluar pintu unit apartemennya.
“Apa yang kamu katakan Sisillia jangan bodoh, Apa yang kamu inginkan” Teriak Aditya tersulut emosi.
“Diamlah… Zayn didalam kamarnya sedang mendengar kita, Apa kamu ingin memberikan Trauma kepada Putra Kita” Sambung Aditya dengan berkata lirih dengan mendekatkan wajahnya di telinga Sisillia.
“Diamlah Sisil, Jangan membuat Saya marah dan menyakiti dirimu” Bisik Aditya.
“Kita akan pergi ke kebun binatang sesuai keinginan Zayn, Panggilkan Dia” ucap Aditya dengan suara pelan dan menatap kearah langit-langit ruangan itu dan menghembuskan nafas dengan kasar dengan menyentuh tekuk lehernya sendiri.
Sisillia tersenyum licik dan mengusap air matanya sendiri dan berjalan kearah kamar Zayn dan mengetuk pintu kamar putranya dan saat dia membuka knop pintu Sisillia berteriak memanggil Aditya untuk segera menghampiri Zayn.
Sontak Aditya berlari kearah Sisillia dan mendapati putranya tergeletak lemas. Sisillia menghampiri Putranya dan memeluk dengan erat lalu menangis dan menciumi dan memanggil nama Zayn, Aditya yang berdiri didepan ruangan Zayn hanya mematung dan berkata dengan nada tinggi kepada Sisillia
“Apa yang terjadi Sisillia, Kenapa dengan Zayn” Teriak Aditya Panik dan menghampiri Putra dan memeriksa denyut nadi dan juga hembusan nafas dengan telunjuknya untuk memastikan tidak terjadi hal buruk dengan Putranya.
“Zayn sayang” Teriak Sisillia saat Aditya menggendong Putranya berlari kearah pintu dan menuju kedalam Lift untuk membawanya ke rumah Sakit.
Sisillia mengunci pintu lalu mengikuti Aditya dengan cepat dan menuju kedalam mobil milik Aditya dan mereka menuju ke Rumah Sakit milik keluarga Erlangga yang merawat Geri, Aditya juga Aries
“Ini semua Karena Kamu Adit, Jika terjadi sesuatu dengan Zayn, Saya Pastikan kamu akan mendapatkan balasan dariku” Teriak Sisillia yang terus memeluk dan menciumi Zayn dan Aditya hanya menoleh dan memutuskan untuk diam tanpa kata karena dirinya juga merasa cemas dengan keadaan Putranya.
“Zayn Sayang Anak Mami yang Tampan Bangun, nak. Jangan Buat Mami Sedih Sayang. Bangun, Nak… Mami Takut Zayn bangun Sayang” Sisillia terus menangis.
Aditya mengusap pelan wajahnya dan merasa bersalah, Putranya seperti ini karena pertengkaran dirinya dengan Sisillia, Sesekali Aditya menoleh kearah Zayn yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya saat masih kecil.
__ADS_1
Mobil Yang dia kendarai sampai dirumah sakit dan segera Aditya turun lalu mengitari mobil untuk membuka Pintu Dan menggendong putranya dan berlari kearah UGD.
“Dokter Willy… Panggilkan segera Dokter Willy. Tolong Putra Saya… Cepat” Teriak Aditya kepada perawat yang berjaga di rumah sakit itu.
Sementara Sisillia berlari menyusul Aditya yang membawa putranya kearah ICU dan segera Perawat memanggil Dokter kepala yang memang dia sudah mengenal Aditya sebagai Pemilik dari rumah sakit tempatnya bekerja.
Aditya menunggu diluar kamar ICU dengan Panik dirinya berjalan kekanan dan kekiri dengan sesekali menyentuh tekuk lehernya dan menyandarkannya di tembok depan ruangan ICU.
Sisillia yang duduk tidak jauh dari Aditya menatap Pria yang sangat di cintai nya itu, lalu beranjak dari tempat duduknya dan melangkah kearah Aditya dan memeluk pinggang Aditya dan menyandarkan Kepalanya di bahu Aditya lalu menangis.
Aditya hanya diam dengan menatap kearah pintu ruangan ICU dan tangannya memijat pelipis dan juga kepalanya. Sudah setengah jam mereka berada di posisi seperti itu.
Aditya seakan tidak peduli dengan sekitarnya bahkan mungkin Jika Rere mendapatinya seperti ini dia tetap tidak peduli yang terpenting saat ini adalah keadaan putranya, Pikirannya Fokus kesana. Jika terjadi sesuatu dengan Putranya dia akan sangat merasa bersalah.
Aditya menutup matanya dan kenangan atas kematian Sherly Mama kandungnya muncul kembali dan Teriakan dirinya saat melihat Sherly tergantung di ruangan tamu lalu Saat dirinya menguburkan Sherly dan Tangisan Rere yang mengatakan takut Kehilangan dirinya dan Perkataan Bella yang mengatakan Rere Perawan Tua dan juga Teriakan dan Amarah dan kekecewaan Sisillia kepada Aditya karena Pria yang dia cintai justru meminta untuk melepaskan cinta dan memulai hidup baru dengan pria lain saat di Apartemen sebelum Zayn ditemukan tidak sadarkan diri. Aditya menarik Sisillia agar melepaskan pelukannya dan melangkah untuk menjauhi Sisillia dan duduk di kursi tunggu.
Dddrrrtttt…. Dddrrrtttt… Ddrrrrtttt…
Suara Ponsel Aditya bergetar dari balik celana, Aditya mengambil Ponselnya dan melihat siapa yang menelpon lalu menjauhkan diri dari depan ruang ICU dan juga Sisillia untuk dapat mengangkat panggilan telpon karena yang menelponnya adalah Rere yang sejak pagi tidak menghubungi dirinya dan juga membalas pesan dari dirinya.
“Kenapa Sayang, Apa kamu baru meningat Kekasihmu ini, Apa yang kamu lakukan sampai tidak membalas pesan dan panggilan dari priamu” ucap Aditya dengan nada kesal dan marah.
“Maaf… Mas” sahut Rere singkat.
“Kita bicara lagi nanti saya sibuk sekarang sayang…” balas Aditya.
“Mas….” Panggilan di matikan.
Tututtut
Suara Panggilan Telepon dimatikan sepihak oleh Aditya, di seberang sana Rere kesal dibuatnya dan menaruh kembali Ponselnya kedalam tas dan ayu yang sedang duduk disebelahnya hanya mengerutkan dahinya
“Apa yang terjadi Rere” tanya Ayu
“Tidak Tahu, Mas Aditya sepertinya marah karena pagi tadi menelpon dan mengirim pesan tapi Rere tidak membalas dan sekarang Dia mengatakan sibuk lalu mematikan ponselnya kembali” balas Rere yang Nampak kesal.
Ayu hanya diam dan mengingat kembali apa yang dia dengar di ruang kerja Papinya tentang Rahasia Besar kakaknya lalu Ayu menatap Rere dan menggenggam tangan Rere seakan memberikan dukungan.
“Rere kamu yang sabar mungkin memang Kak Aditya sedang sibuk dengan Kliennya, kamu harus lebih mengalah saja ya" ucap Ayu
Sedangkan di rumah sakit Sisillia yang menatap Aditya mengangkat telpon lalu mematikan hanya bisa tersenyum, Apalagi melihat Aditya Nampak kacau dan menyandarkan kembali tubuhnya ke tembok yang ada didekatnya.
Renia Kamu tidak akan bisa mendapatkan Aditya karena dia hanya milik kami.
__ADS_1
Sisillia mengalihkan pandangannya kearah ruang ICU bersamaan dengan keluarnya perawat dari ruangan itu, segera Sisillia menghampiri Perawat dan Aditya juga berlari kearah keduanya.