
Rere mengalungkan tangannya dilengan Aditya saat proses pemakaman Aries. Sesuai dengan wasiat Aries dirinya ingin di makamkan disamping Makam Sherly.
Rian tentu saja hancur melihat makam mantan istrinya bersanding dengan Pria yang menghancurkan pernikahannya yang juga Papi Kandung Aditya.
Rian merasa bersedih begitu juga dengan Lisna melihat pria yang menjadi suaminya selama 35 tahun di akhir hidup Aries justru menjatuhkan talak kepada dirinya dan sekarang bersanding dengan makam wanita lain.
Aditya menatap tajam penuh kemarahan kepada Lisna dan setelah para kolegan dan kerabat meninggalkan tempat pemakaman ada pihak berwajib yang mendatangi dan hendak membawa Lisna. Wanita yang dicari menanyakan apa yang membuat pihak berwajib hendak membawanya untuk minta keterangan.
"Atas laporan saudara Aditya anda kami mintai keterangan tentang kematian saudari Sherly 18 tahun yang lalu dan juga atas kematian Tuan Aries dan juga tuduhan atas rencana pembunuhan saudara Aditya"
Semua orang menoleh kearah Lisna dan Aditya dan pihak berwajib juga menyampaikan kepada Aditya bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan kepolisian yang ada di negara Amerika untuk penangkapan Sisillia. Aditya hanya menganggukan kepala pelan dan menggandeng tangan Rere untuk meninggalkan tempat pemakaman.
"Nak... Maafkan Mami. Jika ini membuat hati kamu tenang dan bisa memaafkan mami. Mami Terima Aditya. Tapi tolong jaga Ayu jangan membencinya dan jangan meninggalkan dia sendiri karena Ayu tetap Adik kamu Nak"
Aditya menoleh dan hanya menatap dingin ke arah Lisna lalu melangkah kembali dengan menggandeng Rere.
"Pak Aditya... Tolong pikirkan lagi perasaan Ayu dan Jimmy. Nyonya Lisna sudah mengakui semuanya jadi tolong jangan lakukan ini. Saya mohon"
Aditya menghentikan langkahnya dan memandang riki dengan sorot mata yang tajam dan rahangnya mengeras.
"Mas... Tenanglah. Kasihan Papi, hari ini pemakaman papi mas, kendalikan diri mas" Rere menyentuh lengan Aditya dan menoleh ke arah Riki.
"Mas... Riki, Tolong dampingi Bu Lisna. Saya akan membujuk Mas Aditya"
Riki menganggukan kepala lalu Lisna mendekati Aditya dengan di dampingi oleh Pihak berwajib. Aditya hanya terdiam saat Lisna menyentuh tangannya dan memeluk Aditya lalu berkata
"Mami Terima dengan apa yang kamu lakukan kepada mami karena sebenernya mami juga akan ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mami. Aditya mami minta maaf membuat hidup kamu hancur dan kamu hidup dalam ketakutan dan kesedihan selama ini. Mami juga memisahkan kamu dengan Sherly juga berusaha memisahkan kamu dengan Renia karena rasa kecewa Mami kepada papi kamu yang tidak pernah mencintai mami"
Tangis Lisna dalam pelukan Aditya yang tidak di tanggapi oleh putra sambungnya.
"Renia Mami Mohon menikahlah dengan Aditya. Bantu Dia melewati masa sulit ini dan bantu Aditya untuk sembuh dari depresi dan trauma yang selama ini Mami buat untuk dirinya. Hanya Renia yang bisa membantu Aditya bangkit" Lisna beralih ke arah Rere dan memeluknya.
"Nak... Jangan benci Ayu dia adik kamu. sekarang hanya kamu yang dia miliki. Ayu kehilangan semuanya karena mami, Suaminya, papinya dan sekarang mami harus mempertanggung jawabkan perbuatan mami. Bahkan Alexander sedang mengurus hak asuh atas Jimmy, Ayu sendiri Riki tetaplah bersama dengan Ayu jangan pernah tinggalkan dia nak" ucap Lisna saat menarik diri dari peluka Rere dan menatap Riki lalu keduanya meneteskan air mata dan Riki memeluk istri dari sahabat ayahnya itu.
Kemudian Lisna menarik pelukannya dari Riki dan melangkah ke arah mobil polisi dengan di ampih oleh beberapa petugas kepolisian.
"Riki jangan ikuti mami biarkan pak Wisnu dan pak Rafli yang akan bantu mami kamu dampingi saja Ayu di rumah sakit" Lisna berkata saat Riki hendak mengikutinya dari belakang.
"Mas... Jangan lakukan ini" Renia berkata pelan dan masih bisa di dengar yang lainnya.
...****************...
"Nona Tya dan Bu Inah saya harus undur diri karena saya harus mendampingi Nyonya Lisna ke kantor Polisi. Tapi supir saya akan mengantarkan ke apartemen Bu Renia, Saya sudah menelepon supir saya" Ucap Rafli kepada Tya.
"Jangan Repot, Kami akan naik Mobil online saja ke apartemen" Sahut Tya
"Kita pulang dengan renia saja, Nak" Balas Bu Inah.
"Rere harus mendampingi Aditya Bu, Kita pesan mobil online saja"
"Nona Tya, Sebentar lagi supir saya sampai kalian tetap disini Ok"
Akhirnya Tya setuju dan Rafli pamit dengan Bu Inah dan mencium punggung tangan Bu Inah dan juga berpamitan dengan Tya.
Tya mencium punggung tangan Rafli membuat Rere mengertutkan dahi saat tidak sengaja menoleh ke arah keluarganya.
Lisna di bawa ke dalam mobil polisi dan kedua pengacara keluarganya mendampingi dari belakang.
Aditya hanya memandang dingin mobil yang membawa mami sambungnya itu dan Rere melihat air mata Aditya menetes. Rere memeluk kekasihnya itu dan pelukan Rere di balas oleh Aditya.
...****************...
__ADS_1
Disana Geri yang juga menghadiri pemakaman Aries menatap dengan rasa sedih yang amat sangat dan Cantika menggenggam tangan Geri dengan erat dan mereka saling memandang dan Cantika tersenyum ke arah Geri.
"Maaf... Saya masih belum bisa melepaskan Rere sepenuhnya" Bisik Geri.
"Pelan-pelan saja sayang, Saya tahu itu pasti sangat sulit dan berat untuk kamu, Sayang"
Geri tersenyum dan mengucapkan Terima kasih kepada Cantika karena bisa memahami dirinya juga bisa menerima Geri walau dihatinya masih ada Rere.
Geri mengajak kedua orang tuanya yang juga hadir di pemakaman Aries lalu Geri menghampiri Bu Inah dan mengajaknya ikut
"Geri maaf saya di jemput driver pak Rafli" ucap Tya dengan ekspresi canggung.
"Widih... kaya nya ada yang lagi pendekatan nih" goda Geri dan Tya tersipu malu.
"Ya udah teh Tya, Geri pamit pulang, jangan lupa undangannya kalo resmi ya teh" sambung Geri dengan tersenyum.
"Undangan kamu dulu saja yang sudah pasti Geri" Sahut Tya dan yang lain hanya tersenyum.
Kemudian Bu Sri mendekati Bu Inah dan berkata
"Bu Inah, Ijinkan saya meminta maaf atas perkataan saya yang mungkin pernah menyakiti dan menyinggung Bu Inah dan Rere sebelumnya. Tolong maafkan saya" Ucap Bu Sri
"Lohhh... Ada apa ini... Tidak ada yang menyakiti atau menyinggung. Jadi jangan di pikirkan Bu. Justru saya yang harus berterima kasih dan meminta maaf kepada ibu juga Geri yang selama ini sudah direpotkan dengan terus menolong dan membantu Putri saya selama merantau di jakarta. Jika tidak ada Geri saya tidak tahu bagaimana dengan Renia, Anak perempuan jauh dari keluarga, saya sangat khuatir tapi Rere sering menceritakan tentang Geri yang selalu menolong dia sejak bertemu dan sampai hari ini dan itu seringkali membuat perasaan saya tenang dengan melepaskan Rere merantau di jakarta, Meski kita baru bertemu saat Geri sakit waktu itu tapi Sosok Geri ibu sudah tahu dari cerita Rere"
"Apakah Rere sering menceritakan tentang Geri bu" sahut Geri pelan.
"Iya dia selalu menceritakan tentang kebaikan nak Geri" jawab bu inah sambil tersenyum dan Geri menganggukan kepala pelan.
Setelah itu mereka saling berpelukan sebelum meninggalkan pemakaman Aries dan Lisna.
Lalu beralih ke Rian dan Ria mereka juga berpamitan dan keduanya mengucapkan terima kasih mewakili keluarga Erlangga.
"Geri... "
"Rere. Adit kita pulang dulu. Sekali lagi kita mengucapkan turut berduka cita semoga Pak Aries di tempatkan di surga Allah"
"Amin. Terima kasih ya Geri. Cantika dan Ibu juga Bapak sudah hadir di pemakaman Papi Aries" dan mereka menganggukan kepala.
"Rere ibu ingin meminta maaf atas ucapan atau perlakuan buruk ibu ke Renia selama ini. Tolong maafkan ibu" Ucap Bu Sri dengan menggenggam tangan sahabat dari putranya itu.
"Ya Allah... Bu, Jangan bicara seperti itu saya tidak pernah merasa ibu punya salah dengan saya. Justru saya yang harus minta maaf karena selalu merepotkan Geri"
"Mas... Aditya" Rere menarik tangan Aditya dan menatap mata kekasihnya itu.
"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada Geri karena pernah memukul dan juga membuat kamu hampir mati saat itu"
"Saya harus memaafkan kamu karena Rere ingin saya melakukan itu. Benarkan Rere. Saya juga melepaskan Rere karena dia juga menginginkan itu tapi ingat suatu saat jika kamu membuat Rere sedih dan terluka saya akan datang untuk membuat perhitungan dengan kamu. Bahagiakan Rere dan jangan membuat pengorbanan saya sia-sia mengerti!!!"
Setelah mengatakan itu Geri meninggalkan tempatnya dan melangkahkan kaki ke arah mobil. Aditya hanya menatap dan tersenyum ke arah Geri. Cantika berlari menyusul Geri dan kedua orang tua Geri juga pergi setelah berpamitan. Rere hanya memukul pelan lengan Aditya lalu cemberut.
"Kenapa memasang wajah seperti itu sayang"
"Harus ya membahas masalah itu. Tinggal minta maaf aja kenapa sih"
"Lah kan emang harus di jelasin minta maaf nya karena apa" Rere menatap sinis Aditya.
Kemudian Tya dan keluarganya menghampiri Aditya dan Rere
"Nak... Aditya ibu ingin pulang. Jangan sedih ya... Papi kamu sudah bahagia di surga, dia sudah bertemu dengan Mami kamu. Nak, Aditya juga tidak sendiri ada Ibu Inah ada Rere dan juga ada saudara-saudari Rere yang akan selalu bersama, Nak Aditya"
Aditya menganggukan kepala lalu memeluk Bu inah dan menangis dalam pelukan ibu dari wanita yang sangat di cintainya.
__ADS_1
Aditya merasa tenang dan bisa meluapkan rasa sedihnya yang dia tahan selama ini.
Keluarga Rere berpamitan setelah Driver Rafli datang dan membuat Rere bingung. Bu Inah mengusap air mata Aditya dan Ria juga Rian menghampiri mereka dan mengucapkan Terima kasih atas kehadiran keluarga Rere ke pemakaman Aries.
"Teh Pulang sama Rere saja nanti. Kenapa driver pak Rafli yang jemput teteh sama ibu" Rere merasa aneh.
"Teteh mah emang ga peka sama urusan kaya gitu mesti di jelasin heran Arsyila" sahut adiknya dan dahi Rere mengkerut.
"Nanti Juga Rere tahu" goda Ali sambil tersenyum juga.
"Apa sih ga jelas banget"
Aditya ikut tersenyum mendengar kekasihnya yang memang terlihat polos kemudian reflek mencium kepala Rere di depan keluarganya.
"Eeehhh... belum sah jangan main cium Adit" tegur bu inah dan Aditya meminta maaf.
"kalo sudah tidak tahan untuk mencium Rere segera nikahin Rere jangan tunggu lama-lama. kamu tahun depan saja jangan bersamaan karena pamali kalo di daerah ibu mah gitu Nak. Menikahkan anak tidak boleh bersamaan di tahun yang sama" Ucap Bu Inah menatap Rere kemudian dia putrinya secara bergantian
"Apa sih ibu bikin bingung aja. memangnya siapa yang mau menikah, Adek apa kamu mau nikah tahun depan"
"iya pengen... tapi teh Rere dulu aja. terus teh tya dan terakhir Arsyila"
"Teh Tya... " Tanya Rere
"Ihhh... dasar ya teteh, padahal udah dikasih kode"
"iiihhh... Apaan sih ya udah pulang yukk. Drivernya nunggu kasihan. Aditya. Bu Ria. Pak Rian kami ijin pulang ya. Kami mendoakan Pak Aries semoga beristirahat dengan tenang di sisi ALLAH"
"Terima Kasih teh"
Rere masih menyimak dan dirinya menarik Arsyila dan bertanya ada apa
"Pak Rafli melamar Teteh semalam di depan ibu dan Akang"
"Apaaaa"
Rere berkata dengan nada tinggi dan semua yang berada disana menoleh kearahnya dan Rere menjadi tidak enak lalu dia tersenyum. Bu Inah hanya menggelengkan kepala dan Ria tersenyum kearah Rere.
Aditya mengerutkan dahi dan bertanya apa yang terjadi. Rere menggelengkan kepala dan Tya menarik Arsyila dengan salah tingkah.
"Sayang ada apa" Paksa Aditya
"Pak Rafli melamar Teteh semalam" Aditya menundukan kepala agar telinganya sampai dimulut Rere.
"Baguslah mereka memang cocok sayang" Aditya menanggapi santai apa yang dikatakan Rere.
Rian mengajak Aditya dan Rere juga Ria untuk berdoa di pusaran makam Aries dan Sherly setelah keluarga Rere pulang.
Aditya mengusap makam Aries dan menangis. Dirinya ingat hubungan mereka yang kurang harmonis selama ini.
Aries selalu berharap bisa mendapatkan pengakuan dan cinta putranya tapi sampai tutup usia Aditya masih menjaga jarak dengan papi kandungnya itu.
Aditya menangis dan bahunya diusap pelan oleh Rian dan meminta untuk mengikhlaskan Aries agar papinya bisa tenang.
Aditya mengangguk karena perkataan dari Rian mengingatkan Aditya tentang hari dimana Dirinya satu ruangan dengan Aries saat Aditya harus di larikan ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri di ruang sel saat sedang menjalani kasus pemukulan terhadap Geri.
Dirinya di rawat bersama dengan Aries disana mereka sudah saling mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya dan hari itu pertama kali Aditya berbincang banyak dengan Aries.
...****************...
"Akhirnya kalian bisa bersama, Saya pikir kamu yang merebut Sherly dari saya Aries tapi nyatanya saya yang merebut Sherly dari kamu. kalian saling mencintai meski waktu memisahkan kalian rasa cinta kalian begitu besar terutama Aries yang bahkan seumur hidupnya dia tidak pernah melupakan kamu sampai istrinya melakukan hal buruk karena tidak pernah dianggap ada oleh Aries. Sekarang kalian sudah bersanding dan bersama selamanya. Sherly saya ikhlas dan memaafkan kamu juga Aries. Cinta kalian abadi sekarang tidak ada lagi yang memisahkan kalian" Ucap Rian dengan meneteskan air mata.
__ADS_1