Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 172 Demi Anak


__ADS_3

Laurane mengetuk pintu ruangan rawat inap di mana Lita berada beberapa kali dan orang tua Lita membukakan pintu dan menatap tiga orang yang berada di depan pintu dengan salah satunya dapat dia kenali.


"Tuan yang kemarin datang kemari lalu mereka... Orang Tua Tuan Hans" Tebak wanita yang Luca tahu ibu dari Lita dan dirinya menjawab dengan anggukan kepala pelan oleh Hans.


"Baiklah saya mengerti dan silahkan masuk tuan dan Nyonya"


Laurane dan Alexander hanya mengabaikan perkataan dari Wanita paruh baya yang mereka tebak adalah ibu dari wanita simpanan Putranya.


"Selamat Siang Nona dan Ibu" Ucap Laurane dengan menatap wanita cantik yang masih muda.


"Jadi kamu simpanan Putra Kami Hans" Lita tidak menjawab dan hanya menundukan kepala.


"Apa yang kalian inginkan dari putri saya" Teriak ibu dari Lita.


"Tenanglah Nyonya kami tidak menginginkan apapun dari putri kamu" Sahut Laurane


"Lalu" Sahut wanita itu lagi.


"Maaf... Apa anda ibu dari wanita pengganggu ini" Kata Laurane dan Alexander menatap istrinya.


Belum pernah sebelumnya istrinya berbicara kasar seperti sekarang ini. Kematian Hans membuat istrinya berubah menjadi sensitif dan emosional.


"Siapa Nama anda Nyonya. Seharusnya anda mengenalkan diri anda sendiri sebelum kita berbicara lebih serius" sambung laurane.


Alexander tidak tahu apa yang ingin di katakan oleh istrinya karena setelah acara pemakaman Hans Laurane ingin bertemu dengan Lita.


"Maafkan ibu saya nyonya. Perkenalkan nama Saya Lita dan ini ibu saya yang bernama Dhea. Silahkan duduk terlebih dahulu Nyonya" Ucap Lita pelan karena takut dengan tatapan dan cara bicara yang di tunjukan oleh Laurane kepada dirinya.


"Terima Kasih. Sayang kita duduk" dan Alexander hanya menganggukan kepala lalu duduk di kursi yang ada di ruangan itu. Alexander dan dirinya duduk sementara Luca berdiri di dekat ujung ranjang tempat Lita berbaring.


"Saya tidak ingin berbasa- basi dengan banyak bicara tanpa makna. Saya hanya ingin pada inti pembicaraan kita ini Nyonya Dhea dan Nona Lita"


"Kapan Hans dan kamu menjalin hubungan kalian" ucap Laurane.


"Hampir 1 bulan Nyonya"


"1 bulan" Teriak Laurane dan Alexander juga merasa kaget.


"Lalu berapa usia kandungan kamu saat ini Nona"


"Untuk apa Nyonya menanyakan itu. Apa Nyonya tidak percaya saya hamil putra Tuan Hans. Nyonya saya masih Perawan saat tuan Hans meniduri saya dan hanya tuan Hans yang menyentuh tubuh saya"


Berapa usia kandungan kamu" Laurane bertanya sekali lagi dengan senyum penuh arti di bibirnya.


"Dokter mengatakan usia kandungan putri saya 2 minggu Puas kamu Nyonya. Jangan datang kepada kami. Jika kalian ingin menyakiti putri saya. Saya tidak Terima bahkan dengan Pekerjaan Lita sebagai Sekretaris tuan Hans ada penyesalan buat saya sebagai ibunya"


"Kamu tahu Nyonya saya membesarkan Putri saya bukan untuk dihamili dan dihina seperti ini. Bahkan saat tahu putri saya hamil kami tidak datang ke kediaman anda yang mewah hanya untuk meminta putri saya untuk di nikahkan tapi kami pendam berdua dengan perasaan saya sebagai ibu yang hancur. Anda juga sebagai seorang ibu pasti tahu dengan jelas apa yang saya rasakan Nyonya" Teriak Dhea merasa kesal.


"Nyonya tenanglah" ucap Luca pelan dan Dhea hanya menatap sinis kepada Luca.

__ADS_1


"Nyonya dengarkan saya baik-baik, Saya belum bisa pastikan anak yang dalam kandungan Putri anda adalah cucu kami. Jika ingin di lakukan test DNA juga memiliki resiko yang sangat besar jika belum di lahirkan. Tapi kami akan tetap bertanggung jawab atas apa yang putra kami lakukan"


"Hans telah tiada dan aib ini akan ada sampai kapanpun dan jika memang dia adalah cucu kami kami akan menerima anak yang belum lahir itu menjadi bagian dari keluarga Alexander dan dia berhak atas nama belakang dari ayahnya tapi jika bukan anak Hans dan kalian menipu kami, Maka konsekuensi berat akan kalian hadapi dikemudian hari"


"Dengarkan saya bicara dulu Nyonya" Tangan Laurane menghentikan ucapan yang akan terlontar dari mulut Dhea.


"Tidak mungkin Putri anda menikah dengan Hans karena dia telah tiada tapi sebagai ganti Hans untuk menjaga nama baik kita semua maka saya akan perintahkan Luca asisten dari keluarga kami dan kepercayaan Hans untuk menikahi Putri kamu agar tidak ada pertanyaan bahkan hinaan untuk cucu kami yang terlahir tanpa Ayah"


"Setelah Anak itu lahir dan saya sudah dapat hasil test DNA maka anak itu akan kami ambil untuk kami besarkan dan Luca akan tetap menjadi suami Lita dia akan bertanggung jawab atas kebutuhan Putri anda tapi jika anak itu bukan darah daging Hans maka kalian akan kami bawa ke dalam sel dengan tuduhan penipuan"


Mendengar apa yang di katakan oleh Laurane membuat Dhea naik pitam dan menunjuk ke arah wajah Ibu dari Pria yang menghamili Putrinya.


"Dengarkan saya Nyonya sombong. Saya tidak butuh dengan apa yang semua kamu katakan itu. Tidak ada yang akan menipu kalian. Bahkan saya tidak mengatakan apapun kepada orang lain bahkan media tentang kehamilan Putri saya jadi untuk apa anda mengancam saya. Jika anda tidak menginginkan anak yang di kandung putri saya maka pergilah dan untuk apa putri saya menikah dengan asisten keluarga anda. Saya bisa mengurus putri dan cucu saya"


"Tenanglah..."


"Alexander menengahi apa yang sedang terjadi saat ini perdebatan yang berawal dari istrinya yang juga membuatnya terkejut.


Bahkan Keputusan itu tidak di tanyakan terlebih dahulu kepada dirinya sebagai seorang suami yang adalah kepala keluarga juga kepada Luca yang menjadi orang paling di rugikan dalam hal ini. Di dalam hatinya Alexander ingin menanyakan nanti saat berada di dalam mobil ataupun rumah.


"Luca saya tanya kepada kamu apa kamu setuju dengan rencana saya juga kepada kamu Nona... Tolong Pikirkan secara matang masa depan kamu nanti yang akan hamil tanpa suami juga tanpa uang karena kamu akan saya keluarkan dari perusahaan kami karena untuk apa anda berada di perusahaan kami yang justru akan membuat malu keluarga kami"


"Nyonya saya setuju" Ucap Lita


"Ini demi anak yang ada dalam kandungan saya. Saya tidak ingin anak saya lahir tanpa ayah dan akan menjadi bahan bullyan. Saya yakin ini anak tuan Hans karena saya hanya melakukan hubungan terlarang hanya dengan tuan Hans. Jika dia bukan keturunan dari Tuan Hans saya akan menanggung semua resiko yang Nyonya berikan kepada kami tapi tolong jangan pisahkan saya dengan anak yang saya kandung ini karena dia satu-satunya kenangan yang saya miliki bersama dengan tuan Hans. Saya mencintai dia dari hati saya Nyonya"


Lita menangis dan membuat semua yang berada di ruangan terdiam hanya Dhea yang menangis tersedu sambil memeluk putrinya.


"Nyonya saya setuju Saya akan menikahi Nona Lita dan ikut membesarkan anak dari Tuan Hans"


Alexander menatap pria yang berusia 33 Tahun yang mana selalu mendampingi putranya Hans dan mata yang sudah berkaca-kaca terlihat dari Laurane lalu dirinya menganggukan kepala.


"Setelah kamu keluar dari rumah sakit saya akan membantu pernikahan kalian. Sayang kita pulang sekarang"


Alexander mengikuti apa yang di katakan oleh Laurane dan istrinya pergi begitu saja tanpa pamit lalu di susul oleh Alexander yang tahu kemana istrinya akan melangkah.


Luca hanya menatap singkat Lita dan Dhea lalu berpamitan dan dirinya keluar dari ruangan itu juga menyusul atasanya.


"Nak, Apa kamu yakin akan menikah dengan Pria itu"


"Ini semua demi anak ini Bu dia tidak boleh lahir tanpa ayah" sambil menunjuk perut dan mengusap perutnya yang masih rata.


Riki berada diluar ruangan intensif saat kedua orang tua Hans datang untuk menemui Ayu. Riki bangkit untuk menyapa dan tatapan sinis terlihat dari keduanya yang berlalu masuk untuk menemui Ayu didalam.


Tidak lama Luca menyusul dari belakang dan saat Riki hendak mengikuti kedua orang tua Hans. Laura berbalik dan berkata


"Kamu takut wanita yang menjadi selingkuh kamu akan mati di tangan kami setelah apa yang dia lakukan kepada putra kami. iya. Karena itu kamu mengikuti kami dari belakang" Laurane terkekeh saat mengatakannya.


"Tenang saja kami tidak akan menyakiti Ayu tapi hidup Ayu ada pada tahun takdir Allah yang ntah kebaikan apa yang nanti bisa membantu Ayu untuk sembuh atau dosa perzinaan kalian yang akan membawa Ayu menyusul Hans putra kami yang juga suami Ayu. Maka dari itu kamu harus berdoa dengan tulus agar Ayu kembali sadar" Senyum sinis tersungging di bibir Laurane.

__ADS_1


"Nyonya jaga ucapan anda" Sahut Riki dengan wajah yang penuh amarah dengan rahang yang mengeras dan tatapan tajam


"Riki... Sudahlah tenangkan diri kamu biarkan tuan Alexander dan Nyonya Laurane masuk untuk menemui Nona Ayu" Ucap Luca.


Kedua orang tua Hans hanya menatap Luca sejenak lalu masuk kedalam ruang intensif dimana Ayu di rawat dan mengabaikan Riki yang hanya terdiam menahan amarah dan hanya melihat keduanya masuk.


Riki dibimbing oleh Luca untuk duduk dan Luca menepuk bahu Riki pelan tanpa mengucapkan apapun.


Laurane dan Alexander mengenakan pakaian safety dan Cleaner yang di siapkan oleh rumah sakit sebelum memasuki ruangan Ayu. Laurane sangat menyayangi menantunya ini karena Ayu adalah menantu satu-satunya begitu juga dengan Alexander. Apa yang menimpa Ayu adalah kesedihan juga untuk kedua orang tua Hans


"Ayu... Nak. Kenapa ini terjadi. Rumah tangga kalian yang sangat harmonis menjadi hancur seperti ini dan putra saya telah tiada. Mami menyesal menyuruh papi Alex Pensiun dan di gantikan oleh Hans. Kalian kembali dari Jerman kemari lalu Hans dia melakukan kesalahan dengan berselingkuh dengan sekertarisnya dan kenapa kamu bukannya memperjuangkan rumah tangga kalian tapi justru ikut berselingkuh, Nak" Tangis Laurane.


"Sudahlah Sayang ini sudah terjadi. Kita harus ikhlas dan menerimanya. Ayu juga sedang berjuang untuk sembuh"


Laurane dan Alexander sudah mengetahui apa yang terjadi dari media berita juga Luca yang menjelaskan semuanya. Awalnya mereka dari keluarga Alexander sangat marah dengan apa yang terjadi akan dan saat proses pemakaman Hans Kedua orang tua Hans meluapkannya kepada Riki dan Aditya.


Saat kematian Aries mereka sadar bahwa putranya juga salah dan menantunya mengalami kesedihan dan cobaan yang sangat besar dengan Suaminya dan papinya meninggal dan harus mempersiapkan diri karena Maminya harus menekam di dalam sel juga bayangan akan hilangnya hak asuh atas Jimmy.


Kesedihan yang akan dirasakan Ayu saat dirinya sadarkan diri begitu yang ada dalam pikiran Laurane. Meski tidak menghadiri acara pemakaman tapi Alexander mengirimkan karangan bunga yang di tunjukan kepada keluarga Erlangga dari keluarga Alexander.


Laurane menangis dan menyentuh jari jemari Ayu dan merasakan Ayu yang mulai menggerakan tangannya pelan.


"Sayang Lihatlah menantu kita sudah mulai sadarkan diri. Tolong panggilkan Dokter suruh salah satu dokter memeriksa menantu kita"


Alexander berlari keluar ruangan dan menoleh ke kanan dan ke kiri seprti orang bingung. Riki bangkit dan panik melihat ekspresi Papi dari Hans ini dan menanyakan apa yang terjadi.


Belum sempat untuk menjawab Riki masuk ke dalam ruangan Ayu berada. Laurane menoleh dan menatap dengan sinis ke arah Riki. Ayu menggerakan matanya pelan dengan mata menatap sayu ke arah Mami Mertuanya


Ayu meneteskan air mata lalu menggerakan pelan kepalanya menoleh ke arah Riki membuat prianya tersenyum dengan meneteskan air mata. Ingin mendekat tapi Laurane sebagai mertua Ayu duduk di dekat Ayu.


"JIMMYYYY..." Ayu memanggil anaknya dengan terbata dan pelan.


"Mami... Kaki saya kenapa tidak bisa di gerakan"


"Apaaaa... " Sahut Laurane dan Riki dengan nada tinggi


...****************...


Mobil yang di kendarai oleh Aditya telah sampai di depan apartemen Rere dan Aditya keluar dengan membukakan terlebih dahulu pintu mobil untuk Rere agar wanitanya bisa keluar.


Keduanya berjalan menuju ke arah Lift. Waktu cukup lama yang dibutuhkan untuk mengantar Ria dan Rian dan sekarang Aditya ingin menemui Bu Inah untuk meminta ijin agar diperbolehkan menikah dengan Rere.


Hati Aditya kini merasakan sesuatu rasa yang bercampur aduk menjadi satu antara sedih, kecewa, bahagia, bingung dan marah. Tapi walaupun suasana hatinya tidak bisa di jelaskan kepada siapapun tapi Aditya memilih untuk berdamai dan menggandeng tangan renia apapun yang terjadi.


Hanya Renia yang membuat Aditya merasa tenang dan damai. Aditya mencium punggung tangan Rere secara tiba-tiba saat di depan pintu unit apartemen Rere.


"Masss... " Renia menegur dan Aditya meminta maaf.


Pintu diketuk dia kali dan dari dalam terdengar suara seseorang membuka knpo pintu dan Tya membuka pintu untuk adiknya dan dengan wajah terlihat malu dirinya mempersilahkan masuk keduanya.

__ADS_1


"Pak Rafli... " Ucap Aditya dan Rere secara bersamaan setelah melihat pengacara keluargs Erlangga duduk dan sedang berbincang dengan Ali dan Abbas.


"Pak Aditya dan Bu Renia... " Sahut Rafli dengan tersenyum dan berjabat tangan keduanya.


__ADS_2