
"Sayang kamu adalah Anak yang baik dan pintar. Tolong Pahami papi. Biarkan Papi egois kali ini sayang. Papi sangat mencintai Mama Renia dan tidak bisa hidup tanpa dia. Mama Renia sekarang sakit, Papi tidak bisa melepaskan dia"
"Mami juga sakit. Zayn juga sering sakit pi"
"Papi akan menjaga kalian semua"
"Maksudnya apa mas" Renia berada dibelakang Aditya.
"Sayang... " Rere membawa Dion ditangan kanannya dan bunga ditangan kirinya.
Lalu melepaskan tangan kedua anak kecil itu dan melangkah kedalam kamar.
"Sayang... " Aditya bangkit dan saat akan mengejar Rere dicegah oleh Ria dan Rian.
"Biarkan dia sendiri dulu. ini sangat sulit untuk Renia"
"Tante... Aditya takut Renia akan membatalkan semuanya"
"Itu konsekuensi yang kamu ucapkan barusan Aditya" Sahut Rian.
Bu Inah yang mendengar dari arah pintu saat akan keluar untuk menanyakan apa yang terjadi kepada aditya saat melihat putrinya menangis dan berlari kecil kearah kamar.
"apa yang terjadi Nak Aditya" Bu inah berkata mengagetkan ketiganya. Zayn hanya diam karena tidak mengerti.
"Eeehhh... Ini Anak kamu ya Nak"
Aditya hanya menganggukan kepala dan meminta anaknya untuk mencium punggung tangan Bu Inah, Rian dan Ria.
Rian tentu terharu melihat cucunya dan dirinya menggendong lalu menciuminya. Rian sudah mengetahui semuanya dari Ria.
Saat keduanya mengendarai mobil yang sama ke arah kediaman Rere yang ada di kampung. Dua hari sebelum kedatangan Rere dan Aditya karena permintaan Aditya.
Sedangkan Bu Inah dan Tya sampai setelahnya. Abbas dan Ali ikut dengan Ria dan juga Rian untuk mempersiapkan acara pernikahan Rere.
Bu Inah bertanya sekali lagi dan Aditya menjelaskan kesalahpahaman menurut dia. Sedangkan Rian membawa Zayn untuk bermain dengan anak-anak yang ada di sana termasuk Dion dan Bunga.
Ria mendekati kamar Rere mencoba untuk berbicara dengan Rere.
...****************...
"Kamu sudah yakin ingin menikah dengan Rere nak jangan mengambil keputusan jika belum yakin"
"Saya sudah yakin bu... hanya saja Renia salah paham"
"Kalian besok akan menikah tapi kenapa ada kegaduhan seperti ini" Bu Inah mengela nafasnya panjang dan meminta Aditya untuk memantapkan hati dan pikirannya sebelum menikah.
Menurut Bu Inah lebih baik batal sebelum menikah daripada harus cerai. Aditya hanya diam.
"Nanti malam kamu sholat istikharah minta petunjuk Allah supaya mendapatkan kemantapan hati untuk besok"
Aditya menganggukan kepala lalu ijin untuk berbicara dengan Rafli. Setelah mereka menjauhi kerumunan dan Keduanya berjalan kearah masjid disana Aditya mengatakan untuk mencabut tuntutan untuk Sisilia dan Lisna, Rafli mengerti. Setelah Pernikahan Aditya dia akan mengurus segala sesuatunya.
Lalu Aditya menelepon Bryan agar membawa Sisilia pergi jauh dan tidak boleh memperlihatkan wajahnya di hadapan Aditya atau Rere juga tidak boleh menemui putranya Zayn.
"Saya melakukan ini karena kamu yang memohonnya Bryan dan saya ingin kamu bisa menjaga kepercayaan saya"
"Saya akan membawa Sisilia ke Australia tinggal disana Tuan"
"Baiklah... Bryan Terima Kasih dan semoga kalian bahagia"
"Saya yang harus berterima kasih tuan"
__ADS_1
Flasback
Pukul 3 Sore Rombongan Bryan dan Zayn kembali ke jalarta dan Bryan menelepon Aditya untuk berbicara masalah pribadi.
Aditya menemuinya di bandara didalam cafe keduanya bicara dimeja yang berjauhan dengan Zayn, Bimo dan kedua pengasuh Zayn.
"Tuan sebelumnya saya minta maaf"
"Untuk apa"
"Saya mohon bebaskan Nona Sisilia. Saya akan memastikan Nona Sisilia tidak akan mengganggu tuan dan Nona Renia. Saya akan membawanya pergi dari negara ini dan saya akan menikani Nona Sisilia" Aditya mengerutkan dahinya.
"Maksud kamu... Apa selama ini kamu menyukai Sisilia" Bryan menganggukan kepala.
"Saya mengabdikan hidup saya sejak usia 20 Tahun di keluarga Tuan sejak masih tinggal di semarang. Anggap ini sebagai hadiah pengabdian saya selama ini. Maaf Saya lancang karena mengatakan ini saat tuan dan Nona Sisillia sudah memiliki putra tapi saya memberanikan diri mengatakan ini karena saya lihat tuan tidak mencintai Nona Sisillia. Saya hanya berharap tuan menyetujui semua ini. Saya mencintai Nona Sisilia sejak pertama bertemu"
"Saya akan pikirkan ini"
"Terima Kasih tuan"
Aditya hanya berjalan melewat Bryan dan menggandeng putranya untuk meninggalkan bandara untuk menjemput Renia.
Sepanjang jalan Aditya memikirkan perkataan Bryan. Ini kesempatan untuk dirinya terbebas dari Sisillia jika Bryan menikahi wanita yang telah bersama dengannya selama 18 tahun dan Aditya tahu bagaimana kesetiaan Bryan terhadapnya.
"Hemmm Selama ini dia menyukai Sisillia tapi hanya bisa memendam perasaannya karena Saya. Andai saja dia mau mengungkapkan lebih awal saya tidak akan mengalami ini semua" gumam Aditya pelan sambil menatap jalan yang ada didepannya.
Zayn menoleh dan menanyakan apa yang terjadi akan tetapi Aditya hanya tersenyum dan berkata.
"Kita akan ke rumah Oma dan Opa nanti Papi akan kenalkan kepada Mama Renia" Aditya mengalihkan perkataanya
"Mama Renia... Siapa dia Papi"
"Kamu akan tahu nanti Nak" Sahut Aditya sambil tersenyum.
...****************...
Setelah Ria membujuk Rere untuk membukakan pintu. Pintu akhirnya terbuka dan Ria masuk dan duduk diatas ranjang tidur Rere.
"Nak... Apa kamu berdebat kembali dengan Aditya" Rere hanya terdiam.
"Bu Renia... sepertinya tidak ingin menikah dengan Mas Aditya. Karena dia belum selesai dengan masalalunya. Dia masih mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan Sisillia didalam penjara dan saat Renia memintanya untuk mundur dia menolak tapi saat dia bicara dengan Zayn dia bilang jika Renia sedang sakit dan tidak bisa meninggal Renia"
Rere hanya mendengarkan kalimat terakhir Aditya saat bicara dengan Zayn.
"Saya tidak mau dia menikah karena kasihan"
"Nak... Sebelum Pernikahan biasanya ada perdebatan kecil yang akan membuat kita ragu. jadi jika Renia belum yakin coba sholat istikharah terlebih dahulu supaya diberikan jawaban sama Allah agar sebelum melangkah mendapatkan petunjuk terbaik. Ibu juga akan menyuruh hal yang sama kepada Aditya.
Ria hanya bisa memberikan saran seperti itu. Diluar kamar Ria bertemu dengan bu inah dan menanyakan keberadaan Aditya dan dijawab jika Aditya berada didalam masjid. Ria mengangguk dan keluar.
Disana Rian bertemu wanita yang adalah sahabat Sherly keduanya bicara sambil memandangi ketiga anak kecil yang mereka anggap sebagai cucu.
"Aditya berada diposisi yang sulit antara wanita yang dia cintai dan ibu dari putranya. Sherly memilih Aries karena memang dia mencintai Aries dan bukan hanya itu Aries ayah dari Aditya. Sedangkan Aditya mencintai wanita yang bukan Ibu dari anaknya" Sahut Rian saat mengetahui apa yang terjadi dari mulut Ria.
...****************...
Tidak lama Aditya berjalan dengan Rafli dan Aditya duduk didekat Papa sambungnya juga sahabat mamanya.
Sedangkan Rafli meminta ijin pamit untuk pergi tidur dirumah Abbas bersama Bunga. Tapi Tya melarang dan meminta Bunga untuk tidur bersama dengannya. Jadi Rafli pergi bersama dengan Dion dan Zayn.
Zayn berpamitan kepada papi juga opanya. Sebelum pergi dia menanyakan keberadaan Sisillia dan Aditya mengatakan jika besok lusa baru akan dipertemukan dengan Sisillia.
__ADS_1
Setelah berbicara panjang lebar ketiganya berpisah dan Aditya pulang ke rumah Abbas bersama dengan Rian mereka tidur dengan Zayn yang berada ditengah antara mereka. Dion dan Rafli juga berada diruangan yang sama.
"Tidurlah Nak besok kamu menikah"
"Baiklah Papi saya juga ingin bangun malam untuk berdoa semoga pernikahan ini berjalan lancar"
Mereka akhirnya tertidur
...****************...
Pukul 2 malam Renia bangun dan mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat Istikharah dan begitu juga dengan Aditya yang tidur 30 menit setelah Rere.
Aditya berwudhu dan mengerjakan sholat istikharah meminta diyakinkan atas apa yang akan mereka jalani besok yaitu pernikahan pertama bagi mereka.
Meski Aditya sudah memiliki seorang putra tapi besok adalah pernikahan pertamanya.
Aditya melanjutkan dengan sholat tahajjud dan witir sebagai penutup sholatnya. Aditya menangis memohon maaf atas segala kesalahan saat dirinya masih muda dan meminta agar kesalahannya tidak membuat dirinya berpisah dengan wanita yang dia cintai.
Aditya mengakui kesalahan dan bersujud kembali dengan menangis mengingat dosa-dosanya karena melakukan zina selama ini. Aditya menangis tersedu mengingat Renia dan Sisillia juga Zayn.
"Ya Allah Permudahkan urusan saya dan lancarkan niat saya untuk menikahi wanita yang sangat saya cintai dan ampuni kesalahan saya kepada Sisillia dan sikap tidak bertanggung jawabnya saya kepada Zayn putra saya yang dulunya pernah saya minta untuk di gugurkan. Ya Allah berilah hidayah untuk saya untuk memperbaiki segala kesalahan saya. Semoga Renia tidak membatalkan pernikahan ini. Ya Allah lembutkan hati Renia untuk memaafkan kesalahan masalalu saya dan menerima saya menjadi Pasangan hidupnya di dunia dan akhirat. Dan sembuhkan Renia dari sakitnya.Amin ya Allah"
Setelahnya Aditya berzikir dan membaca shalawat dan beberapa doa. Hal yang telah lama dia tinggalkan karena sejak kematian Sherly. Aditya berjalan di jalan yang gelap menurut Aditya.
...****************...
Setelah mengerjakan shalat istikharah Rere juga memanjatkan doa kepada Allah untuk Memperlancar apa yang akan dia lalu besok dan dimantapkan hatinya agar tidak lagi cemburu dan marah saat mendengar masa lalu Aditya calon suaminya.
"Ya Allah jika dengan menikah dengan Mas Aditya membuat saya tenang dan ada ibadah di dalamnya saya mohon lancarkan niat saya untuk melepaskan kesendirian saya selama ini dan mantapkan hati saya atas pilihan saya ini ya Allah. Jadikanlah Mas Aditya Suami yang baik untuk Saya dan anak-anak Saya nantinya dan hati saya bisa menerima dengan ikhlas masa lalu Mas Aditya.Saya sangat mencintai Mas Aditya dari dahulu saat masih kecil dan sampai sekarang tapi jika cinta ini membuat saya jauh darimu dan hanya saling menyakiti tenangkan hati saya untuk melepaskan Mas Aditya untuk bersama wanita lain yang menjadi jodohnya. Dan sembukan Mas Aditya dari Depresi dan Traumannya begitu juga dengan saya semoga saya di berikan kesembuhan dari sakit leukimia ini, Keluarga saya masih membutuhkan saya tapi jika ini yang terbaik ikhlaskan keluarga kami menerimanya karena sesungguhnya kita semua akan kembali kepadamu Ya Rob. Amin"
...****************...
Hari Pernikahan telah datang Rere tertidur diatas sajadah begitu juga dengan Aditya.
Rian membangunkan Aditya dan juga Bu Inah membangunkan Rere. Keduanya terbangun ini seperti mimpi mereka akan menikah setelah 18 tahun saling mencari kembali.
"Bagaimana Nak Perasaan kamu lebih baik" Tanya Ria saat mendatangi kamar Rere dimana wanita yang akan menikah itu sudah mandi dan sedang di makeup oleh perias pengantin.
Dina datang pagi sekali dengan suaminya karena dirinya mengambil cuti. Begitu juga dengan Cantika dan Geri.
Ayu datanh dengan digendong oleh Riki melangkah kearah rumah Rere dari dalam mobil. Semua orang melihatnya.
Ayu meminta diturunkan tapi Riki menolak. Ayu meminta menggunakan kursi roda tapi Riki mengabaikan.
Suara bising dari luar membuat Rere menoleh dan saat pintu diketuk Rere yang sudah cantik memakai baju pengantin melihat Ayu yang berada dalam gendongan Riki merasa bahagia dan bangkit dari duduknya dan meminta Riki mendudukan Ayu diatas ranjang tempat tidurnya yang juga sudah dihiasi oleh taburan bunga saat Rere mandi. Seprai juga sudah diganti dengan warna putih.
"Rere kamu cantik sekali pasti kakak tambah cinta"
Riki meminta ijin untuk keluar. Rere hanya mengangguk dan kembali menatap Ayu dan berjongkok lalu menggenggam tangan Ayu.
"Terima Kasih Ayu... Kamu datang hari ini dan dulu menemui saya dan meyakinkan saya untuk memaafkan Mas Aditya" Ayu menangis dan menggeleng
"Renia maafkan kesalahan Mami saya dia yang membuat hubungan kalian hampir berakhir Jika bukan karena Mami. Zayn tidak akan pernah ada. Sisillia tidak akan pernah berkerja menjadi Psikiater Pribadi kakak dan tidak menemani kakak saat di Amerika. Tapi kamu lihat melalui saya Mami mendapatkan balasannya. Saya kehilangan Suami Kehilangan Papi lalu Jimmy dan sekarang kaki saya tidak bisa berjalan lagi Rere"
"Jangan berkata seperti itu Ayu. Kita akan bersama-sama membantu kamu untuk sehat kembali. Saya juga sedang berjuang melawan kanker tapi saya optimis. InsyaAllah saya sehat kembali begitu juga dengan kamu Ayu.
"Amin... Semoga saja. Rere Pak Rafli memberitahukan bahwa Mami akan dibebaskan oleh Kakak begitu juga dengan Sisillia"
"Apa... " Ayu mengangguk.
"Sisillia akan menikah dengan Bryan dia bodyguard kakak Aditya dan mereka bertiga pernah tinggal di Amerika saat kak Aditya mengenyam pendidikan. Tidak benar jika kak Aditya tinggal hanya bersama dengan Sisillia. Karena disana ada Bryan dan para pelayan yang Papi bayar. Dan Bryan selalu melaporkan perkembangan keadaan kakak Aditya. Meski Bryan menyembunyikan hubungan Kakak dengan Sisillia dari Papi karena selama ini Bryan mencintai Sisillia itu saya tahu dari Riki saat diperjalanan tadi"
__ADS_1
"Sisillia sangat terobsesi dengan kak Aditya. Karena dia wanita yang terbiasa hidup sendiri. Dia dibuang oleh keluarganya sampai sekarang tidak tahu asal usulnya dan bersama kak Aditya. Sisillia menganggap Kakak adalah Rumah, Keluarga juga Cintanya karena itu Sisillia tidak pernah ingin lepas dari kak Aditya. Dulu setelah kak Aditya menyelesaikan sarjananya papi tidak memperpanjang kontraknya tapi dia meminta kepada kakak saya untuk tetap bekerja. Kakak Saya mulai dikontrol oleh Sisillia sejak mereka tinggal di Amerika itu yang saya tahu Rere"
Rere hanya diam dan pintu kamar terbuka lalu Tya masuk bersama bu Ria