Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 152 Harus Kuat


__ADS_3

Bu Inah bertanya tentang Rere yang belum bertemu dari malam sampai pagi juga tidak bertemu. Sedangkan kedua saudara Rere sudah berada di dalam Apartemen. Bu inah merasa aneh.


"Ibu Tahu ada sesuatu mengenai Rere yang kalian sembunyikan. Katakan kepada ibu dimana Rere sekarang. Malam tidak pulang dan pagi tidak ada justru kalian yang tidur di kamar Rere"


"Rere berangkat pagi Bu. Sudahlah jangan khuatir. Rere baik-baik aja"


"Kalian sedang tidak berbohong dengan ibu benarkan Arsyila. Tya"


Keduanya terdiam dan Arsyila nampak sedih dengan mata yang berkaca-kaca. Bu Inah menatap dengan penuh selidik.


"Arsyila... " Ucapan Bu Inah terhenti.


Karena Ponsel Tya berdering dan saat Tya melihat Pengacara yang akan menangani gugatan perceraian Tya dan Didit menelpon.


"Ya Hallo Pak Rafly"


"Bu Tya saya hanya ingin bertanya terkait dengan Dokumen apakah sudah siap untuk saya terima, agar dapat saya segera ajukan permohonannya ke Pengadilan Agama"


"Ya Pak sudah siap. Sekarang saya sudah membawa semua dokumennya"


"Ya Sudah saya tunggu di kantor hari ini pukul 2 siang bu"


"Ehhh... Baik Pak mohon untuk dapat mengirimkan alamatnya kepada saya"


"Baik bu akan saya share lock"


"Terima Kasih pak Rafli atas bantuanya"


"Sama-sama, Bu Tya" sahut Rafli dan Panggilan diakhiri.


"Siapa Nak" Tanya Bu Inah


"Pak Rafli pengacara yang akan membantu proses perceraian Tya Bu" Sahut Tya


"Kamu sudah yakin bercerai dari Didit Tya, Sekarang dia sedang berada dalam posisi sulit, dan bukankah suami kamu sedang berada dalam tahanan sekarang"


"itu karena kesalahan mas Didit sendiri yang berselingkuh dengan istri orang. Tapi kemarin Keluarga mas Didit mendatangi Tya dan mengatakan bahwa Mas Didit akan dibebaskan karena sebelum ini Kita sudah memberikan kompensasi kepada keluarga dari suami Siska jadi memang seharusnya tidak ada penahanan terhadap mas Didit" Jelas Tya


"Dan Rumah sudah Mas Didit serahkan kepada Tya untuk biaya pengganti sawah Rere dan sisanya untuk biaya sekolah Dion itu yang Mas Didit sampaikan kepada Tya" sambung Tya dengan suara pelan.


"Apa kamu sudah membicarakan perihal perceraian ini kepada Didit, Suami kamu Tya"


"Iya, Bu kemarin di temani oleh akang Ali. Tya bertemu dengan Mas Didit dan membicarakan terkait ini semua. Awalnya mas Didit minta maaf akan tetapi Tya tetap pada pendirian ingin bercerai. Mas Didit menolak tapi Tya percaya Mas Rafli bisa bantu Proses perceraian Tya, Bu"


"Apa nanti tidak akan ribut"


"Ribut kenapa Bu, Cerai juga karena dia selingkuh dan masalah rumah dia yang minta untuk di jual karena untuk ganti uang penjualan sawah milik Rere Bu. Hanya masalahnya Mas Didit tidak ingin bercerai saja tapi Tya sudah bertanya kepada Pak Rafli dan beliau menjelaskan kepada Tya bahwa ini masalah tidak terlalu berat karena ada bukti KDRT juga Perselingkuhan jadi Proses Cerai akan lebih mudah bu, Apalagi Mas Didit terkena masalah hukum karena Perselingkuhan dengan Siska ini"


Tya menjelaskan kepada ibunya tentang hasil pertemuan dirinya dengan Didit saat dia pulang ke kampung.


" Ya Sudah jika kamu sudah yakin dan Prosesnya juga sudah jauh"


"Bu... Tya ingin menghubungi Geri untuk meminta tolong antar ke kantor Advocate Pak Rafli kira-kira enak tidak ya. Soalnya Tya tidak tahu jakarta" Tanya Tya kepada ibunya


"Tunggu Rere pulang nanti sore kamu minta di antar Rere saja" sahut bu inah.


"Atuh kantornya tutup Bu kalo sore" Sahut Arsyila yang mengerti dengan tatapan Tya.


"Ibu kenapa perasaannya tidak enak dari kemarin, Coba kalian Telepon Rere, ibu belum lihat dia dari semalam. Apa benar Rere Pulang, Nak. Rere sedang memiliki masalah yang sangat besar dengan Aditya. Ibu takut terjadi sesuatu dengan Rere"


Padahal Tya mencoba mengalihkan perhatian ibunya dari Rere akan tetapi justru ibunya menanyakan kembali Adiknya. Tya dan Arsyila hanya saling pandang bingung untuk berkata apa dengan ibunya. Harus bicara jujur atau tetap merahasiakan kondisi Rere saat ini.


Apalagi Rere memiliki sakit yang sama seperti Almarhum Ayah mereka yang terkena kanker. Ibu Inah menatap kedua Putrinya merasa ada yang di sembunyikan dan Bu Inah memaksa untuk mengatakan apa yang terjadi dengan nada marah.


"Tenanglah Bu, Nanti sakit ibu kambuh"


"Kamu merahasiakan apa Tya, Tidak mungkin Rere berangkat pagi dan tidak pamit dengan ibu. Pasti terjadi sesuatu dengan Rere ibu yakin"

__ADS_1


"Ya sudah Bu nanti Tya hubungi Rere. Tapi memang tadi pagi Rere berangkat terburu-buru. Mungkin ada pekerjaan yang penting" Tya mencoba untuk membuat tenang ibunya dengan berbohong.


"Ya sudah Bu saya telepon Rere dulu ya" Bu inah hanya mengangguk mendengar apa yang di katakan Tya.


Tya menelpon Geri tapi tidak mendapatkan respon dari sahabat adiknya itu. Beberapa kali dicoba tapi tetap tidak ada respon akhirnya Tya mengirimkan pesan yang dia kirimkan untuk Geri.


(Geri ini teh Tya, maaf boleh minta tolong antarkan teh Tya ke alamat ini ya, soalnya Rere masih berada di rumah sakit dan teh Tya mau ketemu Pengacara untuk mengurus perceraian teh Tya dan pengacaranya minta ketemu hari ini. Sekali lagi Teh Tya minta maaf mereporkan Geri karena teh Tya hanya mengenal Geri dan teh Tya belum tahu daerah-daerah jakarta)


Tidak lama Geri membalas ok dan menanyakan waktu yang di sepakati oleh keduanya


(Tadi pengacaranya bilang pukul 2 siang)


(ok teh nanti Geri ke Apartemen Rere)


(Makasih ya Geri. Oh, iya bagaimana keadaan Rere Apa dia sudah sadar. soalnya ibu tanya soal Rere, Teh Tya belum kasih tahu Ibu tentang Kondisi Rere)


(Rere belum sadar teh. Sebaiknya jangan beritahukan ibu inah terlebih dahulu takutnya ibu inah belum siap dengar kabar ini)


(iya Geri. Teh Tya nanti hubungi akang abbas untuk menemani akang Ali dirumah sakit. Kamu harus kerja besok kasihan kalo terus-terusan tidak masuk nanti kantor tempat kerja kamu komplen)


(Jangan Khuatir teh saya sudah ambil cuti 3 hari)


(Ok jika begitu Geri. Teh Tya tunggu sebelum jam 2 ya. Terima Kasih)


(ok teh)


Kemudian Tya menemui ibunya dan berbohong jika Rere akan mengantarkan dirinya sebelum pukul 2 siang buat ketemu Lawyer yang akan membantu Perceraian dirinya dengan Didit.


...****************...


Riki dan Ayu datang ke Rumah sakit untuk menjenguk Aditya dan pintu diketuk sebelum masuk.


Sisillia membukakan pintu lalu mempersilahkan mereka berdua masuk. Wajah Ayu sangat tidak bersahabat dan Riki hanya diam dan berlalu dari hadapan sisillia.


"Bagaiamana ini bisa terjadi Sisillia. Kamu Psikiater yang dibayar oleh keluarga kami untuk menjaga kak Aditya tapi kenapa kamu membuat Skandal yang memalukan keluarga kami" Ayu menatap tidak suka kearah Sisillia.


"Jaga bicara kamu Nona Ayu dan sebaiknya mengaca sebelum berkata kasar dengan orang lain" ucap Sisillia dengan menoleh kearah Riki lalu Ayu dengan Sinis.


"Skandal yang sesungguhnya adalah wanita yang sudah memiliki suami menjalin hubungan terlarang dengan asisten keluarganya sendiri"


"Nona Sisillia" Ucap Riki dengan nada tinggi.


"Sebaiknya kita bicara diluar. Di sini kita akan menganggu Pak Aditya" ucap Riki menoleh kearah Aditya yang belum sadarkan diri.


"Sebaiknya kalian berdua yang keluar saya ingin bersama dengan Kak Aditya disini" Sahut Ayu dengan nada ketus.


"Nona Sisillia kita tunggu diluar saja. Silahkan" Sisillia keluar dan di susul dengan Riki.


...****************...


Jimmy tidak ikut ke rumah sakit. Jimmy di bawa ke Mansion milik Keluarga Aditya. Tempat yang dulu menjadi kediaman Aditya saat mengenyam pendidikan di Universitas yang ada di New York dan tinggal bersama dengan Sisillia disana.


Setelah diluar Riki menanyakan mengapa Skandal Aditya dengan Sisillia bisa tersebar di Internet dan seperti mendapatkan akses yang sangat mudah untuk para pencari berita mengetahui dimana sekolah Putra Aditya.


Mendapatkan Pertanyaan itu Sisillia merasa gugup dan tidak dapat menjawab apa yang di tanyakan oleh Riki, Lalu asisten keluarga Erlangga kembali berkata


"Anda membuat sulit semuanya Nona. Jika anda mengikuti apa yang Pak Aditya katakan, Saya yakin masalah ini tidak akan terjadi. Anda akan tetap memiliki waktu bersama dengan Pak Aditya dan Zayn. Tapi Sayang Anda memilih jalan yang berbeda dan Anda harus bersiap kehilangan Pak Aditya untuk selamanya"


"Apa maksud ucapan kamu Riki. Dan apa kamu sendiri ingin tetap menjadi bayangan Hans dalam hubungan kalian Haaa..."


"Masalah kita berbeda Nona"


"Iya... kita berbeda. Kamu mencintai istri orang dan saya di sini memperjuangkan hak anak saya untuk mendapatkan ayah kandungnya tanpa berbagi dengan wanita lain"


Riki hanya tersenyum mendengarkan apa yang di katakan Sisillia. Riki sudah mencari tahu sebelum datang ke rumah sakit, Dirinya sudah mendapatkan informasi tentang apa yang dilakukan oleh Sisillia dibelakang Aditya.


...****************...

__ADS_1


Ayu duduk di dekat bankar Aditya yang masih terpasang alat-alat medis di tubuhnya. Ayu menangis mendapati keadaan saudara tirinya yang tampak mengkhawatirkan.


"Kak Adit, Berjuanglah untuk tetap hidup demi Renia dan Ayu. Jangan menyerah dengan keadaan jika kakak salah. Kak Aditya bisa meminta maaf kepada Renia. Ayu Percaya, Renia akan memafkan kak Aditya. Karena dia wanita yang baik dan Renia juga sangat mencintai Kak Aditya"


"Kak Ayu juga tidak baik-baik saja. Mas Hans mengkhianati Ayu dengan wanita lain. Ayu sedih, Papi juga masuk rumah sakit mendengar kak Aditya melakukan kebodohan ini" Tangis Ayu dengan menggengam tangan Aditya erat


"Renia... Renia..." Ucap Aditya pelan dengan menggerakan tangannya pelan.


"Kak Bangunlah... Kak" Ayu tersenyum mendapati Aditya perlahan membuka matanya.


"Ayu... " Ucap Aditya Lirih


"Kak... Kakak sudah sadar. Saya akan panggilkan Dokter"


Ayu melepaskan pegangan tangannya dan berlari ke arah pintu dan berteriak memanggil dokter. Sisillia dan juga Riki mendekat dan bertanya


"Apa yang terjadi" secara bersamaan.


"Panggil Dokter Riki... "


Ayu terlihat panik dan Sisillia segera masuk ke dalam ruangan tempat Aditya dirawat. Sedangkan Riki berlari keruang dokter jaga untuk meminta bantuan meski dia belum tahu apa yang terjadi dengan keadaan Aditya saat itu, karena Ayu tidak menjawab.


...****************...


"Syukurlah" gumam Sisillia saat mendekat Aditya yang sudah sadarkan diri.


Aditya menatap Sisillia hatinya sedih karena berharap yang menemuinya Rere tapi nyatanya Sisillia.


Ayu mendekat dan berdiri disebelah kiri dan Sisillia berada disebelah kanan. Ayu menatap Aditya dan menggenggam erat tangan saudara tirinya dan berkata


"Kak Aditya... Kakak harus kuat demi kami semua. Renia dia sangat sedih mendengar apa yang terjadi dengan kakak dan dia semalaman tidak tidur dan sekarang sakit. Kakak Harus sembuh untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Renia sangat terpukul saat ini"


Ayu sengaja mengatakan itu semua di hadapan Sisillia karena masih kesal dengan Sisillia karena ucapannya tadi.


Dan benar saja saat Ayu menoleh ke arah Sisil wanita itu memperlihatkan wajah tidak senang dan menatap tajam Ayu.


"Pergilah Sisil. Saya ingin berbicara berdua dengan Saudara saya"


Ayu menatap tajam Sisillia dan Aditya menatap Sisillia membuat wanita itu kesal dan meninggalkan ruangan dengan ekspresi yang sulit untuk di artikan.


"Kak Aditya... " Ucap Ayu terhenti.


"Ayu... Renia sakit" Suara Aditya terdengar berat.


Ayu mengangguk dan menceritakan apa yang terjadi dari pertama Aditya menelpon sebelum kejadian percobaan bunuh diri kakaknya sampai dirinya mengajak Rere untuk ikut menjenguk Adit ke Amerika dan Rere menolak.


Ayu juga memberitahu pesan yang dikirim oleh Ria yang mengatakan Rere sakit tapi tidak memberitahukan Rere di diagnosa terkena Leukimia.


Karena Aditya baru sadarkan diri jadi tidak ingin membuat keadaan kakaknya menjadi down kembali.


Pintu ruangan terbuka Dokter datang bersama dengan Riki membuat keduanya menoleh. Dokter segera menghampiri Aditya dan memeriksa keadaan Aditya yang sudah sadarkan diri.


Dokter mengatakan keadaan Aditya tidak ada yang mengkhawatirkan dan memberikan suntikan ke dalam infus Aditya lalu meminta ijin untuk keluar dan akan memeriksa kembali 1 jam untuk memeriksa keadaan Pasien. Dokter meninggalkan ruangan dari luar Sisillia menanyakan keadaan Aditya.


Dokter menjelaskan hal yang sama seperti yang disampaikan kepada Ayu dan Riki. Jika keadaan Aditya sedikit membaik. Luka tembak tidak terlalu dalam dan juga tidak membahayakan.


...****************...


"Pak Aditya, Saya senang Anda sudah sadarkan diri. Anda Harus Kuat demi Nona Renia" ucap Riki Setelah Dokter meninggalkan ruangan.


Perkataan Riki membuat Aditya bertanya apa yang sebenarnya terjadi dengan Rere. Ayu dan Riki mengatakan hal yang sama. Meski Ayu mengatakan Rere sakit tapi terlihat ada sesuatu yang disembunyikan.


"Renia Sakit apa Ayu. Riki...Katakanlah"


Keduanya terdiam dan tidak merespon apa yang ditanyakan Aditya kepada mereka berdua


"Jangan Khuatir luka saya tidak berbahaya. Karena saya tidak mungkin mengakhiri hidup Saya sendiri. Saya hanya ingin tahu Apa Renia mengkhawatirkan Saya atau tidak, dia tidak ikut bersama kalian. Saya pikir Renia tidak peduli tapi ternyata Renia sakit. Saya mengerti Jika dia masih mencintai Saya hanya saja dirinya masih sulit menerima kenyataan tentang saya"

__ADS_1


"Kak Aditya... Sengaja melakukan ini hanya untuk menguji cinta Renia"


"Saya Hanya tidak ingin kehilangan Renia" Sahut Aditya Pelan


__ADS_2