
Rere Selesai melaksanakan Shalat Ashar di tempat yang sama saat dirinya melaksanakan shalat Dhuhur tadi dan sesuai ucapan yang tadi di samapakan pada Aditya dia akan melanjutkan membaca ayat suci Quran, Aditya dan Aries mendengarkan Rere membaca ayat suci al’quran yang menenangkan hatinya.
Aries mengingat apa yang sudah dia lalui saat dari dirinya selesai pendidikan di Amerika dan dia bekerja di Perusahaan Erlangga milik ayahnya, dan di tunjuk sebagai Manager Keuangan dan saat ayahnya Pensiun dirinya ditunjuk sebagai CEO untuk menggantikan sang ayah lalu dirinya bertemu dengan Sherly dan juga Ria di salah satu Mall saat itu Sherly dan Ria bekerja sebagai Marketing salah satu Brand Pakaian di sana. Awal bertemu Aries sudah tertarik dengan Sherly bisa di katakana cinta pada pandangan pertama dan Sherly pun mencintai Aries akan tetapi Aries mengetahui dari Sherly jika sahabat wanita yang dia cintai itu juga menyukai dirinya.
Hingga akahirnya Ria terluka dan kecewa dan meninggalkan mereka juga kota yang mereka tempati saat itu, Bagai di telan bumi Ria benar-benar menghilang, Aries dan Sherly selalu mencari tapi tidak ada kabar sampai akhir Sherly menghebuskan nafas terakhirnya kekasih hatinya belum juga bertemu dengan Ria hanya sekedar untuk mengucapkan kata maaf. Lalu Aries juga teringat dengan Perjodohan yang terpaksa dia terima hanya untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan dan ingatannya kembali kepada saat dia datang kembali ke kehidupan Sherly yang saat itu sudah menikah dan menjadi orang ketiga hancurnya rumah tangga Sherly dan juga Rian.
Sherly yang di temukan gantung diri di rumahnya lalu sang putra yang mengalami Trauma dan Depresi yang mengakibatkan tidak dapat mengontrol terhadap emosi juga menjadi sangat Tempramental. Aries meneteskan air matanya, Dia merasa sangat sedih dan hancur mengingat masa lalu nya yang banyak melukai hati orang-orang yang mencintai dirnya dan yang dia cintai. Aries juga membayangkan Penderitaan istrinya yang menemani selama 35 Tahun tanpa cinta dan Lisna memilih bertahan di sampingnya.
Begitupun dengan Aditya yang memikirkan hubungan nya dengan Rere, wanita cantik yang sangat ditunggu kehadirannya untuk dapat bersatu dalam pernikahan akan tetapi harapannya itu akan ada penghalang jika perkataan dari Sisilia benar jika dirinya dan sisil memiliki sorang anak yang jika di hitung berusia Sembilan Tahun.
Aditya mendongak keatas mentap langit ruangan rawat inap nya dengan hati yang sangat hancur dia merasa sangat bersalah terhadap putranya yang tidak pernah dia inginkan dulu sehingga meminta Sisilia menggugurkan nya sampai saat ini tidak pernah mengurus dan merawatnya juga sisilia yang dia hancurkan masa muda nya hanya untuk menemani Aditya dan juga memenuhi hasrat n*fsu saat di Amerika.
Tentu dia merasa bersalah kepada Rere karena sampai detik ini Rere masih sendiri dan belum menikah yang dikatakan Adiknya benar mungkin Rere menunggu dirinya datang tapi dia justru berkhianat dengan wanita lain sampai memiliki seorang putra.Jika wanita yang di cintai itu sampai tahu pasti akan marah dan kecewa, kebenaran tentang dirinya pasti akan menghancurkan hati rere. Jika Dia melepaskan Rere untuk Geri, tentu Aditya tidak bisa terima. Wanita yang di cintai sejak kecil harus hidup dan menjadi istri dari pria lain.
Apakah Renia Akan menerima Putra Saya nanti atau saya yang akan kehilangan Renia. Ya Tuhan Jika saya di perbolehkan Egois Maka Saya berdoa kepada mu dengan hati yang tulus dan bersungguh-sungguh satukanlah cinta kami berdua dan permudahkanlah kami untuk menikah. Hanya Renia alasan Saya untuk bertahan hidup sampai sekarang Jika dia pergi bagaimana Saya bisa bertahan. Mama Telah memutuskan meningglkan Saya maka jangan buat Renia juga meninggalkan Saya.
Aditya bermonolog di dalam hati berharap Takdir dan sisa hidupnya dia jalani bersama Rere, Setelah itu dia menoleh kearah Rere yang sedang khusyu memabaca ayat suci al’Quran.
“Untuk anak itu Saya Janji akan tetap bertanggung jawab untuk mengurus dan membesarkannya, Saya tidak akan melepaskan tanggungjawab tapi biarkan Saya bersama dengan Renia Tuhan” gumam Aditya Pelan.
Suara pintu di ketuk dan tak lama knop pintu terbuka dan dua wanita beda usia melangkah masuk kedalam ruangan rawat inap VVI tersebut dan menoleh kearah Renia yang sedang membaca ayat suci al’Quran, Ayu Nampak tersenyum sedangkan Lisna mengerutkan Dahinya. Lalu keduanya menoleh kearah Aries dan Aditya.
Aries memberikan kode untuk diam dengan meletakkan telunjuknya di atas mulut. Lisna mengikuti perintah suaminya karena sudah berjanji kepada Putrinya untuk tidak melakukan keributan di rumah sakit yang hanya membuat suaminya bertambah sakit. Meski hatinya begitu marah melihat keberadaan Rere di dalam ruangan ini.
Untuk Apa Wanita ini datang keruangan ini, Apa dia mencari simpati Mas Aries dengan melakukan ini semua supaya mas Aries bisa menyetujui dirinya bersanding dengan anak Sherly S*alan itu.
Lisna bermonolog di dalam hati dan menatap dengan sengit ke arah Rere, Ayu menyentuh bahu Lisna pelan dan menatap Lisna dengan tatapan yang dapat di pahami oleh Lisna lalu dirinya menganggukan kepala, Aries dapat meilhat semua apa yang di lakukan istri begitupun dengan Aditya yang sedari tadi menatap dingin dan tajam Mami Sambungnya yang menatap dengan rasa tidak suka kearah rere yang sedang khusyu membaca al’Quran.
“Shadaqollahuladzim”
Rere selesai mebaca dan mencium al’Quran dan melipat Mukena dan juga Sajadahnya lalu menoleh kearah Ayu.
“Ayu…” sapa Rere
“Hai… Rere apa kabar”
Balas Ayu yang menghampiri Rere dan memeluk wanita yang dicintai kakaknya itu.
__ADS_1
“Sudah Sholatnya Rere” tambah Ayu
“Ya Kabar saya baik, iya saya sudah selesai apa Ayu ingin sholat ashar bisa pinjam mukena saya” ucap Rere sambil tersenyum.
“belum Rere. terima kasih sudah meminjamkan dan saya sholat dulu” sahut Ayu sambil mengambil mukena dari tangan rere.
“Asaalamualaikum Bu Lisna”
Kemudian Rere menyapa Lisna dan mengukurkan tangan ingin mencium punggung tangan Lisna tapi diabaikan oleh istri Aries itu, Aditya tampak sangat kesal dan Aries menatap istrinya dengan tatapan tajam dan menyuruh Lisna dengan memberi kode untuk menerima uluran tangan Rere.
“walaikum salam” memberikan tangannya kepada Rere.
Dan Saat Rere ingin mencium punggung tangan Ayu, segera ayu menarik tangannya membuat Aditya terperangah dan membenarkan duduknya tampak dia akan marah tapi Rere menyentuh lengan Aditya dan tersenyum lalu menggelengkan kepalanya membuat Aditya mengurungkankan diri untuk marah.
“Mas Sholat Ashar dulu, nanti rere bantu mas untuk Tayamum dan merapihkan ranjang mas” ucap Rere
Aditya menatap teduh wanita yang membuat hatinya tenang dan bahagia, dia menganggukan kepala lalu rere membantu merapihkan ranjangnya dan menepikan bantal dan juga selimut, Setelah selesai Aditya melakukan tayamum kemudian sholat ashar. Rere membereskan pakaian Aditya dan apa saja yang harus Aditya bawa pulang karena dia tahu sore ini Aditya akan kembali kerumah karena dokter juga sudah memperbolehkan dirinya pulang.
“Bantu saya untuk sholat” Aries berkata kepada istrinya.
Saat Aditya Sholat Rere layaknya istri yang dengan tulus membantu merapihkan Pakaian dan barang yang akan dibawa pulang, Dan setelah Aditya selesai sholat dirinya menatap Rere lalu tersenyum hatinya merasakan semakin jatuh cinta dengan Rere. Lisna menatap tajam kepada Aditya Nampak tidak senang dengan apa yang di rasakan oleh Putra Sherly yang dia anggap musuh dan perusak rumah tangga nya itu.
“Mas Rere masukan ini kedalam Tas ya” menujukan bungkusan obat dan Aditya mengangguk pelan dengan tersenyum.
Ayu selesai Sholat dan terlihat berlama-lama di atas sajadah dengan menengadahkan tangan hatinya sangat sedih mengingat suami nya yang belum juga menghubungi dirinya setelah dia menelpon beberapa kali dan seakan mengabaikan dirinya, Dia ingin menangis dia atas sajadah itu tapi di ruangan ini ada Keluarganya dan juga rere yang justru akan mengundang pertanyaan.
Dia hanya menangis dalam hati dan menutup wajahnya dengan Mukena milik rere meski air mata tidak dapat dia cegah untuk keluar. Dia berdoa dalam hati untuk di berikan kemudahan dalam berumah tangga dengan Hans tapi jika terjadi sesuatu dengan rumah tangganya Ayu berdoa untuk d berikan kekuatan untuk menerimanya dan juga kesabaran untuk menjalani semuanya demi putra mereka yaitu Jimmy.
Selesai Sholat Ayu mengusap pelan wajahnya dan melipat Mukena dan juga sajadah, dan dari arah luar Jimmy masuk dengan tiba-tiba membuat semuanya kaget saat jimmy berteriak memanggil Mami nya dan di selingi oleh tawa riang dan di susul dengan Riki.
Saat Riki berada di dalam ruangan dia hanya diam dan menatap kearah semua yang berada di ruangan itu dengan menunduk dan meminta maaf karena membuat kegaduhan. Jimmy menarik tangan Riki dan meminta untuk bermain kembali dengannya.
Ayu menatap Putra nya dengan tatapan sedih dan Riki melihat itu Nampak mata yang berair dan tangannya memegang mukena dan sajadah berjalan kearah Jimmy lalu menciumi Putranya itu dan berkata
“Nak Jangan Main di ruangan ini ya, Opa dan Papa Adit sedang sakit nanti mengganggu dan di luar sana juga banyak orang yang sakit jangan membuat kegaduhan ya sayang nya Mami” ucap Ayu kepada Jimmy Putranya.
“Maafkan saya Nona Ayu” sahut Riki yang justru dia yang membalas karena putranya tampak cemberut dengan wajah di palingkan kearah lain dan tangan di lipat ke perut.
__ADS_1
“Sayang nanti main nya kalo udah sampai rumah ya” ucap Ayu kembali.
Jimmy menjauhi Ayu dengan tangan yang masih dilipat di perut dan cemberut, Rere melihatnya hanya tersenyum dan teringat Dion yang jika ngambek sama seperti Jimmy.
“Jimmy, Sayang nya Mama kamu di sini sayang, Sini sama Mama Rere” ucap Rere dengan merentangkan Tangannya dan Jimmy berlari kearah dan memeluk rere.
Rere mengusap punggung Jimmy yang Nampak bersedih karena di tegur Mami nya itu. Aditya melihat itu tantu saja hatinya terenyuh dia membayangkan Jika Jimmy adalah Putra dirinya dan juga rere lalu tersenyum dan Aditya mengingat anaknya bersama Sisilia jika Perkataan itu benar dan berharap Rere akan menerima Putranya dengan Sisilia dan bisa memeluk seperti sekarang Rere memeluk Jimmy keponakannya itu. Aditya berharap Rere tidak mempermasalahkan masa lalu nya dan juga dapat memaafkan dirinya itu.
“Anak Papa Kenapa sedih sini sayang” ucap Aditya
Jimmy menoleh kearah Aditya dan berlari kearah nya dan mengangkat kedua tangannya ingin dipeluk lalu rere membantu Jimmy untuk naik keatas ranjang Jimmy memeluk Pakde nya itu. Ayu menatap Dengan tatapan sedih dan Riki yang melihatnya tidak tahan dengan keadaan ayu dan memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.
Dirinya merasa bersalah karena merahasiakan apa yang dia lihat dan Riki tahu jika Jimmy belum mengatakan apa yang dilihatnya di Mall kepada Ayu saat ditanya oleh dirinya sewaktu jimmy masih diluar duduk dengan Riki sementara Ayu dan Lisna masuk ke ruangan VVIP.
Jimmy ditanya apakah dirinya mengatakan apa yang dilihat tentang Papi Hans saat di Mall dan di jawab tidak karena sudah janji tidak kepada Riki untuk tidak mengatakan tentang Papinya itu kepada Mami.
Tapi Riki merasa Ayu sedang bersedih dengan keadaan rumah tangga wanita yang dia cintai itu, Setelah sampai di luar ruangan. Riki duduk dengan wajah ditutup oleh kedua tangan yang di tumpu pada pahanya. Riki merasa bimbang apakah memberitahu atau tidak. Riki memukul angin lalu bersandar di kursi dan menatap pintu ruangan VVIP dimana Aditya dan Aries dirawat saat ini.
Sementara di dalam ruangan Aries selesai Sholat menatap cucunya sedang bermain dengan Aditya dan juga Rere membuat Aries tersenyum dan berpikir yang sama seperti Aditya yang berharap Jika yang dikatakan Putranya benar tentang kehamilan Sisilia Sepuluh Tahun yang lalu itu benar adanya, Aries sangat berharap Rere tetap menerima Aditya dan bisa menyayangi Cucu nya yang belum di ketahui keberadaannya itu. Setelah melihat ketiganya bermain Aries menatap Putrinya terlihat murung duduk di atas kursi yang berjarak dari ranjang rawat inap milik Aditya dan juga dirinya.
"Nak, Apa ada masalah" ucap Aries yang mengenal karakter Putrinya jika memiliki masalah.
"Tidak Pi... Masalah apa?" Ayu memaksakan diri tersenyum dan balik bertanya
"Kemana suami kamu Papi belum juga melihat apa belum kembali dari Surabaya" ucap Aries
Deeeggg
Hati Ayu terasa terhenti bagaimana dia mengatakan tentang suaminya sedangkan dia menelpon juga belum respon balik dari suaminya yang hanya memberikan kabar saja.
Aditya dan Rere saling pandang mereka berdua terhenti saat Aries menanyakan tentang menantu nya itu kepada Ayu Putrinya.
Padahal mereka berdua sedang menghibur Jimmy dengan mengalihkan kesedihannya lewat permainan tebak huruf dan jika tidak bisa menebak mana akan di cubit hidungnya oleh yang bisa menebaknya.
"Mama Rere dan Papa Adit ayo lanjut lagi bermainnya" ucap Jimny dan Rere hanya memandang Aditya.
Aditya nampak berbisik di telinga Aditya membuat senyum Jimmy merekah.
__ADS_1