Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 169 Semua Sudah Berakhir


__ADS_3

Aditya menarik Lisna dan mencekiknya kemudian Rian mencoba menolong Lisna dan Rere meminta Ali dan Abbas juga menolong agar bisa mencegah Aditya berbuat nekat.


Dokter datang ke ruangan Rawat inap Rere dan syok melihat apa yang terjadi disana kemudian suster memanggil keamanan dan yang lain membawa Aries ke ruangan ICU.


Riki membawa Lisna untuk menjauh dari Aditya tapi Lisna menolak dan terus meminta maaf kepada Aditya dan suaminya.


"Lepaskan Saya Riki... "


"Tenanglah Nyonya... sebaiknya kita ke rumah sakit untuk melihat keadaan Ayu. Dia masih membutuhkan Nyonya begitu juga dengan Jimmy"


"Semuanya sudah hancur tapi saya merasa tenang sudah mengungkapkan kesalahan saya kepada Mas Aries dan Aditya. Saya sudah ikhlas jika mereka akan membawa saya ke pihak berwajib dan untuk Ayu saya menitipkan dia kepada kamu Riki. Tolong jaga putri saya" Lisna membingkai wajah Riki dan meminta maaf atas kesalahan dirinya.


"Saya bingung harus mengatakan apa kepada Ayu. Jika dirinya tahu suaminya meninggal karena saya"


"Apa maksud Nyonya"


"Saya yang meminta Hans datang ke rumah sakit dan membawa Ayu dan Jimmy saat kita berdebat. Jika saya tidak menelepon Hans mungkin menantu saya masih hidup dan Jimmy tidak kehilangan ayahnya. Walaupun berpisah setidaknya Hans masih hidup sekarang dan Ayu juga tidak mengalami kondisi kritis seperti sekarang ini"


"Sudahlah Nyonya Sebaiknya kita pergi dari sini. Nyonya tidak sadar dengan apa yang Nyonya katakan karena kondisi Nyonya masih tidak stabil"


"jangan bawa saya. saya ingin bertemu dengan Aditya untuk meminta maaf dan apapun yang di lakukan dirinya nanti saya sudah ikhlas Riki meski Aditya membunuh saya"


...****************...


"Aditya tenanglah Nak... Papa disini dan ada Renia juga" Ucap Rian tapi Aditya terus berteriak dan meronta histeris. Dokter berlari keruangan Rere dan menyuntikkan obat penenang untuk Aditya.


Rere menangis dan berpelukan dengan Ria. Aditya dibawa ke bankar milik Rere atas permintaan Rere sendiri.


Dan Riki membawa Lisna untuk menemui Ayu dihadapan putrinya Lisna merasa sangat terpukul dan hancur. Dirinya meraung dan meratapi apa yang telah terjadi.


Pada akhirnya dirinya kehilangan suaminya karena jatuhnya talak Aries kepada dirinya. Padahal agar tidak diceraikan Lisna sampai berbuat jahat selama ini. Lisna tertawa dan Riki menatap Lisna dengan heran.


"Saya memperjuangkan Papi kamu Ayu sampai saya melakukan banyak kejahatan dan lihat sekarang perjuangan mami tidak di hargai oleh Papi kamu... Hahaha... Di hatinya tidak pernah ada mami... Bangunlah nak. Mami hanya memiliki kamu. Jangan tinggalkan mami. Jika Ayu ingin menikah dengan Riki. Baik... Mami akan setujui hubungan kalian yang terpenting kamu bangun nak" Lisna kemudian menangis.


"Tenanglah Nyonya. Papi Aries dan Tuan Aditya pasti memaafkan kesalahan mami. ini masalalu semua orang pernah melakukan kesalahan dan Riki yakin apa yang terjadi hari ini akan berlalu yang paling penting Nyonya Lisna sudah mengakui kesalahan dan kita harus tetap fokus untuk penyembuhan Nona Ayu"


"Riki... apa kamu juga memaafkan saya"


"Nyonya tidak salah untuk apa minta maaf. Setiap orang tua berharap yang terbaik untuk anak-anaknya. Mungkin suatu saat nanti jika Riki memiliki anak juga akan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Nyonya. Bagi orang tua Kebahagiaan anak adalah yang paling utama"


"Riki kamu memang putra ayahmu dia juga baik dan setia seperti kamu sekarang. Nak... Dengarkan Mami. Apapun yang terjadi setelah ini Mami minta jangan pernah tinggalkan Ayu dan Aditya, Tolong dampingi mereka. Mami akan berdoa semoga Allah menyembuhkan Ayu dan Mami merestui kalian menikah"


"Benarkah.Terima kasih Nyonya... "


"Mulai hari ini kamu jangan panggil Nyonya tapi panggil Mami. Andaikan dulu saya merestui kamu sesuai keinginan Mas Aries mungkin Ayu akan hidup bahagia bersama kamu dan anak-anak kalian. Maafkan Mami Riki. Mendiang ayah kamu pernah memohon untuk menikahkan kalian tapi saya menolak dan menghina dirinya Saya menyesal sekali lagi tolong Maafkan Mami Riki. Jaga Ayu jangan tinggalkan dia dan cintailah putriku yang malang ini"


"Mami... apa maksud mami... kita akan bersama-sama menantikan kesembuhan Ayu dan menjaga Ayu bersama-sama"


"Tidak Nak... Mami akan menyerahkan diri ke pihak berwajib dan mengakui semua kesalahan mami. Ini penebusan rasa bersalah mami. Mungkin dengan ini Mami bisa hidup dengan tenang"


"Mami... Jangan lakukan ini. Saya yakin Papi dan Tuan Aditya akan memaafkan mami"


Lisna menggelengkan kepalanya dan menangis tersedu lalu memeluk Riki kemudian beralih menatap Ayu dan memeluk putrinya.


Suara Ponsel Riki berdering dan setelah di menatap layar di sana menunjukan nama Ria.


"Ya... Bu Ria ada apa"


"kamu ada dimana Riki, Saya mencari kamu dan Lisna tapi tidak ada"

__ADS_1


"Iya... Bu kami berada di rumah sakit untuk menemani Ayu karena Riki ingin mengurangi ketegangan yang terjadi di sana"


"Kembalilah kemari Nak. Mas Aries meninggal dunia. Dia tidak tertolong karena penyakit jantungnya tidak bisa di tangani oleh Dokter"


"Innalillahi Wa innalillahi rojiun. Papi" Lisna menatap Riki saat mendengarkan kalimat itu terlontar di bibir Riki.


"Riki... Ada apa"


"Mami... Papi... Meninggal Dunia"


"Apaaaa.... Kamu bohongkan Nak... Tidaaaakkk... Mas Ariesssss Tidaaaakkkk" Lisna berteriak histeris dan tidak sadarkan diri.


Riki memanggil Suster yang ada di ruangan samping dan membawa Lisna ke bankar ruangan UGD dan dokter memeriksa denyut nadi Lisna.


...****************...


Kabar duka menyelimuti ruanga rawat inap Rere. Aditya sudah sadarkan diri dan tahu kabar tentang Papinya yang telah tiada tapi Aditya hanya terdiam dan membuat orang yang berada di ruangan itu merasa cemas.


Tatapan Aditya kosong dan hanya terlihat sangat sedih dan terpukul. Rere mengusap rambut Aditya dan mengusap bahunya tapi Aditya hanya diam.


Rere meminta semua orang untuk keluar termasuk dokter dan suster yang ingin memeriksa keadaan Aditya. Rere menatap Rian dan Ria lalu keduanya menyetujui dan keduanya keluar bersama dengan yang lain mengikuti keduanya untuk keluar.


"Mas... Aditya"


Rere berkata setelah di dalam ruangan hanya ada mereka berdua dan saat Ria keluar dari ruangan Ria menelpon Riki untuk mengabarkan berita duka tentang kematian Aries.


"Sayang semua sudah selesai" Aditya menyahut.


"Belum... kita masih berjuang dan harus memperbaiki semuanya" balas Rere dan Aditya menoleh kearah Rere.


"Saya mengkhianati kamu Renia. Saya tidur dengan Sisilia dan dia menjebak saya karena kerjasama dengan Lisna wanita yang telah membunuh Mama dan Papi saya sekarang. Wanita itu penyebab Mama meninggalkan saya dan sekarang Papi juga pergi karena dia"


"Saya sudah tidak memiliki tujuan hidup lagi Renia"


"Mas... Kenapa Mas Aditya berbicara seperti itu. Renia saja yang di diagnosa terkena leukimia masih ingin sembuh dan menjalani hidup Renia meski hidup Renia tidak seindah teman-teman Renia tapi tetap saya ingin hidup mas"


"Sayang... Mas berbohong kepada Renia, tentang Sisilia" ucap Aditya


"Renia tahu Mas Aditya berbohong dan menutupi hubungan Mas Aditya dan Sisilia selama ini"


"Dan Sebenarnya Renia juga tahu tentang obat yang sering Mas konsumsi itu berbahaya karena saat mas pergi ke Amerika. Cindy teman dari Dina sahabat Renia di kantor. Mengatakan Obat ini sangat berbahaya jika di konsumsi oleh pasien"


"Renia mengerti dari sana kalian memiliki hubungan khusus lebih dari psikiater dan pasien dan berkat kejujuran Bu Lisna. Rere menjadi tahu sekarang jika Sisilia melakukan itu karena perintah Bu Lisna. Mas Aditya pasti kecewa dan marah dengan apa yang terjadi sekarang"


"Walau bagaimanapun Mas Aditya tidak melepaskan Sisilia walau sudah bertemu dengan Renia itu artinya ada cinta dalam hati mas untuk sisil ibu dari anak mas Aditya. Dan Kembalilah bersama Sisilia dan maafkan dia"


"Lupakan yang terjadi sebelumnya dan Renia harap Kalian berdua bisa menatap masa depan jangan lagi menoleh kebelakang, Renia memaafkan Mas dan mendoakan yang terbaik untuk mas Aditya. Jangan Marah dengan Sisillia ini sudah takdir kita semua. Kita harus berdamai dengan semuanya Mas"


Aditya tertawa mendengarkan apa yang di katakan oleh Rere dan menatap lekat wanita yang amat di cintainya itu.


"Sayang... Kamu Tahu saat mas marah dan ketakutan hanya dengan melakukan hubungan s*x Mas bisa tenang kembali dan itu di manfaatkan oleh Sisillia. Dia selalu memberikan obat itu untuk Mas konsumsi agar Mas bisa tidur dengannya dan dia bisa mengontrol Mas Adit" Rere menatap Aditya lekat.


"Dia sengaja memberikan itu agar Mas tetap bersama dengannya dan Lisna bisa menghancurkan kebahagian dan masa depan Mas karena mereka berdua tahu Mas mencari kamu selama ini dan kamu adalah tujuan Mas Selama ini. Mas sangat Bodoh. Sayang" Aditya memukuli kepalanya sendiri lalu menangis histeris.


"Mas Tenanglah... Renia mohon"


"Pergilah Renia... Saya membebaskan kamu untuk menikah dengan pria lain saya tidak layak untuk kamu sayang atau kamu bisa Menikah dengan Geri dia bisa membahagiakan kamu. Saya akan membantu pengobatan kamu sayang dengan apapun setelah sembuh Mas harap Renia bisa mendapatkan kebahagian"


"Mas..."

__ADS_1


Rere mendekat lalu duduk di samping dan memeluk Aditya, Rere membingkai wajah Aditya dan mencium bibir pria yang sedang kalut.


Aditya membalas ciuman Rere dengan hangat mereka berciuman meluapkan rasa sedih yang ada dalam hatinya. Aditya menyentuh tekuk leher Rere dan tangan Rere melingkar di pinggang Aditya.


...****************...


Orang Tua Hans menyuruh Luca untuk menemui Sekertaris Hans yang mana Riki katakan sedang mengandung cucu mereka.


"Baik Tuan dan Nyonya"


Luca berjalan menuju ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya ke rumah sakit yang Riki sudah informasikan sebelumnya kepada Luca.


Hanya butuh waktu 25 menit mobil yang di kendarai oleh Luca sampai di parkir rumah sakit dan Luca keluar untuk menuju ruang rawat inap kekasih mendiang atasannya itu.


Pintu ruangan diketuk dan dari dalam terdengar suara seseorang membuka pintu dan wanita paruh baya tersenyum dan bertanya siapa dan ada keperluan apa datang keruangan tempat putrinya di rawat.


"Saya Luca bolehkah saya masuk"


"Tuan Luca silahkan masuk" sahut Lita dari dalam setelah melihat asisten kekasihnya datang.


"Nona Lita Bagaiamana kabarnya"


"Saya baik... Apakah benar Tuan Hans" Lita menangis saat bertanya.


"Benar Tuan Hans sudah tiada karena kecelakaan tiga hari yang lalu" Balas Luca dan Lita kembali menangis.


"Nona saya datang kemari karena diberi tugas untuk membawa Nona menemui Tuan Alexander dan nyonya Laurane mereka berdua orang tua Tuan Hans. Jika Kondisi Nona Lita sudah membaik"


"Apa yang akan diperbuat kedua orang tua Tuan Hans kepada saya. Apa mereka akan menggugurkan kandungan saya. Jika benar saya akan menolak dan tidak akan pernah menemui mereka. Anak ini adalah kenangan Tuan Hans. Saya akan membesarkan meski tidak diakui oleh keluarga Tuan Hans"


"Saya tidak tahu apa yang akan di lakukan Tuan dan Nyonya Alexandertapi saya rasa mereka tidak akan melakukan itu. Apalagi Tuan Hans sudah tiada"


"Lalu apa mereka akan mengambil anak saya dan menjauhkannya dari saya. Ibu... Tolong. Saya tidak ingin berpisah dengan anak saya" Lita menoleh ke arah ibunya dan mengulurkan tangan agar dapat di genggam"


"Tenanglah Nak" Sahut ibunya.


"Tuan katakan kepada kedua orang tua Hans. Jika mereka ingin bertemu datanglah kemari kami tidak akan menemui mereka" Sahut ibu dari lita dan Luca hanya menatap keduanya dan mengangguk


"Akan saya sampaikan. Baik jika begitu saya akan pamit dan saya harap Nona menjaga kondisi Nona saat ini"


"Terima Kasih Tuan Luca"


Luca menganggukan kepala sekali lagi dan pamit untuk kembali ke Mansion Alexander dan akan menyampaikan apa yang di katakan oleh Lita


...****************...


Di Mansion Alexander


"Baik kita sebaiknya memang harus datang dan menjenguk dia. Dan Saya dengar ayu juga dirawat di rumah sakit yang sama sekalian kita jenguk menantu Saya, Luca"


"Baik Tuan" sahut Luca dan menatap Alexander


"Tuan saya ingin menyampaika satu kabar duka"


"Apa... " Sahut Alexander


"Tuan Aries Hari ini meninggal dunia.


"Apa" Kedua orang tua Hans saling pandang dengan ekspresi terkejut.

__ADS_1


__ADS_2