
Rere menghentikan mobil nya saat lampu jalanan berwarna merah. Perkataan Geri membuat pikiran tidak tenang. Saat itu dia menoleh ke arah kanan tanpa sengaja dia melihat mobil yang di kendarai Ayu melintas berlawanan arah dengan nya, jelas Rere melihat sosok Ayu dan seorang wanita paruh baya yang terlihat masih cantik duduk di samping Ayu sebagai pengemudi.
"Ayu..." Rere bergumam.
Suara klakson membuyarkan pikiran nya, tanpa pikir panjang ayu melajukan mobil nya dan memutar kembali arah tujuan nya mengikuti mobil yang di kendarai oleh ayu.
"Dia ke arah rumah sakit seperti nya, apa dia ingin menemui Geri atau ada keluarga nya yang sakit"
Perasaaan Rere tidak tenang dia ingin tahu apa yang terjadi, Saat Rere berpikir nampak bayangan ambulans yang datang dengan petugas berwajib saat diri nya berada di taman rumah sakit tersirat di benaknya.
"Mas Adit... " Rere melajukan mobil nya dengan sedikit kencang dan air mata nya tanpa terasa menetes, dia yakin itu adalah aditya.
...****************...
Mobil ambulans yang membawa Aries sudah sampai di ICU rumah sakit dengan cepat Dokter dan perawat melakukan penangan.
Selang infus dan alat bantu pernapasan terpasang di tubuh Aries. Riki mengurus administrasi nya setelah selesai Riki berdiri tidak jauh dari ruang ICU, dia menunggu keluarga Aries datang.
Riki harus tetap tenang meski beberapa kali mengecek jam tangan dan juga handphone nya. melihat waktu dan panggilan masuk, Setelah Lima menit Riki beranjak ke arah Petugas yang membawa Aditya dia ingin mengetahui apa yang terjadi.
Meski keluarga Aries belum juga datang tapi dia memberanikan diri untuk menghampiri petugas untuk menanyakan kabar Sahabat sekaligus atasan nya itu.
"Pak Saya Riki asisten keluarga Erlangga, ingin menanyakan keadaan Pak Aditya, kebetulan keluarga nya sedang dalam perjalan kemari sedangkan ayahnya setelah mendapatkan kabar beliau syok dan mendapatkan serangan jantung Sekarang sedang mendapatkan penangan medis di ruangan ICU"
"oh...bapak dari perwakilan keluarga Pak Aditya. begini pak, menurut laporan dari petugas tahanan mengatakan bahwa Pak Adit sudah dua hari tidak menyentuh makanan dan minuman nya sehingga lemas dan saat di temukan sudah tidak sadarkan diri terpaksa kami larikan ke rumah sakit" ucap salah satu petugas yang berjaga.
"Untuk informasi lebih lanjut nya akan saya sampaikan kepada keluarga Pak Aditya saat sudah sampai kemari" tambahnya nya.
Riki pun harus undur diri setelah mendapatkan info keadaan Adit karena harus menunggu Ayu datang. Dari kejauhan tampak Ayu dan Lisna berlari untuk menghampiri diri nya.
"Bagaiamana Keadaan suami saya" Lisna bertanya.
"Papi bagaiamana keadaan nya dan tadi kamu bilang kak Aditya di larikan ke rumah sakit, apa kak Aditya juga berada di sini" ucap Ayu yang di jawab dengan anggukan.
"Di mana mereka Riki" ucap Ayu.
__ADS_1
"Di ruangan ICU" jawab Riki.
Dari jauh terlihat Rere berlari ke arah mereka dengan menggenggam tangan Dion.
"Ayu... Riki... " Rere mengusap air mata nya dengan nafas yang memburu Rere mencoba mengontrol nafas nya.
"Mas.... Mas Aditya" Air Mata nya menetes
Riki dan Ayu hanya saling pandang mereka bertanya dari mana Rere mengetahui jika Aditya sedang di rawat di rumah sakit apakah berita sudah viral.
"Rere... " Riki dan Ayu menyebut namanya bersamaan dan menjadi perhatian Lisna.
Benar wanita ini adalah pujaan dari Putra tidak sah Aries. Kamu Pikir akan semudah itu bersatu dengan Pujaan mu. Selama aku bernafas tidak akan aku ijinkan Putra Sherly bahagia. Dia akan merasakan sakit hati seperti yang aku rasakan.
Lisna bermonolog dalam hati melihat sinis Rere yang sedang berbicara dengan asisten Riki dan Putri nya.
"Bibi apa sih Dion capek tahu lari-lari... ihhh tahu gini males ikut bibi kata nya mau ke mall tapi dari tadi di rumah sakit. Sudah mau pulang malah balik lagi ke sini. ga jelas banget sih" omel Dion.
Riki dan Ayu menatap keponakan Rere itu lalu menatap Rere kembali. Mereka tahu sekarang jika Rere pasti menjenguk Geri dan melihat mereka ada di sini dan menghampiri. Mungkin perasaan Rere ke Aditya dapat merasakan keadaan kekasih nya sedang tidak baik-baik saja.
"Pak Aditya di larikan ke rumah sakit dia di temukan tidak sadarkan diri diruang isolasi tahanan" Riki menjawab dan membuat Rere menangis dan Dion menatap bibi nya bingung sejak dirumah sakit bibi nya hanya menangis.
Ayu memeluk Rere mereka menangis bersama, Jimmy dan Dion hanya dapat menatap dua wanita dewasa yang sedang menangis.
Lisna menarik tangan rere dari pelukan putri nya lalu menampar Rere dengan keras.
"Kamu wanita yang sudah membuat keluarga ku berantakan, Pergi dari sini dasar wanita ******, hanya bisa menggoda pria kaya untuk merubah nasib. kamu dan Sherly sama, dasar ****** pergi dari sini"
"Mami... apa yang mami lakukan ke Rere" Ayu menegur wanita yang melahirkannya itu.
Semua yang berada di sana kaget dengan tindakan Lisna. Mereka tidak menyangka jika Lisna melakukan tindakan itu.
"Riki usir wanita ini jangan sampai dia mendekati Keluarga saya" Perintah Lisna kepada Riki.
Riki mematung dia bingung apa yang harus di lakukan dan ayu menatap Lisna sejenak lalu melarang Riki melakukan itu.
__ADS_1
"Biarkan Rere tetap di sini, kak Adit membutuhkan kehadiran Rere" ucap Ayu kepada Riki dan dijawab anggukan.
"Riki... apa kamu mengabaikan perintah saya. Kamu ingin saya pecat dari posisi kamu sekarang" Teriak Lisna.
"Mami sudahlah kita tunggu papi saja" Ayu menarik Lisna menjauh dari Rere. Petugas yang mendampingi Aditya mencoba melerai dan Riki meminta Rere untuk sedikit menjauh dari Lisna.
"Kita tunggu di sana saja" Riki menunjuk kursi yang berada di sudut ruang ICU dan Rere pun mengangguk.
Rere melangkahkan kaki nya dengan menggenggam tangan Dion. keponakan nya sedih melihat adik ibu nya di perlakukan dengan kasar. setelah Rere dan Riki duduk, Dion mengusap pipi Rere yang terlihat merah.
"Bibi kenapa tadi di tampar pasti sakit ya" ucap Dion menatap Rere dengan mata berkaca-kaca.
Rere menciun Dion dan memeluk nya, hati Rere sakit dan bingung kenapa wanita yang tidak dia kenal memukulnya dan berkata kasar di depan keponakannya.
Tadi Ayu memanggil wanita itu dengan sebutan Mami itu berarti wanita itu adalah Mami sambung Mas Aditya.
Rere bermonolog di dalam hati. Riki melihat Rere hanya menarik nafas kasar dia merasa kasihan dengan Rere yang mendapatkan perlakuan kasar dari Istri bos besar nya itu.
...****************...
Di ruang besuk tahanan Berdiri Ria yang sedang berbicara dengan petugas di sana. Terlihat wanita yang ingin membesuk itu kaget karena berita tentang Aditya yang terpaksa di larikan ke rumah sakit karena di temukan tidak sadarkan diri di ruangan isolasi tahanan.
"Baiklah Pak Terima Kasih info nya" sahut Ria.
Diri nya sedih karena dua kali berniat berkunjung tapi gagal karena ada nya accident padahal dirinya ingin bertemu dengan Putra dari sahabat nya dan juga Putra dari pria yang sangat dia cintai.
Tanpa pikir panjang Ria melakukan mobil nya ke arah rumah sakit yang sudah di beritahukan kepada nya tadi. Dia mengatakan bahwa dia kakak dari ibu Aditya karena itu dengan mudah mendapatkan lokasi rumah sakit dimana Aditya di rawat.
Setelah Sampai di rumah sakit segera mobil dia parkirkan lalu menuju ke arah informasi dia ingin menanyakan perihal Aditya yang di rawat di sana.
Sebelum bertanya pandangan nya melihat ke arah Rere dan Riki. Ria mengamati dua orang tersebut dan yakin ini ada kaitannya dengan Aditya. yang jadi pertanyaan kenapa rere berada di sana.
Ria teringat tentang pesta ulang tahun nya dimana saat itu Aditya menanyakan tentang Rere dan bertanya dalam hati nya apakah mereka berdua dekat dalam arti berpacaran.
Ria mencoba mendekati tapi dirinya terhenti saat menatap Lisna yang berdiri tidak jauh dari ruang ICU dari posisi Rere duduk saat ini. Membuat Ria mengurungkan niat untuk menghampiri Rere.
__ADS_1
Ria hanya menatap dan mengamati dari balik tembok tidak jauh dari sana terlihat petugas yang berdiri di pintu ICU Lisna dan seorang wanita seusia Rere juga seorang anak kecil bersama nya. Ria mencari keberadaan Aries yang tidak terlihat.