
"Hallo Saya Renia nama kamu siapa" Sapa Rere lembut kepada Zayn.
"Zayn Tante" Terlihat tidak suka dengan kedekatan papi dengan wanita lain.
"Ok Senang bisa kenal dengan Zayn" Rere tersenyum dan Aditya menatap ke arah spion dalam mobilnya.
"Sayang... Panggil jangan tante. Mulai malam ini panggil Mama Renia. OK"
"Kenapa... Zayn punya mama kenapa panggil tante mama. Zayn tidak mau Papi"
Rere mencubit pelan lengan Aditya dan melotot membuat Aditya kesal dengan Rere. kenapa harus mencubitnya.
"Panggil tante atau bibi juga boleh, Nak" Rere tersenyum. Zayn terlihat mengabaikan Rere
"Papi... Zayn ingin ketemu mami. kapan papi ajak Zayn bertemu dengan mami" Rengek Zayn membuat Rere tidak enak hati dan merasa iba.
Sebelumnya belum dia pikirkan sampai ke titik ini. Hatinya juga merasa sakit karena dirinya tahu rasanya hidup dengan orang tua tunggal. Aditya memisahkan Zayn dengan ibunya karena ingin menghukum Sisilia juga karena ingin menikahi dirinya.
Tangan Rere digenggam erat dan Aditya hanya diam dengan tangan satu tangan masih menyetir mobil. Zayn melihat keduanya dari belakang. Meski bingung tapi dirinya bisa menerka apa yang terjadi karena usia Zayn 10 tahun mulai mengerti apa yang sedang dia lihat apalagi papinya menyuruh untuk memanggil wanita yang duduk di samping papinya dengan memanggilnya Mama.
Zayn menoleh ke arah luar jendela mobil dengan menempelkan wajahnya di kaca dan Aditya menoleh dan bisa melihat anaknya merasa tidak suka dengan hubungan dirinya dengan Rere.
"Sayang... Maafkan zayn" Ucap Aditya pelan dan Rere yang juga menoleh kearah Zayn kembali menatap Aditya dan menganggukan kepala.
...****************...
Ayu merasa hatinya hancur karena kenyataan hidup yang dia jalani. Kehilangan suaminya meski terjadi konflik sebelum kecelakaan akan tetapi hati Ayu masih mencintai suaminya, kemudian papinya bahkan untuk yang terakhir kali Ayu tidak bisa melihat wajah Aries sebelum di makamkan.
Di tambah kenyataan kakak sambungnya mengambil jalur hukum untuk memenjarakan Maminya karena kesalahan masalalu yang di perbuat oleh Lisna juga keluarganya dan sekarang Putra semata wayangnya harus di pisahkan darinya karena keluarga Hans ingin membesarkan Jimmy di Jerman dan itu menurut Ayu adalah hukuman terberat yang Ayu dapatkan melebihi Andaikan dirinya harus bertanggung jawab atas kecelakaan yang dialami oleh Hans.
"Sayang... Jangan sedih kita lalu ini bersama ya" ucap Riki yang mencium pucuk kepala Ayu
"Ini semua karena saya berselingkuh dengan kamu Riki hidup saya hancur. ini hukuman dari Tuhan. Hans berkhianat harusnya saya jangan ikut melakukan dosa. Kita tidur bersama di Amerika dan lihat apa yang terjadi sekarang. Kita melakukan zina besar dan ini hukuman untuk Saya" Ayu menangis tersedu.
"Jangan bicara seperti itu Ayu. Ini pasti ada hikmahnya. kita mohon ampun kepada Tuhan dan memperbaiki semuanya bersama-sama lalu menebus kesalahan yang pernah kita lakukan tapi jangan membuat kamu patah semangat. Jangan lakukan ini saya mohon sayang"
"Saya cacat sekarang. Papi dan Hans tiada lalu Jimmy juga pergi. Mami tidak ada di samping saya, tidak ada lagi keinginan untuk saya hidup Riki. Pergi dan carilah wanita yang baik di luar sana yang juga sempurna kamu akan bahagia bersamanya. Saya ikhlas"
"Cukup Ayu... Saya sangat mencintai kamu apapun yang terjadi saya tidak akan meninggalkan kamu. Jika kaki kamu tidak dapat berjalan. Saya masih memiliki kaki yang berfungsi dengan baik. Kamu ingin kemana saya akan membawa dan menggendong kamu. kita berjalan bersama kemanapun yang kamu inginkan Sayang... Ingin Shopping, Traveling atau mencari kuliner yang kamu suka. Saya akan selalu bersama kamu dan tidak akan meninggalkan kamu Ayu. itu janji saya"
"Kamu akan lelah nantinya"
"Saya... Mohon dengan perlakuan kamu seperti ini justru membuat saya tidak bahagia. Senyuman kamu cerewetnya dan semangat kamu adalah sumber kebahagian saya. Lalu kamu suruh saya pergi kemana untuk mendapatkan kebahagian saya. sedangkan kamu adalah nafas dan kebahagian untuk saya"
"Rikiiii... Saya takut kamu akan malu memiliki istri wanita cacat seperti saya"
"Untuk apa malu jika kamu adalah hadiah terindah dari Tuhan karena telah mengabulkan doa saya untuk bisa bersama dengan wanita yang saya cintai"
"Terima Kasih Sayang... Saya sangat bersyukur kamu selalu ada untuk saya Riki"
__ADS_1
"Saya mohon jangan ulangi lagi perkataan yang sama dengan apa yang tadi kamu ucapkan kepada saya karena itu sangat menyakitkan hati saya sayang" Ayu hanya menganggukan kepala.
"Besok Pak Aditya Menikah dengan Bu Renia. Kamu tahu sayang saya belajar dari bu Renia. Bahwa apapun yang terjadi dengan orang yang kita cintai maka kita harus selalu ada bersamanya meski pertama kita tidak menerima itu karena wajar itu karena kita syok dan tidak percaya tapi setelahnya berdamai dengan keadaan laku ikhlas menjalaninya"
"Iya kamu benar sayang. Tapi ini sangat mendadak sekali kenapa Kak Aditya mengambil keputusan seperti sangat tergesa bahkan semalam dia tidak sempat bercerita dengan saya. Apa karena dia marah kepada saya karena kesalahan Mami"
"Tidak semalam keadaannya tidak mendukung pak Aditya untuk bercerita sayang. Ya sudah keadaan kamu sudah membaik dan besok kita akan menghadiri pernikahan Pak Aditya dengan Bu Renia lalu kita akan ke makam papi dan mengunjungi mami di penjara untuk meminta ijin menikah setelah masa idah"
Mendengar kata Mami membuat Ayu sedih dan memeluk Riki kembali.
...****************...
Sisillia terlihat sangat frustasi di dalam penjara. Tempatnya di pisahkan dengan Lisna. Sisillia menangis di dalam sel mengingat perkataan Aditya sebelum pulang ke indonesia dan saat bertemu kembali dengannya di bandara.
Aditya terlihat sangat marah dan kecewa dengan dirinya. Sisillia sangat menyesal dengan perbuatannya yang ikut dalam rencana Lisna yang membuat Aditya sangat murka.
"Seharusnya saya menikah dengan Aditya setelah dia menikahi Renia. Tapi sekarang saya yakin dia jangankan menikah bertemu dengan saya juga pasti tidak akan pernah sudi. Ya Tuhan bagaimana ini' Sisillia berteriak dan menangis histeris.
Salah Satu Wanita yang ada dalam sel yang sama merasa terganggu dengan sisillia dan dengan kesal dia menghampiri sisillia dan menarik rambutnya lalu menampar dan memukuli Sisillia.
"Apa yang kamu lakukan Haaa... " Teriak Sisillia sambil menutupi wajahnya untuk melindungi dari tendangan wanita-wanita yang memukulinya itu.
"Sia*an justru kami yang harus bertanya seperti itu. Kamu ini jangan ganggu tidur kami jika kamu salah ya Terima suruh siapa kamu berbuat kriminal. Jika tidak untuk apa kamu dibawa ke tempat ini. Lihat kami juga sama seperti kamu tapi kami bisa tidur dan tidak mengganggu orang lain seperti kamu" jawab wanita itu dengan nada kesal
"Heeeiii... Ini sudah malam jangan ganggu yang lain tidur" Teriak petugas penjara dengan memukul besi sel dengan tongkat miliknya.
"Sayang.... Kamu jahat lihat apa yang mereka lakukan kepada sayaaaa..." Sisillia menangis mengingat Aditya dengan menutup mulutnya karena tidak ingin suara tangisannya mengganggu penghuni sel yang baru saja menyerang dirinya.
...****************...
Aditya mengantarkan Rere ke rumah yang ada di kampungnya karena mereka akan menikah disana. Zayn tertidur di dalam mobil dengan bersandar di kaca begitu juga Rere yang terlihat sangat lelah seharian bekerja. Disini hanya Aditya yang masih membuka mata karena dirinya harus mengendari mobil ke arah kampung halaman orang tua Rere.
Aditya tersenyum melihat Rere yang tidurnya membuka mulut begitu juga Anaknya. Bukan lahir di rahim Rere tapi kebiasaannya kenapa bisa mirip. Aditya menggelengkan kepalanya lalu Ponselnya berdering.
Orang yang di tugaskan oleh Aditya untuk mengirimkan informasi tentang sisillia selama di dalam sel menginformasikan tentang keadaan sisillia yang sudah 2 hati tidak makan dan hanya meringkuk di dalam sel. Lalu kejadian yang barusan terjadi yang mana Sisillia di serang oleh wanita-wanita yang satu sel dengannya.
Perasaan iba dan sedih Aditya rasakan. Walau Rere wanita yang dia cintai tapi Sisillia adalah wanita yang selalu menemani dirinya saat sulit meski itu rencana Lisna yang membawa Sisillia untuk membuat dirinya penuh ketakutan dan depresi akibat mengkonsumsi obat juga tekanan yang diberikan oleh ibu tiri juga keluarganya termasuk Opanya yang juga ikut andil.Tapi Sisillia memiliki tempat khusus di hatinya.
Tanpa terasa air matanya menetes dan Rere yang terbangun melihat kesedihan Aditya. sambil memegangi Ponsel ditangan kirinya sambil mengemudi.
"Mas... Ada apa" Aditya terbangun.
"Sayang kamu sudah bangun"
Rere menganggukan kepala dan bertanya kembali.
"Ini tentang Sisillia"
"Kenapa kamu tanyakan itu Sayang"
__ADS_1
"Saya mendengar percakapan Mas Aditya. Sebenarnya saya sudah terbangun tapi saya masih menutup mata karena ingin mendengarkan dengan jelas semuanya. Mas... Renia tidak masalah jika Pernikahan ini dibatalkan. Jika ada cinta untuk Sisillia meski sebesar biji anggur maka Nikahilah dia dan bertaubatlah dengan kembali ke jalan Allah. Apalagi sekarang kalian memiliki seorang putra dia membutuhkan Mami dan Papinya untuk mendampingi zayn tumbuh besar"
"Cukup sayang. kamu salah paham. Mas akan jelaskan. Jangan marah. Mas Mohon... Renia. Pernikahan kita akan tetap berlanjut. OK"
Rere menggelengkan kepala dan tidak ingin menikah dengan pria yang belum selesai dengan masa lalunya.
"Sayang... Besok kita menikah persiapan sudah mas lakukan jauh hari. Kenapa kamu mempermasalahkan tentang ini. Mas Tidak pernah cinta dan tidak akan menikahi Sisillia sampai kapan pun Renia"
"Kenapa mas menangis tadi dan masih peduli dengan Sisillia jika bukan karena cintai. Mas kenapa menyuruh orang untuk mendampingi Sisillia selama disana. Mas Aditya peduli itu cintai namanya Mas. Jika tidak cinta tidak mungkin melakukan itu semua dan juga tidak akan ada zayn dan kalian tinggal bersama tanpa pernikahan selama di Amerika dan setelah kembali ke jakarta hubungan kalian masih berlanjut sampai hari ini dan saya yakin saat mas bersama Renia mas juga masih tidur dengan Sisillia tanpa sepengetahuan Rere. Kamu Jahat Mas"
"Bisa Pelankan suara kamu Sayang Zayn akan bangun nanti" Keduanya menoleh kearah zayn yang terlihat menutup matanya.
"Dia bisa dengar semua dan berpura-pura tidur seperti kamu tadi dan mendengar perdebatan kita"
Mudah mengatakan menerima segalanya dan ikhlas tapi kenyataannya hati masih merasa marah dan cemburu dengan apa yang dilakukan oleh Aditya. Pria yang selama ini dia tunggu. Rere membuang muka dan Aditya meminta maaf kepada Rere.
"Sayang Mas... Minta maaf. Mas sangat mencintai kamu sayang tapi Sisilia adalah wanita yang menemani mas selama ini meski dia melakukan kesalahan tapi dia yang pernah menguatkan mas saat mas terpuruk dan mendapatkan perlakuan buruk oleh keluarga papi. Sisilia sahabat. kakak dan orang yang penting di hidup mas sama seperti Ayu. Mas akui salah karena mengkhianati kamu tapi mas tidak ingin kehilangan Renia"
"Tapi mas juga tidak ingin kehilangan Sisilia. Dia Obat untuk rasa sakit kamu begitu bukan. Jika itu yang mas pikirkan kenapa tidak menikah dengannya sebelum semuanya dimulai lebih baik Renia akhiri"
"Cukup... " Aditya memukul setir dan suara klakson keluar dari sana dan membuat Zayn terbangun dan menatap kearah depan dan kedua orang dewasa itu terdiam.
Aditya pertama kali masuk ke kampung kedua orang tua Renia. Karena tidak tahu arah jalannya dia bertanya kepada Rere. Dan wanitanya itu mengarahkan dengan wajah kesal.
...****************...
Di kediaman orang tua Rere sudah berkumpul Rian dan Ria juga keluarga besar Rere. Mobil yang dikendarai oleh Aditya juga sudah sampai dihalaman rumah sederhana milik keluarga Rere.
"Ihhh kenapa dibuatkan tenda pernikahan dan ada perayaan bukannya hanya pernikahan dengan penghulu saja mas"
"Ibu ingin kita mengadakan resepsi sayang. Sudahlah ikuti saja membuat ibu bahagia juga adalah tugas kita bukan" Rere tidak menjawab dan dirinya keluar dari dalam mobil dengan membuka pintu mobil untuk Zayn.
"Sayang... Nak ayo keluar nanti Zayn bisa main dengan keponakan tante yang namanya Dion juga Bunga. Hayooo"
Zayn tidak menjawab dan hanya berlaku melewati Rere. Aditya yang sudah keluar dari mobil menatap kearah Rere yang mana wanitanya itu sedang menatap kearah Zayn.
"Rere Sayang... " Aditya memanggik Rere tapi diabaikan. Rere masuk kedalam rumah menuju kamar pribadinya.
Aditya menghampiri putranya yang duduk dihalaman depan kediaman Rere.
"Siapa yang ingin menikah" Tanya Zayn mengedarkan matanya ke pemandangan yang ada disekelilingnya.
"Sayang bersikaplah baik dengan Mama Renia. Dia calon istri papi" Zayn sontak menatap kearah Aditya.
"Sayang Papi sayang dengan kamu dan akan tetap seperti itu selamanya. Karena kamu putra papi tapi Mama Renia sangat penting untuk papi. Maafkan papi yang egois tapi saat Zayn dewasa kamu akan tahu nak"
"Dia bukan Mama Zayn pa..."
"Kemarilah Sayang..."
__ADS_1
Aditya membawa tubuh Zayn kedalam pangkuannya
"Sampai kapanpun Papi kamu adalah saya dan mami kamu adalah Sisilia. Tidak ada yang bisa menggantikan itu tapi memiliki calon Mami dan papi dua itu adalah suatu Anugerah. Tidak semua orang memilikinya. Zayn bukankah memiliki Mami pengganti dipanti Asuhan bahkan lebih dari 1 benarkah" Zayn hanya terdiam