
Rere keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih kepada Dina dan Cindy. Lalu Dina menyerahkan kunci mobil kepada Rere dan melangkahkan kaki untuk masuk ke mobil yang dikendarai oleh Cindy.
Renia melambaikan tanganya kearah mobil dan masuk ke lobby apartemen untuk menuju kearah Lift.
Sementara didalam unit Apartemen Rere sudah berada Aries, Riki dan Ayu yang sedang berbincang dengan Bu Inah membahas masalah lamaran.
Dan sebelumnya Aries juga meminta kepada Putrinya untuk Pulang dan menyelesaikan permasalahan rumah tangganya bersama Hans.
Akan tetapi Ayu menolak dan bertekat untuk bercerai. Ayu merasa sangat kecewa dan marah karena perlakuan kasar Hans dan perselingkuhan yang dilakukan oleh Hans.
Aries tidak dapat berbuat apapun jika sudah keputusan dari Putrinya dan Aries hanya berharap yang terbaik untuk Putrinya.
Flasback
Bu Inah belum mengetahui apapun terkait permasalahan yang menimpa Putrinya karena Ayu benar-benar menjaga ibu Inah dari pemberitaan Televisi dengan mengajaknya mengobrol dan meminta mengajarinya memasak.
Setelah Berita viral mengenai kakaknya beredar di internet dan juga televisi. Ayu keluar dari kamarnya, meski dirinya belum membaik dengan perasaannya.
Akan tetapi Bu inah lebih penting dari permasalahannya terlebih Rere meminta Ayu menyembunyikan pemberitaan tentang Aditya sebelum dirinya menuju Mall untuk menemani Dina. Dan itu dilakukan demi menjaga kondisi ibunya agar tidak syok mendapat kabar ini.
...****************...
Karena itu saat Ibu Inah menyiapkan hidangan didapur. Ayu meminta agar Riki dan Ayahnya jangan membahas terkait masalah yang sedang menimpa Rere juga kakak tirinya itu.
Keduanya mengerti dan tidak ada yang membahas sampai Rere datang. Aries sudah diberitahu Putrinya.
Jika Rere sedang menemui temannya di Mall. Aries mengerti dan tetap menunggu Rere karena ada hal penting yang ingin dibicarakan Aries kepada Rere.
Flasback Selesai
"Rere sepertinya lama ya, Padahal belum pernah terjadi seperti ini, Maafkan Putri Saya Pak Aries jadi menunggu lama" ucap Bu Inah.
"Tidak Masalah Bu Inah" Aries menyahut lalu tersenyum.
"Apa Sebaiknya ditelepon saja Nak Ayu, Perasaan Ibu tidak enak. ibu khuatir terjadi sesuatu dengan Putri ibu" sambung Ibu inah yang membuat ketiganya saling menatap.
"Baiklah Bu, Sebentar Ayu ambil Ponsel terlebih dahulu"
"Ayu sebaiknya saya yang telepon Bu Renia sekarang" Sahut Riki sambil mengangkat Ponselnya menunjukan kearah Ayu dan dibalas anggukan.
Suara Ponsel berdering bersamaan dengan Pintu unit Apartemen yang terbuka. Semua yang berada diruang tamu menoleh kearah pintu dan terlihat Rere nampak lemas dan pucat.
Rere memang menemani Dina di Resto yang ada didalam Mall akan tetapi dia tidak menyentuh sama sekali makannya.
"Nak" ibu inah memanggil dan Rere tampak murung dan tidak bersemangat.
Mata Rere menatap semua orang yang berada didepannya dan menundukan kepala lalu menghembuskan nafas kasar dan menghampiri tamu yang sudah menunggu cukup lama.
Ayu memberitahu kedatangan Ayahnya maka dari itu selain karena permasalahan tentang obat yang dibeberkan oleh Cindy juga alasannya adalah kedatangan Papi dari kekasihnya ini. Sehingga Rere memutuskan untuk pulang saat berada di Mall tadi.
"Nak Renia, Maaf Papi datang untuk bicara dengan Nak Renia apakah diperbolehkan"
"Eeehhh... "Sahut Rere terlihat berpikir.
"Apa Kamu sakit Nak, Kenapa tubuh kamu panas, Sepertinya kamu demam Rere" ibu inah mengecek suhu Rere.
__ADS_1
Karena melihat Putrinya nampak Pucat jadi Ibu Inah menyentuh dahi dan leher juga lengan Putrinya dan apa yang dikatakan oleh Bu inah membuat Aries merasa tidak enak hati begitu juga dengan kedua tamu Renia.
"Tidak Bu Jangan Khuatir Rere hanya lelah saja" Sahut Rere sambil tersenyum dan menoleh kearah Aries kembali.
"Baiklah Pak, Sebaiknya kita bicara diluar saja. Ayu dan Pak Riki boleh ikut. Dion... Jimmy Nak. Boleh jaga Nenek sebentar, Bibi ingin kebawah sebentar" Jelas Rere.
"Nak Kenapa bicara diluar memang ada masalah apa" Tanya Bu Inah dengan tatapan bingung.
"Tenang Bu tidak ada apapun"
"Jika tidak ada hal penting kenapa bicara diluar. Nak. Ibu ini ibu kandung kamu yang melahirkan dan membesarkan kamu. Meski Rere sudah besar dan mandiri bisa cari uang sendiri Tapi tetap saja ibu berhak tahu apa yang sedang terjadi dengan kamu. Ada apa ini sebenarnya. Apa Nak Aditya baik-baik saja di Amerika" Bu Inah menatap Aries juga Ayu lalu Riki secara bergantian.
"Mas Aditya Baik, Bu. Tenanglah"
"Kamu Pasti mengkhawatirkan ibu benarkan Renia tapi ibu baik-baik saja dan katakan apa yang sebenarnya terjadi, katakanlah Nak"
Rere hanya menangis dan semuanya melihat Rere lalu ibunya ikut menangis dan memeluk Rere. Ayu hanya menundukkan kepala dan juga ikut menangis. Aries dan Riki terdiam memahami perasaan Rere.
"Ada apa ini Pak Aries kenapa dengan Putri saya pasti ada sesuatu, Apa itu yang membuat Ayu selalu menghalangi saya untuk melihat televisi dan membuat sibuk dari sore tadi ada sesuatu ya Nak. Ayo katakan Pada ibu. Nak Ayu. Ibu Mohon"
"Tidak ada Bu... Sudahlah tenang Rere baik-baik saja Bu" ucap Rere sambil mengusap air matanya dan menatap ibunya dan mencium pipi dan dahi ibunya agar tenang lalu menatap Aries.
"Maaf Pak Aries sepertinya saya membatalkan Lamaran untuk Minggu ini. Lebih baik saya akhiri hubungan saya dengan Mas Aditya. Setelah Kepulangan Mas Aditya... Renia akan berbicara berdua dengannya" kemudia Rere mengusap air matanya.
"Nak, Jangan Seperti ini Aditya akan hancur Tolonglah Putra Saya. Alasan dia bertahan hidup hanya karena ingin bertemu dengan Nak Renia. Aditya akan sangat terpukul. Saya Mohon Renia. Beri kesempatan kepada Aditya. Apa yang Renia dengar tidak seperti yang terjadi. Aditya tidak pernah mengkhianati kamu nak, Dia selalu mencari dan berharap bisa bertemu kembali dengan Nak Renia. Renia adalah Nafas dan Hidup untuk Putra Papi. Percayalah. Jangan Putuskan hubungan kalian. Papi Mohon" Aries mengatakan dengan suara bergetar dan membuat Bu inah terperangah dengan ucapan keduanya.
"Ada Apa ini" Tanya Bu Inah sekali lagi.
"Bu Inah, Saya akan memberikan apapun kepada Renia juga keluarga Renia asalkan Pernikahan ini tetap berjalan. Tolong Bujuk Renia agar tetap mau menikah dengan Putra saya"
"Pak Aries... Kenapa anda memaksa dan bersikap Egois hanya demi Putra Anda yang telah membohongi keluarga kami juga mengkhianati perasaan saya. Maafkan Saya tapi Saya tidak butuh Uang dan Kekayaan Keluarga Erlangga, Saya hanya ingin menyelamatkan harga diri dan juga perasaan saya jadi Maafkan atas keputusan ini. Saya Mohon" Rere menangis lalu meninggalkan mereka diruang tamu.
"Anak saya Aditya dia sakit setelah kematian Mamanya. Sherly. Dia mengalami Depresi cukup berat dan Trauma yang kapanpun bisa kembali dan dia bisa menyakiti dirinya sendiri" Ucapan yang dikatakan oleh Aries terdengar oleh Rere.
Rere menghentikan langkah untuk masuk ke kamarnya. Ayu melangkahkan kaki untuk mendekati Rere dan meminta untuk sedikit waktu untuk Rere mendengarkan penjelasannya. Rere hanya terdiam dan keduanya masuk kedalam kamar.
...****************...
"Apa yang sebenarnya terjadi Pak Aries" Sekali lagi Bu inah bertanya
Lalu Aries menceritakan sejak awal Aditya dibawa ke Semarang karena perceraian antara Sherly dan juga Rian lalu tentang kematian Sherly akibat bunuh diri dan Trauma yang dialami putranya yang mengakibatkan Depresi berat juga terkadang melukai dirinya sendiri.
Bu Inah kaget dengan apa yang dikatakan oleh Aries dan mengingat apa yang terjadi dengan Aditya saat di apartemen milik putrinya sebelum kepergiannya ke Amerika.
"Ya saya Tahu... Nak Aditya seperti sangat ketakutan dan tubuhnya mengejang" bu Inah menatap Aries.
"itu Benar, dia akan mengalami itu jika trauma akan masalalunya kembali, Saya berharap Renia menolong Putra saya melewati masa sulitnya
"Renia memang harus mendampingi Nak Aditya saya akan membujuk Putri Saya. Saya Tahu Renia sangat mencintai Putra Pak Aries. Tapi kenapa justru membatalkan Lamaran ini padahal selama ini Rere menunggu kedatangan Nak Adit. Apa ada hal lain yang Pak Aries sembunyikan dari saya. Tolong jelaskan kepada saya agar saya menjadi tahu"
"Putra saya melakukan kesalahan di masalalu dan saya harap Renia menerima masalalu Aditya, Hal itu terjadi karena kondisi labil Aditya dan ketergantungan dirinya dengan Psikiater Pribadinya" ucap Aries.
"Maksudnya bagaimana"
"Aditya Putra saya memiliki seorang anak laki-laki dengan Psikiater Pribadinya yang bernama Sisillia"
__ADS_1
"Ap... aaaaaaa" Bu Inah terkejut dan menggeser duduknya untuk sedikit menjauh dari Aries.
"Apa Maksudnya ini Pak. Anda menyuruh Renia menikah dengan Nak Aditya sedangkan dia memiliki Putra dari Wanita Lain" Bu inah kaget dan merasa sakit dibagian dada.
"Bu Tenanglah... Riki ambilkan minum"
Aries memberikan obat yang sering dia minum kepada Bu Inah dan memberikan minum setelah Riki menyerahkan gelas berisi air.
Setelah beberapa menit kemudian keadaan Bu Inah membaik dan Bu Inah juga merasa dirinya harus kuat karena ingin mendampingi Putrinya yang sekarang sedang membutuhkan dukungannya.
"Karena ini Putri Saya ingin membatalkan Lamarannya, Pak Aries Putri Saya butuh waktu tolong hargai keputusan Renia jika memang Allah menakdirkan anak-anak kita berjodoh sesulit apapun jalannya mereka pasti akan menemukan jalan untuk tetap bersama dan sampai akhirnya menikah"
Aries mengerti dan setuju dengan apa yang disampaikan oleh Bu Inah dan Aries juga meminta maaf bukan ingin menutupi semuanya akan tetapi semua baru mengetahui mengenai Keberadaan Putra Aditya baru di bulan ini setelah bertemu dengan Rere.
...****************...
Sementara Rere dan Ayu keduanya bebicara mengenai Putra dari Kakak tirinya yang baru diketahui olehnya setelah bertemu dengan Rere dan Aditya juga masih menunggu hasil test DNA.
Ayu masih berharap itu adalah kesalahan dan Putra Sisilia bukanlah keponakan dirinya atau bagian dari keluarga Erlangga. Rere hanya diam dan mencerna apa yang dikatakan oleh Ayu.
"Terlepas dari Anak Mas Aditya atau bukan tapi Faktanya Mas Aditya melakukan test DNA yang artinya dia benar melakukan perbuatan zina dengan wanita lain" Rere kemudian menangis.
"Dia tidak akan melakukan test DNA Jika dia yakin tidak pernah melakukan perbuatan itu dengan wanita manapun. Saya tahu Ayu. Mas Aditya bebas menjalankan apa yang ingin dia lakukan diluar sana apalagi kami belum menikah dan itu adalah Masalalu Mas Aditya dan semua orang punya masalalu saya juga mengerti dan paham akan hal itu tapi cara Mas Aditya membohongi dan juga menutupi semuanya kepada saya itu yang menyakitkan padahal saya pernah meminta Mas Aditya untuk membuka semua halaman masa lalunya tapi dia berbohong, itu sangat menyakitkan Ayu"
Ayu memeluk Rere dan mengerti atas apa yang diinginkan hati dan pikiran Rere dan Ayu sekali lagi meminta maaf dan Ayu akan mendukung apapun yang akan dilakukan Rere setelah kenyataan ini terbuka dengan jelas.
...****************...
Sementara Geri belum juga kembali membaik hatinya setelah apa yang terjadi dengan hubungan antara dirinya juga Rere saat dirumah sakit.
Geri hanya keluar untuk bekerja. Makan Pagi dan Malam juga geri tidak dirumah. Bekerja juga Geri terlihat tidak bersemangat.
Bengkel yang dimiliki juga tidak pernah dikunjungi terakhir saat Mobil Rere rusak dan Geri membawa ke Apartemen setelah diperbaiki oleh montir yang dimiliki Geri.
Geri merasa hidupnya tidak lagi berwarna setelah Rere lebih memilih Aditya daripada dirinya. Ibu dan Ayahnya merasa sedih dengan apa yang terjadi dengan Putranya dan malam ini menunggu putranyan pulang yang memang setelah pulang dari rumah sakit. Geri pulang malam dan tubuhnya bau alkohol.
Suara Mobil masuk kedalam halaman rumah Geri segera ibu sri dan Pak yanto menghampiri Geri. untuk melihat keadaan putranya. Apalagi setelah melihat pemberitaan tentang Keluarga Erlangga yang ibunya tahu jika Putra dari keluarga Erlangga pernah berseteru dengan putranya. Dan Pria itu ternyata memuliki Putra dengan wanita yang pernah datang kerumah mereka.
"Pak Apa Putra Kita Tahu... "
"Tidak Tahu Bu dan sebaiknya jangan beritahukan Geri, Bapak takut Geri bakal tambah terpuruk dengan keadaan yang dialami Rere karena Putra kita sangat mencintai wanita itu dan Bapak takutnya Geri akan membatalkan Lamarannya untuk Cantika jika tahu Berita ini, Nanti yang ada Nak Cantika merasa dipermainkan hatinya"
"Sudahlah Pak kita beritahu saja. Jika nanti Geri tahu bukan dari kita dia akan marah ibu takutnya seperti itu"
"Bapak Pikir tidak akan terjadi seperti itu"
"Baiklah Pak. Ya sudah sebaiknya kita diam Putra kita kemari"
"Ibu dan Ayah kenapa ada diluar. Ayo kita masuk" ucap Geri
"Nak Kamu Minum lagi"
"Sedikit Bu Tapi Geri masih sadar ko. Tenanglah"
Mereka bertiga masuk kedalam rumah dan televisi masih menyala dan menyiarkan berita malam kebetulan pembahasan tentang Skandal yang dilakukan oleh Aditya.
__ADS_1
Geri terhenti saat mendengar Pembawa Berita mengatakan
"Aditya Putra Erlangga kedapatan bersama dengan seorang anak disekitar Bandara di jakarta dan juga Bandara yang ada di New York dan disampingnya seorang wanita yang mengenakan kursi roda dan dua pengawal juga dua wanita yang diyakini sebagai pengasuh dari anaknya. Bukan hanya itu saja Aditya juga menggendong wanita yang mengenakan kursi roda itu kedalam sebuah Mansion mewah di New York. Siapakah wanita dan juga Anak tersebut. Simak Berita Selengkapnya"