Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 43 Memeluk


__ADS_3

Rere duduk di kursi tunggu rawat inap VVIP untuk menunggu dion datang dari cafe dan mengajak nya pulang, hati nya sakit dengan apa yang geri lakukan kepada nya sorot mata kecewa geri nampak menusuk hati.


Rere menangis tidak mampu membendung kepedihan atas apa yang geri lakukan, air mata mengalir dengan deras nya beberapa kali di hapus dengan tangan tetap tidak juga berhenti.


"Bibi... " Dion berlari melihat adik ibu nya duduk di kursi tunggu rawat inap.


Rere menghapus air mata nya dan menoleh ke arah Dion lalu tersenyum. Rere merentangkan tangan nya agar dapat memeluk keponakan nya itu.


Orang tua geri saling pandang karena merasa heran kenapa Rere duduk di luar dan nampak dari mata nya Rere menangis. Cantika menghampiri Rere dan menyentuh lengan Rere yang sedang menggendong keponakan nya itu.


"Rere apa yang terjadi" tanya Cantika di balas gelengan Rere.


"ibu dan bapak, Rere ijin pulang. InsyaAllah Rere datang lagi untuk membesuk geri" Rere meminta ijin kepada orang tua Geri dengan tersenyum.


"Baiklah nak hati-hati di jalan" sahut ayah geri.


Setelah memcium punggung tangan orang tua geri dan berpamitan dengan Cantika, dengan menggendong keponakan nya rere melangkakkan kaki pulang menuju parkir mobil yang ada di rumah sakit itu.


Dari Ruang rawat inap VVIP Geri diam merenungi kesalahan nya yang telah kasar kepada wanita yang amat dia cintai. Aditya cemburu dan memukuli dirinya bukan rere tapi yang dia lakukan adalah menyakiti Rere dengan perkataan dan tindakan saat hati nya merasa cemburu.


Geri bangkit dari tempat tidur nya lalu melepaskan selang infus yang menempel di punggung tangan di saat orang tua dan Cantika memasuki ruangan nya.


"Geri... Nak apa yang kamu lakukan" bu Sri berteriak.


"Geri kamu mau kemana" sahut Cantika.


"Nak... " Ayah nya mencegah geri dengan menahan lengan kiri putra nya tapi di tepis.


Geri keluar ruangan dengan sedikit berlari meski tubuh nya merasa sakit tapi menurut nya hati nya jauh lebih sakit melihat Rere menatap nya sebelum pergi, Geri tidak akan memaafkan diri nya sendiri jika Rere menangis atau bersedih.


"Rere...Sayang"

__ADS_1


Geri memberanikan diri menyebut sahabat nya dengan kata sayang dan Rere yang sedang membuka pintu mobil untuk keponakan nya mendengar panggilan namanya dengan suara yang dia kenal. Geri memeluk saat Rere menoleh ke arah nya.


"Maafkan gw... ya sayang"


Geri memeluk Rere hati nya sangat tenang saat memeluk pujaan nya yang selama ini dia jaga dan cintai. Rere yang kaget sontak melepas pelukan geri tapi pelukan itu sangat erat jadi sulit untuk di lepaskan.


"Geri lepaskan pasti banyak yang melihat kita" ucap Rere.


"gw ga peduli, mulai detik ini gw akan perjuangin lu meski jalan nya sulit gw lalui" sahut geri dengan memejamkan mata merasakan pelukan yang sedari dulu dia nantikan.


"Geri jangan seperti ini, lu masih sakit kembali ke kamar lu, gw juga ga enak di lihatin banyak orang. nanti banyak orang salah paham tentang kita"


Geri merenggangkan pelukan nya bukan untuk melepaskan pelukannya tapi untuk menatap pujaan nya itu. mata nya di tatap dengan lekat ada sisa air mata di sana terlihat sembab, jelas Rere sedih dan menangis dan geri merasa itu salah nya.


"kita nikah supaya tidak ada lagi yang fitnah dan salah pahami lagi tentang hubungan lu dan gw" Tangan geri mengusap mata yang terlihat basah dan Rere menunduk.


Hati nya bimbang dia tidak bisa memutuskan karena memang situasi nya sulit dia tidak bisa menerima karena hati nya hanya menganggap Geri sahabat tapi dia juga tidak bisa menolak karena selain tidak ingin melukai sahabat nya itu dia juga sebenarnya sangat nyaman dengan Geri.


Saat Geri berteriak dan melemparkan gelas yang ada di nakas tepat di depan Rere, sebenarnya hati nya sangat sakit dia takut geri membenci dan menjauhi dirinya.Rere masih diam tatapan Geri terlihat hangat penuh cinta.


Rere memeluk Geri dan begitu sebaliknya. Rere menangis karena hati nya merasa sulit, Bagaimana Jika dia menolak Geri, pasti sahabat nya akan sangat terluka tapi jika dia menerima maka Aditya akan bertambah terpukul dan sedih karena kehilangan dirinya.


Rere memeluk geri bukan karena lamaran atau ungkapan sayang geri kepadanya. Rere memeluk karena merasa lelah dan butuh sandaran hanya untuk mengungkapkan kesedihan dan kebimbangan hati nya.


Posisi nya sangat sulit desakan ibu nya untuk menikah karena usia nya pun sudah memasuki 32 tahun, setelah dia ingin memutuskan menikah setelah Arsyila lulus Sekolah Tingkat Atas di mana Rere beranggapan Arsyila ada lah tanggung jawab nya.


Saat Rere ingin melangkah untuk memutuskan memilih kekasih masa lalu nya sebagai pilihan yang melamar Rere untuk menikah dengan dia sebelum kejadian pemukulan itu.


Tapi Sekarang sahabat nya datang untuk memperjuangkan perasaaan dirinya kepada Rere dan meminta Rere menikah dengan nya sedangkan Rere tahu tatapan Ibu Sri sebagai orang tua Geri terlihat tidak menyukainya.


...****************...

__ADS_1


Aditya meringkuk di ruang isolasi dirinya merasakan rindu kepada Mama Sherly dan juga Renia, Dua wanita yang amat di cintai. tatapan nya kosong terlihat wajah nya yang sangat pucat dan terlihat lelah kelopak matanya menghitam.


Makanan yang ada di Lantai ruangan itu sama sekali tidak tersentuh. Dua hari diri nya tidak makan, meski petugas memaksanya akan tetapi setiap petugas mengganti makanan baru terlihat makanan lama belum tersentuh dan posisi aditya tidak berubah sama seperti sebelum nya, meringkuk dengan bersandar pada dinding yang ada di ruangan itu.


"Mama... kenapa Mama tinggalin Aditya di sini Adit sendiri ma. Kenapa dulu tidak membawa Adit bersama mama" gumam nya dengan air mata yang menetes


Terdengar pintu ruangan terbuka dan di sana berdiri seorang wanita menatap Aditya dengan tatapan sendu dan hati nya bergemuruh dan yang di tatapan hanya diam tidak menoleh sedikitpun kepada wanita itu.


"Aditya anakku... " Aditya menoleh lalu tersenyum kepada nya.


"Mama... " Aditya meneteskan air mata.


"Mama... " Aditya mencoba berdiri ingin memeluk Mama Sherly.


Tapi tubuh nya sangat lemas dan akhirnya aditya tersungkur, wajah nya mendongak dan tangan mencoba menggapai uluran tangan Sherly.


Sherly melangkah dan memeluk putra nya lalu menangis meminta maaf dengan apa yang terjadi pada putra nya. kesalahan diri nya yang membuat putra nya seperti ini, dengan diri nya pergi meninggalkan Aditya membuat trauma begitu dalam untuk putra nya sehingga mengalami kehidupan yang menyakitkan.


Aditya tersenyum dan menyentuh pipi cantik ibu yang melahirkan nya lalu menangis. Sherly membelai rambut Putra nya dan menghapus air mata yang menetes di pipi putra kesayangan nya.


"Bawa aditya ikut bersama mama" air mata itu terus menetes.


"Adit Capek ma..." Terdengar isak tangis Sherly.


"Putra ku maafkan Mama yang telah memberikan kehidupan pahit untukmu sayang" Sherly menyentuh dada putra nya.


"Maafkan lah Papa mu dan juga Mama. ikhlaskan kepergian mama maka hati Adit akan tenang nak" Sherly meneteskan air mata tepat di pipi Aditya.


"Papa dan Mama sudah mendapatkan hukuman atas apa yang kami perbuat dulu terlalu banyak orang yang kami sakiti bahkan putra kami yang menanggung luka kesalahan ini" Sherly terhenti.


"Walaupun Papi mu bersalah tapi tetap dia orang tua mu, darah nya mengalir di tubuhmu nak, Maafkan lah dia dan berdamailah dengan hidup dan takdirmu ini belum terlambat putraku" tambah Sherly.

__ADS_1


Perlahan Aditya menutup matanya dan bulir-bulir air mata menetes di sudut mata lalu mengalir ke pipi. Aditya merasa damai yang belum pernah dia rasakan hati nya merasa tenang.


Terdengar Petugas berteriak lalu keluar dari ruangan isolasi di mana aditya berada, Tolong cepat telpon ambulan tahanan yang ada di ruangan isolasi kondisi nya lemah dan tidak sadarkan diri.


__ADS_2