
Di luar Wisnu menceritakan keadaan putra dari Aditya yang malam ini dirawat di ruang ICU dan Lisna yang ingin menjenguk tapi tidak bisa karena sesuai perjanjian dirinya dilarang mendekati keluarga aditya jika dilakukan maka dirinya harus siap untuk di proses kembali ke jalur hukum.
Lisna hanya bisa bersedih hati mendapati kenyataan kehancuran keluarga yang dia telah pertahankan dengan susah payah dan adanya rasa bersalah karena menyakiti putra sambungnya hanya karena rasa cemburu kepada Sherly dan sekarang pada akhirnya dia tetap di talak dan kehilangan suaminya. Lisna menangis mengingat semuanya dan rasa menyesal yang tersisa di hatinya.
Lisna beranjak dari duduknya dan menatap kearah ruangan putrinya dirawat dan Ria menenangkan hati istri dari mantan kekasihnya dan menceritakan apa yang telah terjadi selama dirinya di penjara dari kenyataan bahwa putrinya mengalami cacat akibat syaraf kakinya rusak akibat cidera akibat kecelakaan sampai Aditya yang sudah menikahi Rere dan penyakit yang diderita Rere kepada Lisna.
Dengan langkah gontai dirinya melangkah kearah ICU dan menatap keluarga putra sambungnya yang sedang menunggu zayn. Lisna menatap Putra sambungnya yang sedang memeluk istrinya yang tertidur dalam dekapannya dan Aditya yang tampak sedang berpikir keras tentang hidupnya. Lisna dapat melihat tatapan putranya kosong dan pasti sedang memikirkan keadaan istri dan anaknya yang sedang sakit kritis dan ayu yang mengalami cacat pada kakinya.
Lisna menangis dan meninggalkan tempat itu meski Ria berada disana dengan menepuk bahu Lisna agar tetap tenang dengan situasi yang dialaminya saat ini tapi Ria mengabaikan dan pergi meninggalkan rumah sakit.
Asep yang menunggu Nyonya besarnya yang telah keluar dari penjara hanya bisa diam saat Lisna meminta untuk pulang ke Mansion dan sepanjang jalan Lisna hanya bisa menangis dan terus mengucapkan maaf kepada Aries dan Aditya.
Tatapan Benci dan Kecewa Aries membayangi matanya dan Putrinya juga menunjukan hal yang sama seperti Aries yang terlihat jelas saat tadi berdebat dengan dirinya. Lisna menjerit histeris dan menyebut nama Aries.
"Maafkan saya Mas Aries... Padahal kamu telah memilih saya dari pada Sherly dan meninggalkan dirinya dengan Putranya yang masih dalam kandungan dan saat kamu bertemu dnegannya kembali kamu tetap memilih saya meski kalian berselingkuh di belakang saya. Seharusnya saya memaafkan kalian tapi saya justru melakukan kesalahan yang lebih besar dari pada perselingkuhan mas Aries. saya penyebab kematian Sherly dan karena kejujuran saya mas Aries pun tiada. Harusnya saya mendengarkan Aditya saat anak kamu mencegah saya untuk berkata jujur. Sekarang saya kehilangan kalian semua. Mas Aries"
Lisna berbicara sendiri di dalam mobil dan sesekali Asep menatap Lisna dari Spion dalam mobil dan melihat majikannya itu menatap ke arah luar jendela dengan tatapan kosong dan sesekali bicara sendiri dan kemudian menangis. Asep melihat Lisna sangat sedih yang amat dalam tapi tidak bisa mengatakan apapun karena takut jika menguatkan hatinya justru nanti salah atau tersinggung dengan ucapannya.
Tanpa terasa dia telah sampai di Mansion milik Aries dan segera Asep keluar dan membukakan pintu rumah dan terlihat kenangan dirinya bersama Aries dengan anak menantu dan cucunya. Tawa Ayu yang ceria dan Hans menantunya yang nampak hangat dan sangat mencintai putrinya tergambar jelas sebelum keributan yang terjadi.
Lisna berteriak kencang membuat Pekerja yang ada disana merasa takut dan mengintip dari balik dinding yang menghubungkan kearah dapur. Lisna menangis merasa menyesal dan berharap ayu dan Hans tidak pernah kembali ke jakarta.
"Seharusnya kalian tetap di Jerman Nak supaya kalian tidak merasakan kehancuran rumah tangga seperti Mami dan Papi. Ayu Hans... Maafkan Mami dan sekarang Jimmy pergi bersama keluarga Alexander ke Jerman meninggalkan putri saya yang malang. Ayu maafkan Mami Nak ini semua karena Mami bagaimana cara Mami menebus kesalahan Mami kepada kalian juga kepada Aditya, Nak. maafkan Mami yang menghancurkan hidup kamu. Mami berdoa semoga kamu bahagia dengan wanita yang kamu pilih. Mami akan merestui kalian berdua dan Mami akan menyerahkan apa yang menjadi hal kamu Nak"
Lisna terus saja berbicara yang terlihat tidak jelas saat pelayan rumahnya menguping dari balik dinding. Kemudian setelah lelah menangis Lisna dengan langkah gontai dan tatapan kosongnya dia melangkah kearah lift dan menuju ke kamar pribadinya.
Saat lift menunjukan angka 2 Lisna menangis kembali karena di lantai itu kamar pribadi Ayu dan menantunya berada dan Lisna merasa sangat menyesal karena dirinya menganggap apa yang terjadi karena kesalahan dirinya yang menghasut Hans untuk menjemput Ayu yang saat itu bersama dengan Riki.
Tanpa terasa dirinya sampai di lantai dimana kamar pribadinya berada dan saat pintu lift terbuka dia melangkah keluar lift dan menuju ke arah kamar dan saat membuka pintu kamar aroma suaminya masih bisa dia cium dan disana ada photo dirinya saat menikah dengan Aries dan ranjang yang dia tempati bersama suaminya.
Lisna sering memaksa Aries untuk melakukan hubungan suami istri tapi dengan alasan lelah dan pusing Aries selalu menghindari lisna untuk mendapatkan haknya sebagai istri. Lisna memeluk bantal yang sering digunakan oleh suaminya untuk tidur dan saat dia cium aroma dari rambut suaminya masih dapat dia rasakan.
Lisna menangis kembali dan memeluk bantalnya.
"Mas apa saya salah jika melakukan semuanya kepada kekasih dan putra kamu. Harusnya kamu ingat apa yang kamu lakukan kepada saya. Kamu tidak pernah menyentuh saya jika tidak dalam keadaan terpaksa saya harus mencampurkan obat perang*ang terlebih dahulu, baru kamu menyentuh tubuh saya jika tidak kamu akan mengabaikan saya mas. Apa saya sangat menji*ikan dan tidak berarti bagi kamu. Bahkan Putra kamu walaupun dia mencintai Renia tapi dia bisa menyentuh wanita lain yang justru lebih tua dari dirinya dan mereka bisa hidup berdua tanpa cinta tapi kenapa kamu tidak bisa melakukan itu kepada saya. Sisilia mengatakan bahwa Aditya dalam keadaan sadar juga bisa menidurinya tapi kamu dalam pengaruh ob*t juga tetap menyebut nama Sherly ini tidak adil untuk saya mas"
Lisna kembali menangis dan kali ini meringkuk diatas ranjanhnya dan tertidur. Sedangkan Pelayan yang mengintip hanya bisa menatap lift yang dalam keadaan tertutup dan mereka kembali keruangan kamar mereka masing-masing karena sudah larut malam. Mereka tidak berani naik keruangan Lisna hanya sekedar menanyakan keadaan nyonya rumahnya itu.
...****************...
Langit cerah menghiasi jakarta dan cahayanya menembus kamar Bryan dan Sisilia yang tertidur dalam keadaan berpelukan.
Bryan merentangkan tangannya lalu menatap Sisilia yang masih tertidur dan membangunkan wanita yang sedang memeluk tubuhnya.
"Sayang ayo bagun hari ini kita akan mengurus pernikahan kita" Ucap Bryan sambil menciumi tanpa henti sampai Sisilia terbangun dan menatap Bryan.
Prianya itu tersenyum dan mengusap anak rambut yang menutupi wajah Sisilia sedangkan wanitanya hanya menatap nanar kearah pria yang tidur dengannya. Ntah dirinya harus bahagia atau bersedih mendengar apa yang dikatakan Bryan kepada dirinya.
__ADS_1
Tapi yang pasti dirinya harus bangun dan mengikuti kata Bryan meski berharap Aditya menghentikan keinginan Bryan untuk menikahinya.
Saat Bryan mengajak dirinya mandi bersama Sisilia menolak dan menyuruh mandi terlebih dahulu dan Sisilia akan mandi setelahnya karena harus menyiapkan pakaian yang akan dikenakan dirinya saat akad nikah nanti.
Bryan setuju saja apa yang dikatakan oleh Sisilia dan saat Bryan masuk kedalam kamar mandi Sisilia mengambil ponsel yang ada di atas nakas dan segera menghubungi Aditya.
...****************...
Ponsel Aditya berdering saat dirinya masih tertidur bersama dengan istrinya di apartemen mewah miliknya yang tidak jauh dari rumah sakit dimana putranya dirawat.
Flasback
Semalam melihat Rere yang tertidur didalam pelukannya membuat Aditya tidak tega dan dirinya menitipkan Zayn kepada Ali dan Arsyila yang juga menemani kakaknya untuk menunggu zayn yang sedang dirawat.
Aditya meminta mereka berdua untuk menghubungi dirinya jika terjadi sesuatu dengan zayn setelahnya Aditya menggendong Rere yang masih menutup matanya karena lelah dan juga keadaan istrinya yang masih sakit, Rere tidak merasakan apapun saat suaminya menggendong dirinya untuk meninggalkan rumah sakit menuju ke apartemen.
Sebenarnya Arsyila juga diajak akan tetapi menolak karena memilih bersama kakaknya Ali. Aditya tidak memaksa justru dirinya mengucapkan Terima kasih karena kedua saudara iparnya membantu menjaga putranya dirumah sakit.
"Tidak masalah bawa Rere pulang, dia sedang sakit jangan tidur dirumah sakit biar kami berdua saja yang menjaga anak kamu nanti Arsyila bisa tidur dikursi tunggu ya kan dek" Arsyila tersenyum dan mengangguk.
"Sekali lagi Terima kasih Mas Ali dan Arsyila jika begitu kami undur diri" Sambil menggendong Rere Aditya berpamitan dan membawa istrinya pergi.
...****************...
Suara Adzan membangunkan Renia dan saat matanya terbuka ternyata dirinya sudah berada didalam kamar mewah yang tadi siang dirinya dan suami menghabiskan waktu untuk honeymoon.
Aditya mendengar omelan istrinya hanya tersenyum dan menarik pelan lengan istrinya.
"Sayang Mas Ali dan Arsyila ada disana besok pagi kita lihat keadaan zayn ya" Aditya memeluk kembali istrinya tapi ditepis.
"Tidur... dari mana ini sudah pagi mas. Ayo bangun kita sholat subuh terus ke rumah sakit. Anak sakit malah tidur nyenyak"
"Heeemmm... " Sahut Aditya yang mengikuti perintah istrinya dan mereka berdua mandi bersama dan setelahnya sholat subuh berjamaah dimana Aditya sebagai imam sholat.
Rere mencium punggung tangan suaminya dan dahi Rere di kecup oleh Aditya dan setelahhya mereka tersenyum kembali. Rere mencium pipi dan memeluk suaminya.
"Mas Renia bahagia menikah dengan Mas Aditya... Mas Bahagia tidak menikah dengan Renia"
"Tentu saja sayang mas sangat bahagia ini mimpi terindah mas yang menjadi kenyataan. Sayang Pagi- pagi di kasih yang hangat enak kali ya"
"Mas memang ingin makan apa biar Renia siapkan sebelum kita kerumah sakit"
Aditya mencubit pipi gembul istrinya dan mengigitnya karena gemas. Istrinya ini sangat polos meski usianya 32 tahun.
"Ihhh... Mas sakit apasih nakal baget main gigit pipi Renia saja"
"Abis Sayang gemesin masa ga tahu maksud mas"
__ADS_1
"emang kenapa"
"Mas itu mau yang hangat di pagi hari bukan makanan tapi ini"
Aditya langsung menggendong istrinya dan membawanya ke ranjang dan melakukan pemanasan pagi sebelum menu utama"
"Mas kenapa seperti ini lagi kan semalam sebelum kita ke rumah sakit kita sudah melakukan ini, Mas Bener-bener mes*m deh" Rere memukul lengan suaminya dengan pelan.
"Habis kamu enak sayang"
Aditya tersenyum dan mulai melakukan kegiatan intinya dan Rere mencekram tangan Aditya dengan kencang karena merasakan sakit akibat apa yang dilakukan suaminya.
Setelah selesai bercinta keduanya terlelap kembali dengan berpelukan
Flashback selesai
Drrrrttt.... Drrrtttt...
"Heeemmm... Hallo"
Aditya mengangkat panggilan telepon dari Sisilia tanpa melihat layar ponselnya dan Sisilia meneteskan air mata sambil menutup mulutnya sendiri setelah mendengar suara pria yang amat di cintainya itu.
"Sayang... Siapa yang telepon"
Terdengar suara manja Rere di dekat ponsel milik Aditya yang sudah tentu terdengar oleh wanita yang ada disebrang telepon.
"Apa itu dari rumah sakit Arsyila atau kang Ali"
'Heeemmm..."
Aditya hanya berdeham karena memang dirinya masih mengantuk tapi Aditya justru mencium Rere dan menggodanya mengabaikan panggilan telepon Sisilia.
"Iiihhh... Mas itu telepon masih nyala dari siapa emangnya"
"Ntahlah sayang dia tidak menjawab. Kemarilah cintaku sayangku" Aditya menarik tubuh Rere untuk masuk kedalam pelukannya.
"Hallo ada apa. Apa zayn sudah sadar" Tanya Aditya masih belum tahu siapa yang menelponnya.
"Zayn kenapa Aditya... Apa yang terjadi dengan anak saya. Sadar maksud kamu apa" Tanya Sisilia berteriak tidak dapat menahan rasa cemas Dan kesalnya.
Aditya menatap ponselnya dan nama Sisilia ada disana Aditya menoleh kearah istrinya yang masih memeluk tubuhnya dengan menelungkup wajahnya di dada bidang suaminya lalu mendongakkan kepala sambil menatap tanya kepada suaminya.
Aditya berdiri dan memberi kode tangan untuk Rere tetap berada ditempatnya dan dirinya keluar dari ruangan kamar lalu menuju ke balkon dan mengunci dari luar
"Kenapa kamu menelepon saya lagi Sisilia. Apa kamu kurang jelas dengan perjanjian yang kita buat itu haaaa... Jangan ganggu hidup saya dan keluarga saya lagi. Pergilah bersama Bryan dan lanjutkan hidup kamu bersama dengan dia, Mengerti!!!"
"Apa yang kamu katakan kamu lupa kamu berjanji akan menilahi saya setelah kamu resmi menikah dengan Renia dan sekarang kamu ingin mengingkari janji kamu dan menyuruh Bryan menikahi saya dan satu hal lagi kamu menyembunyikan keadaan putra saya. Apa yang terjadi dengannya kenapa kamu bilang Zayn sadar. Apa yang terjadi dengan putra saya Aditya. Jangan halangi saya bertemu dengan putra kandung saya dan jangan kamu berusaha mendekatkan Zayn dengan Renia. Kamu pembohongan. Kamu jahat. Kamu lupa siapa yang menemani kamu selama ini"
__ADS_1
"Saya tidak pernah lupa tapi kamu menemani saya karena kamu dibayar oleh Lisna untuk membuat saya Depresi dengan obat sia*an itu dan perlahan menghancurkan saya"