
Renia yang tertidur dalam pelukan suaminya yang sejak semalam tidak meninggalkan dirinya karen panik.
Rere menatap Aditya yang terlihat lelah karena harus begadang untuk mengawasi istrinya yang tidak bersedia di rawat di rumah sakit. Terpaksa Aditya menghubungi Dokter kepala rumah sakit miliknya dan meminta tolong untuk menghubungi Dokter yang sebelumnya menangani Rere.
Karena Pengaruh Dokter Willy maka Dokter yang menangani Rere datang ke apartment dan terpaksa memeriksa pukul 2 dining hari. Rafli dan Ali juga ikut menjaga Rere sampai pukul 4 dini hari dan Tya tidur bersama kedua anak kecilnya.
Aditya sendiri baru bisa tidur pukul 5 subuh setelah menunaikan sholat subuh dengan sebelumnya dirinya menunaikan sholat tahajut meminta kesembuhan istrinya. Tidak bisa di pungkiri Aditya sangat ketakutan karena Rere mengeluarkan darah cukup banyak.
Dan Pagi ini Rere diminta melakukan pemeriksaan dan kemoterapi akan di jadwalkan segera oleh Dokter yang menangani sakitnya Rere. Aditya tentu setuju dengan keinginan Dokter kepala dan akan mendampingi istrinya sampai sembuh bahkan bertekat akan membawa keluar never jika Rere menginginkannya.
...****************...
Rere menatap suaminya dengan lekat dipandangi wajah yang terlihat sedih dan lelah tanpa terasa Rere menangis tersedu dan mencium kening suaminya pelan membuat yang di cium bangun dan saat menatap mata Rere yang sendu suaminya mengusap pipi pelan dan bertanya apa yang terjadi dan Rere hanya menggelengkan kepala lalu memeluk suaminya dengan penuh cinta.
"Mas, Jika Renia meninggal nanti, Mas Aditya harus mencari wanita yang lebih baik yang bisa menerima masa lalu dan yang bisa menyayangi mas Aditya dengan sepenuh hati, Renia mendoakan semoga mas di pertemukan dengan Wanita sholehah yang membawa mas Aditya ke jalan Allah dan mengembalikan mas Aditya seperti dulu. Pria baik hati dan lembut. Maafkan Renia yang tidak bisa mengerti mas Aditya, yang selalu menuntut Mas. Sebenarnya Jika Sisilia sedikit bersabar mungkin cinta kalian bisa bersama dan Sebelumnya Saya berharap Sisilia memperbaiki diri dan menunggu mas Aditya menjadi duda tapi sayang dia memilih menikah dengan Pria lain. Mas mungkin ini yang terbaik. Jika tidak bersama dengan Sisilia, Renia yakin mas akan menemukan pengganti yang lebih baik lagi dari kami berdua"Ucap Renia dengan air mata yang mengalir.
"Sayang Demi Mas, Tolong jangan mengatakan hal yang menyakitkan seperti ini, lebih baik sayang tembak mas agar tidak menerima ucapan mentakitkan dari kamu seperti ini sayang. Ucapan kamu ini lebih tajam dari peluru yang mas gunakan untuk menembak diri mas waktu itu. Berjanjilah sayang akan bertahan dan berjuang untuk tetap hidup ini demi Mas sayang"
...****************...
Malam tahun baru yang terlewatkan atau sengaja di lewatkan begitu saja oleh keluarga Erlangga dan keluarga Renia.Bahkan Rafli yang berniat ingin mengajak Tya dan kedua anak kecilnya mengurungkan niat.
Meski suara petasan dan gemuruh tahun baru tidak dihiraukan oleh mereka justru sebelum Rere kondisinya drop mereka sengaja menonton siaran ulang pertandingan sepak bola untuk mengulur waktu sampai pergantian tahun terlewati.
Mereka ingin melakukan barbeque dan sekedar kumpul keluarga dengan Rere dan Tya yang memasak sedangkan Arsyila senagaja tidur lebih awal karena dirinya tidak ada kegiatan dan sengaja ingin melewatkan pergantian tahun dengan tidur karena dirinya lelah menunggu zayn di rumah sakit dan dirinya juga sedang sedih karena kekasihnya tidak ada angin dan tidak ada hujan sengaja memutuskan hubungan dengan dirinya dengan alasan waktu mereka yang kini semakin sulit bertemu.
Padahal Arsyila sudah menjelaskan bahwa dirinya sedang merawat keponakan sambungnya yang sedang sakit dan juga akan mengurus kakak perempuan nya yang sedang sakit leukimia dan dirinya ingin mendampingi karena dirinya ingin mengabdi sebagai saudara yang telah di urus dari kecil oleh kakaknya sampai belum menikah dan menjadi perawan tua hanya untuk mengurus dirinya. Dan untung ada kakak iparnya yang bernama Aditya yang menikahi kakaknya di usia 32 tahun yang di kenal Perawan Tua.
Arsyila ingin membalas jasa kakaknya itu, meski sudah di jelaskan juga bahwa Arsyila akan pulang serial bulan 2 kali bahkan toko bakery and cake miliknya juga dia tinggalkan dan sekarang di urus oleh kakak iparnya yang adalah istri dari Abbas kakak pertamanya dan istri Ali kaka keduanya.
Mereka berdua yang meneruskan usaha milik Arsyila karena dirinya ingin menemani Rere menjalankan pengobatanya dan jika sewaktu-waktu dirinya dibutuhkan untuk melakukan donor sumsum tulang belakang untuk membantu proses penyembuhan kakaknya maka Arsyila tentu menyetujuinya.
__ADS_1
Sudah di jelaskan seperti itu tapi tetap tidak menerimanya. karena itu Arsyila pasrah dan menyetujui kandasnya kisah cintanya dengan kekasih yang memiliki rencana menikah di tahun depan. Karena rencana ini juga yang membuat bu Inah merasa harus menikahkan Rere yang tidak memiliki kekasih dan tidak ingin putrinya itu di belum menikah sedangkan putri terakhirnya ini mendahulu sang kakak menikah terlebih dahulu.
Masalah ini yang membuat Bu Inah seringa drop dan di larikan ke rumah sakit karena memikirkan nasib malang putrinya yang Cantik tapi seakan tidak ada yang mendekatinya.Dan sekarang Bu Inah mengetahui jika Putrinya menutup diri hanya untuk menunggu kekasih di masalalunya itu.
Ketukan pintu kamar Arsyila membuat dirinya membuyarkan pikirannya dari kejadian kemarin yang mana kekasihnya meminta putus saat Arsyila masih berada di rumah sakit untuk menemani zayn dan tentu ini membuat Arsyila masih terdiam dengan rasa sedihnya. Padahal mereka menjalin cinta sejak sekolah tingkat atas.
"Arsyila kamu sudah bangun belum dek, Ayo temani teteh kepasar yang ada di dekat apartment" Teriak Tya dan membuat Rere menatap ke arah pintu kamarnya setelah melepaskan ciuman Aditya di bibir mereka.
"Mas Aditya mandi yuk katanya kita ke rumah sakit buat periksa keadaan Rere sekalian ingin jenguk Zayn putra kita"
"Kita mandi bersama sayang" Tanya Aditya dan dibalas anggukan kepala lalu Aditya beranjak dari tidurnya dan menggendong ala bridal menuju ke kamar mandi. Rere menyandarkn tubuhnya dan mengalungkan tangannya ke leher suaminya.
"Terima Kasih Sayang masih bersama Renia sampai saat ini"
"Selamanya kita akan selalu bersama sayang"
Sedangkan Rafli menawarkan diri untuk mengantar Tya ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur dan tidak menunggu lama Tya bersedia dan mereka berjalan untuk keluar dari pintu unit apartment dan sebelum meninggalkan unit apartment Tya menoleh ke arah Ali yang tertidur di di depan televisi
...****************...
Sisillia menatap Bryan sekilah dan meraih Ponsel miliknya dan melakukan panggilan telepon ke Rere yang dirinya mengetahui nomor Wanita yang sangat di cintai oleh Aditya itu dari Ponsel Aditya sendiri saat dirinya masih bersama dengan Papi dari putranya itu. Saat Aditya tertidur Sisilia menyalin nomor Rere yang di save dengan nama my love oleh Aditya tentu membuat hati dan pikiran Sisilia menjadi panas saat mengingatnya.
Sisillia mencoba menelpon Rere kembali dan sama tidak ada jawaban dari wanita yang paling dia benci itu. pada akhirnya Sisillia mengiriminya pesan.
(Rere ini Saya Sisillia Saya minta Hubungi Saya ini penting tentang zayn dan jangan beritahukan masalah ini kepada Aditya)
Lalu Sisillia menatap Ponselnya dan meletaknya kembali ke nakas samping suaminya yang tertidur karena lemas dan lelah akibat semalaman menggempur pertahanan istrinya dan akhirnya gol banyak dengan menyemburkan benih cintanya di dalam rahim istrinya dan berharap Sisillia bisa hamil anak dirinya. Ingin rasanya menghabiskan waktu bersama dengan Sisillia sampai masa tuanya itu yang dikatakan oleh Bryan kepada dirinya saat mereka bercinta.
Sisillia menatap tasnya dan mengambilnya juga pakaian yang ada di lemari untuk dirinya gunakan menemui Rere. Sisillia membasahi tubuh dan rambutnya di bawah shower kemudian mengusap tubuhnya dengan sabun mandi dan mengambil shampoo untuk membersihkan rambutnya yang lengket karena sisa dari penyatuan dirinya semalam setelah bersih Sisillia mengusap tubuh dan rambutnya mengenakan handuk dan kemudian mengenakan pakiannya.
Bryan masih tertidur karena selain lemas Bryan juga diberikab ob*t tidur oleh Sisilia agar tidak mengganggu rencananya untuk menemui Rere dan putranya.
__ADS_1
...****************...
Rere yang telah selesai mandi meminta Suaminya agar keluar terlebih dahulu untuk menemui Rafli terlebih dahulu karena tidak enak tamu di abaikan meski sebentar lagi menjadi saudara iparnya tapi untik saat ini Rafli adalah tamu dan Rere meminta suaminya berbincang sampai dirinya selesai mengenakan make-up dan hijab.
Dirinya ingin mengeringkan dan juga menyisir rambut miliknya. Aditya tentu menyetujui apa yang di inginkan oleh istrinya ini. Saat Aditya keluar Rafli nyatanya tidak ada dan nyatanya yang ada kakak kedua yang bernama Ali dan Adik terakhirnya Rere yang bernama Arsyila sedang duduk menonton televisi.
"Pagi Mas Ali dan Arsyila. Kemana Pak Rafli apa sudah pulang" Tanya Aditya mendapati pengacara keuarganya tidak ada diruang.
Padahal dirinya ingin membahas terkait perusaha dan dokumen Sisilia agar mempermudah mantan psikiater pribadi dirinya dengan Bryan agar segera meninggalkan indonesia. Jujur Aditya takut akan tindakan bodoh simpanannya itu kepada istrinya. Karena itu Aditya ingin segera mereka berdua pergi meninggalkan indonesia.
Jika Zayn ingin bersama dengan maminya ikut ke Australia akan Aditya setujui dari pada maslaah runyam akibat ulah putranya itu. Fokus Aditya adalah kesembuhan istrinya. untuk masalah putranya dia akan percayakan kepada bryan yang pasti akan menjaganya dengan baik.
"Mas Rafli sedang pergi ke pasar bersama Teh Tya" Sahut Arsyila yang membuat Aditya membuyarkan pikirannya tentang zayn.
...****************...
Sedangkan di dalam kamar Rere yang sudah rapih mengenakan hijab dan make-up agar tidak terlihat pucat karena Rere tersentak dengan hasi rontok yang ada di rambutnya saat menyisir tentu keadaannya ini membuta dirinya down dan sempat bersedih karena takut kehilangan mahkota yang ada di kepala miliknya terlihat sangat terpukul.
Sedang berdiam menatap cermin, Rere teringat oleh Ponselnya bisa jadi banyak yang pasti Menghubunginya walau hanya sekedar say hallo karena hari ini tahun baru pasti banyak yang membahas dan mengucapkan tahun baru kepada dirinya dan saat dirinya membuka Ponsel benar saja banyak yang masuk ke dalam ponselnya berbagai ucapan tahun baru.
Tapi ada satu nomor baru yang menjadi perhatianya dan setelah di baca Rere terkejut dan langsung menghubunginya dan tersambung. Pembicaraan yang sangat serius di antara keduanya.
Rere terlihat menyetujui dengan keinginan Sisillia dan terdengar akan menemui mantan kekasih suaminya itu. ya itu yang dirinya ketahui dan Ponsel di tutup tanda setuju akan membawa serta Zayn putra sambungnya tanpa sepengetahuan suaminya dari seberang sana Sisillia tersenyum licik karena sebentar lagi Rere akan masuk dalam rencana dirinya.
Setelah menelpon Sisillia, Rere keluar kamar dan tersenyum kepada suaminya dan juga kedua saudara juga saudarinya. Mereka tidak menunggu makan pagi karena Rere akan meminta suaminya untuk makan di luar karena menunggu Tya dan Rafli pulang dari pasar pasti lama. Stock makanan hanya ada nugget dan telur dan Rere meminta maaf untuk itu karena belum sempat untuk berbelanja. Rere mengajak suaminya ke rumah sakit karena itu keduanya berpamitan kepada Ali dan Arsyila.
...****************...
Aditya kini berada di dalam mobil bersama dengan istrinya untuk menuju ke rumah sakit menemui putranya dan juga dokter yang akan memeriksa lebih lanjut tentang sakit yang di deritanya.
Saat suaminya berada di dalam mobil bersama dirinya. Aditya menggenggam tangan Istrinya seperti takut kehilangan dan sesekali menciumi mesra punggung tangan Rere. Saat Aditya akan melajukan mobilnya sambil menggenggam tangan istrinya saat itu juga istrinya memanggil dirinya dan memotret lalu tersenyum dengan menunjukan hasil tangkapan layarnya kepada suaminya dengan tersenyum
__ADS_1
"Lihat ini sayang kamu sangat tampan, Renia bahagia menikah dengan Mas Aditya"