Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 16 Bertemu Papi Aries


__ADS_3

Sesampai nya di Lobby PT Erlangga Nusantara Corporation, asisten Riki sudah menyambut kunjungan dari Bank tempat Rere bekerja. Lalu tanpa mengulur waktu asisten Riki mengajak tamu untuk ke lantai 29 melalui Lift Khusus CEO dan para petinggi perusahaan.


Lift terbuka lalu asisten Riki mengarah ke ruangan meeting yang sudah di siapkan dan Riki mempersilahkan masuk kemudia meminta ijin untuk memanggil CEO perusahaan tersebut.


Tak Lama Aditya datang bersama asisten Riki kedua nya memasuki ruang meeting dan berjabat tangan dengan pihak Bank*** tempat rere bekerja.


"Terima Kasih Pak Aditya atas waktu nya kami datang hanya untuk mempererat hubungan baik dan berterima kasih karena kepercayaan bapak untuk memillih bank kami untuk menjadi tempat transaksi Perbankan perusahaan ini dan saya harap service kami memuaskan dan dapat berkelanjutan" jelas Pak Edo


"Kemudian perkenalkan ini Pak Bambang sebagai kepala Direksi dari Bank*** dan tentu nya kehadiran nya untuk memperkenalkan diri agar lebih dekat kedepan nya" lanjut Pak Edo


"baik Pak Terima Kasih atas ramah tamah nya saya senang dengan service yang di berikan Bank*** untuk perusahaan Saya" ucap Aditya


Lalu mereka membicarakan tentang Produk dan Program yang ada di Bank*** yang dapat di terapkan di perusahaan Erlangga sekitar 1 jam pembicaraan santai dan ringan terkait perusahaan Erlangga dan Bank*** yang sedang berlangsung.


Dalam Pembicaraan tersebut Bank menawarkan produk Bank beserta keuntungan nya dan bunga yang berjalan pada saat ini.


"Baik untuk sementara saya saving dana idle money untuk Proyek 6 bulan kedepan setelah nya nanti bagian keuangan kita yang akan mengurus.


memang saya ingin mengalihkan aset ke Bank ini, tapi tentu nya harus di bicarakan dulu dengan bagian keuangan dan Presdir tentu nya.


"Ya nanti setiap bulan kami akan maentance produk yang di butuhkan perusahaan Erlangga" ujar Rere. Aditya menatap senyum ke arah pujaan nya yang berbicara.


"ya pak Aditya untuk perusahaan Erlangga berada di bawah tanggung jawab Team Bu Rere untuk selanjutnya akan berhubungan dengan bu Rere dan team" ucap pak Edo.


"tentu itu yang saya harapkan" ucap aditya.


Sontak Rere menatap tajam ke arah Aditya dengan memperbesar bola mata nya sedangkan Pak Bambang dan Pak Edo saling tatap lalu beralih ke arah Rere. sedangkan Rere masih menatap tajam Aditya yang di tatap hanya tersenyum.


"Baik lah Pak Aditya kami undur diri sekali lagi Terima Kasih sudah memberikan kepercayaan kepada Bank*** untuk bekerja sama dengan Perusahaan Erlangga untuk menangani transaksi perbankan perusahaan ini" ucap Pak Bambang undur diri.


"Baik Pak Terima Kasih karena sudah berkunjung saya sangat senang"


Setelah beramah tamah dan memakan jamuan dari perusahaan Erlangga, pihak bank undur diri. Terlihat CEO Erlangga dan asisten Riki mengantar sampai ke Lobby Perusahaan.


Aditya mengenggam tangan Rere tapi di tepis karena Rere malu dengan yang lain nya, aditya mengabaikan penolakan dan menarik tangan Rere dan mengenggam nya kembali lalu berjalan bersamaan di samping Pak Bambang dan Pak Edo.


Pak Bambang memahami situasi yang terjadi dan hanya tersenyum kepada Rere sedangkan Rere hanya meunduk malu.


Setelah seluruh rombongan memasuki mobil masing-masing di mana Direksi melaju ke arah kantor pusat sedangkan Pak Edo dan team kembali ke kantor mereka.


Aditya tetap menggenggam tangan Rere sampai mobil yang akan di naiki Rere datang. Aditya tidak lupa menyuruh Rere menunggu Aditya menjemput nya saat pulang kerja nanti. Rere hanya mengangguk tanda setuju


...****************...


Setelah Rere dan team pulang, Aditya menuju ruangan nya di ikuti asisten Riki.


"Kita masih ada waktu 1 jam untuk bertemu klien dari China kan"


"iya Pak"


"Segera kita ke sana dan jangan buang waktu"


"Mr.Chen ingin bertemu di restoran Bahari Seafood sambil berbincang santai di sana"


"ok kita kesana setelah saya menelpon papi ku dulu kamu tunggu di ruangan mu jika sudah selesai saya akan menghubungi untuk berangkat"


"Baik Pak" Riki melangkah pergi ke ruangan kerja nya"


Aditya ingin menghubungi Papi Aries tentang rencana pertemuan nya yang diminta sang ayah, mencoba dua kali baru terhubung.


"Halo Nak"

__ADS_1


"Papi minggu depan aries ke Bali malam ini aries ke rumah papi, apa ada waktu?"


"Selalu ada untuk mu anak ku sayang, papi kangen ingin bertemu kamu" jawab aries.


"Baiklah"


Setelah menelpon papi nya aditya memanggil Riki dan mengajak nya untuk segera menemui investor dari china, untuk pertemuan tersebut aditya selain di dampingi oleh asisten Riki juga di dampingi oleh manager marketing dan keuangan beserta tiga staff operasional perusahaan Erlangga.


...****************...


Setelah pertemuan santai bersama investor china, kesepakatan di Terima dan mr. chen akan berinvestasi untuk Proyek Apartemen yang akan di jalankan 6 bulan kedepan.


Setelah pertemuan aditya kembali ke kantor bersama Riki sekitar pukul 3 sore cukup lama pertemuan tersebut. untuk staff lain juga kembali kemeja kerja masing-masing.


Arahan dari aditya besok akan di adakan Meeting internal akan membahas semua proyek baru dan lama, tentang peralihan dana Bank lama ke Bank baru juga pencapaian perusahaan selama satu bulan.


Tidak terasa waktu menujukan pukul 5 dan Aditya bergegas meninggalkan ruangan nya dia sudah sangat terlambat untuk menjemput pujaan hati.


seharus nya dia keluar 30 menit lalu akan tetapi dokumen yang harus di tandatangani sangat banyak sehingga dia membutuhkan waktu untuk mebubuhi tanda tangan dan sebelum nya harus membaca isi dokumen nya.


"Renia sayang" Aditya menghubungi Rere


"iya, kenapa? " Rere bingung harus memanggil nama atau Pak, Adit selalu menolak di panggil sebutan Pak tapi kalo nama tidak sopan.


"tunggu sebentar saya sampai 15 menit lagi ya"


"ya ok ga masalah mas" akhir nya ini yang dia pilih. mendengar itu Adit senang dan tersenyum.


Rere tidak masalah aditya jemput terlambat karena Rere pun masih bekerja karena banyak dokumen yang harus dia cek.


Akhir nya aditya sampai ke kantor Rere dan sebelum nya sudah menghubungi Rere jika dia sudah sampai.


"Sayang mas langsung pulang ya maaf ga bisa mampir" ucap aditya karena rencana langsung ke kediaman sang papi.


"ya siapa juga yang mau ngajakin mampir" rere sedikit manyun dan berbicara ketus.


Aditya sudah tahu karakter ketus dan jutek yang di milik Rere, sudah dari dulu seperti itu, maka nya aditya tidak menaruh hati malah dia senang karena itu artinya Rere kembali seperti Rere milik nya dulu, bukan Rere yang sebelumnya selalu mengambil jarak dari Aditya.


Kemudia aditya melambaikan tangan dan di sambut oleh lambaian dan senyuman manis Rere. Mobil Aditya keluar dari gerbang apartemen sedang mobil Geri memasuki apartemen, Rere menghenbuskan nafas kasar, sebenarnya dia ingin istirahat sambil lihat laporan penjualan usaha butik milik nya sudah 4 hari belum dia cek.


"Cantik baru pulang"


"Hhhmm... mau ngapain ke sini" ketus Rere


"ya mau numpang makan seperti biasa" alis di naik turunkan


"Gw capek mau langsung tidur ga mau masak"


"ya ampun baby jutek banget sih, ya udah gw mau pesan makanan online buat berdua makan di apartemen lu boleh ya baby, gw sedih makan sendiri mulu" tampang Geri di buat sedih.


"gw capek Geri" jawab rere


"Hayu lah baby" Geri berusaha membujuk


"Ya udah terserah lu aja" Rere melangkah ke arah apartemen nya di ikuti oleh Geri dari belakang.


Sebenarnya nya Rere tidak enak hati jika aditya dan Geri sering datang ke apartemen nya dia takut akan ada gosip mengenai ini karena dia berstatus single, dia tidak mau di tuduh negatif oleh orang jika ada yang melihat nya.


Sesampainya di apartemen Geri ijin untuk menunaikan ibadah shalat maghrib sedang Rere mempersiapkan makan yang sudah di pesan Geri melalui aplikasi pesanan makanan.


Setelah Geri selesai, Rere juga menunaikan shalat maghrib. Geri duduk menunggu Rere selesai dengan ibadah nya. 5 menit kemudian Rere selesai shalat dan menuju meja makan

__ADS_1


"Kenapa ga Shalat bareng cantik kan gw bisa jadi imam nya" ucap Geri sambel tersenyum.


"Lain kali deh tadi mempersiapkan makanan ini dulu"


"ok deh cantik" sambil mengangkat tangan nya meminta Rere mencium tangan nya seperti suami.


"ga usah aneh-aneh deh, cepet makan terus pulang, gw capek mau tidur"


"dasar jutek" mencubit pipi Rere


"Geri" Rere memukul lengan nya dan Geri hanya tertawa.


Setelah selesai makan dan berbicara santai, Geri ijin untuk pulang dan Rere mengantar hanya sampai pintu apartemen nya dan menatap Geri sampai arah Lift. Sebelum masuk ke dalam lift Geri menatap Rere dan tersenyum sedangkan Rere melambaikan tangan dan memberi kode maaf tidak mengantarka sampai Parkir.


Dan Geri mengerti wanita yang di cintai nya sangat lelah seharian bekerja, nampak jelas di raut wajah nya terlihat pucat karena lelah. Sebelumnya Geri meminta Rere untuk langsung tidur tidak boleh menunda hanya untuk mengecek penjualan butik nya, Geri memberi saran untuk mengecek nya besok saja atau langsung datang sebentar ke butik jika mau Geri siap mengantarkan besok tapi Rere menolak karena tidak ingin merepotkan Geri


...****************...


Aditya sudah sampai di kediaman sang Papi. Dan saat memasuki rumah Papi nya bertemu dengan sang Mami sambung nampak wajah tidak suka dari Lisna, tatapan itu tidak pernah berubah seperti ada kebencian dan dendam dari sorot mata sang Mami sambung.


"Sayang kamu sudah makan nak" ucap Papi Aries


"Belum pi" jawab Aditya


"Kemarilah nak, kita makan bersama"


"Kakak Adit, apa kabar" sambut Ayu adik Sambung Adit.


"Baik kamu apa kabar" sambil mengecup kening adik sambung nya yang cantik itu.


Usia Ayu sama dengan Rere yaitu 32 tahun dan sudah menikah dengan seorang pria blester indo jerman yang bernama Hans teman kuliah nya saat di Jerman dan dia sudah memiliki anak 1 Laki-laki yang bernama Jimmy.


"Kebetulan Ayu datang dan kamu juga datang nak, kita makan malam bersama Papi sungguh bahagia melihat kalian sudah tumbuh dewasa" ujar Aries.


Aditya hanya diam dan Ayu tersenyum ke arah sang Papi.Mami Lisna menatap ketus ke arah Aditya tapi yang di tatap tidak peduli. Meski Lisna membenci Adit tapi jika ada suami nya, dia tidak berani membuat ulah, jika suami tidak ada maka ucapan dan tatapan sinis yang menyakitkan tentang Adit dan sherly terlontar dari mulut Lisna. Selesai makan malam aditya dan Papi Aris menuju ke ruang kerja di lantai 1.


Di sana Papi menanyakan perkembangan perusahaan. Aries sangat bahagia di bawah kepemimpinan Aditya perusahaan nya berkembang pesat bahkan menjadi perusahaan terbesar di negara ini.


Tidak lupa Aries memberitahu jika dana sebagian masuk ke Bank baru dan rencana nya akan memindahkan beberapa aset ke Bank tersebut untuk dana simpanan jangka panjang.


Apapun yang dilakukan Putra pertama dengan wanita yang sangat di cintai, Aries akan setuju bukan untuk membalas kesalahan nya tapi Aditya Pria yang sangat Pintar dan Cerdas sudah pasti apa yang di lakukan itu yang terbaik.


"Kenapa Papi memanggil ku, saya rasa ada hal penting yang ingin Papi bicarakan" menatap sang Papi kandung.


"Begini nak, usia kamu sudah 34 tahun, Papi ingin kamu mau mengenal anak rekan bisnis Papi dulu yang bernama Risty" jelas Aries.


"Papi Risty adalah sahabat Papi dulu. Risty anak tunggal dan pewaris PT Mitra Utama Kontruksi" lanjut Aries.


Sontak mata nya tajam menatap sang Papi dengan sikap tidak suka


"Jangan mengulangi kesalahan Opa yang memisahkan Papi dan Mama Sherly. Aku tidak ingin menyakiti wanita seperti Papi menyakiti Mami Lisna dan Mama Sherly"


"Adit Cukup Nak, kenapa kamu selalu membahas masa lalu"


"Adit tidak membahas masa lalu Pi hanya mengingatkan kejahatan Papi dan keluarga Papi jangan sampai terulang lagi" jawab Adit santai.


"Jika kamu menolak, apa itu artinya kamu memiliki kekasih nak, kenapa tidak mengenalkan kepada Papi mu ini"


Aditya hanya menoleh singkat ke arah Papi Aries yang baru dia ketahuan saat usia nya 16 tahun yang ternyata Papi kandung nya itu. Dia berdiri berjalan ke arah pintu lalu berbalik badan menghadap sang Papi.


"Tidak ada pertunangan dan sampai kapan pun Adit menolak Perjodohan, Adit akan menikah dengan Wanita yang Adit pilih dan cintai" Tegas Adit kepada sang Papi

__ADS_1


__ADS_2