Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 82 Curiga


__ADS_3

"Sayang... Apa yang kamu katakan" ucap Aditya setelah menghentikan mobinya disamping jalan.


"Kenapa Mas, Pergi begitu saja tadi" selidik Rere.


"Sayang... ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Hubungan Mas dengan keluarga Papi tidak baik-baik saja" balas Aditya.


"Mas tidak ingin membuat keributan yang justru membuat Jantung Papi kambuh, Lebih baik Mas menghindar dan saat Mas sudah bisa mengontrol emosi Mas, Kita kembali ke Monsion Erlangga, Sayang mengertikan" sambung Aditya dengan menatap sendu lalu dibalas anggukan.


"Dion juga merasa sangat ketakutan tubuhnya bergetar dan berkeringat, memangnya Renia tega melihat Dion seperti itu" tambah Aditya dengan mengusap pucuk kepala Rere dan beralih ke Dion.


"Tentu saja tidak Mas, Tapi Renia merasa tidak enak hati dengan keadaan tadi, Pasti hubungan Mas dan Bu Lisna menjadi buruk sekarang" ucap Rere lalu menunduk.


"Hubungan kami memang sudah buruk sejak Mama datang kembali ke kehidupan Keluarga Mereka, Apalagi Papi membawa Mas saat itu dan Papi mendapatkan penentangan hebat dari mertua dan Orang Tuanya yang menolak kehadiran Mas Adit" Aditya menunduk dan tampak sedih.


Rere mengusap lembut bahu Aditya mencoba menenangkan dan menguatkan Aditya, Rere merasakan beratnya Kehidupan Aditya saat itu dan dirinya tidak berada disamping Aditya.


"Kedua Orang Tua Papi memaksa Mas Aditya pergi dari Mansion milik mereka saat Mas berada disemarang" Aditya mengingat moment sedihnya kembali.


"Saat Photo mereka sangat baik dan menerima Mas Aditya" Sahut Rere


"Papi menolak Mas Pergi dari Mansion dan mengancam akan menceraikan Mami Lisna saat itu dan juga itu hanya photo yang penuh Manipulatif, Sayang"


Jelas Aditya yang tersenyum sendu kearah Rere lalu menatap Dion yang tertidur dan memeluk Rere. Bayangan Photo Zayn kembali datang dan Aditya mengusap kasar wajahnya. Hatinya benar-benar kacau mendapati kenyataan yang sedang terjadi dalam hidupnya.


Hidup yang seharusnya dia rasakan dengan penuh kebahagian karena bertemu dengan Cinta Pertamanya tapi kini dibayangi oleh Kelamnya Masa lalu dan kesalahan yang justru membuat anak yang tidak berdosa menanggungnya.


"Mas... Mas" Rere menyentuh bahu Aditya yang sedang melamun.


"Semua sudah lewat jangan sedih. ikhlaskan semua yang sudah terjadi pada hidup kita mas" sambung Rere dan Aditya menjulurkan tangannya menyentuh hijab Rere dan mengusap pelan.


"Sayang Renia seperti bidadari yang Tuhan kirim buat Mas" tatapan teduh nampak dari sorot mata Rere dan itu membuat Aditya tersenyum.


"Bisa aja mas..."


Pipi Rere merona menahan malu dan dirinya terlihat salah tingkah. Aditya merasa gemas dan saat ingin mencubit Pipi Pujaannya terdengar klakson yang mengalihkan perhatian Aditya.


"Mas Ayo jalan jangan berhenti dijalan gini jadi ganggu pengguna mobil lainnya"


"Ganggu aja" suara geram Aditya dan menatap Spion samping, memastikan siapa yang ada dibelakangnya.


"Memang Mas Adit kenal lihatnya sampe gitu banget. Hahaha... " Rere berkata sambil mencubit lengan Aditya.


"Auhhhh... Renia Sayang. Nanti Mas Balas ya" sambil menoleh kearah Rere dan Dion bangun karena suara gaduh dari keduanya.


"cuppp... cuppp... Dion bangun ya nak" Rere tersenyum dan menciumi keponakannya yang lucu dan menggemaskan. Aditya menbelai lembut kepala Renia pelan dan tersenyum lalu fokus kembali kearah jalanan yang ada didepannya.


"Bibi... " ucap Jimny


"iya... sayangnya bibi" Rere menciumi dan membelai pelan kepala Dion.


"Kita Pulang ya bi" tanya Dion membuat Rere menoleh kearah Aditya dengan tatapan bingung.


"Kita ke taman atau ke Mall, oh... apa Paman ajak ke kebun bintang atau taman bermain mau tidak sayang" sahut Aditya


"Mas... Katanya kita ke rum..." ucapan Rere terpotong


"Kita kebun binatang Sayang... Ketemu Papi bisa nanti malam atau besok. Sebelum Cuti Sayang habis kita jalan-jalan bertiga... Mau kan Dion" Aditya seakan meminta dukungan keponakan Rere .


"iya... ihhh bibi nih. Kapan lagi kita naik mobil bagus banget kaya gini. ini mobil mirip yang ada di TV loh bibi, ini harganya mahal. Bibi sama Mama ga bisa beli pasti ya kan Paman" ucap Dion yang dibalas senyuman.


"Ini Mobil milik Bibi Renia" Aditya menoleh Rere dan tersenyum kearah keduanya.


"Bibi Renia itu siapa" Dion menoleh kearah Rere.

__ADS_1


"Hahahaha... "


Rere tertawa terbahak mendengarkan ucapan Dion sedangkan Aditya hanya menaikan sebelah alisnya dan juga mengerutkan dahinya.


"iiihhh... " Rere mencubit pipi gembul Dion dan menjadi perhatian Aditya.


"Dion tidak tahu siapa Bibi Renia, Nak" sahut Aditya dan dibalas gelengan kepala dan kedua bahu yang terangkat.


"itu yang sedang memeluk dan menciumi Dion siapa namanya" Tanya Aditya dengan tetap fokus kearah depan jalan.


"Ini Bibi Dion namanya Rere" jawab Dion.


"Memang Paman tidak tahu namanya Bibi" suara Polos Dion yang terdengar di telinga Aditya membuat dirinya tertawa.


"Memang nama nya Bibi Dion bukan Renia ya" Balas Aditya.


"Bukan Paman namanya Bibi Rere" sahut Dion mendongak menatap Rere lalu memeluk bibinya.


"udah ihhh Mas, Fokus kedepan aja deh" Rere tertawa dan Aditya pun tertawa.


Setengah Jam kemudian Ketiganya sampai ke kebun binatang, Aditya turun dari mobilnya dan membeli tiket lalu membawa Mobil Sport Mewahnya mamasuki dalam kebun binatang.


"Paman Nanti ada singa tidak?" tanya Dion.


"Ada Sayang, nanti di depan juga Ada Harimau, Burung, gajah dan lainya" jelas Aditya dan nampak Dion merasa bahagia dan riang berteriak membuat Rere gemas dan memeluk erat Dion.


"Harusnya tadi kita ajak juga Jimmy ya mas" Rere menoleh kearah Aditya dan dibalas anggukan.


"Dion nanti kita kesini lagi ajak Jimmy, ya Nak" ucap Rere dan Keponakannya mendongakkan pandangannya kearah Rere lalu tersenyum dan menangguk.


Rere masih memeluk erat Dion dan menempelkan pipinya dipucuk kepala Dion lalu menatap Aditya dan keduanya tersenyum bahagia.


Apakah Renia akan menerima Zayn dan Masa Lalu saya bersama Sisillia


Hati Aditya mengatakan itu dan terus teringat dengan Anaknya yang belum pernah dia temui hanya melihat photonya diponsel milik Sisillia membuat hatinya bergetar hebat, Bagaimana Jika dirinya melihatnya. Aditya nampak cemas dan mengusap wajahnya pelan.


"Sayang didepan sana ada singa dan juga harimau. Pakai sabuk pengaman yang benar. dan jangan buka kaca... mengerti" menjelaskan.


Aditya sambil menatap Rere dan Dion lalu membelai pipi Rere halus dan mengacak rambut Dion lalu tersenyum.


"Bibi. Dion takut"


"Jangan dibuka kacanya, jangan kasih makan singa dan harimaunya ya Dion kita diam saja didalam mobil" balas Rere dan membelai rambut Dion yang nampak ketakutan.


"Jagoan tidak boleh takut, tadi nanya singa dan harimau, ini mau ketemu kenapa jadi takut" ucap Aditya.


"Mas, aman tidak Renia juga takut" sahut Rere menoleh Aditya.


"Kemari mas peluk supaya tidak takut lagi" ucap Aditya dan dibalas tatapan sinis lalu Aditya tertawa dan mencubit hidung mungil Rere.


Aditya melajukan kembali Mobil Sport mewah miliknya dan memasuki zona merah dimana ada satwa yang biasanya hidup liar dan memakan daging.


"Bibi itu Singa" teriak Dion histeris.


"Mas, Kaca nya ini aman tidak maksud Rere pecah tidak nantinya.


"Tenang Sayang, material yang ada di dalam mobil ini anti peluru dan juga tebal seperti kaca, body dan ban mobil yang insyaallah aman" jelas Aditya sambil melihat dua singa yang menghadang mobil sport mereka.


Aditya membunyikan klakson dan mengeluarkan suara deru mobil yang membuat singa itu menjauhi mobil milik Aditya. Sedangkan dua orang yang berada disampingnya berteriak histeris dan saling berpelukan dengan rasa ketakutan yang tinggi. Aditya hanya menoleh lalu menenangkan Rere juga keponakannya itu.


"Mas, Masih jauh tidak pintu keluarnya. Renia takut" sambil menutup matanya.


"Sebaiknya kita keluar sayang, sebentar lagi juga mau tutup kebun binatangnya" balas Aditya dan Rere nampak menganggukan kepala dengan mata yang masih tertutup.

__ADS_1


Aditya melajukan mobilnya dan beberapa kali membunyikan klakson untuk menghalau binatang buas yang berada tepat didepannya dan memang keadaan tempat itu sepi dari pengunjung lain.


Saat mendekati pintu keluar nampak satu mobil yang dikelilingi oleh lima singa disetiap sudut mobilnya dan membuat Rere berteriak histeris karena singa yang tadi mengelilingi mobil yang ada didepannya itu menuju kearah mobil milik Aditya.


Begitu juga Dion yang menangis histeris karena takut. Aditya membunyikan Klakson beberapa kali agar mobil yang ada didepannya berjalan keluar area merah ini.


Akan tetapi mobil didepannya hanya diam dan Aditya berpikir apakah mereka hanya menonton pertunjukan dimana singa itu menaiki mobil sport miliknya yang sekarang mengelilinginya.


"Si*l mereka bukanya meneruskan laju mobilnya keluar area ini malah diam seakan menikmati pertunjukan ini" Aditya berkata pelan yang masih didengar oleh dua orang yang berada disamping mereka dan Aditya membunyikan klakson beberapa kali dan menderu-derukan mobilnya agar binatang buas itu menjauhi mobil miliknya.


Dan benar saja binatang buas itu lari setelah mendengar deru mobil yang membisingkan telinga dan akhirnya Aditya berjalan disamping mobil yang berhenti dan seakan menonton mereka.


Setelah menoleh kearah mobil tersebut ternyata mereka pasangan muda yang sedang berciuman di dalam zona merah tersebut mungkin itu yang membuat hewan buas itu justru seakan menonton adegan mereka. Aditya hanya menggelengkan kepala sedangkan Rere menutup mata Dion.


Aditya tersenyum melihat tingkah Rere dan membayangkan dirinya juga bisa melakukan itu dengan Rere sekarang tapi itu tidak akan mungkin terjadi karena Rere akan menolak tentunya jika belum menikah dan disini juga ada Dion yang bersama mereka.


"Kerumah mas Aditya yuk sekarang" ucap Rere.


Setelah mereka keluar dari zona merah yang dihuni para binatang buas dan mobilnya melaju kearah keluar arena kebun binatang.


Banyak pengunjung yang melihat mobil Mewah milik Aditya dan merasa kagum dan penuh damba. Seakan berharap suatu saat nanti dapat memiliki mobil sport mewah seperti yang Aditya miliki.


Rere dapat melihat itu dari raut wajah mereka, yang membuat Rere tersenyum dan menoleh kearah pria tampan yang berada didekatnya yang sekarang melajukan mobil mewahnya menjauhi mereka.


"Mas masih ingin ngedate sama Sayang" balas Aditya membuat Rere memanyunkan mulutnya.


"Katanya tadi mau kerumah mas kenapa tidak jadi memang suasana hati mas Aditya belum kembali membaik padahal tadi sudah olahraga jantung loh" sahut Rere.


Dddddtttrrrr..... Dddddtttrrrr.... Dddddtttrrrr.......


Suara ponsel Aditya berbunyi dan saat dilihat siapa yang membuat panggilan vidio, Aditya mematikan panggilan tersebut sampai tiga kali.


"Siapa mas, kenapa dimatikan siapa tahu penting" tanya Rere yang terlihat Curiga.


"Bukan siapa-siapa sayang, ini klien mas dikantor dan mas sedang membawa mobil jadi tidak ingin konsentrasi Mas terganggu"


Dan beberapa saat kemudian panggilan dari Sisilia masuk yang keempat dan masih diabaikan sampai yang ketujuh baru Aditya menepikan mobilnya dan mengganti menjadi panggilan telepon setelah melihat raut wajah curiga Rere.


"Hallo Sayang kamu dimana kenapa belum sampai ke Mansion sekarang hampir malam dan Papi kamu tadi menanyakan beberapa hal mengenai anak kita, Saya ingin kamu berada disini untuk menjelaskannya" ucap Sisilia tanpa jeda. Aditya hanya diam dengan wajah dingin dan ekspresi yang sulit diartikan oleh Rere


"Saya yang akan menjelaskan semuanya kamu jangan khuatir" balas Aditya dan menoleh kearah Rere lalu tersenyum namun Rere hanya diam tidak membalas senyuman Aditya.


"Kamu jangan menghindar dari saya biarkan Renia kesayanganmu itu bertemu dengan ibu dari anak kamu Sayang" balas Sisilia nampak sengit dan penuh emosi.


"Kamu ingat apa yang saya katakan saat kita bertemu dan itu adalah final jangan membuat saya merubahnya yang justru akan mempersulit dirimu sendiri" sahut Aditya dan menutup teleponnya.


Aditya menatap Rere yang hanya diam menatap jalanan yang ada didepannya. Ketiganya hanya diam dan keadaan menjadi sunyi tanpa kata dan obrolan dari siapapun berbeda saat sebelum Aditya mendapatkan telepon itu.


"Sayang dia klien dari Bali meminta kerjasama tapi ada point yang mas tidak setuju, karena itu mas malas membahasnya kembali Aditya menoleh kearah Rere yang hanya diam.


"Baiklah kita ke Mansion milik Papi sekarang, Dion Kita ke mall nya malam atau besok pagi saja ya. Bibi Rere ngambek pengen ketemu calon mertuanya" goda Aditya setelah tidak mendapatkan respon dari Rere.


"ihhhh... apaan sih mas Adit" Rere memukul pelan lengan Aditya.


"Sayang, hari Sabtu Mas akan bertemu Klien yang tadi menelpon untuk membicarakan hal penting tadi, boleh ya. Renia Sayang tidak cemburukan" goda Aditya.


"Memang nya Klien mas tadi wanita ya. Apa yang tadi dirumah sakit yang menatap Renia tajam. Jangan-jangan Mas sama Wanita itu pac... " ucap Rere terpotong.


"Jangan sembarangan sayang, walaupun mas sangat mencintai Renia, Mas juga bisa marah kalo Renia mencurigai mas atau meragukan cinta mas. mengerti Sayang"


Aditya menoleh kearah Rere dengan tatapan tajam dan dingin saat mobil yang dia kendarai berhenti karena lampu jalanan berwarna merah. Rere menatap itu dan menganggukan kepala dan berkata


"Begitupun dengan sebaliknya. Renia akan sangat marah Jika Mas Aditya bohong dengan Renia" balas Renia tanpa ekspresi.

__ADS_1


Deeegggg....


Hati Aditya seperti dihantam oleh batu besar mendengar apa yang Rere katakan kepadanya.


__ADS_2