
"Ayu... Tunggu. Saya bisa jelaskan" Hans menarik pergelangan tangan Ayu dan menarik lalu tubuh istrinya itu menabrak dada bidang miliknya.
"Kita akan cerai... Riki tidak pernah berbohong justru kamu yang berbohong Hans" Tatapan Ayu tajam dan segera menarik tangannya dari cengkraman Hans.
Rere bingung dengan apa yang terjadi belum selesai masalah dengan Aditya yang ntah siapa yang bersamanya di rumah sakit yang mana keponakan Ria melihatnya yang awalnya dia kira Ayu tapi menurut penuturan Jimmy ibunya berdebat dan berada di dalam kamarnya.
Dan Sekarang Ayu melihat suaminya berselingkuh dan lagi Jimmy membawa namanya saat Putra Ayu itu mengatakan bahwa dirinya dan jimmy bertemu dengan Papi bersama wanita yang sama.
Rere hanya duduk diam tidak mengejar Ayu karena dirinya tidak ada kekuatan untuk berdiri dengan dua kejadian yang membuatnya sulit dan bingung.
Ayu menarik Jimmy untuk masuk kedalam Lift saat Hans ingin masuk Lift dengan cepat menutup. Hans memukul angin dan mengusap kasar wajahnya.
"Si*alaan.... Aaahhhhrrggg" Hans menekan tombol Lift untuk mengejar Ayu ke arah Bassment dirinya tahu Jika Ayu akan segera pulang bersama Putranya.
Sementara Rere menatap Lita yang terlihat tersenyum bahagia mendapati Bos sekaligus Kekasih gelapnya itu berdebat dengan istri sahnya. Harapan Lita akhirnya terwujud dan di hatinya tentu merasa bahagia dan Puas. Rere mendekati wanita itu lalu berkata
"Apa kamu bahagia melihat hubungan orang lain hancur. Kamu berharap mengambil kebahagian wanita lain dan menggantikan Posisinya" Rere berkata dengan menatap tajam ke arah Lita lalu melangkahkan kakinya ke arah Lift.
"Heeeiii... Siapa kamu Ha.... Lancang sekali kamu ya" Teriak Lita kepada Rere yang mengabaikan dirinya.
Rere bingung dengan situasi yang ada saat ini. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kantor tanpa makan siang dan Rere melakukan panggilan telepon dengan Bu Ria yang mana dia menanyakan
"Bu Ria masih di rumah sakit atau sudah pulang"
"Sore ini pulangnya Rere... Ada Apa Nak" Sahut Ria.
"Saya boleh datang ke Rumah Sakit tidak Bu" ucap Rere
"Tentu saja boleh Nak, datanglah ibu tunggu disini. Ibu tidak akan pulang terlebih dahulu sebelum Rere datang" Sahut Ria
"Terima Kasih Bu... Ya sudah Rere tutup dahulu teleponnya sampai ketemu Nanti Sore" Ucap Rere.
"Baiklah Nak" Balas Ria setelahnya dia mematikan teleponnya dan menoleh ke arah Wenny.
"Nanti Sore Rere datang ke sini. Jangan katakan apapun tentang Aditya dan apa yang kamu lihat kemarin. Mengerti... Anggap kamu salah orang"
"Baiklah Tante" Wenny menjawab dengan sedikit takut.
Maafkan saya Rere bukan maksud ingin menyembunyikan semuanya akan tetapi ibu takut salah, Wenny belum tentu benar dan ibu akan menanyakan terlebih dahulu kepada Aditya. Ibu Janji akan mendukung kamu Rere. Jika ternyata Aditya berkhianat selama ini dan membohongi kamu juga semua.
Ria bermonolog didalam hati sambil menatap Ponsel miliknya setelah menerima panggilan telepon dari Rere. Ria kembali merebahkan diri di atas tempat tidurnya dan menutup mata karena ingin tidur siang sebelum di Perbolehkan pulang.
Sementara Geri sudah diperbolehkan pulang dan sekarang berada didalam kamarnya. Bahkan Geri Pulang tidak ditemani oleh Rere dan dirinya tidak memberitahukan kepulangannya hari ini.
Geri menutup matanya dan bayangan perkataan Rere kembali muncul dalam ingatanya dan juga Pertemuannya dengan Sisilia saat dirinya pulang dari rumah sakit akibat pemukulan yang dilakukan oleh Aditya.
Sisilia mengungkapkan apa yang terjadi antara Aditya dan dirinya. Tentang Kedekatan mereka sebelum bertemu dengan Rere. Geri menghembuskan nafas kasar dan menutup wajahnya dengan bantal.
...****************...
Ayu membawa mobilnya dengan melaju kencang kearah Mansion rumahnya. Hans mengejar dari belakang dan membunyikan klakson tapi Ayu tidak juga menghentikan Mobilnya.
Hans mengalah dirinya tidak ingin terjadi sesuatu kepada putra dan juga istrinya jadi dia tidak lagi mengejar Mobil Ayu dengan kecepatan tinggi.
Hans yakin istrinya kembali ke Mansion Kuarganya. Karena itu Hans membiarkan Ayu melaju didepannya dengan jarak yang jauh dari mobil dirinya.
Benar Ayu membawa mobil menuju ke Mansion Keluarga Erlangga dan membuka pintu mobilnya lalu menggendong Jimmy untuk masuk kedalam Mansion dan saat Lisna mendekatinya Ayu yang hanya berlalu begitu saja tapi maminya dapat melihat dengan Jelas air mata yang ada di pipi Putrinya.
__ADS_1
"Ayu kamu kenapa Nak... " Lisna mengejar Ayu dengan sedikit berlari.
"Ayu... Kamu kenapa sayang" Sambungnya lagi dengan sedikit berteriak.
Ayu tidak ingin berbicara dengan Maminya dia segera masuk kedalam Lift dan setelah liftnya terbuka dia segera masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya.
Jimmy hanya terdiam melihat Maminya menangis dan hanya bisa berkata pelan
"Mom... are you ok"
Ayu hanya diam dan membaringkan dirinya di atas ranjang. Tidak lama setelah Ayu sampai di dalam kamar, Kini Hans berlari masuk ke dalam Mansion Mertuanya dan mengabaikan Lisna mertuanya yang berteriak memanggil nama Hans meminta untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan putrinya akan tetapi Menantunya diam dan melangkah panjang memasuki Lift.
Saat didalam Lift Hans memukul Besi berbentuk Persegi itu dan mengupat dan marah juga meruntuki dirinya sendiri yang ceroboh mengapa ke Mall disaat waktu istirahat Kantor.
Hans mengira Ayu masih tidak ingin keluar rumah dalam artian masih marah dengan dirinya dan Jika Ayu Marah biasanya sedikit lama untuk membuat istrinya itu kembali seperti sebelumnya.
Aries keluar dari ruangan kerjanya dan mendapati Hans berjalan dengan langkah panjang menuju ruangan kamarnya dan melewati mertuanya begitu saja.
Aries menoleh ke belakang untuk melihat Menantunya yang terlihat Cemas dan Panik. Aries hanya menatap sebelum masuk kedalam Lift yang mana Hans mengetuk keras pintu kamar dan memohon maaf juga meminta untuk Ayu mau mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh dirinya.
Aries memutuskan masuk kedalam Lift untuk menuju ke Lantai Bawah dan disana Lisna nampak berjalan kearah depan dan belakang, Terlihat sangat khuatir dan Aries berkata
"Apa yang terjadi Lisna apa Ayu dan Hans bertengkar kembali" Mendengar suara suaminya Lisna mendekat ke arah suaminya.
"Saya tidak tahu, Sayang. Saya hanya lihat Ayu menangis dan tidak lama kemudian Hans datang dengan tergesa-gesa. Apa yang terjadi dan pergi kemana mereka. Apa Ayu menemukan Bukti bahwa Hans berselingkuh jika seperti itu Bagaimana Nasib Putri kita nanti Mas Aries"
Lisna memeluk suaminya begitu saja. Akan tetapi Aries hanya diam tanpa membalas untuk memeluk isterinya.
"Jika Benar Hans berselingkuh, Saya yang akan mengajukan gugatan Cerai untuk Putri kita dan Saya akan Jodohkan Ayu dengan Riki" Ucap Aries dengan perkataan tajam disetiap kalimat yang dia ucapkan.
"Apa yang kamu katakan Barusan" Sahut Lisna mendongakan kepalanya ke arah Aries yang ditatap hanya diam.
...****************...
Aditya tidak bisa menolak, Jika Putranya yang meminta. Dirinya duduk di atas ranjang dan menatap Langit-langit yang ada di dalam kamar dan membayangkan wajah Rere saat tersenyum kepada dirinya.
Mencoba menutup mata sambil menyandarkan Kepala di ujung ranjang tetap wajah Rere yang mengisi kepadanya.
Aditya menatap jarum jam yang ada di dinding menunjukan pukul 2 malam. Selisih Jakarta New York sekitar 11 Jam yang artinya di indonesia sekitar pukul 1 siang yang mana jam kerja sudah dimulai setelah istirahat. Walau begitu tetap dia ingin menelpon kekasihnya.
Aditya membuka matanya dan beranjak dari tempat tidur dan mengambil handphone miliknya belum dirinya menelpon Rere.
Panggilan Masuk dari salah satu pengawal yang dia perintahkan untuk menjaga Rere justru menelponnya.
Dengan Segera Aditya mengangkatnya dan menanyakan apa yang ingin mereka laporkan kepada Aditya dan diluar dugaan Aditya. Berita yang didapatkan membuat dirinya panik dan beberapa kali mengusap wajahnya dengan kasar.
"Apa... Kamu sudah pastikan ini Ari..." Ucap Aditya dari balkon kamarnya.
Suara Aditya yang terdengar tinggi membangunkan Sisilia. Wanita itu menatap Balkon Kamar yang terbuka dan saat ingin menemui Aditya bagian perut bawahnya terasa sakit sehingga dirinya mengurungkan niatnya.
"Aditya merasa cemas dirinya hanya terlihat berjalan dan mondar-mandir diarea Balkon dan sesekali menyugarkan rambutnya ke belakang.
"Renia... Sayang"
Aditya terlihat juga Panik setelah mendapatkan informasi dari bawahannya itu. Kemudian dirinya. Melangkah ke arah pagar yang ada di Balkon dan menatap langit yang dipenuhi beberapa bintang.
Aditya ingat saat kecil Rere selalu mengajaknya melihat bintang dari Balkon Rumah Adit karena menurut Rere Rumah Aditya dekat dengan langit dan Rere berharap bisa menggapai bintang dari Rumah Aditya yang berlantai 2.
__ADS_1
"Renia... Setelah Saya mencari kamu selama Delapan Belas Tahun dan Cinta kita akan bersatu. Mungkinkah kita akan berpisah kembali. Maafkan Saya Sayang... Saya tidak ingin kehilangan kamu Renia... Jangan Tinggalkan Mas. Renia"
Aditya berkata lirih sambil menangis lalu tubuhnya luruh ke lantai. Aditya menangis tanpa bersuara menahan kesedihan dan ketakutan akan kehilangan Rere. Nafasnya terasa sesak.
Aditya merogoh saku celana lalu mengambil satu butir obat dan menelannya. Aditya berusaha untuk menenangkan diri dari rasa takut akan kehilangan Rere.
Setelah sedikit tenang dia berdiri lalu melangkah ke arah kamar tanpa menoleh kearah ranjang dimana sisil menatap dirinya yang melangkah ke arah pintu kamar untuk membuka knop pintu dan keluar dari kamar.
"Sayang... Kamu ingin Pergi kemana?" ucap Sisil yang tidak diberi jawaban oleh Adit dan pintu ditutup kembali.
Mendapati perlakuan seperti ini membuatnya sangat kesal dirinya yakin ini ada kaitannya dengan Rere. Tangannya di kepal menahan marah dan memukul bantal yang ada di sebelahnya.
"Renia kamu pikir bisa menikah dengan Aditya. Jangan Bermimpi Karena Aditya adalah milik saya selamanya. Salah kamu tidak bertemu dengan Aditya sejak dulu. Kini Aditya hanya milik saya dan Zayn"
"Bukan salah saya karena Aditya mencari kamu sebelum Zayn ada di antara kami tapi memang kalian tidak bisa bertemu dan sekarang Zayn bersama kami dan kamu harus melepaskan Cinta Pertama Kamu itu. Jika tidak saya yang akan memaksanya " Senyum dengan raut wajah yang sulit di artikan terlihat dari bibir Sisillia.
Di dalam kamar Pribadi Aditya Mencoba menghubungi Riki dan tanpa menunggu lama Asisten nya ini segera mengangkat
"Hallo Pak Adit"
"Riki kamu sudah mengecek Hotel kita yang di bali"
"iya sudah semua dan tidak ada kendala Pak Adit. Semua OK" Sahut Riki
"Bagus Jika sudah selesai urusan kamu di bali segera kembali ke Jakarta ada masalah besar terkait dengan Ayu dan Renia. Saya juga akan segera kembali setelah urusan saya di sini sudah selesai"
Mendengar Masalah Terkait Ayu membuat Riki merasa cemas. Mengingat sebelum dirinya pergi memang dirinya meninggalkan Masalah Besar untuk Ayu.
"Masalah Terkait Nona Ayu dan juga Nona Renia. Masalah tentang apa itu Pak" akhirnya dirinya memberanikan diri untuk bertanya.
"Renia mulai mencurigai saya dia mulai bertanya banyak hal kepada Ayu. Renia bahkan tahu saya berada di rumah sakit untuk menjemput wanita dan seorang anak tapi Renia belum mengetahui jika itu Sisilia dan Zayn"
"Dan tolong katakan pada Renia jika itu anak dari kolega bisnis saya dari Bali dia sakit saya pernah bercerita semoga Renia percaya. Saya yakin Renia akan menanyakan juga kepada kamu. Mungkin Cantika sudah memberitahukannya" Ucap Aditya dengan nada Panik
"Sia*an Wanita itu... Saya akan membuat perhitungan jika benar Cantika yang mengatakan rahasia saya kepada Renia" imbuhnya
"Baik Pak Adit, Saya akan ikuti sesuai keinganan Pak Adit"
"Dan untuk Ayu... Dia melihat Suaminya bersama wanita lain di Mall. Pulanglah kamu bisa mendampingi Ayu untuk melewati masalah ini" Ucap Adit.
"Memang Sebenarnya saya kecewa dengan kamu Riki yang masih merahasiakan ini semua kepada saya. Kamu sudah tahu Hans Selingkuh bukan. Tapi kamu belum mengatakan apapun yang kamu tahu kepada saya" sambungnya.
"Maafkan saya Pak untuk masalah Nona Ayu, bukan saya ingin merahasiakannya akan tetapi saya ingin Hans bisa berubah dan berhenti berhubungan dengan wanita ini tapi Nona Ayu justru sudah mengetahuinya sendiri"
"Saya mengerti apa yang kamu rasakan. Pulanglah ke jakarta malam ini juga" Perintah Adit
"Baik Pak dan untuk laporan hasil kontrol saya disini akan saya email sore ini pukul 5 Waktu Indonesia.
" Ok. Terima Kasih Sekali lagi Riki"
Panggilan dimatikan dan Aditya meletakan ponsel di atas nakas lalu menjatuhkan dirinya di atas ranjang tempat tidur dan memejamkan mata membayangkan wajah Rere yang tersenyum kepadanya.
Lalu ingatan Aditya kembali saat dia mencium Paksa Kekasihnya itu. Bahkan bibir lembut Rere masih bisa dia rasakan. Aditya menyentuh pelan bibirnya sendiri dan tersenyum lalu begumam pelan
"Sayang tunggu sebentar lagi kita akan menikah dan Mas Adit harap tidak akan ada orang yang akan menggagalkan Pernikahan kita. because this is my big dream"
Aditya menutup wajahnya menggunakan bantal dan mencoba untuk tidur dan sementara Sisilia mengambil Ponselnya dan terlihat menghubungi seseorang
__ADS_1
"Bagaimana apa kamu sudah mengambil semua photo dan video kami selama diperjalanan tadi Jack"