Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 117 Rahasia Hans Terbongkar


__ADS_3

Dokter Willy keluar bersama Riki dari dalam kamar dan memberikan obat kepada Riki lalu Dokter Willy pamit pulang saat Tya memberikan hidangan dengan alasan masih ada pekerjaan dirumah sakit kemudian Riki mengantar sampai depan Lift.


"Saya akan memberikan Hasil test DNA maksimal dia minggu" ucap Dokter Willy.


"ya, saya akan sampaikan itu kepada Pak Adit"


Dokter willy menjabat tangan Riki dan masuk kedalam Lift. Riki kembali ke unit apartemen milik Rere.


Didalam kamar Aditya menoleh kearah nakas dan mendapati Ponselnya diatas nakas dan menautkan kedua alisnya lalu mengambil Ponsel miliknya dan mengecek panggilan masuk juga pesan.


Sisilia mengirimkan Panggilan tidak terjawab dan pesan masuk kepada dirinya


(Sayang... Kamu ada dimana)


(Zayn Apa bersama dengan kamu dan bagaimana keadaannya sekarang)


(Sayang, Kenapa Ayu memberitahukan bahwa kamu sakit dan sekarang bersama Renia. Apa kamu masuk Rumah Sakit ?)


(Sayang Tolong Jawab dan jangan buat saya Panik)


(Sayang Saya akan menarik keberadaan kamu sekarang)


(Sayang Tolong Jawab, jangan buat saya Panik)


Aditya membuat panggilan telepon untuk Sisilia dan Sisilia mengangkat panggilan Aditya dengan Cepat.


"Sayang Kamu dimana dan Bagaimana dengan Keadaan Kamu"


"Saya baik jangan khuatir"


"Syukurlah dan sekarang kamu ada dimana, Sayang"


"Saya ada pekerjaan mendesak di Amerika ada masalah Hotel disana dan saya ingin kamu dan Zayn ikut bersama dengan saya besok. Apa keadaan kamu sudah membaik sekarang?"


"Ya. Saya sudah membaik sekarang"


Sisilia sangat bahagia saat Aditya mengajak dirinya juga Zayn ikut bersama dengan Aditya akan tetapi dalam hatinya bertanya kenapa Pria yang dia cintai mengajaknya untuk ikut ke Amerika.


Apakah keputusa Aditya untuk memindahkan Dirinya juga Putranya memang serius untuk itu Sisilia menanyakan kepada Aditya


"Sayang kamu mengajak kami ikut serta karena ingin bersama dengan kami untuk ikut mengurus keadaan kantor yang di sana atau ingin memindahkan kami sesuai dengan rencana kamu sebelumnya"


"Kamu ingin ikut atau tidak"


Sahut Aditya dengan matanya fokus pada pintu dan telinganya harus mendengar suara langkah kaki karena jika ada yang masuk dan mendengarkan apa yang dia katakan maka itu akan membahayakan dirinya saat ini.


"Baiklah sayang saya akan ikut" senyum terlihat dengan rencana yang ada di kepalanya.


"Bersiap-siaplah untuk besok kita akan pergi bersama dengan Zayn"


Bersamaan dengan itu Rere dan Ayu masuk kedalam kamar membuat Aditya salah tingkah dan tersenyum yang terlihat dipaksakan saat melihat keduanya memasuki kamar.


"Sayang kemarilah" Aditya menepuk bagian kosong yang ada di ranjang tempat dirinya duduk.


"Ya. Mas" Sahut Rere.


"Sebaiknya saya keluar" ucap Ayu tidak enak jika berada di dekat mereka.


"Ayu kemarilah jangan tinggalkan kami berdua" sahut Rere sedikit canggung.


"Kenapa sayang apa kamu takut mas Aditya Cium lagi"


Rere membelalakan matanya dan menatap Ayu yang hanya tersenyum kepadanya terlihat Rere memerah pipinya dan tampak malu dengan apa yang dikatakan oleh Aditya.


"Sayang... Mas besok jadi ke Amerika" Saat Rere sudah duduk.


"Mas Adit apa sudah membaik bukannya mas Sakit bisa besok lusa. Apakah urusannya tidak bisa di undur hari. Bukankah sudah ada yang mengurus juga disana. Mas Adit hanya mengecrk dan memastikan hanya itu bukan"


"Renia kangen dengan Mas ya" Aditya menaik turunkan alisnya mencoba menggoda untuk mencairkan suasana.


"Tidak Mas... Hanya Renia mengkhawatirkan Mas Adit saja"

__ADS_1


"Jangan Khuatir, Renia Sayang. Mas sudah membaik dan besok akan tetap pergi. Doakan saja Mas membaik hari ini"


"Ya tentu saja Mas Renia akan mendoakan mas Aditya. Sampai sana kabari Renia ya"


"Baiklah Sayangku" Aditya memeluk Rere.


"Sayang Mas Boleh tinggal di sini malam ini tidak. Mas Aditya masih lemas untuk kembali ke Mansion Mas"


Rere tampak mengerutkan dahinya dan menoleh kearah Ayu dan dibalas dengan anggukan oleh Adik dari kekasihnya itu.


"Baiklah nanti Renia tanyakan terlebih dahulu kepada ibu" Aditya mengangguk lalu menciun punggung tangan Rere.


"Kak Adit sebaiknya Ayu pulang ini sudah sangat malam dan Jimmy sudah menelpon Ayu dari tadi juga Papi, Beliau menanyakan keberadaan kakak juga"


"Katakan kepada Papi jika Aditya berada di apartemen milik kakak jangan betitahukan kepada Papi jika kakak kambuh. ok Ayu, jangan buat panik Papi" Ayu tersenyum dan menganggukan kepala.


"Kamu pulang dengan asisten Riki"


"iya kakak"


"Ayu saya pulang ya dan Terima Kasih sudah mau menerima kak Adit"


"Jangan sungkan Ayu dan sebaiknya saya antar sampai ke Lift" Ayu mengangguk dan keduanya Bergandengan tangan untuk keluar dari kamar


"Ibu Inah dan Teh Tya Ayu pulang terlebih dahulu dan titip kakak jika terjadi sesuatu Rere telepon segera ke Ayu ya"


Rere mengangguk dan Asisten Riki yang sudah berdiri bergegas keluar unit apartemen Rere dan berjalan kearah Lift.


Rere dan Tya mengantar sampai kedalam Lift dan mereka berpisah disana dengan lambaikan tangan setelahnya pintu Lift tertutup kemudia Tya dan Rere kembali ke unit apartemen dan Tya menutup pintu dan menguncinya.


"Rere kamu tidur berempat dengan bersama kita ya" Tya bertanya dengan tersenyum seakan menggoda adiknya.


"Ya, iya dong Tya masa tidur dengan Nak Adit, belum sah tidak boleh sama ibu kalo sudah sah terserah"


Percakapan Ketiganya terdengar sampai didalam kamar milik Rere yang membuat Aditya tersenyum dengan obrolan ibu dan anak itu sedangkan Dion sudah masuk kedalam kamar dan memutuskan untuk tidur karena tidak ingin mendengar keributan mengenai sakitnya Aditya.


"Dion mana teh"


Sedangkan Rere dan ibu inah masuk kedalam kamar dan Aditya berpura-pura sudah menutup matanya, Bu Inah dan Tya masuk begitu saja dan duduk di dekat ranjang tempat tidur milik Rere. Bu inah menyentuh pelan tangan Aditya dan berkata


"Kasihan sekali kamu Nak, Jika Mama Kamu masih hidup berapa sedihnya dia mendapati keadaan kamu seperti ini. Sejak kecil kamu selalu bersama ibu karena kita bertetangga dari kecil ibu yang menggendong kamu saat mama dan papa kamu tidak di rumah. Ibu tidak menyangka rumah tangga mama dan papa kamu yang sangat harmonis hancur begitu saja"


"Bu sudahlah Mas Aditya sedang tidur, nanti dia terbangun dan saat mendengarkan perkataan ibu pasti Mas Aditya akan sedih dan khuatir akan mempengaruhi mentalnya" Rere berkata sambil mengusap lengan bu Inah.


"iya. Maafkan ibu"


"Sebaiknya kita tidur bu. Besok Mas Adit harus pergi ke Amerika karena ada Bisnis disana" Rere sedikit berbisik ditelinga ibunya.


"Ke Amerika"


iya... Ayo Bu sebaiknya kita pergi tidur"


Rere melepaskan pegangan tangan Bu Inah dan Aditya lalu menggandeng ibunya untuk keluar dari kamar dirinya.


Pintu kamar milik Rere ditutup dan Aditya membuka matanya lalu menatap langit-langit kamar kekasihnya dan dari sudut matanya terlihat air mata meleleh ke pipinya.


"Mama... Papa... Aditya Kangen Kalian"


Aditya menutup kembali matanya dan mencoba untuk tidur karena dirinya memang harus pergi Amerika besok dan untuk keprrluannya sudah diurus oleh Riki karena saat dirinya di kantor Aditya sudah memberitahukan rencananya.


...****************...


Didalam Mansion Mewah Milik Aries berdiri Hans di Balkon kamar milik dirinya dan Ayu dan saat Mobil mewah milik Aditya memasuki Mansion miliknya Hans merasa terkejut saat melihat istrinya keluar dari Mobil mewah milik kakak nya bersama dengan Asisten keluarga Erlangga.


Hans merasa sangat cemburu dan marah saat ini karena waktu sudah menunjukan pukul Sepuluh Malam dan istrinya belum ada didalam Mansion dan dirinya justru mendapati Ayu bersama dengan Riki.


Dengan langkah panjang Hans keluar pintu kamar dan menuju kedalam Lift yang membawanya ke lantai dasar dan disana dirinya sedikit berlari dan saat dirinya keluar dari Lift Ayu sudah berada di dalam Mansion.


Hans menatap tajam Ayu yang masuk sendiri didalam Mansion sedangkan Asisten kepercayaan keluarganya ingin melajukan Mobil milik Aditya ke apartemen milik dirinya yang berada di dalam gedung yang sama dengan Apartemen mewah milik Aditya.


Hans melewati begitu saja Ayu dan membuka pintu Mansion milik mertuanya dengan kasar dan berteriak

__ADS_1


"Riki... Riki... Tunggu"


Mobil yang di kendarai oleh Riki berhenti dan dari arah spion mobil, Riki melihat Hans berjalan dengan begitu Marah dan terus berteriak memanggil namanya.


Riki keluar bersamaan dengan Hans yang berjalan mendekatinya dengan langkah panjang lalu memukul pipi Riki dengan sangat kasar. Ayu yang berlari mendapati ekspresi suaminya yang tidak bisa diartikan saat melewati tubuhnya dan dia mengerti Jika suaminya melihat dirinya bersama Riki dan Hans cemburu melihatnya.


"Hans... Hans... Apa yang kamu lakukan" Teriak Ayu.


"Apa yang kamu lakukan bersama dengan istri ku Haaaa... Sialan"


Hans terus memukuli Riki yang mana pria yang dipercaya sebagai asisten pribadi keluarga Erlangga tidak membalas. Riki hanya diam dan menerima begitu saja apa yang di perbuat oleh suami dari wanita yang dia cintai itu.


"Jawab Kamu S*alan, Kenapa kamu bersama Ayj sampai larut malam"


Ayu menarik baju Hans dengan keras agar berhenti melakukan tindakan kasar terhadap asistennya akan tetap Hans berbalik dan menampar dengan keras pipi Ayu.


Bersamaan dengan itu Aries dan Lisna keluar dan melihat menantunya memukul dengan keras pipi Ayu sampai Putri mereka jatuh tersungkur di atas tanah.


"Ayyyyuuuuuuuuuu..." Teriak Lisna dan berlari mendekatinya.


Riki yang mendapati wanita yang dia cintai mendapatkan perlakuan buruk oleh suami yang dia ketahui bahwa Hans berselingkuh di belakang Ayu dan justru marah saat Ayu pulang bersama dirinya.


Riki menarik kerah baju Hans lalu menatapnya dengan tajam dengan sorot mata yang seakan ingin menerkam.


Riki memukul pipi kiri dan kanan dan dibalas dengan Hans keduanya terlibat perkelahian dihalaman Mansion milik Aries.


Aries berteriak kepada pengawalnya yang tidak jauh dari mereka berkelahi untuk memisahkan. dengan nafas yang tercekal Riki berkata


"Saya dan Ayu tidak seperti yang kamu pikirkan Tuan Hans, Ayu wanita yang terhormat dan setia tidak seperti dirinya yang berselingkuh dengan wanita lain dan membelikan apartemen untuk wanita selingkuhan kamu"


Bukan hanya Hans semua yang ada disana menatap lekat Riki yang tidak terkendali dan mengatakan hal itu didepan Ayu juga orang tuanya.


"Apa Maksud kamu Bren*sek. Jangan kamu memfitanah saya Ha..." Hans mencoba untuk menyerang kembali akan tetapi dicegah oleh Aries.


"Apa maksud kamu Riki" Lisna dan Aries berkata bersamaan


"Hans... " Ayu menangis menahan sakit yang dirinya dapatkan akibat tamparan di pipinya dan kenyataan pahit yang dia dengar dari Riki.


Sedangkan Asisten kepercayaan Keluarga Erlangga hanya diam lemas dirinya tidak bisa menjaga mulut dan emosinya saat mendapatkan pertanyaan intimidasi dari Hans.


"Eeehhh... " Riki bingung harus menjawab pertanyaan Aries.


"Apakah itu benar Hans"


Ayu tidak percaya dengan apa yang dikatakan dengan Riki tapi setahu Ayu Asistennya itu tidak mungkin membohongi dirinya dan ini di saksikan oleh kedua orang tuanya.


"Ayu... ini" Riki menatap wajah Ayu yang nampak sangat terluka dan sedih.


"Sayang dengarkan saya. Riki berbohong agar pernikahan kita hancur. Kamu tahu kenapa karena dia mencintai kamu sedari dulu. Karena itu Saya tidak ingin kita tinggal di Mansion milik kedua orang tua kamu karena Riki alesannya"


Hans menatap penuh kebencian kepada Riki dan yang di tatap sedang memandangi wajah kstrinya tentu Hans merasa bertambah kesal.


"Katakan yang sejujurnya Hans... Apa benar kamu membelikan apartemen untuk selingkuhan kamu Hanssss... " Teriakan Ayu sangat kencang saat berkata tentang tindakan suaminya yang mengkhianati pernikahannya itu.


"itu Bohong sayang... Aku akan buktikan itu"


"Saya bukan Mami Lisna yang hanya diam saat Papi berselingkuh dan juga Renia yang bisa kak Aditya bohongi. Saya akan mencari tahu semuanya dan Jika itu terbukti. Pernikahan kita berakhir"


Ayu merasa sakit dan mengusap air matanya lalu meninggalkan tempat itu begitu saja. Hans berlari mendekati istrinya yang berjalan dengan langkah panjang kearah Mansion dan menuju ke dalam Lift.


"Tunggu sebentar Ayu sebaiknya kita bicarakan ini baik-baik"


Ayu hanya berlalu dan masuk kedalam Lift dan saat suaminya berada didepan lift dan akan masuk pintu Lift tertutup. Hans hanya memukul angin yang tidak ada salah apapun kepadanya.


Sementara di Halaman Riki hanya mengusap wajahnya dan menatap langit dengan meruntuki keb*dohannya yang mengatakan rahasia besar yang dirinya simpan bahkan kepada Aditya sendiri dirinya tidak mengucapkan fakta tentang perselingkuhan Hans karena menginginkan rumah tangga Ayu baik-baik saja tapi karena tuduhan Hans dan perlakuan kasar Hans menyulut emosi dan amarah dalam dirinya.


"Apa itu benar Riki" Tanya Aries menatap tajam kearah Riki.


"Ini hanya salah paham, Saya tidak suka Nona Ayu diperlakukan kasar sehingga saya slaah dalam berucap. Maafkan saya Tuan dan Nyonya"


"Kamu sudah saya anggap sebagai Putra kedua saya setelah Aditya dan sudah saya katakan supaya jangan panggil Tuan. Panggil saya Papi itu sebabnya berkatalah yang sebenarnya Riki" Desak Aries.

__ADS_1


Riki hanya menunduk sementara Lisna tidak percaya jika berita yang disampaikan Riki benar berarti putrinya akan mengalami nasib seperti dirinya. Lisna menutup mulutnya dan menangis. Lisna tidak yakin menantu kesayangan dan pilihannya justru menyakiti Putrinya.


__ADS_2