Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 47 Jangan Pergi


__ADS_3

"Keluarga Aries" Dokter bertanya dan lisna menghampiri dokter.


Ria yang berada di sana kaget mendengar dokter menyebut nama Aries lalu Lisna menghampiri dokter dengan raut wajah sedih dan Ayu membelai lembut punggung Lisna.


"Aries... Apa dia juga di rawat. Apa mungkin karena mengetahui keadaan Adit membuat dia down" gerutu Ria.


Rere yang tidak jauh dari nya ikut menatap Lisna dan Ayu yang berbincang tentang keadaan Aries ayah Aditya begitu juga dengan Riki yang mencemaskan keadaan bos besarnya.


"Keluarga Aditya" Dokter bertanya


Riki beranjak dari duduknya begitu juga dengan Rere, Ayu menoleh kearah Riki lalu menganggukan kepala.


"Saya asisten Pak Adit, saya mewakili mereka karena kebetulan Ayah dari pasien juga dilarikan ke rumah sakit ini" Tangan Riki menunjuk ke arah Ayu dan Lisna yang terlihat berbicara dengan dokter.


"Baiklah, untuk keadaan Pak Aditya sendiri sudah membaik beliau hanya lemas karena tidak ada nya asupan makanan kedalam tubuh, sudah saya beri vitamin tunggu 10 Menit Pak Adit akan sadar"


"Baik Pak Terima Kasih" sahut Riki.


"Bu Rere apakah ingin menjenguk Pak Adit" Riki bertanya dan di jawab anggukan.


"saya Titip keponakan saya Pak Riki"


"Dion bibi masuk sebentar ya, kamu tunggu di sini sama om Riki, Ok" Rere berkata kepada Dion dan keponakan nya menggangguk dan duduk kembali dikursi tunggu yang berada tidak jauh dari ruang ICU.


"Saya permisi Pak Riki" Rere melangkah dan menoleh ke arah ayu.

__ADS_1


Ayu Tersenyum lalu mengangguk sedangkan Lisna melangkah memasuki ruang ICU yang berada di sisi kanan dan Rere kearah sisi sebelah kiri. Ayu mendampingi Lisna untuk menemui Aries Ayahnya.


Rere melangkah dengan pelan menatap pria yang amat disayangi sejak usia nya kecil mereka selalu bersama, Aditya adalah seorang kakak, teman dan kekasih, mereka berpisah karena takdir yang mengharuskan mereka menjalani masa sulit sendiri tanpa saling menguatkan.


Rere berdiri tepat di hadapan Aditya yang menutup matanya dengan wajah pucat dan terlihat kurus. Nampak dari wajahnya terlukis lelah dan sedih dari sudut mata terlihat bulir air mata yang menggenang.


Rere mengusap pelan dengan jari telunjuknya lalu membelai pipi pria yang dia nantikan kehadiranya. Rere berharap pertemuan nya dengan Aditya penuh kebahagian dan senyuman, Saat dirinya menjalani badai kehidupan setelah ayah nya tiada, Rere selalu mengingat Aditya, Andaikan dia di samping Rere mungkin badai ini tidak terlalu berat.


Walaupun Terpisah oleh Takdir Rere berdoa dapat bertemu kembali dengan kekasihnya tapi Rere sadar hidup tidak sesuai harapan manusia ada pemilik takdir nya mana besar, walau menerima dengan penuh derai air mata akan selalu ada kebaikan setelahnya.


Rere akan menjalani ini dan berdoa masalah yang sedang dia hadapi akan menemukan jalan terbaik. Rere menggenggam tangan Aditya. Tanpa terasa air mata menetes dan mengenai punggung tangan Adit.


Rere bimbang kemana hati nya berlabuh, Rere mencintai Aditya sejak kecil tapi Rere menyayangi Geri karena dia sahabat yang menemani saat berjuang dalam hidup. Sebelum bertemu kembali dengan Geri, Rere merasa hidupnya sangat berat dan sulit setelah bertemu dengan Geri kembali Rere merasa hidupnya sedikit mudah.


Geri membantu dirinya bertemu dengan para pembisnis untuk membantu pekerjaannya dan membantu Rere setiap di butuhkan, Tidak hanya tenaga dan pikiran kadang Geri juga membantu dalam hal financial walau Rere mengganti setelahnya.


Terasa jari-jari Aditya bergerak dan kelopak matanya perlahan terbuka, Ditatap nya Rere lekat dan jari tangannya menggenggam Rere seakan tidak ingin Rere pergi dari ruangan itu"


"M A A F" Aditya berkata lirih air mata mengalir.


"Mas" Rere beranjak dari duduknya dan mendekat ke arah Aditya menghapus air mata Adit yang mengalir di pipi.


"Mas... Mas Aditya sudah sadar" Rere menangis dan memeluk Aditya, ada rasa sedih menggelayuti hati nya. Tangan Aditya membelai lembut kepala Rere.


"Mas... Rere yang harus nya minta maaf, apa yang terjadi dengan mas Aditya itu kesalahan Rere"

__ADS_1


"S A Y A N G" Aditya berusaha untuk mengucapkan sesuatu tapi sulit dirinya sangat lemas.


"Renia... Sayangku, jangan menangis. Mas bahagia lihat renia ada di sini, seperti mimpi" Aditya menatap renia dengan penuh cinta.


"Mas... Rere minta Geri untuk mencabut tuntutan semoga Geri mendengarnya" Rere mendongak menatap aditya dan menenggelamkan wajahnya kembali di dada bidang Aditya.


"Sayangku... biarkan saja mas ingin bertanggung jawab atas kesalahan mas, yang seharusnya mas bertanya terlebih dahulu bukan menggunakan kekerasan, Mas tidak masalah dengan proses yang mas jalani" Aditya terhenti dan menata nafas nya kembali.


"Mas hanya takut Renia pergi dari hidup mas, Renia sayang jangan pergi lagi apapun yang terjadi tetaplah bersama mas"


Aditya membelai kepala Renia dengan lembut. Ntah apa yang ada di kepala Rere mendengar perkataan Adit dirinya menjawab dengan anggukan. Hati merasa tenang dan damai meski ada rongga dada yang terasa sedih.


"Ya Allah maafkan aku jika aku bersalah kepada Geri yang sangat baik kepada hamba, Jika boleh meminta mudahkanlah jalanku untuk bersama dan menghabiskan hidup dengan pria yang aku nantikan selama ini dan ikhlaskanlah hati Geri untuk melepas cinta nya kepadaku. Jika aku egois tentang perasaan ini mohon ampuni aku ya Allah"


Perasaan Rere tidak menentu, hanya suara tangisan yang menggema di ruangan ini.


"Ya Allah Terima kasih telah mengembalikan Cinta ini. aku memang kehilangan Mama Sherly dan dia tidak akan kembali tapi dengan datangnya Renia serasa hati ku yang kosong sekarang merasa damai, Aku tidak menginginkan yang lain, Aku hanya berdoa untuk tetap bersama Renia, maka aku Terima takdirku ini dan aku ingin berdamai dengan semuanya. Renia obat yang aku cari selama ini" gumam Aditya.


Rere menoleh kearah Aditya dan di balas tatapan nya dengan senyuman penuh cinta. Tangannya membelai halus pipi Rere. kedua nya saling senyum tidak ingin lagi membahas apa yang terjadi kedua nya bertekat akan berjalan bersama dan bergandengan tangan tidak ingin lagi saling melepaskan.


Hati nya sangat sakit saat berpisah kenapa saat keduanya bertemu justru saling menyakiti. Itu tidak akan terulang kembali Aditya akan memperbaiki semua nya dan memulai dengan hidup yang baru dan akan memperjuangkan Rere.


Suara Batuk terdengar saat keduanya saling menatap dan membuat Rere kaget lalu menoleh ternyata Ayu dan Riki ada di sana.


"Maaf" Ayu menoleh ke arah Riki.

__ADS_1


"Sepertinya kita mengganggu mereka asisten Riki" Ayu tersenyum dan membuat Rere salah tingkah.


__ADS_2