
"Siapa yu" kata Aditya.
"Mas Hans Kak, dia hanya memberitahu ayu jika Mas Hans tidak pulang karena masih ada pekerjaan mendadak di jogjakarta" balas Ayu Aditya hanya mengangguk dan menatap Ayu dengan tatapan hangat"
"dan tadi mas Hans mengatakan permintaan maaf karena belum sempat menjenguk mas Aditya" tambah Ayu.
"Baiklah tidak masalah jika suami kamu sibuk"
Rere hanya diam dan menatap Jimny yang juga menatapnya, Jimmy menghentikan bermain mobil-mobilan saat Mami Ayu menjelaskan bahwa Papa Hans tidak pulang kembali.
Rere menggelengkan kepala lalu merentangkan tanganya agar Jimmy memeluknya dan seakan Jimmy mengerti anak yang belum genap lima tahun itu menghampiri Rere dan berkata
"Mama kita ke apartemen mama yuk, Jimmy ingin bermain dengan Dion dan bawa juga mainan Jimmy, Mami bolehkan" ucap Jimmy dengan menoleh kearah Ayu.
"Nanti merepotkan Mama Rere, Nak" ucap Ayu.
"Tidak Mami, Jimmy Boring disini kalo di apartemen Mama ada Dion ada bude Tya ada Nenek Inah mereka baik dan nanti kita main ke mall lagi ya Mama" ucap Jimmy dengan membingkai pipi Rere dengan tangan kecilnya.
"iya... ayo kita pulang" ucap Rere dengan tersenyum dengan menyatukan kening mereka.
"Loh... Loh kenapa Jimmy jadi berpindah hati, udah ga sayang mami lagi ya" sahut Ayu yang memanyunkan mulutnya.
"Masih sayang Mami ko" balas Jimmy merentangkan tangannya untuk dapat dipeluk Ayu.
Aditya menatap kedua wanita yang dekat dengan hatinya dan hatinya merasa sedih, dirinya masih memikirkan putranya, merasa belum tenang selama belum mengetahui keadaan dan bertemu dengannya.
Saya harus menemui Sisilia dia harus mengatakan kebenarannya dan membawa saya bertemu dengannya.
Aditya bermonolog di dalam hati lalu menatap Ayu yang memeluk Jimmy.
"Mas Aditya Rere pulang ya hampir maghrib, ibu pasti mencari Rere" ucap Rere terlihat senyum menoleh Aditya.
"sayang benar tidak ingin mandi dan makan terlebih dahulu di sini" sahut Aditya dan dibalas dengan anggukan kepala.
"ya sudah, mas antar Renia pulang ya" Aditya menatap Rere dengan tatapan teduh.
"Rere bawa mobil, nanti mas antar Rere dan Rere antar mas lagi jadi gimana nanti... hahaha" Rere tertawa lepas dan di sambut Ayu yang mendengarnya juga terdengar tertawa. Aditya hanya tersenyum dan membelai lembut kepala Rere.
"Baiklah sayang mas antarkan sampai ke mobil" balas Aditya sambil berdiri dan menyambut tangan Rere dan Rere memberikan tangannya untuk bergandengan tangan menuju ke mobil yang akan membawa Rere.
"Jimny ikut Mama tidak" ucap Rere saat berada di depan mobil miliknya.
"Ikut Mama" sahut Jimmy.
"Besok saja Mami antarkan Jimmy sekarang Mami masih mau peluk jimny" Ayu memeluk putranya yang berada dalam gendonganya itu.
"ya sudah Mama pulang ya Jimmy, Mas Aditya Renia pulang dan Ayu besok mampir ya kerumah" ucap Rere.
"insyaallah, sebelum kerumah sakit mampir dulu, Rere belum masuk kerjakan besok" ucap Ayu
__ADS_1
"Senin depan saya masuk" sahut Rere,
"Baiklah, oh... ya Jimmy say bye bye sama Mama" Ayu berkata sambil menarik tangan putranya supaya melambaikan tangan kearah Rere.
"Jimmy ingin ikut mama... hohoho" Jimmy nampak menangis membuat Rere tidak tega dia diam terpaku menatap jimmy.
"Sudahlah Rere tidak masalah, jangan khuatir nanti juga Jimmy berhenti menangis" ucap Ayu masih menenangkan putranya.
Aditya melihat dan nampak Ayu kesulitan menghadapi keponakannya itu, Jimny diambil alih oleh dirinya lalu dia menggendong dan menghapus air mata Jimmy dan membisikan sesuatu yang membuat Jimmy berhenti untuk menangis dan berganti dengan memeluk erat kakak dari Mami nya itu.
"Hati-Hati di jalan sayang, jika sudah sampai langsung kabari Mas Adit" ucap Adit dan membuka pintu mobil Rere.
"Terima Kasih Mas, Ayu saya pulang dulu ya"
Rere masuk kedalam mobil dan mereka bertiga melambaikan tangan lalu Rere melajukan mobil keluar dari pintu gerbang dan menjauhi rumah mewah keluarga Erlangga.
"Ayu kakak ingin bicara dengan kamu sebentar, Jimmy main dulu sama Sus Rita ya" ucap Aditya.
"Ya... Ok tapi janji besok tidak bohong" balas Jimmy dan di balas anggukan kepala sambil tersenyum.
Jimmy melangkah kedalam rumah dengan senang dan melompat-lompat kecil di susul oleh Sus Rita pengasuhnya.
"Ada apa kak" ucap Ayu.
"Sebaiknya kita bicara di taman" sahut Aditya dan di balas dengan anggukan oleh adiknya.
Setelahnya mereka berjalan menuju kearah taman dan duduk berdampingan mengarah ke taman bunga.
"Ada apa kak" ucap Ayu.
"Terima Kasih kak, Ayu sayang kak Adit walaupun keadaan keluarga kita rumit tapi Ayu sangat bahagia saat mengetahui Ayu memiliki seorang saudara laki-laki seperti mas Adit yang sangat baik dan hangat" balas Ayu dalam pelukan kakaknya.
"Untuk Rumah tangga Ayu, kami baik-baik saja kak dan mas Hans memang sangat sibuk akhir-akhir ini karena kakak tahu Mas Hans sudah diberi tanggung jawab sebagai seorang CEO menggantikan Papinya dan pekerjaannya bertambah sekarang jadi Mas Hans Sangat sibuk dan Ayu mengerti karena Papi dan Kak Aditya juga seperti mas Hans, Ayu terbiasa dan sangat memakluminya" tambah Ayu dan menarik diri dari pelukan Aditya kakaknya.
"Baiklah Ayu kakak bersyukur kalian baik-baik saja dan belajarlah dari kesalahan Papi dan... " Aditya terhenti lalu menundukan kepala dan Ayu menyentuh bahu Aditya.
"Sudahlah kak jangan lagi di ingat hal buruk dimasa lalu, kita ambil pelajarannya saja untuk menjadi lebih baik dimasa kini dan nanti, Untuk hubungan kakak dari Renia bagaimana? Ayu lihat Renia juga sangat mencintai Kakak sebaiknya cepat dihalalin aja supaya tidak cemburu-cemburu buta lagi yang mengakibatkan masalah... hihihi lagian umur kakak dan Renia juga memang harus segera dinikahkan benarkan kak, kasihan juga Renia menunggu kakak sampai sekarang belum menikah, jangan tunggu lama Renia itu cantik banyak yang mau sama dia apalagi wajahnya imut gitu siapa yang tahu kalo dia sudah kepala tiga hahaha... Rere dapat brondong juga bisa kak" goda Ayu yang membuat Aditya mencubit pipi adiknya.
"Baiklah Ayu, kak Aditya ingin masuk kekamar sepertinya mas harus membersihkan diri lalu beristirahat, Mas besok masuk kerja sudah hampir satu minggu Mas mengabaikan pekerjaan karena masalah ini" sahutnya yang enggan membalas ucapan Ayu dan dibalas anggukan kepala Adiknya mendengarkan apa yang dikatakan kakaknya.
****************
Sedangkan di sebuah ruangan apartemen seorang wanita nampak kacau dan meminum beberapa minuman keras dengan air mata yang menetes.
"Ahhhrrhhhh"
Teriak wanita yang melemparkan botol yang dia pegang kearah dinding apartemen.
"Mas Aries... Mas. Kenapa Mas... Kenapa kejam kepada Saya. Jika tidak mencintai saya kenapa harus berpura-pura menjalin hubungan dengan saya. Mas ini menyakitkan Mas" ucapnya
__ADS_1
Ria memukul meja yang ada di ruang itu lalu membuka kembali minuman beralkohol dan meminumnya dengan terus menangis.
"Bodohnya saya yang tidak bertanya kepada Rere tentang Mas Aries. Kenapa harus bertemu dengannya. Mas.... "
Ria menangis Histeris dengan menyentuh dadanya yang berdegub kencang. Aries dapat bertemu dengannya setelah Tiga Puluh Lima Tahun tanpa kabar. Ria tidak ingin bertatap muka dengan dua orang yang menurutnya menghancurkan hati dan jiwanya, Kepercayaan bahkan Cinta.
Mereka berdua menghancurkannya dengan sangat kejam mempermainkan dirinya dibelakang memadu kasih sedang dirinya dengan bodohnya selalu menampakan kebahagian dengan hubungannya palsu yang terjalin dengan Aries berbagi cerita dengan Sherly saat itu tapi dibelakang Ria, Sahabatnya itu menjalin kasih bahkan berbagi ranjang dengan kekasihnya.
"Kamu tega Sherly... Kamu Tega" tangis pilu terdengar menggema didalam ruang apartemen milik dirinya.
Ria memeluk bantal kursi yang berada di sampingnya dan menenggelamkan wajahnya di bantal itu.
"Sakit... Sakit Tuhan" Ria menangis dan menyentuh dada nya yang sesak mengingat perbuatan mereka berdua.
****************
Dan di sebuah taman yang dipenuhi oleh bunga Lily seorang Pria yang masih terlihat tampan dan gagah hanya warna rambut saja yang berubah menjadi putih, dia duduk menatap bunga lily yang dia tanam sendiri untuk menghabiskan waktu luang nya dimasa tua yang memutuskan untuk hidup sendiri dan tidak menikah setelah rasa kecewa terhadap istri yang dia ceraikan karena kedapatan berselingkuh di sebuah hotel bersama mantan kekasih dimasalalu istrinya itu.
Rian yang memandang Bunga-Bunga kesayangan mantan istrinya itu tanpa terasa meneteskan air mata lalu beranjak dari duduknya menghampiri hamparan bunga yang mekar.
Rian menutup matanya dan merenatangkan kedua tangannya merasakan hembusan angin dan wangi bunga lily yang menusuk hidungnya membawa dia kembali ke masa lalu saat masih membina hubungan rumah tangga bersama Sherly
Flasback
"Sayang... Kita beli bunga Lily putih ya" bujuk Sherly terlihat manja dengan memeluk Rian.
"Ya sayang" sahut Rian yang mencium pipi Sherly dan mengecup bibir Sherly cepat.
"ihhh Tidak ingin rugi ya" ucap Sherly sambil memukul Dada suaminya pelan dan mencubit lengannya.
Rian berjongkok dan menciumi perut Sherly yang nampak membuncit di usia kehamilannya yang memasuki usia Lima Bulan. Rian Berkata
"Sayang minta apa nanti Papi belikan ya, supaya Mama kamu nyidamnya bisa papa penuhi supaya saat kamu lahir nanti, Anak Papa tidak ngeces" Rian menciumi lembut perut buncit istrinya itu sekali lagi.
Flasback Selesai
Rian membuka matanya dan menatap langit yang berwarna merah.
"Senja yang sangat indah tapi tidak dengan senja yang saya lewati" ucap Rian lirih dengan wajah yang sendu.
"Papa Kangen kamu nak dan Papa bersyukur kasus kamu sudah selesai, ya Papa percaya Aries akan menjaga kamu dengan baik karena kamu adalah darah dagingnya. Darahnya mengalir di dalam tubuhmu Adit" Rian mengatakan itu dengan tersenyum pilu.
"Papa menjalani masa tua sendiri hanya ditemani dengan hembusan angin, wewangian bunga kesayangan Mama kamu dan juga kenangan-kenangan bersama kalian. Padahal dahulu saat papa menggendong kamu untuk yang pertama kali dan mengadzanimu Papi berharap akan menjaga dan menemani kamu sampai tutup usia papa dan usia senja bermain dengan cucu-cucu Papa. Tapi hanya harapan papa saat itu. Nak apa kamu baik-baik saja disana" ucap Rian lirih dan hanya dirinya yang mendengarnya.
"Ya ALLAH, ijinkan saya bertemu dengan Aditya, seorang bayi yang dulu pernah saya gendong pertama kali, Berikan jalan dan kekuatan untuk hati saya supaya bertemu dengannya sebelum saya menutup mata untuk terakhir kali, Saya yang menggendong pertama kali bukan Aries dan keinginan saya hanya satu Aditya Putra saya yang mengangkat jenazah saya nanti"
Doa tulus Rian dengan menatap langit yang berwarna merah tanda senja menyapa dan menandakan siang akan berganti malam setelah warna senja itu menghilang.
Rian menghembuskan nafas nya kasar dan berjalan menuju kedalam rumah kecil yang terbuat dari anyaman bambu dan dikelilingi oleh tanaman sayur buah dan bunga.
__ADS_1
Sherly pernah menceritakan saat awal bertemu dengan Rian sebelum menikah tentang keinginannya yang mana masa tuanya ingin dia habiskan berdua dengan orang yang paling dia cintai di suatu desa dimana tinggal di sebuah rumah yang terbuat dari anyaman bambu dan dikelilingi oleh tanaman dan bunga-bunga.