Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 159 Kemarahan Hans


__ADS_3

Ayu terkekeh mendengarnya dan menarik diri dari pelukan Riki dan mengajak Riki untuk pergi dari sana.


"Ayu Tunggu... Sayang"


Lita menatap kedua orang yang pergi dan saat di perhatikan dengan jelas dia adalah Ayu. Istri dari Hans dan seorang Pria yang dia tidak tahu siapa.


"Masss... "


"Diam atau kamu akan menyesal Lita"


Hans menoleh dan mengancam Lita dan membuat ibu dari Lita terkejut dengan apa yang terjadi saat ini.


"Ayyyuuu... "


Hans berteriak memanggil nama istrinya dan berlari kecil ke arah Ayu dan menarik lengan istrinya dan meminta waktu untuk menjelaskan semuanya.


"Cukup Hans saya akan mengajukan perceraian lebih cepat lebih baik. Jangan ganggu saya lagi"


"Ayu saya mohon tolong dengankan saya"


"Riki sebaiknya kita segera menemui Papi dan kak Adit" Riki menganggukan kepala.


"Ayu... Tolonglah dengarkan saya sebentar"


"Tuan Hans Cukup... Urus Wanita itu dulu nanti kamu bisa menenui Ayu untuk menjelaskannya semua" Ucap Riki pelan.


"Sialan kamu Riki Jangan pernah ikut campur dengan urusan rumah tangga kami. Mengerti!!!" Ucap Hans dengan menatap tajam Riki dan kemudian berlari kecil untuk mendekati Ayu.


"Ayu... Saya mohon berhenti dan ini demi Jimmy, Putra kita" Ayu berhenti sesuai permintaan Hans saat mendengar nama Putra di sebut.


Plakkkk


Ayu menampar keras Hans dan menatap tajam ke arah Hans dapat di lihat raut istrinya yang tampak kecewa dan marah mendapati kenyataan ini.


"Demi siapa kamu bilang tadi Hans. Demi Jimny Putra Kita. Haaa... saat kamu berselingkuh apa kamu ingat Jimmy. Hans kamu melupakan kami hanya demi wanita itu, Apa kamu bosan dengan saya jika iya. katakan kepada saya kita sudahi pernikahan ini tapi jangan berkhianat seperti ini"


Ayu menangis saat mengatakan itu dan Hans meminta maaf dan menyentuh tangan istrinya dan mencoba untuk menjelaskan dan meminta permohonan maaf dari Ayu tapi istrinya menolak dan mendorong Hans pelan lalu Ayu menutup wajahnya dan menangis tersedu. Lalu Hans kembali meraih tangan Ayu dan menggenggamnya.


Riki hanya menatap tajam dengan raut tidak suka dengan sikap Ayu. Mengapa harus marah dan menangis, Sedangkan Ayu sendiri juga sudah tidur dengan dirinya selama tinggal di Amerika.


Apa yang dirasakan Ayu terhadapnya, Apakah dirinya hanya di jadikan pelampiasan atau persinggahan saat hatinya merasa sedih dan kecewa kepada suaminya.


Jika Ayu membuka hati dan memberikan kesempatan cinta untuk Riki seharusnya dengan apa yang terjadi saat ini tidak akan berpengaruh terhadap perasaan Ayu.


Riki kesal dan cemburu karena itu dirinya berjalan melewati keduanya dan Ayu sadar dengan perubahan sikap yang di tunjukan oleh Riki. Ayu menepis tangan Hans yang menyentuh lengannya dan berlari ke arah Riki.


"Riki... Tunggu"


Yang di panggil berhenti dan menoleh ke arah Ayu dan berkata dengan wajah yang masih nampak kesal


"Selesaikan dulu urusan kamu Ayu, Saya tunggu di ruangan Pak Adit"


"Riki... Kamu Marah"


Riki hanya mengangkat tangannya dan menggoyangkan kekanan dan kiri. Ayu menghembuskan nafas kasar. Ayu masih ingat dirinya pernah tidur dengan Riki dan mengatakan akan bercerai dengan Hans dan meminta Riki untuk menunggu Proses cerai dirinya dengan Hans.


Dan saat mendegar Selingkuhan Hans hamil. Ntah kenapa hatinya merasa sakit dan sedih. Ayu tahu Riki marah tapi walau bagaimana juga Hans masih suami sahnya dan kenangan selama menikah dengan Hans masih membayangi pikirannya.


Ayu mencintai Hans karena mereka sebelum menikah sempat berpacaran dan itu selama mereka menjalin Pendidikan di Berlin. Ayu juga tidak bisa menjelaskan perasaannya kepada Riki saat ini.


Saat bersama dengan Riki perasaan Ayu hanya merasa Nyaman dan terlindungi dan itu dia rasakan bukan hanya saat terjadi masalah dalam rumah tangganya.


Sebelum Ayu pergi ke Berlin untuk melanjutkan pendidikan di Universitas, Ayu juga merasa nyaman bila berdekatan dengan Riki. Karena Riki dan Aditya adalah teman dirinya saat berada di Mansion. Ayu bukan wanita yang mudah dekat dengan siapapun, Lisna membahasi pergaulan anaknya.


Karena merasa khuatir jika Ayu salah langkah jika berteman dengan sembarang orang di luar sana. Karena itu teman Ayu tidak banyak dan teman yang selalu menjaga Ayu adalah Riki. Bahkan sebelum Aditya hadir di kehidupan Ayu dan keluarganya.


"Ayu tunggu... Sayang ini bohong. Wanita itu pasti berkata dusta. Tolong jangan percaya"


"Pernikahan kita tidak bisa di selamatkan Hans. Kamu tahu bukan hanya dirimu saja yang berkhianat tapi saya juga"


"Apa Maksud kamu Ayu"


"Hahahaha... " Ayu tertawa merasa lucu

__ADS_1


"Saya sudah tidur dengan Riki dan kita berdua sudah berbagi kehangatan selama di Amerika Hans"


Plaaakkk


Hans menampar Ayu dengan keras dan suaranya dapat di dengar oleh Riki dan dirinya menoleh lalu berlari ke arah Hans untuk menyerangnya karena berani menampar wanita yang dia cintai sampai Ayu tersungkur ke dinding yang ada di belakangnya.


"Hentikan.. Hans. Kamu berani sekali menampar Ayu Haaaa..."


Riki memukul kedua pipi Hans dengan keras lalu menendang perut Hans sampai mundur ke belakang. Hans menyentuh perutnya yang merasa sakit.


Kemudian Hans membalas dengan melangkah mendekati Riki dan menendang dada Riki lalu Hans menarik lengan baju Riki hingga sobek dan berkata


"Saya akan menuntut kamu Riki karena dengan berani menyentuh istri saya...Haaaa..." lalu mendorong dada Riki dan menginjaknya


"Kamu pikir bisa dengan mudah menikahi Ayu...Haaa...Itu terjadi hanya dalam mimpi kamu bre*gsek" sambung Hans dengan menatap tajam Riki.


Hans menarik lengan Ayu dengan kasar di saksikan oleh orang-orang yang ada di tempat kejadian termasuk Lita juga ibunya dan Ayu menoleh dengan mengulurkan tanganya ke arah Riki.


Saat Hans dan Ayu melewati Lita. Wanita itu ingin mendekat akan tetapi Hans menarik tangannya ke udara untuk kode supaya Lita tidak mendekatinya.


"Lepaskan Hans... Apa yang akan kamu lakukan Haaa... Lepaskan"


Hans tidak menghiraukan apa yang di katakan oleh istrinya dan saat keluar dari Lobby rumah sakit Hans menyuruh pengawal dan baby sister Jimmy untuk masuk ke dalam mobil yang berbeda dengan dirinya dan Ayu tapi harus mengikuti Mobil Hans dari belakang. Hans membawa mobilnya sendiri lalu disusul oleh mobil yang di naiki oleh Jimmy.


Riki mencoba bangun tapi dadanya sangat sakit. Riki bingung harus melakukan apa dan kemudian dirinya meminta tolong orang yang ada di dekatnya untuk membawa ke ruangan rawat inap Aditya dan Aries untuk meminta bantuan.


Riki tertatih dengan bantuan orang untuk ke ruangan dan saat ruangan terbuka. Kedua orang yang ada di dalamnya menatap heran dengan Riki


"Apa yang terjadi Riki" Tanya Aditya yang sedang berbicara dengan Papinya terpaksa terhenti dengan kedatangan Riki.


"Pak Adit ... Tolong Ayu" ucap Riki sambil menahan rasa sakit di dadanya.


"Ada apa dengan Ayu" Ucap kedua Pria yang ada dalam ruangan rawat inap tersebut.


"Pak Terima Kasih sudah menolong saya" ucap Riki kepada pria yang membantunya memapah untuk berjalan ke arah ruang rawat inap lalu menatap Aditya.


"Tuan Hans membawa Ayu dengan Paksa"


"Pak Adit... " Riki terhenti lalu menatap Aries dan menarik nafas panjang.


"Katakanlah Riki Jantung saya sekarang sudah terbiasa mendengar sesuatu yang mengejutkan, Saya akan baik-baik saja" ucap Aries menatap Riki tajam.


Aries memiliki firasat tidak enak dengan tatapan yang di berikan oleh Riki. Aditya menekan tombol untuk memanggil Perawat yang berada di ruangan mereka, Agar mendekat ke ruangan tempat Aditya dirawat untuk membantu mengobati Riki yang tampak menahan sakit di dada dan ada luka memar di wajah Riki.


"Pak Jangan kuatirkan saya tapi tolong Ayu. Pak Adit suruh pengawal Pak Adit untuk menolong Ayu. Saya takut Tuan Hans akan berbuat nekat dengan Ayu"


Aditya menoleh kearah Aries dan kembali menatap ke arah Riki dan meminta menjelaskan apa yang terjadi dan menyuruh Riki tidak panik karena Hans adalah suami dari Adiknya.


Jadi Aditya rasa tidak mungkin Hans akan menyakiti Ayu dan Aditya memaklumi apa yang di rasakan oleh Riki.


"Pak Aditya selingkuhan Tuan Hans Hamil dan Pak Hans sudah tahu saya dan Nona Ayu tidur bersama di Amerika"


"Apaaaa..." Kedua orang itu berkata bersamaan dan saling menoleh.


"Hamil... tidur bersama" Aries mengulangi ucapan yang di katakan oleh Riki.


"Ada apa ini Riki... Apa yang terjadi... Jangan membuat Papi bingung. Papi memang menyetujui kamu untuk bersama dengan Ayu tapi kamu harus melakukannya dengan baik. Kenapa kamu membuat Skandal sama seperti Hans. Jika berita ini sampai ke media kita semua akan malu. Masalah Aditya belum selesai kenapa kamu juga bertindak tidak menggunakan akal. Riki. Papi kecewa dengan kamu"


"Saya Mita maaf" Sahut Riki hanya menunduk.


"Sudahlah Pi... Mereka melakukan apa yang kita juga lakukan juga. Kita sama-sama orang-orang yang tidak tahu diri dan Bre*gsek" Balas Aditya dengan terkekeh.


Dirinya merasa semua yang ada di keluarga Erlangga bermasalah. Aries menatap Putranya dan mengabaikan perkataan putranya. Justru Aries meminta Aditya menyuruh orang untuk mengikuti Hans dan membawa Ayu untuk menemui dirinya di rumah sakit.


"Tapi Hans suaminya Pi" ucap Aditya.


"Pak Adit... Tolonglah Saya khuatir dengan Ayu. Hans akan menyakitinya"


"Tidak... Mungkin dia berani melakukan itu kepada keluarga Erlangga"


"Pak Adit. Saya lihat dengan mata saya Amarah Hans saya akan mencari Ayu jika Pak Adit tidak membantu"


"Berhenti Riki dan kamu harus di obati terlebih dahulu"

__ADS_1


"Saya ingin mencari Ayu" Balas Riki


"Saya bilang berhenti dan obati dulu lukamu Riki dan Tenanglah" Aditya mengatakan dengan nada tinggi membuat Riki menuruti perkataannya.


Tatapan matanya kosong duduk di dekat dinding dan Perawat melihat luka yang ada di dadanya dan nampak memar.


"Auwww" Riki merasa sakit


"Ini sakit tidak pak" ucap Perawat dengan menyentuh bagian dada Riki yang berwarna biru dan di balas anggukan.


"Yang Ini" Riki juga mengangguk


"Baik saya akan berikan obat pereda rasa sakit ya Pak. Tunggu sebentar"


Sedangkan Aditya mendial nomor Hans dua kali dan tersambung.


"Di mana kamu Hans"


"Kenapa Kak Aditya"


"Antarkan Ayu ke rumah sakit sekarang"


"Kak... Jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga saya dan Ayu. Urusi saja permasalah yang sedang menimpa kak Aditya"


"Saya katakan sekali lagi antarkan Ayu ke rumah sakit bersama dengan Jimny" ucap Aditya dan dari seberang telepon tertawa setelah mendengarkan perkataan Kakak iparnya.


"Kak Adit... Tolong Ayu" Terik Ayu terdengar di telinga Adit.


"Jangan berbuat nekat atau berani menyentuh Adik saya jika kamu masih tetap ingin bernafas dengan tenang Hans" Ucap Aditya yang mulai Geram.


"Kenapa kalian menganggap saya akan menyakiti Ayu Haaaa... Ayu adalah istri saya...Hahaaha... Apa kak Adit tahu Ayu tidur dengan Pria lain yang menjadi asisten kalian... Haaaa... Ayu menyakiti Saya kenapa kalian tidak mengerti" Teriak Hans dan menoleh penuh benci ke arah Ayu membuat yang di tatap menjadi takut.


"Kamu juga tidur dengan wanita lain Hans dan kamu dengar tadi Wanita itu Hamil anak kamu Hans" Ayu berteriak dan menangis.


"Kalian semua memang jahat dan bre*gsek dan tidak tahu diri" ucap Ayu sambil menangis.


"Saya minta cerai Hans... Ceraikan saya... Jangan ganggu saya lagi dan silahkan kamu dengan siapapun tapi jangan ganggu saya"


Ayu memukuli Hans dan membuat Hans tidak konsentrasi dalam mengemudi mobilnya. Ayu terus menyerang memukuli lengan dan juga menarik rambut Hans.


"Tenanglah Ayu kita sedang berada di dalam mobil dan kita bisa kecelakaan"


"Saya tidak peduli... Meski saya harus mati. Berhenti sekarang atau Saya akan Lompat"


"Ayu... Jangan berbuat bodoh dek, Tenanglah Kak Adit akan menolong kamu. Hans tepikan mobil kalian dan cobalah untuk tenang" Teriak Aditya dan Riki beranjak dari duduknya dan menatap Aditya.


Hati Riki merasa cemas dengan apa yang di ucapkan Aditya Sedangkan Aries berdoa semoga tidak terjadi sesuatu dengan Putrinya...


"Aaaaaaaaa... Hanssss ada Mobil didepan"


"Aaaaaaahhhh"


Bruaakkkk


"Hallo... Ayu. Hans... " Aditya kesal karena panggilannya mati dan Aditya mendial ulang nomor Hans tapi tidak ada tersambung.


Riki mendekati Aditya dan Aries berdiri dari ranjangnya dan menanyakan apa yang terjadi.


"Tidak ada jawaban"


Aditya mendial nomor seseorang dan Riki luruh ke lantai dirinya merasa lemas meski tidak tahu apa yang terjadi.


"Hallo Joni, Segera kamu cari keberadaan Ayu dan Hans di sekitar rumah sakit**** Saya yakin Hans belum jauh. Jika tidak kamu temui cari di Mansion milik Alexander dan Apartemen milik Hans, Sekarang"


Aditya mengusap pelan wajahnya dan merasa cemas dengan teriaka Ayu dan Hans tapi tidak ingin mengatakan apapun kepada Riki karena ada Papinya yang juga sedang sakit.


"Ada apa Nak, Ayu bagaimana"


"Tenanglah Papi... Kita jangan panik, Hans suami Ayu tidak mungkin dirinya bersikap kasar kepada Ayu. Kita berdoa saja. keadaan Ayu baik"


"Nak... Hans mematikan teleponnya" Aditya hanya mengangguk.


Riki beranjak dari duduknya dan berjalan keluar ruangan meski Aditya memanggil namanya. Kemudian Riki keluar Lobby dan membawa mobilnya. Dirinya tidak mungkin hanya diam menunggu kedatangan Ayu.

__ADS_1


__ADS_2