
Terlihat Pria meringkuk dalam diam di sebuah kamar, pria itu terdiam tidak menangis juga tidak berteriak histeris, padahal saat sore sampai malam pria itu terus histeris dan meronta untuk di lepaskan dan menyebut nama Renia.
Ketukan pintu terdengar dan wanita muda datang membawa seorang anak kecil mendekati nya, dengan tatapan sedih dan juga meneteskan air mata. Hati nya tidak dapat di kontrol jelas wanita itu merasakan kesedihan kakak nya yang baru dia ketahui saat usia nya 14 tahun.
"Kakak sudah menemukan Renia" ucap Ayu
Sontak pria yang menundukan kepala di lutut dengan tangan mengeratkan ke kedua kaki nya itu mendongak melihat adik nya datang.
"Dia sekarang membenci ku, aku melihat sorot mata nya mengatakan itu, aku kehilangan dia Ayu, mungkin dia mencintai pria itu" sambil menyandarkan kepala nya di tembok.
"Seorang wanita yang masih sendiri di usia yang sudah cukup matang apalagi ada pria baik dan tulus di samping nya yang juga belum menikah, tanda nya wanita itu menunggu seseorang datang dan menganggap pria di samping nya hanya sahabat, itu kemungkinan nya" Ayu sudah mendapatkan informasi dari Riki sebelum masuk ke kamar Aditya di rumah Utama.
"Mungkin juga Renia sedang mempersiapkan pernikahan bersama pria itu dan aku datang dalam kehidupan nya sekarang, aku tidak tahu cerita Renia setelah dia pergi waktu dulu" sesal Aditya yang tidak menahan emosi harus nya bertanya terlebih dahulu bukan memukuli Geri.
"Pria itu sekarang dirawat di ICU Rumah Sakit, apa kakak akan menjenguk dan meminta maaf, Papi sedang mengurus ini, dan meminta penangguhan penahan atau tahanan kota untuk Kakak, Papi sangat terpukul, Kakak bisakah sekali berdamai dengan keadaan. Papi adalah orang tua kita mau atau tidak itu kenyataan nya peluk lah papi kak, mungkin rasa sedih dan kecewa dalam hati kakak bisa sedikit terobati"
Aditya hanya menutup mata nya dengan kejadian ini dan mendengarkan ucapan ayu adik perempuan satu-satu nya justru menambah rasa hancur hati nya dan benci kepada sang Papi kandung nya yang dia anggap sebagai penyebab penderitaan nya selama ini.
"Keluarlah Ayu Kakak ingin sendiri" tetap menutup mata tapi ada air mata di sana.
...****************...
Sedangkan Papi Aries ada di kamar nya dia sedang duduk di atas ranjang, dia sangat terpukul dengan keadaan Putra kesayangan nya dia sangat menyesal hadir kembali di kehidupan Sherly yang nampak bahagia bersama suami dan putra nya.
Flashback
Saat pertemuan pertama setelah terpisah 16 tahun Rian mengikuti Sherly di mana dia tinggal dan bagaimana keadaan nya setelah menghilang.
Saat melihat Sherly hidup bahagia bersama pria lain ada rasa marah dan cemburu yang ada dalam hati nya, wanita yang sulit dia lupakan sudah menikah.
Siapa Pria itu dan anak remaja di samping nya itu anak ku atau anak pria itu. Berapa usia anak remaja nya, Aries merasa anak itu anak nya karena secara fisik lebih mirip dengan nya rambut berwarna brown sedangkan Rian berwarna Hitam Pekat. Hal itu juga di pernah di tanyakan Rian kepada Sherly, wanita itu hanya menjawab jika Papi Kandung Sherly seperti Aditya dia berbohong untuk menutupi jati diri sebenarnya Aditya yang bukan anak kandung Rian.
__ADS_1
Aku harus mencari tahu siapa ayah kandung anak remaja itu, anak itu lebih mirip dengan ku, dan saat aku menjalin hubungan dengan Sherly kita tinggal bersama dan sering melakukan hubungan lebih intim tapi aku tidak pernah tahu jika Sherly hamil, dan jika Sherly hamil kenapa Sherly pergi dari ku, memang aku di jodohkan dan menikahi wanita lain tapi bukan berarti aku ingin melepasmu Sherly dan sekarang aku melihat kamu bersama pria lain seperti ini.
Aries bermonolog sendiri di dalam pikiran nya saat itu dan masih memandangi keluarga bahagia dari wanita yang di cintai nya itu.
Flashback Selesai
"Maafkan Papi nak, Papi membuat mu kehilangan mama, Andaikan dulu Papi bertanggung jawab dan menuruti permintaan mama untuk menikahi nya, mama kamu tidak akan bunuh diri" Aries mengusap air mata nya sendiri
"Andai Papi tidak hadir dalam hidup kalian kamu masih bersama dengan keluarga kecil kalian yang bahagia, Maafkan aku Sherly sayang, Kamu menghukum ku tapi kamu juga menyakiti anak kita" Tangis Aries menggema dalam kamar yang terkunci.
Lisna mencoba untuk masuk kamar tamu di mana suami nya berada tapi tidak bisa. Lisna tambah jengkel dengan situasi sekarang ini lalu berlalu masuk ke kamar nya dengan hati yang hancur dan bergemuruh.
Sejak kematian Sherly seakan jiwa suami nya juga pergi, Aries terlihat sangat dingin dari sebelum nya bahkan hubungan suami istri juga jarang di lakukan, meski mereka melakukan juga karena Lisna yang memaksa dan dia yang mendominasi, Aries hanya diam seperti mayat hidup.
Suasana seperti ini sangat menyiksa untuk Lisna, itu yang membuat Lisna sangat membenci putra sambung nya, dia merasa putra sambung dan ibu nya yang telah meninggal penyebab dari semua kehancuran rumah tangga nya dengan Aries.
...****************...
Rere diam berpikir sejenak tentang Adity, Dia tidak menyangka Adity sangat tempramental dan seakan memiliki hidup yang sangat sulit tapi kenapa sosok nya sangat misterius dan menyimpan beban yang sangat besar terlihat dari sorot mata nya.
Rasa amarah Aditya tidak dapat terkontrol dia kecewa dengan Rere yang ternyata bohong, bukan pergi ke mall atau bioskop seperti yang di katakan saat makan siang, nyata nya Rere di jemput oleh Geri pulang ke apartemen.
Tapi bukan berarti dia berhak memukuli Geri seperti itu, Apa yang terjadi dengan mas Aditya, mengapa menjadi sosok yang sangat mengerikan, dan kenapa memiliki nama belakang Erlangga seperti nama perusahaan nya setahu aku nama belakang nya adalah Hermawan sama seperti Papa Rian.
Apa yang Terjadi dengan Mas Adit setelah aku pergi dari sana 18 Tahun lalu, mas Aditya sangat misterius
Rere terus bermonolog dalam hati nya, Rere mencemaskan keadaan Geri juga sangat sedih dengan Aditya, meski dia berlaku kasar di mata nya tapi sebelum dia memasuki ambulan yang membawa Geri, Rere sempat melihat gelengan kepala Aditya dan sorot mata nya sangat sedih dan seakan mengatakan Rere tolong aku dan jangan pergi.
Sorot mata Aditya selalu mengganggu pikiran nya, dan bertekat mencari tahu apa yang terjadi dengan kekasih di masa lalu nya itu. Dia hanya ingin tahu agar hati nya tenang, ada dorongan kuat untuk dia melakukan itu.
Terdengar suara langkah dua orang menghampiri Rere dan saat Rere melihat ternyata orang tua Geri yang baru datang dari Jawa Tengah. kedua nya nampak sedih dan cemas terlihat menangis dan memasuki ruang ICU, Rere mengikuti langkah orang tua Geri sampai di depan pintu rawat inap.
__ADS_1
Hari ini Rere ijin tidak masuk kerja dengan alasan sakit dan di Terima oleh HRD dan juga pak Edo pesan dari rere,
Lalu Rere memasuki ruang rawat ICU di mana Geri di rawat, terdengar suara tangis seorang wanita paruh baya yang ternyata ibu kandung Geri.
"Maaf ibu dan bapak. Geri seperti ini karena saya"
"Kamu Rere, ndo" kedua orang tua menoleh dan sang ibu menanyakan itu.
"Benar bu saya Rere" lalu menunduk dan terlihat menangis.
"Kemarilah ndo, ibu ingin menanyakan keadaan Geri, apa kamu yang menunggu Geri semalaman" tanya ibu Geri kepada Rere.
"Benar Bu. Dokter mengatakan jika keluarga Geri datang segera ke ruangan Dokter ada yang perlu di bicarakan dengan bapak dan ibu" jelas Rere.
"Baiklah kami menemui dokter terlebih dahulu dan tolong tunggu Geri sebentar ya ndo, ibu dan bapak mau menanyakan keadaan Geri terlebih dahulu" ayah Geri berkata kepada Rere.
"Baik Pak" Rere tersenyum dan mengantarkan sampai pintu dan menunjukkan letak ruangan dokter.
Setelah kedua orang tua Geri pergi, Rere menoleh ke arah Geri dan perlahan menuju ke kursi yang ada di dekat Geri berbaring.
"Geri bangun,,, jangan buat gw sedih dan merasa bersalah, andai gw ga ikut pulang sama lu, pasti kejadian ini ga akan terjadi, bangun geriiiii" Rere terus menangis dari semalam Rere tidak berhenti menangis.
"Geri kalo lu ga bangun gw marah sama lu dan ga mau temenan lagi sama lu" Rere menyandarkan kepala nya di ranjang Geri dan menatap wajah sahabat nya dan tangan nya menggenggam erat jari jemari Geri.
Air mata nya terus menetes pilu, tanpa di duga jari jemari Geri bergerak dan dapat di rasakan oleh Rere lalu perlahan mata nya mulai bergerak dan terbuka pelan.
Sontak Rere bangun dan mendekat ke wajah Geri dan tersenyum.
"Geri lu bangun, maafin gw Geri" Tangis Rere pecah dengan air mata deras keluar dari sudut mata nya.
Tanpa mereka ketahu ada sosok pria berwajah tampan melihat keadaan itu dan dari sorot mata nya ada kesedihan juga kemarahan dan air mata di sudut mata pria itu juga menetes lalu melangkah pergi dari ruangan Geri dengan perasaan yang hancur.
__ADS_1