Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 156 Aries Meminta Maaf


__ADS_3

Dengan berat hati Rian melangkahkan kakinya, dia melakukan demi Aditya. Putra sambungnya yang dia tahu dari kabar di televisi dalam keadaan tidak baik.


Putra sambungnya itu mencoba melakukan tindakan bunuh diri. Rian ingin bertemu dengan Aditya. Tekat itu yang membawanya sampai di rumah sakit untuk menemui Pria yang menghancurkan Rumah Tangganya bersama Sherly dahulu.


Tangannya menyentuh Pintu rawat inap yang sudah di beritahukan oleh Staff informasi bahwa Aries berada di ruangan ini. Rian memejamkan mata dan mengetuk pintu rawat inap VVIP tiga kali.


Lisna menekan Knop pintu dan setelah pintu terbuka Lisna memandang seorang pria yang dia tahu bahwa pria ini adalah Papa sambung Aditya. Karena dulu pernah menyelidiki tentang Sherly bersama dengan Papa juga mertuanya.


Lisna mematung tidak tahu harus berbuat apa dan Aries juga memandangi Rian begitu juga dengan Rian. Kedua mata saling bertemu. Terlihat mata penuh amarah dan dendam di mata Rian.


"Boleh Saya masuk Nyonya" Ucap Rian


"Siapa anda dan keperluan Apa anda kemari" sahut Lisna.


Lisna merasa bahwa Pria yang berdiri di depannya ini akan melakukan kekacauan di ruangan tempat suaminya di rawat. Dan Lisna tidak ingin dengan kehadiran mantan suami dari Sherly ini akan memperburuk kondisi kesehatan suaminya.


"Saya ingin bertemu dengan suami anda. Apa Boleh Saya masuk Nyonya" balas Rian.


"Suami Saya tidak dapat di kunjungi oleh siapapun saat ini, Karena kondisinya sedang tidak baik dan Kami tidak mengenal anda, Sebaiknya anda Pulang Tuan"


"Benarkah Suami anda tidak mengenal Saya, Coba Tanyakan kepada suami anda. Saya akan menunggu di sini" dengan tangannya menujuk kearah Aries yang dalam posisi duduk bersandar di kepala ranjang.


"Anda siapa lancang sekali... "


"Lisna Biarkan Rian masuk" Aries memotong ucapan istrinya.


Rian tersenyum ke arah Lisna dan melewati tubuhnya begitu saja. Dan Lisna hanya menatap tajam dan tidak suka dengan kehadiran pria yang menjadi masa lalu Sherly itu.


"Lisna Keluarlah Saya akan berbicara 4 mata dengan tamu saya dan Silahkan anda duduk Tuan Rian" Ucap Aries dan membetulkan duduknya.


"Jangan Repot dan biarkan istri anda tetap di ruangan ini Saya tidak ingin terjadi sesuatu dan nantinya Saya akan di salahkan"


"Apa Maksud anda Tuan" Ucap Lisna merasa heran dengan ucapan Rian.


"Saya akan terus terang pada pokok permasalahannya saja Tuan Aries" dan di jawab anggukan kepala


"Kembalikan Putra Saya Aditya. Kamu membawa Putra saya dan menghancurkan masa depannya. Apa yang telah kalian lakukan kepada Putra Saya... Sampai dia mencoba mengakhiri hidupnya"


Rian berbicara dengan sangat emosional.


"Jangan kira saya tidak tahu apa yang keluarga kalian lakukan kepada Putra Saya Aditya... Kalian menghancurkan hidup kami. Kalian merusak mental istri dan anak saya. Sherly mengakhiri hidupnya dan Aditya harus bergantung dengan obat-obat Penenang untuk keluar dari Trauma dan Depresinya. Kenapa kamu Lakukan itu Aries... Kamu mengambil istri dan Putra Saya dan menghancurkan mereka"


"Tuan Omong Kosong apa yang kamu katakan" Lisna berteriak dan Aries hanya menunduk sedih mendengarkan ucapan Rian.


"Harusnya anda berterima kasih dengan keluarga Kami yang rela membesarkan seorang anak berusia 16 Tahun yang ibu mati dan Ayahnya menghilang tidak bertanggung jawab" Lisna berucap dengan penuh emosi


"Cukup Lisna keluarlah Jangan ikut Campur dengan masalah kami" Tegur Aries.


"Kamu bersembunyi di belakang istri kamu Aries" Rian terkekeh melihat pasangan suami istri yang sangat dia benci dan perkataan Rian dia abaikan. beberapa detik kemudian Aries berkata

__ADS_1


"Rian Saya minta maaf karena hadir di kehidupan Rumah Tangga Kalian. Memang seharusnya saya tidak datang dan merebut kebahagiaan dan ketenangan kalian. Selama ini saya selalu mencari kamu dan juga ingin meminta maaf tapi tidak bisa untuk saya menemukan kamu Rian. Saya coba datang ke Perusahaan tempat kamu bekerja di Kalimantan akan tetapi Saya tidak bisa menemukan kamu"


Aries menyentuh dadanya dan Lisna berlari kecil menghampiri suaminya. Tangan Aries di angkat untuk menghentikan Lisna dan menyuruh Lisna untuk keluar tapi sekali lagi Lisna menolak.


"Saya hidup dalam penyesalan dan merasa bersalah apalagi Putra saya Aditya mengalami hidup yang sangat sulit dirinya mengalami Depresi dan Trauma akan kematian Sherly dan memang kamu benar itu kesalahan saya dan Dosa saya, Aditya tidak pernah lepas dari Obat Penenang selama hidupnya hingga saat ini. Aditya terkadang bertindak di luar kontrol sering menyakiti dirinya sendiri. Andai Dulu saya bisa menemukan kamu mungkin Aditya akan hidup lebih baik. Saya ingin menyerahkan Putra saya untuk dapat kamu asuh. Saya akan memberikan segalanya asal Aditya bahagia" Aries menangis masih menyentuh dadanya.


"Putra Saya tidak pernah menganggap Saya sebagai Papanya selalu ada kamu di hatinya dan sampai sekarang Aditya tidak pernah menatap saya seperti seorang anak ke ayahnya. Dia selalu menatap dengan kebencian juga rasa marah. Dan itu sangat menyakitkan. Memang darahnya mengalir darah milik saya tapi di hati Anak itu ada orang lain yang selalu dia panggil Papa dan Aditya selalu merindukan dan mencari Papanya yaitu kamu Rian. Ini hukuman Paling berat yang harus saya tanggung selama hidup Saya" Sambung Aries.


"Saya ingin menemui Putra Saya, Berikan alamat Rumah sakit dimana Putra Saya di rawat, Saya akan menjemputnya"


"Kalian mengkhawatirkan Putra Sherly yang manipulatif itu Lucu Sekali Hahaha... " Lisna tertawa mendengarkan Pembicaraan dua pria di depannya.


"Putra yang memiliki sifat yang sama seperti Mamanya yang seorang pengkhianat dan Pembohong, Saya beritahukan kepada kamu Tuan Rian. Putra Sherly berbohong dengan menembak dirinya sendiri hanya untuk mencari perhatian dan simpati wanita yang telah dia bohongi dan mengharapkan wanitanya akan memaafkan pengkhianatan yang di lakukan olenya. Sangat tidak tahu Malu"


"Lisna... Cukup"


Aries melemparkan Gelas ke arah dinding untuk menghentikan istrinya berbicara sembarangan tentang Sherly dan Putranya.


"Kenapa Kamu marah memang seperti itu sifat Putra kamu sama dengan P*lacur yang mengganggu rumah tangga kita. Wanita yang rela meninggalkan suaminya demi bersama selingkuhannya dan Sayang sekali Pria yang di cintainya itu memilih istri sahnya karena itu dia bunuh diri, Karena menahan Malu"


"Lisnaaaa... " Teriak Aries keras dan menahan rasa sakit di dadanya.


Rian hanya menunduk merasa sakit mendengarkan apa yang dikatakan oleh wanita yang dia tahu istri dari Aries.


"Tenanglah kenapa Mas harus marah. Apa yang saya katakan benar adanya memang dia wanita p*lacur"


Aries berdiri dan menampar Pipi Lisna dengan sangat keras didepan Rian lalu menyentuh kembali dadanya yang terasa sakit.


Lisna merasa sangat marah dan sedih ditampar oleh suami yang sudah hidup bersamanya selama 35 tahun akan tetapi selalu membela wanita yang sudah tiada didepan orang lain dari pada dirinya.


"Pergi... Dari sini Lisna... Pergi" Teriak Aries lalu melepaskan selang infus di tangannya dan menyeret Lisna keluar dari ruangannya.


Kemudian Pintu di tutup dan Aries dengan gontai berjalan ke arah ranjang dan tangannya meraih obat yang ada di atas nakas lalu mengambil minum dengan tangan yang bergetar.


Rian hanya menatap tanpa menolong Aries. Kemudian Aries terdiam setelah meminum obat, Aries mengatur nafasnya yang terasa sesak kemudian dia menoleh ke arah Rian dan berkata


"Kamu Lihat bukan Rian, Saya hidup dengan menanggung dosa dan rasa bersalah tapi waktu tidak bisa di Putar kembali, Saya hanya bisa menjalaninya saja dan Saya sangat bersyukur kepada Allah karena Doa saya dikabulkan oleh Allah. Disisa umur saya berharap bertemu dengan orang-orang yang pernah saya sakiti dan Alllah menuntun langkah kaki kamu untuk bertemu dengan saya melalui insiden Aditya"


"Saya tidak ingin mendengarkan dan melihat drama keluarga kamu seperti ini tapi Allah juga menuntun langkah kaki saya untuk dapat melihat di sisa hidup saya bahwa Orang yang menyakiti saya dan menghancurkan keluarga saya hidupnya tidak bahagia. Walau utuh tapi kamu lebih hancur dari saya Aries. Istri kamu tidak pernah melupakan perselingkuhan kamu dan Sherly. Lalu kamu juga menyaksikan wanita yang kamu cintai Meninggal bunuh diri di depan mata kamu sendiri. Kamu hidup dengan menanggung rasa bersalah. Ini bentuk keadilan dari Allah untuk Saya yang selalu saya tanyakan selama hidup saya" ucap Rian dengan menatap tajam kearah Aries.


"Maafkanlah Sherly Jika kamu tidak bisa memaafkan saya. Rian. Hukumlah saya atas kesalahan yang saya lakukan tapi Saya minta maafkan Sherly, Ini semua kesalahan Saya hanya saya. Rian"


"Cukup... Jangan membuat cerita ini menjadi dramatis dengan ucapan kamu, Aries. Saya kemari hanya ingin meminta alamat rumah sakit Aditya di Amerika. Karena Saya ingin menjemput Putra Saya. Biarkan dia hidup sederhana dengan Saya dari pada hidup bergelimpangan kekayaan akan tetapi hatinya hancur. Saya ingin menyelamatkan Putra Saya supaya tidak mengikuti jejak langkah kamu dan Sherly "


"Aditya sedang menuju ke jakarta" ucap Aries secara tiba-tiba.


"Apa maksud kamu Aries. Bukankah Aditya berada di rumah sakit karena percobaan bunuh diri"


"iya benar dan keadaannya juga belum membaik tapi mendengar kekasihnya sakit Aditya pulang"

__ADS_1


"Kekasih..."


"Iya... Dia Renia Gadis yang sangat dia cintai sejak usia mereka masih kecil. Saya yakin kamu juga mengenalnya Rania. Dia Putri Bu Inah tetangga kalian"


"Renia... Bu Inah" Rian mencoba mengingatnya


"Renia.... Putra Pak Rabbas dan Bu Inah" gumam Rian


"Kamu tadi bilang kekasih Aditya sakit dan dia bernama Renia putri Bu Inah. Dia sakit apa dan dimana dia sekarang"


"Saya tidak tahu dirawat dimana sekarang, Putri saya hanya mengabari jika Aditya pulang karena Renia sakit" Sahut Aries.


"Kamu jangan khuatir saya akan memberitahukan Aditya saat dirinya sudah sampai di jakarta, Tolong berikan saja alamat tempat tinggal kamu saya yakin Aditya akan datang untuk menemui kamu Rian. Dia akan sangat bahagia" Tambah Aries.


Baiklah ini alamat tempat tinggal saya tapi untuk sementara saya tinggal di Hotel karena tadinya saya akan menyusul Aditya ke Amerika tapi karena Aditya sedang menuju jakarta, Maka saya ingin menunggu Aditya di Hotel****" Balas Rian.


"Saya akan memberitahukan bahwa kamu datang dan sekarang tinggal di hotel**** dan Aditya akan datang menemui kamu di sana"


"Baiklah saya tunggu"


Kemudian Rian memakai kacamatanya kembali dan keluar dari ruangan rawat inap VVIP dan menoleh kearah Lisna


"Saya heran dengan wanita Pel*cur itu, Dirinya meninggalkan Suaminya yang tampan dan mengejar Suami saya. Pasti semua itu dia lakukan karena Harta. Dan saya mengucapkan Terima Kasih Banyak jika kamu bisa membawa anak h*ram itu dari keluarga saya walaupun demikian sangat di sayangkan kenapa baru sekarang kamu datang setelah 18 tahun berlalu dan Putra tidak sah Sherly sudah berumur 34 tahu. apa itu rencana kamu karena berharap Putra Sherly bisa menguasai harta keluarga Erlangga. kalian bermimpi jika berpikir itu bisa karena saya akan memperjuangkan hak putri saya atas apa yang harus dia milik. Pewaris Sah adalah putri saya bukan Putra tidak sah Sherly"


"Bicaralah sesuka anda Nyonya saya tidak peduli dan yang merusak keluarga saya adalah suami kamu yang sekarang penyakitan itu dan sebaiknya dari pada kamu berbicara omong kosong sebaiknya temui suami kamu di dalam"


Setelah mengatakan itu Rian berlalu dari hadapanya dan Lisna hanya bisa mengupat kesal dengan tingkah mantan suami Sherly itu.


...****************...


Rian terdiam dan mengingat ucapan Aries setelah dirinya sampai didalam mobil yang mengatakan Renia sakit dan itu alasan Aditya pulang walaupun keadaan Aditya belum sepenuhnya pulih pasca insiden penembakan yang dilakukan dirinya sendri.


Dirinya tidak tahu rumah sakit yang merawat Rere, Rian menghembuska nafas kasar melanjukan mobilnya kearah jalanan yang akan membawa dirinya ke Hotel yang dia sewa.


Rian memutuskan tidak kembali ke kediamannya sebelum bertemu dengan Aditya dan di perjalanan Aries berpikir apakah Aditya akan menerima dan mengingat dirinya setelah Rian meninggalkannya dulu dan sekarang Aditya hidup bergelimpangan harta dan juga menjadi seorang CEO dari Perusahaan besar yang ada di ASEAN.


Rian menggelengkan kepala dirinya merasa sombong dan percaya diri mengatakan akan menjemput dan membawa Aditya, Putra yang dia besarkan selama 16 Tahun yang sekarang sudah Dewasa. Apakan Putranya itu akan menerima dirinya yang hanya seorang Pria sederhana,


"Apa mungkin Putra Sherly akan memilih Saya dibandingkan Papa Kandungnya Sedangkan Mamanya dulu pergi dan memilih Aries dari pada saya"


Rian menepikan Mobilnya dan kembali menangis. Rasa sedih dan kecewa kepada Sheryl kembali berputar di kepalanya.


...****************...


Dan diruangan rawat inap VVIP tempat Aries dirawat kini berdiri Dokter Willy dan Lisna yang berdiri disamping Dokter kepala dan memperhatikan suaminya yang sedang diperiksa dan Selang infus dipasangkan kembali dilengan sebelah kiri. Setalah menangani Aries, Dokter Willy undur diri dan Aries menganggukan kepala.


Sebelumnya Dokter Willy dipanggil oleh Lisna setelah diringa mendapati suami terlihat lemas dan menyentuh dadanya dan selang infus tidak terpasang dilengan suaminya karen itu dirinya menelepon dokter Willy agar menolong suaminya


Setelah Dokter Willy dan suster pergi Aries menatap Lisna dan yang ditatap juga balas menatap Aries dengan tajam dan dingin.

__ADS_1


__ADS_2