
"Ayu, Asisten Riki"
Rere malu dan hendak berdiri untuk memberi tempat ayu untuk duduk di dekat Aditya tapi genggamannya tidak di lepaskan oleh Aditya.
"Ayu kamu juga di sini dek"
"iya kak, saya... " Ayu terhenti mengingat Aditya mungkin akan syok jika dia meneruskan ucapannya tentang Papi Aries.
"Ada apa dek katakan, raut wajah kamu kakak tahu ada sesuatu" Aditya sangat mengenal Adiknya. Rere menoleh kearah Aditya dan mengusap bahu Aditya.
"Istirahat dulu supaya cepat pulih jangan banyak berpikir"
Rere membelai rambut Aditya, membuat hatinya seakan di tumbuhi bunga indah, ini mimpi atau nyata Rere memperlakukan dirinya manis dan tidak berjarak, perhatian Rere yang dia rindukan seperti dulu.
Aditya mengangguk menuruti belahan jiwanya yang sudah dia temukan, dirinya tidak akan lagi membuat Rere bersedih atau kecewa apapun yang dikatakan wanita ini akan dia dengarkan, begitu yang ada dalam pikirannya saat ini.
"Ayu ingin menjenguk kakak saja, memang tidak boleh, memang harus ada sesuatu baru bisa ketemu kakak" Ayu duduk di atas ranjang dengan memanyunkan mulutnya mendengar ucapan Aditya.
Melihat tingkah ayu kepada kekasih masa lalu nya Rere tersadar jika Ayu ternyata manja kepada Aditya dan itu membuat dirinya tersenyum mengingat dulu saat kecil dan masih bersama Aditya, dirinya juga bertingkah seperti itu tapi setelah bertemu kembali malah kaku dan asing.
"Kenapa sayang kenapa kamu tersenyum sendiri"
Aditya membelai pipi Rere dan hanya di jawab gelengan kepala.
Rere memeluk Aditya di depan Ayu dan Riki dirinya tidak peduli apa kata mereka, dirinya hanya mengikuti kata hati, Rere rindu Aditya dan Tuhan sudah mengembalikan pria ini kepadanya kenapa harus merasa asing.
Aditya tersenyum dan membelai kepala Rere. Ayu menoleh kearah Riki mereka saling pandang dan tersenyum, mereka sekarang mengerti Cinta yang dimiliki keduanya.Takdir memisahkan lalu mempertemukan kembali Setelah 18 Tahun cinta itu tidak berubah.
Rere teringat dengan Dion, tadi dirinya menitipkannya kepada Riki tapi yang dititipi masuk ruangan hanya dengan Ayu lalu kemana Dion, Rere mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan. Aditya menatap Rere penuh tanda tanya.
"Pak Riki, maaf tadi saya menitipkan Keponakan saya, di mana Dion sekarang?" Tanya Rere lembut.
__ADS_1
"oh... maaf Bu Rere tadi saat saya ajak dia kesini, perawat yang jaga di depan bilang usia anak yang diperbolehkan masuk di atas 13 tahun. Dan saat saya ingin duduk kembali ke ruang tunggu di depan, saya bertemu dengan bu Ria, beliau menyuruh saya melihat keadaan pak Aditya dan sekarang Dion bersama dengannya" jelas Riki.
"Bu Ria siapa? " tanya Rere kembali sedikit kaget dan cemas dengan Dion.
"jangan khuatir bu Rere dia Klien kami, Pak Aditya mengenalnya dia bermaksud untuk menjenguk pak Adit, saya di minta masuk terlebih dahulu setelah Saya dia akan masuk" ucap Riki dan Rere menoleh ke arah Aditya.
"Rere jangan khuatir Jimmy anak saya juga bersama bu Ria" mendengar Ayu berkata demikian Rere menjadi lega.
"Siapa Sayang" tanya Aditya.
"Dion anak teh Tya. masih ingetkan saudara perempuanku yang dulu pernah ke Jawa tapi hanya satu minggu saat libur sekolah" jelas Rere
Aditya mencoba mencerna dan mengingat Tya yang di jelaskan oleh Rere, ya dia mengingat Tya saudara perempuan Rere dan pernah berkenalan dulu dengan nya. Dimana usia tya 1 tahun di atas nya.
"iya aku mengingat nya sayang, jadi dia sudah memiliki Putra" ucap Aditya dan Rere hanya mengangguk.
"Sebaiknya kita menikah aku juga ingin memiliki anak dari kamu" Aditya mengucapkan itu dengan tangan menggenggam erat jari Rere.
"Ibu dan teh Tya ada di jakarta, mungkin besok atau lusa aku mengajak untuk menjenguk Mas Aditya" ucap Rere dan Aditya menggangguk lalu tersenyum.
Terdengar suara dering handphone Rere menggema diruangan tempat Aditya dirawat.
"Mas aku angkat telpon dari teh Tya dulu ya" ucap Rere dan Aditya menganggukan kepala.
"assalamu'alaikum teh tya"
"Rere kamu pulang jam berapa, Dion udah makan belum, kenapa belum pulang masih di rumah sakit atau di mall sekarang" Tya bertanya bertubi.
"ya teh, Rere masih di rumah sakit sebentar lagi mau pulang tunggu, Dion tadi sudah makan" Rere berpikir sejenak, apa bu Sri tadi mengajak Dion makan atau tidak saat di cafe.
Rere beranjak dari duduk nya dan menatap Aditya, masih berbicara dengan tya, Rere meminta ijin untuk menutup sambungan telpon dengan tya karena dia ingin menanyakan kepada Dion.
__ADS_1
Rere kuatir keponakan belum makan semenjak datang ke rumah sakit hanya saat bu Sri mengajak nya cafe setelah itu Rere tidak membelikan apapun karena apa yang terjadi di rumah sakit membuat nya melupakan tentang keponakan nya itu.
"Ya Allah... " Rere menutup mulut menggunakan tangan.
"Ada apa sayangku" Aditya bertanya dengan raut wajah cemas.
"Mas... aku mau ke cafe dulu ya... Dion belum makan seperti nya dia lapar" Tampak di wajah Rere raut cemas dan panik.
"Tadi saat mengajaknya, aku janji pulangnya ke mall, pasti Dion ngambek sama aku. aku pulang dulu ya InsyaAllah aku jenguk lagi besok" tambah rere
Aditya tersenyum dan tangan Rere di kecup, Aditya merasa pujaannya tidak pernah berubah sikap over panik dan lugu terkadang juga ceroboh yang membuat nya gemas.
"Riki kamu belikan makanan untuk keponakan Rere, ajak dia ke mall belikan apapun yang dia inginkan" perintah Aditya.
"Jangan Mas, aku pulang saja lagian ini sudah malam" sahut Rere.
"Rere kamu tunggu di sini dulu, biar aku yang ajak Dion ke mall bersama jimmy putra ku, sebelumnya aku udah janji ingin mengajak main Dion sama jimmy saat aku menjenguk Mama kamu di rumah sakit" Ayu menyahut dan tersenyum.
Rere menatap Ayu dan Riki lalu menoleh ke arah Aditya. Rere tidak enak hati jika merepotkan Ayu dan lagi memang dirinya harus pulang karena ibunya juga sedang sakit.
"Baiklah sayang kamu boleh pulang besok janji kemari lagi ya. Mas juga harus bertemu dengan Tante Ria setelahnya mas ingin istirahat" Tangan nya masih menggenggam jari jemari Rere dan mengecup nya sekali lagi.
Rere mengangguk tanda setuju dan lagi dia mengingat dengan baik jika Geri besok akan meminta untuk pulang, dia ingin menemui sahabatnya itu dan ikut menjemputnya.
Sebenarnya hati Rere bertanya siapa Ria yang Riki katakan Clien Perusahaan Erlangga dan seperti sangat dekat, ingin bertanya tapi tidak enak hati, mungkin dia akan melihat sosok Ria di depan sana dan akan menanyakan kepada Ayu atau Riki tentang Ria lebih lanjut.
"Mas Aditya, Rere ijin pulang" Rere berkata dan di balas anggukan lalu Rere menciun punggung tangan Aditya.
Hati Aditya merasa sangat bahagia terlihat dari senyumnya yang mengembang. Aditya memberikan kode kepada Riki untuk mengantar Rere pulang ke apartemen nya dan di jawab anggukan oleh Riki.
"Ya Allah Terima Kasih atas rasa bahagia ini" Aditya tersenyum setelah ketiganya keluar dari ruangan ICU.
__ADS_1
Perasaan Bahagia melihat Rere datang menjenguk bahkan orang pertama yang dia lihat saat tersadar adalah Pujaan hati yang dia cari selama ini.
Rasa ketakutan akan kehilangan Cinta Rere tidak terbukti, nyatanya Rere hadir dan berada di sampingnya lalu menggenggam tangannya. Aditya tersenyum mengingat Rere memeluk dirinya.