Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 163 Rumah Duka


__ADS_3

Asisten yang bernama Luca melangkahkan kakinya untuk masuk ke ruangan mayat dan membuka kain penutup berwarna putih dan menutup kembali.


Luca meneteskan air mata karena bosnya telah tiada padahal belum lama mereka bertemu dan Hans terlihat sehat dan penuh semangat saat meninggalkan kantor untuk menemui mertua dan juga kakak iparnya yang sedang di rawat di rumah sakit sampai membatalkan meeting yang seharusnya di adakan hari ini.


Luca keluar dan mengusap air matanya dan menatap dan melangkahkan kakinya kearah Riki dan berkata


"Apakah Tuan Aditya masih lama karena saya akan membawa Tuan Hans untuk di bawa ke Mansion"


"Sebentar lagi tapi jika kamu ingin cepat mengurus administrasi dan segala sesuatunya, Sebaiknya lakukan segera dan biarkan saya yang menunggu Tuan Hans disini sambil menunggu Atasan Saya datang dan setelah datang kita akan bersama-sama membawa Tuan Hans ke Mansion milik keluarganya"


"Baiklah Saya akan mengurus administrasi rumah sakit terlebih dahulu" Sahut Luca dan Riki menganggukan kepala lalu Luca meninggalkan tempat itu untuk ke tempat administastrasi rumah sakit.


...****************...


Ria datang ke rumah sakit untuk menjenguk Rere yang sedang dirawat dan sebelumnya telah mengirimkan pesan bela sungkawa kepada Aditya dan Aries.


Ria juga mengirimkan pesan kepada Aditya bahwa dirinya sekarang sedang menuju kerumah sakit tempat Rere di rawat dan Aditya belum membuka pesan dari Ria.


Ria mengerti apa yang sedang dihadapi oleh keluarga Erlangga ini cukup besar dan Aditya sekarang juga sedang sakit di tambah Adiknya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan adik dari suaminya meninggal dunia. Mana sempat Aditya membuka pesan itu yang ada dalam pikiran Ria.


"Assalamu'alaikum Renia... Bagaimana kondisinya sekarang" Sapa Bu Ria saat membuka pintu ruang rawat inap sambil tersenyum.


"Bu Ria... Saya sudah membaik tapi dokter belum memberikan ijin kepada saya untuk pulang, katanya menunggu hasil test darah dan CT scan untuk mengetahui secara jelas tentang sakit Renia" Sahut Rere sambil merentangkan tangan untuk memeluk Ria.


"Silahkan Bu Ria duduk" ucap Geri


"Terima Kasih. Sepertinya saya mengganggu kalian ya" Tanya Bu Ria sambil duduk.


"Tidak kami hanya sedang ngobrol santai aja" Sahut Rere.


"Bu Perkenalkan ini Cantika dia calon istrinya sahabat saya. Geri"


"oh... ya Nak" sahut Cantika dan bersalaman dengan Cantika lalu menoleh ke arah Geri sambil tersenyum tapi tampak jelas Geri terlihat murung dan tidak suka dengan ucapan Rere.


"Bu... Ria sudah tahu kabar tentang Ayu Putrinya Papi Aries"


"Apa Renia sudah mendengar kabar tentang Mereka"


"Iya... dari berita yang di bacakan Teh Tya"


"iya ibu juga sangat terkejut dengan berita ini dan tadinya ibu ingin memberitahukan berita ini kepada Renia tapi Nyatanya Renia sudah tahu kabar tentang Putri Aries" Rere mengangguk.


"Bu... Sebenarnya Rere sangat terkejut dengan berita ini karena setahu Rere Ayu berada di Amerika menjenguk Mas Aditya tapi kenapa ada berita ini. Rere tidak percaya tapi ternyata setelah Bu Ria datang berita itu benar adanya. Rere kesal tidak di perbolehkan pulang padahal Rere ingin menjenguk Ayu" Rere nampak sedih.


"Bagaimana keadaan Ayu sekarang. Apa Ayu baik-baik saja karena berita hanya mengabarkan tentang wafatnya suami Ayu dan kernet Truk tapi untuk Ayu hanya di beritakan selamat dan sekarang sedang mendapatkan perawatan intensif. Renia merasa cemas dengan keadaan Ayu" sambung Rere kembali.


"Kita doakan saja yang terbaik. Renia, Nak Aditya juga sudah berada disini. Kabar yang ibu dapatkan dari Nak Riki. Bahwa mereka baru saja datang dan tidak lama setelah Aditya mendapatkan perawatan medis dan Ayu juga Riki selesai makan suami Ayu datang dan keributan terjadi di rumah sakit dengan Riki. Setelahnya Nak Ayu di tarik paksa oleh suaminya dan diperjalanan pulang itulah terjadi kecelakaan "


"innalillahi Wa innalillahi rojiun. Umur manusia tidak ada yang tahu ya Rere" Sahut Tya


Semuanya menoleh kearah Tya dan Ria membenarkan apa yang dikatakan oleh Tya. Geri menoleh kearah Rere setelah Ria mengatakan Aditya berada di jakarta tapi Rere hanya memperlihatkan wajah dengan ekspresi datar.


"Kapan Pemakamannya Bu..." Tanya Rere.


"Ibu juga tidak tahu Nak. Coba nanti ibu tanyakan kepada Riki atau Aditya" Sahut Ria dan Rere hanya menganggukan kepala.


...****************...


Aditya menemui Riki yang sedang berada di depan kamar mayat dan luca sudah menyelesaikan adminstrasi yang diperlukan untuk kepulangan jenasah ke rumah duka di Mansion Keluarga Alexander.


Para pencari berita sudah menunggu didepan lobby rumah sakit untuk menunggu konfrensi Pers dari keluarga Erlangga maupun Alexander tapi sampe detik ini belum ada yang memberikan konfirmasi apakah akan ada dari pihak keluarga yang akan menemui wartawan untuk memberikan kabar terbaru mengenai kecelakaan maut dari anak konglomerat keluarga Alexander itu.


Skandal Ayu dan Riki juga belum terkonfirmasi kemudian kabar perselingkuhan Hans dengan salah satu staff karyawannya juga seperti hanya issue yang berlalu saja tanpa ada bantahan ataupun konfirmasi dari pihak bersangkutan.


Begitu juga kabar tentang Aditya yang dikabarkan memiliki anak dengan wanita yang diberitakan pernah tinggal bersama saat Putra sulung Aries itu mengenyam pendidikan di Amerika semua issue hanya bergulir begitu saja.


"Pak Aditya apa akan menemui wartawan di depan lobby banyak yang sudah menunggu"


"Tidak... Saya hanya ingin fokus kepada Hans dan Ayu dulu" sahut Aditya.

__ADS_1


"Tuan Aditya semua sudah selesai. Jenasah Tuan Hans akan saya bawa sekarang dan Tuan juga Nyonya besar sudah terbang dan diperkirakan pemakaman akan di lakukan setelah Nyonya dan Tuan kembali besok"


"Baiklah.Apa keluarga besar Alexander sudah diberitahukan seluruhnya"


"iya sudah dan mereka sebagian tahu dari berita di televisi. Mereka sudah berdatangan dan sekarang berada di Mansion"


"Baiklah... Riki sebaiknya kamu tetap di rumah sakit untuk membantu memback-up selama saya membantu apa yang di perlukan untuk pemakaman Hans besok. Sementara saya akan berada di Mansion Alexander. Tolong jaga semuanya jika ada kendala segera hubungi saya"


"Baik Pak..." Riki menunduk sesaat setelah mengatakannya


Pintu ruangan Mayat terbuka dan Peti yang berisi jenasah Hans didorong menggunakan alat dorong. Luca mendekati dan ikut berada di samping kiri untuk ikut mendorongnya.


Aditya ikut di samping kanan Jenasah dan juga membantu mengiringi bahkan mendorong Peti Hans.


Aditya merasa gemetar dan pusing, bayangan kematian Sherly nampak menghiasi kepalanya.


Aditya menggelengkan kepala lalu melepaskan pegangan tangannya di peti yang menggunakan alat dorong. Aditya menyentuh kepalanya dan Riki segera menghampiri Aditya.


"Beristirahatlah Tuan anda juga masih dalam masa pemulihan setelah insident itu" Aditya tidak menghiraukan apa yang di katakan oleh asisten nya.


"Saya akan mendampingi jenasah dan menunggu kedua orang tua Hans kembali. Tenanglah Riki kamu tetaplah berada disini untuk menjaga semuanya disini" Rik hanya menganggukan kepala pelan.


...****************...


Jenasah Hans masuk kedalam ambulan di susul oleh Luca dan Aditya yang juga masuk kedalam ambulans.


Didalam Aditya merasakan Ponselnya bergetar dan Aditya mengambil ponselnya dan itu dari Aries.


"Hallo Pi"


"Nak apa jenasah Hans sudah di bawa dari rumah sakit ini"


"Iya... Pi. Aditya sedang berada di dalam ambulans"


"Nak... Terima kasih sudah membantu Adikmu dengan mendampingi Pemakanan suaminya"


"Sudah tugas Aditya Pi. Ya sudah telepon Aditya matikan dahulu dan jika ada sesuatu Aditya Kabari Papi nantinya"


Panggilan telepon di matikan dan dirinya membaca pesan dari Ria lalu membalasnya


(Tante. Saya akan menemui Renia setelah selesai pemakaman Hans, Saya sangat merindukan Renia. Sampaikan rasa sayang saya kepada Renia)


Ria membalas pesan Aditya


(Kapan suami Ayu akan di makamkan Renia bertanya)


Aditya menjawab kembali


(Menunggu orang tua Hans datang dari Berlin)


Ria membalas kembali


(Renia merajuk ingin menjenguk Ayu)


Aditya membalas


(Jangan tante, Renia masih sakit. Biarkan Renia beristirahat. Semua akan Baik-baik saja)


(Baiklah Nak) Balas Ria.


Aditya ingin sekali menelpon Ria untuk berbicara dengan kekasihnya itu tapi waktunya tidak tepat karena dirinya sedang berada di ambulans dan didepannya ada jemasah Hans dan disisi depan ada Luca.


...****************...


"Nak dari pesan yang dikirim Aditya katanya Hans akan di makamkan setelah orang tua Hans datang dari Jerman"


"Saya ingin menghadiri pemakamannya dan memberi dukungan kepada Ayu Bu... Apa Dokter memperbolehkan saya untuk pulang"


"Nak Ayu pasti mengerti. Renia lebih baik berada disini terlebih dahulu untuk pemulihan dan pengobatan sakit Renia. Ya Nak"

__ADS_1


"Tapi Bu... Ayu pasti sedih sekarang"


"Iya... Tapi Nak Aditya tadi titip pesan jika dia akan menemui Renia setelah pemakaman Hans dan menyuruh Renia untuk istirahat"


Mendengar itu raut wajah Geri berubah dan Cantika melihat perubahaan wajah calon suaminya itu. Cantika hanya terdiam lalu. menoleh kearah Rere dan berkata


"Saya akan mencari tahu dirumah sakit apakah Ayu sudah membaik atau ada luka serius yang dialami. Jangan dulu menemui Ayu. Kamu masih sakit tenanglah Saya rasa Ayu juga mengerti meski kamu tidak menemui Ayu dan menghadiri Pemakaman suaminya" Rere hanya mengangguk.


Pintu ruangan rawat inap Rere diketuk dan Tya melangkahkan kaki untuk membuka pintu dan dari arah luar ada beberapa rekan kerja Rere yang menjenguk. Dina pertama masuk dan kemudian Tomi, Rendy, Pak Edo dan Rina.


"Eh Bu Ria... Ada disini" ucap Pak Edo


"Iya Pak. saya sedang menjenguk Renia. Apa kabar"


"Saya baik Bu... "


"wahhh... Teman-teman Renia datang sebaiknya kita bergantian saja silahkan Pak yang lain juga masuk sini. Saya dan yang lain akan keluar"


"Terima Kasih Bu... Renia maaf kita baru jenguk karena kata dina bu Renia belum sadarkan diri dan kebetulan kita ada kunjungan dari Direksi jadi kita persiapkan itu terlebih dahulu"


"Ya tidak masalah Pak Edo. Saya ucapka Terima kasih kalian sudah mau menyempatkan diri untuk datang"


Rekan kerja Rere menghampiri Rere dan memeluknya sedangkan Bu Ria dan yang lainnya yang tadi berada diruangan Renia keluar digantikan dengan Rekan kerja Renia di Bank**** Mereka membawa Paket Buah, Roti dan susu lalu diberikan kepada Rere.


"Bu... Cepat sehat ya... " Ucap Tomi dengan wajah sedih.


"Terima Kasih Tomi"


Renia meminta maaf karena membuat repot dengan kejadian sebelumnya kemudian pekerjaannya banyak yang terbengkalai karena Rere Cuti selama 10 hari dan sekarang sakit.


"jangan dipikirin Bu Rere yang terpenting kesembuhan Bu Rere yang utama" sahut Dina.


"Bu kata dokter ibu sakit apa" balas Rina yang ingin tahu.


"Kata Dokter saya mengidap Leukimia"


"Apaaaa... " Semua kompak menjawab dan mulut Tomi juga Dina menganga semua seakan tidak percaya.


"iya tapi masih menunggu hasil test darah dan CT scan untuk hasil jelasnya"


"Maksudnya bagaimana Bu" ucap Tomi


"Baru indikasi begitu" Rendi menyahut dan Rere hanya menganggukan kepala.


"Semoga ada kesalahan ya Rere" sahut Dina dan sekali lagi Rere menganggukan kepala.


Keenam orang yang berada didalam ruangan rawat inap Rere berbincang seputar pekerjaan, cara pengobatan herbal sampai kasus yang sedang viral yaitu kecelakaan dari Adik dari kekasih Rere. Dina menginjak kaki Tomi yang mengatakan itu membuat Tomi berteriak dan marah. Rere hanya tersenyum dengan apa yang dilakukan keduanya.


...****************...


Aditya tidak melihat kondisi Jenasah Hans tapi Luca melihat dengan jelas dan dirinya merasa bingung kenapa tubuh atasannya itu hancur di bagian belakang.


Padahal kecelakaannya terjadi karena beradu dengan truk yang melintas dari arah yang berlawanan dengan mobil yang di kendarai oleh Hans seharusnya yang hancur bagian tubuh Hans yang depan bukan belakang itu yang ada dalam pikiran Luca.


Kemudian Ponsel Luca berdering, Ada kabar yang diterima oleh Luca bahwa Driver Truk yang bertabrakan dengan Hans, mengalami kritis saat dibawa ke rumah sakit meninggal dunia saat jenasah Hans dibawa ambulans ke rumah duka.


Kabar yang dia terima disampaikan kepada Aditya membuat Aditya teringat dengan Adiknya yang saat ini juga Kritis.


"Semoga Ayu baik-baik saja" doa Aditya.


Mobil Ambulans yang membawa Hans telah sampai dirumah duka yang mana Mansion milik Alexander dan disana sudah disambut oleh Kerabat dan Kolega Alexander.


Aditya belum meninggalkan kediaman Alexander, dirinya mewakili kedua keluarga untuk menyambut para kolega ataupun kerabat yang ingin menyampaika belasungkawa.


Aditya menatap jam tangan yang ada dilenganya dan ingin rasanya Aditya mendatangi Rian di Hotel dirinya sangat merindukan Pria yang selama 16 Tahun mengurus dirinya yang mana mereka berdua berpikir bahwa mereka adalah anak dan orang tua yang ternyata tidak memiliki hubungan darah.


Aditya sudah mencarinya tapi tidak kunjung bertemu dan sekarang Papanya sendiri yang mencari dirinya. Aditya mendekati Luca dan meminta ijin untuk kembali ke rumahnya dan besok akan datang kembali untuk mengurus pemakaman Hans dan Luca setuju karena Aditya menolak untuk tinggal dikediaman Alexander dan Luca tidak bisa memaksa.


Waktu menunjukan pukul 10 Malam dan Aditya membawa mobil yang diberikan Luca untuk melaju ke Hotel di kediaman Papa sambungnya untuk bertemu karena Aditya sudah tidak dapat lagi menahan rasa rindu selama 18 tahun berpisah dengan Rian.

__ADS_1


Pintu Hotel diketuk beberapa kali tapi belum ada yang membukanya dan Aditya mengira Rian sudah tidur dan saat dirinya berbalik Pintu terbuka


__ADS_2