
"Pulanglah kalian semua ini waktunya pulang kerja, kenapa kalian masih berada di kantor. Saya tidak akan memberikan ijin Lembur kepada kalian. Jika kalian ingin pulang lebih dari waktu seharusnya kalian tidak akan mendapatkan uang Lembur. MENGERTI" ucap Hans kepada seluruh staff yang masih berada di ruangan kerjanya yang sedang mentapnya.
Para staff tidak menjawab hanya dia sedangkan Lita menghentikan kakinya saat Hans membalikan tubuhnya dan memasuki ruang kerjanya lalu membanting pintu ruangannya dengan sangat keras.
"S*alan gadis itu dia pikir dia siapa, Haaaaaa... Saya tidak akan mungkin berpisah dengan Ayu demi gadis Si*lan seperti dia. Jika saya mau saya bisa menyingkirkan kamu dengan mudah" Senyuman Licik terlihat dari bibir Hans dan melangkahkan kaki di meja kerjanya lalu membuka laptop dan membaca kembali email yang masuk dari beberapa Rekan kerja juga staff yang mengirimkan Dokumen dan Data penting kepada dirinya.
Sedangkan Lita setelah Hans berkata dengan nada tinggi tadi dan merasa di permalukan karena menjadi pusat perhatian para staff kantor yang lain membuat dirinya memutuskan untuk pulang sesuai dengan waktu pulang kerja yaitu pukul Lima Sore beserta Staff yang lain.
Padahal sebelumnya Lita selalu pulang bersama Hans sekitar pukul setengah 6 atau jam 7 malam karena harus menuntaskan ha*rat Hans di ruangan khusus yang di sediakan kantor untuk tempat CEO beristirahat tapi Lita sekarang merasa sangat terpukul dan kesal dengan apa yang dilakukan kekasih gelapnya itu dengan menarik keras tanganya dan di saksikan oleh staff yang lain.
Saat waktu sudah menunjukan pukul setengah 6 dan keadaan kantor sepi Hans keluar menuju Lift dan sebelumnya dia sempat menoleh kearah meja kerja Lita dan gadis yang usianya terpaut jauh darinya sudah tidak ada di sana.
Hans tidak peduli dirinya melangkahkan kaki menuju Lift khusus untuk CEO dan para petinggi perusahaannya juga klien bisnisnya dan membawa nya ke lantai bawah lalu setelah Lift terbuka dirinya menuju ke Lobby utama dan Driver membawakan Mobilnya.
Petugas Gedung membukakan pintu, Hans masuk dan driver melajukan mobilnya menuju ke kediaman Mansion Erlangga dimana istri dan anaknya tinggal saat ini.
...****************...
Sementara di ruangan Geri, Setelah keduanya berbicara dari hati ke hati dan Geri meminta Rere menyelidiki Aditya lebih detail lagi sebelum memutuskan untuk menikah karena tidak ikhlas.
Jika sahabat yang sekaligus cinta Pertamanya ini menderita setelah mengetahui Fakta bahwa Aditya memiliki wanita lain yang pernah juga menemui Geri untuk bekerja sama akan tetapi sampai saat ini Geri dan Sisilia tidak bertemu lagi.
Mengingat pertemuannya dengan Sisilia membuat Geri merasa kesal dan mendidih darahnya dan menyesal tidak menceritakan atau menyuruh Rere untuk mencari tahu lebih tentang kekasih masa lalunya itu dan kini semua seakan terlambat.
Karena wanita yang dia cintai akan dilamar oleh Aditya di hari Minggu ini. Geri hanya terdiam termenung, ingin berkata jujur tapi dia tidak ingin Rere terluka sama seperti dirinya saat mendengar keputusan Rere yang ingin bersama dengan Aditya.
Geri tentu tidak ingin wanita yang dia cintai menjadi patah hati dan melakukan hal b*doh seperti dirinya tapi jika tidak di ceritakan Rere akan jauh terluka setelah menikah mengetahui ternyata kekasihnya tidak seperti yang dia pikirkan dan harapkan selama ini.
"Rere... "
Geri memecahkan suasana Hening yang ada du ruangan rawat inap itu. Ntah apa yang akan di katakan wanita yang dia cintai saat dia menceritakan ini mungkin Rere akan berpikir dia membuat berita palsu agar bisa menggagalkan rencananya atau Rere akan membenci dirinya setelah kejujuran ini di ungkapkan karena baru memberitahukannya saat ini.
Geri tidak peduli dia akan tetap menceritakan apa yang dirinya ketahui dan itu dari mulut Sisilia sendiri. Walaupun Rere akan membencinya yang penting Sahabat yang juga cinta pertama nya ini tidak akan terluka dan salah dalam memilih suami meski pada akhirnya Rere juga tidak memilih dirinya.
"Ya... Ada apa Geri" Sahut Rere
"Aditya tidak seperti yang Lu pikirkan dan bayangkan" Balas Geri dan tampak raut wajah yang penuh tanda tanya
"Maksud Lu apa Geri. Sejak tadi Lu ngomong gitu ke Gw. Sebenarnya apa yang ingin Lu sampain tentang Mas Adit. to the point aja Geri. Gw pasti dengerin Lu" Rere tampak kesal karena sahabatnya itu terkesan menyembunyikan sesuatu dan berbelit-belit untuk mengungkapkan nya.
"Gw takut Lu kecewa. Sebaiknya Lu cari tahu sendiri dan gw ga mau lu ngerasa gw ngalangin atau mau ngerusak kebahagiaan lu Rere. Tapi gw ga bisa lihat lu salah melangkah karena gw sayang sama lu. Gw jujur setuju dan akan ngelepas lu jika cowok yang lu pilih baik dan tulus ke lu" Geri mencoba menjelaskan tapi tidak mengungkapkan fakta tentang Sisilia.
"Maksud lu Mas Adit ga baik dan ga Tulus ke Gw. Kenapa lu mikir gitu Geri. Lu sahabat gw dari kecil kenapa Lu ga mendukung gw sepenuhnya. Padahal Gw berharap kita akan saling mendukung. Geri walaupun kita tidak bisa bersama bukan berarti kita tidak bisa menjadi sahabatkan? Lu sama Mas Adit lalu cantika dan gw bisa jadi teman. Memang kedengarannya jahat buat perasaan lu tapi suatu saat Lu pasti akan mengerti bahwa ini yang terbaik untuk kita semua" Rere mengatakan dengan penuh emosional.
Geri sudah menduga reaksi Rere akan seperti ini dan Geri hanya bisa diam dan menatap kepergian Rere yang setelah mengatakan itu dirinya langsung beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke pintu untuk keluar.
Setelah pintu terbuka ketiga orang yang berada di luar menoleh ke arah Rere dan segera Rere meminta ijin untuk meninggalkan rumah sakit karena waktu sudah menunjukan pukul Setengah Enam petang.
__ADS_1
Rere mencium punggung tangan Pak Yanto dan Bu Sri lalu berjabat tangan dan berpelukan dengan cantika meski sahabat nya itu nampak dingin. Setelahnya Rere meninggalkan tempat itu dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.
Ketiga orang itu masuk kedalam ruangan Geri setelah menatap Rere yang semakin jauh dan berbelok ke arah kiri untuk menuju Lobby utama Rumah Sakit karena disana tempat parkir mobil berada.
Setelah Pintu terbuka Geri menatap ketiganya lalu berkata
"Kapan kita bisa melamar Cantika Ayah, Ibu"
Perkataan Geri sontak membuat Cantika membelalakan matanya begitu juga dengan kedua orang tuanya yang terkejut dengan apa yang di katakan oleh Putra satu-satunya itu.
Didalam hati Geri berkata
Seperti yang Lu mau Rere Gw akan menikah dengan Cantika dan saat Lu mengetahui kebenaran tentang Aditya. Lu akan menyesalinya
Geri merasa sakit hatinya mendapatkan perlakuan menyakitkan seperti ini dari wanita yang dia cintai, Karena itu dia memutuskan untuk menikah dengan Cantika dan Geri juga sudah lelah dengan sikap Rere juga ibunya yang tidak menyukai Rere. Menurutnya mungkin ini yang terbaik.
Geri memutuskan untuk menerima Cantika karena Wanita yang juga sahabatnya ini juga mencintai Geri sejak kecil dan Geri juga mengetahui akan hal itu.
...****************...
Sementara Aditya dan Sisillia masih berada di atas pesawat yang menuju ke Amerika saat ini mereka sedang menikmati makan sore yang di siapkan oleh Pramugari dan Zayn nampak sangat Bahagia karena saat ini Papi dan Maminya berada di dekat dirinya.
Aditya hanya memperhatikan putranya makan dan di dalam hatinya dia ingin cepat sampai karena ingin membuka laporan dua pengawal yang tugaskan untuk mengikuti Rere selama dirinya berada di Amerika.
"Sayang, Makanlah dulu perjalanan kita masih jauh jangan hanya diam melihat putramu makan" ucap Sisillia sambil menyuapi makanan ke mulut Aditya tapi di tolak dengan mendorong pelan makanan yang di berikan oleh Sisillia dengan wajah dingin.
"Ya... itu Bagus Sayang dan Terima Kasih karena Zayn memiliki cita-cita ingin mengajak Papi dan Mami keliling dunia. Benarkan Pi" ucap Sisillia dengan mengusap Kepala putranya sambil menoleh kearah Aditya yang mengangguk untuk menjawab perkataan Sisillia.
Susi dan perawat pribadi Sisillia hanya bisa saling pandang begitu juga dengan Bryan dan rekannya yang kemudian mereka meneruskan makan sorenya yang di hidangkan oleh Pramugari pesawat pribadi milik Aditya.
...****************...
Aries dan Lisna mengetuk pintu kamar Ayu dan membujuk putrinya agar mau keluar dari kamarnya hanya sekedar untuk makan tapi dari dalam kamar hanya diam.
Jimny hanya menoleh kearah Mami nya lalu terdiam kembali di tempatnya dan melanjutkan bermain game karena suntuk dan bosan dengan permainan sebelumnya dan Maminya hanya diam dan menangis di atas ranjang tempat tidurnya.
Dari arah luar kamarnya Aries mengetuk sekali lagi agar Putrinya mau membukakan pintu sambil berkata
"Buka Pintunya Nak, Jimmy harus makan kasihan anak kamu belum makan dari Siang, di dalam kamar, kenapa kamu mengurung diri, kita bisa bicarakan semuanya. Papi akan bantu kamu Nak"
"Ayu, Jangan dulu kamu mengambil kesimpulan Hanya karena ucapan Riki yang belum tentu kebenarannya. Mami Percaya Hans tidak melakukannya, Nak. Hans sangat mencintai kamu" Tambah Lisna yang ikut membujuk Ayu.
Dan dari halaman Mansion masuk mobil Hans dan dia memarkirkan Mobil di dekat Mobil Ayu istrinya.
Hans keluar dari dalam mobil dan sudah mempersiapkan mental untuk bertemu dan menyelesaikan masalah yang sedang terjadi dengan kedua mertuanya.
Hans memasuki Mansion dan menuju ke Lift untuk menuju Lantai 2 untuk menuju kamar dimana istrinya berada.
__ADS_1
Setelah Pintu Lift terbuka di lantai 2 Hans mendapati kedua mertuanya menoleh kearahnya karena suara dari Lift.
"Mami dan Papi Selamat Malam" ucap Hans saat kedua mertuanya menatap tajam ke arah Hans yang melangkah ke arah Aries dan Lisna.
"Kamu bujuk istri kamu untuk mau keluar dari kamar nya karena dari siang Ayu tidak membuka pintu kamar nya Papi khuatir dengan keadaan Ayu"
Setelah mengatakan itu Aries melangkahkan kakinya ke dalam Lift dan menekan tombol 3 untuk menuju keruangan kamarnya.
Lisna mendekat dan berkata dengan tatapan mata tajam dan berkata
"Mami ingin tahu apa yang terjadi dan apa benar kamu memiliki wanita lain. Mami ingin dengar dari mulut kamu Hans sebelum mami mencari fakta yang sebenarnya dan Jika Mami mengetahui skandal kamu di belakang Ayu. Mami Pastikan Perusahaan kamu akan hancur. MENGERTI"
Setelah mengatakan itu Lisna juga meninggalkan Lantai 2 untuk menuju ke lantai 3 kamar dirinya dengan suami.
"Ayu... Sayang. buka pintunya ini Mas Hans" Teriak Hans dan mendengarkan suara ayahnya membuat Jimmy mematikan games nya dan berjalan untuk membukakan pintu untuk Papinya.
Gagang Pintu terbuka dan Hans menatap Putranya Jimmy lalu memeluknya dan menggendong dan menutup pintunya dan berjalan ke arah Ayu yang hanya diam meringkuk di atas ranjangnya. Ayu tidak tidur tapi tidak juga merespon suaminya.
"Ayu, Sayang... "
Hans menurunkan kembali Jimmy dan menyuruhnya untuk bermain di dalam kamar miliknya karena Papi dan Mami nya ingin berbicara berdua dan Putranya menurut dengan apa yang di katakan papinya.
Sekarang di dalam kamar hanya ada Ayu dan Hans. Ayu tidur membelakangi Hans dan suaminya melepaskan jas digunakan lalu ikut berbaring di atas tempat tidur dan memeluk dari belakang lalu mencium punggung Ayu.
Istrinya menepis pelukan yang ada di pinggang nya dan beranjak untuk duduk lalu membalikan tubuhnya ke arah Hans dan berkata
"Siapa yang mengijinkan kamu memeluk saya Hansss... " Mata menatap tajam ke arah Hans.
"Kamu masih istri saya Ayu, apa saya butuh ijin dari kamu Haaa..." Hans berkata dengan nada rendah tapi tajam.
"Keluar dari kamar saya dan jangan dekati saya kamu mengerti Hans"
"Ayu... Sayang kenapa kamu percaya dengan ucapan Asisten kalian Haaaa..." Hans ikut beranjak dari tidurnya dan menatap tajam kearah Ayu.
"Saya tidak percaya dengan siapapun dan saya akan mencari tahu kebenarannya" Ayu balik menatap Hans dengan wajah marah.
"Jika semuanya salah bagaimana? semoga kamu menyesali akan tindakan kamu hari ini" Hans turun dari ranjang tidur lalu melangkah ke arah kamar Jimny.
Ayu hanya menatap kepergian suaminya dengan air mata dirinya masih ragu untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh Riki tapi jika melihat perubahan suaminya membuat Ayu semakin Yakin jika apa yang di katakan oleh Riki benar dan menurut Ayu Riki tidak mungkin berbohong hanya karena mencintai dirinya.
Ayu mengingat lagi apa yang dirinya juga Riki lakuka di tepi pantai. Ayu menyandarkan kepala nya di ujung ranjang lalu membuka Ponselnya dan ada pesan masuk dari Rere.
(Selamat malam Ayu, Apa Boleh besok saat makan siang kita bertemu ada yang ingin saya tanyakan tentang Mas Aditya)
Ayu menatap pesan lalu menghadap ke langit kamarnya dan menutup matanya air mata menetes dan bergumam pelan
"Rere kita mengalami hal yang sama. Kita mencintai orang yang salah dan Cinta tulus yang kita berikan untuk mereka justru di khianati. Bagaimana reaksi Kamu Jika mengetahui Kak Aditya ternyata berkhianat"
__ADS_1