
Sisilia terdiam dalam pelukan Bryan dirinya merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan dari Bryan dengan menatap ke arah langit-langit kamarnya
Kamu akan merasakan kehancuran yang saya rasakan Aditya Sayang dan kamu Renia jangan pikir bisa mengambil Aditya dari saya
Sisilia bermonolog di dalam hatinya dan menutup matanya setelah mencoba untuk menenangkan dirinya dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Zayn nak mami kengen sama kamu. Papi kamu telah memisahkan kita tapi kamu jangan sedih mami akan membawa kamu dan juga papi pergi jauh dari sini dan kita akan hidup bertiga dengan bahagia jauh dari wanita si*lan itu.
Dengan menutup matanya Sisilia terus bermonolog di dalam hatinya dan Bryan bergerak lalu Sisilia berpura-pura tidur dan pria yang ada di sampingnya menatap wajah Sisilia dan membenarkan anak rambut yang berada di wajahnya dan mencium pipinya pelan dan berkata
"Saya akan mencoba membuat kamu bahagia Sisilia sampai kamu melupakan rasa sakit dan rasa pedih akibat dari apa yang dilakukan Aditya kepada kamu. Saya sangat mencintai kamu dari dulu hingga hari ini dan perasaan ini akan selamanya untuk kamu sayang" ucap Bryan di dekat telinganya lalu Bryan memeluknya.
Tanpa terasa air mata Sisilia menetes tanpa sepengetahuan Bryan dan setelah mendengar ucapan dari Bryan membuat Rasa bersalah Sisilia ada kepada Bryan. Pria yang baik tapi dirinya tidak dapat mencintai dirinya.
...****************...
Geri yang masih belum bisa menerima pernikahan Rere hanya bisa mabuk dan mengurung dirinya sendiri. Hatinya hancur dan jiwanya serasa mati.
Bahkan Cantika juga mengetahui keadaan Geri yang tidak baik-baik saja tapi dirinya tidak dapat berbuat apapun.
Cantika hanya bisa menunggu dengan sabar Geri agar membuka hatinya dengan sepenuh hati untuk dirinya.
Kedua orang tua Geri meminta Cantika agar memberikan waktu Geri untuk menyembuhkan hatinya terlebih dahulu dan berdamai dengan keadaan dan Cantika setuju.
Sudah dari tadi dirinya di abaikan Oleh Geri yang mengurung diri di dalam kamar setelah pulang bekerja walaupun tahu Cantika ada di rumahnya.
"Geri Jika kamu seperti ini terus saya ijin untuk berhenti mencintai kamu. Usia saya sekarang 32 tahun dan sama dengan Renia saya juga perawan tua karena menunggu cinta kamu. Jika kamu belum bisa melupakan Renia lebih baik saya pergi karena saya sangat lelah dengan semuanya"
"Maaf Bu, Pak. Apa yang di katakan oleh ibu dan bapak memang ada benarnya akan tetapi saya lelah menunggu cinta Geri. Dia sudah berjanji akan berusaha mencintai saya tapi dia mengurung diri dan mengabaikan saya menganggap saya tidak ada untuk apa saya tetap berada di sini" teriak Cantika sengaja meninggikan suaranya.
Lalu dia meminta ijin keluar dari rumahnya dan sebelum pergi Cantika memberikan cincin tunangannya kepada Bu Sri dan meminta ijin pergi selamanya dari hidup Geri.
Saat dia melangkahkan kaki ke halaman kediaman Geri. Bu Sri membujuk Geri untuk mengejar Cantika sebelum terlambat. Geri di dalam kamar hanya diam dan tidak ingin memperdulikan apa yang terjadi di balik kamarnya.
Geri sudah berusaha membuka hatinya untuk Cantika akan tetapi bayangan Rere selalu membayangi pikirannya.
Kemudian dirinya mengingat ucapan Rere agar dirinya menikah dan hidup bahagia dengan Cantika dengan meningat itu maka Geri mendongakan kepalanya yang tadi dia sembunyikan di balik lututnya.
__ADS_1
Geri membuka pintu dan berlari mengejar Cantika dan memanggil nama tunangannya dan berdiri didepan mobil Cantika saat wanita itu akan pergi dari gerbang rumah dirinya.
Geri menghalangi dengan merentangkan tanganya di depan mobil Cantika. Wanita itu menatap ke arah tunangannya dan menangis.
Cantika keluar dari mobil lalu dirinya berlari ke arah Geri dan memeluk pria yang di cintainya dengan menangis.
Geri mengajak Cantika pergi dari kediamannya dan kedua orang tua Geri menatap dengan bahagia dan berdoa semoga keduanya bisa melewati masa sulitnya dan segera menikah.
Di dalam mobil Geri memberikan cincin tunangan kepada Cantika dan meminta untuk tidak melepaskannya kembali dan Cantika menganggukan kepalanya.
"Saya antar kamu pulang"
"iya... Terima kasih. tapi apa kamu baik-baik saja bukankah kamu mabuk sekarang sayang"
"Jangan kuatir saya masih sadarkan diri dan bisa mengendarai mobil ini"
...****************...
Sementara di Apartemen milik Luca. Sepasang suami istri yang beberapa hari telah menikah sedang duduk berhadapan dan di sana juga ada ibu mertua Luca.
"Saya tidak akan menyentuh kamu Lita kita bisa tidur dikamar sendiri-sendiri seperti hari kemarin"
"Apa maksud kamu Lita. Jangan melewati batas. Saya ingin menikahi kamu karena kedua orang tua Tuan Hans yang meminta dan demi putra Tuan Hans yang harus mendapatkan pengakuan dan juga memiliki seorang papi. Saya akan tidur di ruang tamu dan kamu bisa tidur dengan ibu kamu atau sendiri dikamar utama"
Luca meninggalkan Lita berdua dengan mertuanya dan dirinya tidur di ruang tamu. Lita memeluk ibunya dan menangis merasakan sangat tidak beruntung menikah dengan pria yang bukan ayah dari anaknya dan diperlakukan asing.
Sudahlah nak jangan memaksa dia tidak mencintai kamu ucap Ibunya. sedangkan didalam kamar luca merenung dengan tidur di atas ranjang dan menatap kearah langit-langit kamar dan mengingat Hans dan kedua atasanya yang dia anggap sebagai orang tua kandung.
Bahkan Perusahaan milik Alexander Group yang di kembangkan oleh Papi Hans dirinya kelola sampai Jimmy tumbuh dewasa baru akan diberikan kepada Putra dari Hans dan Ayu itu. Begitu percayanya Alexander kepada dirinya sampai menikahkan selingkuhan putranya dengan dirinya yang mana anak dalam kandungan lita akan menjadi putra sambungnya itu yang ada dalam pikiran Luca mana mungkin dirinya bisa tidur dengan wanita yang menjadi simpanan atasannya itu.
Walau bagaimana juga Hans pasti mencintai Lita walaupun cinta Hans kepada Ayu lebih besar buktinya Luca tahu dari cerita Ayu jika Hans menyelamatkan hidupnya dengan melindungi istrinya saat kecelakaan dengan melepaskan seat belt dan memeluk Ayu agar tidak terkena hantaman truk yang ada didepannya yang melaju berlawanan arah dengan dirinya.
Suara pintu terbuka dan betapa kagetnya Luca melihat Lita hanya mengenakan lingerie berbahan satin dengan warna merah masuk kedalam kamarnya meski dari luar sang ibu sudah melarangnya tapi Lita tidak peduli dan dengan pelan dirinya meepaskan lingerie yang dia kenakan lalu melangkah kearah Luca.
"Apa yang kamu lakukan nona Lita, kenakan kembali pakaian kamu, apa kamu juga melakukan ini kepada tuan Hans dulu" Teriak Luca merasa kesal.
"Tidak... Saya memang hamil dengan suami wanita lain tapi saya bukan wanita murahan yang memberikan tubuh saya kepada tuan Hans tapi dia yang datang dan meniduri saya sampai hamil dan saya sekarang mendatangi kamu karena kamu suami saya. Kita sudah menikah hampir satu minggu lebih dan kamu belum memberikan hak saya sebagai istri dan sekarang saya memintanya"
__ADS_1
Luca merasa marah dan beranjak dari kamarnya dan ingin meninggalkan ruangan untuk tidur di tempat lain.
"Berhenti Tuan Luca, satu langkah kamu meninggalkan kamar ini saya akan terjun dari jendela dan menemui ayah dari bayi saya"
Luca menoleh dan merasa kesal dengan ancaman yang diberikan oleh Lita dan rahangnya mengeras. Merasa kesal dan menatap sengit ke arah Lita.
"Jangan mengancam saya nona"
"Saya tidak mengancam siapapun, Saya hanya ingin pernikahan normal setelah anak ini lahir dan diberikan kepada kedua orang tua Tuan Hans saya juga ingin mengandung anak Tuan Luca karena saya ingin menjalani rumah tangga yang normal dengan pria yang menikahi saya apa itu salah. Jika kamu tidak menginginkan pernikahan ini saya akan melompat ke jendela untuk apa saya hidup jika nanti saya akan kehilangan semuanya"
"Apa Rencana kamu sebenarnya Nona Lita"
Lita berjalan pelan dan membingkai wajah Luca lalu mengusap bibir suaminya dan memeluk suaminya tanpa kata. Luca merasa risih karena dirinya tidak mencintai wanita yang dia nikahi itu dirinya hanya iba dengan nasib wanita yang sedang hamil anak atasannya itu.
Tapi Lita tersenyum dalam pelukan Luca tentu saja dirinya tidak ingin melepaskan Luca yang mana dirinya sudah kehilangan Hans dan tidak akan mau kehilangan Luca karena dia tahu keluarga Hans mempercayakan aset keluarganya kepada Luca.
Luca merasa terprovokasi dengan apa yang menempel di tubuhnya karena Luca juga pria normal yang mana Lita tidak mengenakan apapun saat ini tentu dirinya merasakan bagian tubuh dari Lita.
"Tolong Lepaskan Nona Lita ini salah. Jika kamu ingin tidur di ruangan ini silahkan saya akan keluar dan tidur ditempat lain"
"Lakukan Jika kamu ingin melihat saya bunuh diri"
Lita menarik tangan Luca dan mendorong suaminya ke dalam ranjang dan mengusap inti suaminya dan meski tertutup dengan celana bahan yang dia gunakan tapi Lita tidak peduli dia terus memainkannya.
"Nona bukankah kamu sedang hamil ini sangat berbahaya untuk janin yang ada di dalam perut kamu jangan lakukan itu selama kamu masih hamil muda. Jika kamu kehilangan bayi dari Tuan Hans bagaimana" Ucap Luca dan Lita menghentikan apa yang dia lakukan di inti suaminya.
"Kita bisa melakukannya pelan dan jangan di keluarkan didalam itu tidak masalah karana akan memicu kontraksi tapi jika di luar atau menggunakan pengaman tidak masalah Tuan Luca Saya sudah menanyakan ini kepada dokter kandungan saya dan kita bisa melakukan ini jarang atau 1 minggu sekali"
Belum sempat menjawab istrinya sudah menaiki inti miliknya dan menyatukan dengan miliknya dan bermain disana. Membuat Luca terkejut dengan gerakan cepat yang dilakukan oleh istrinya.
Memang miliknya sudah menegang karena provokasi lita dan saat dibuka Lita langsung menaikinya. Ini bukan yang pertama untuk Luca tapi tetap saja rasanya beda karena dia sudah lama tidak melakukan. Terakhir saat dirinya berkuliah di Jerman bersama Hans dan melakukan itu dengan kekasihnya yang berkhianat dengan pria lain dan setelah itu dirinya tidak pernah memiliki kekasih kembali.
Lita dan Luca melakukan hubungan suami istri dengan sangat berhati-hati tapi suara yang di keluarkan keduanya terdengar sampai ke luar karena pintunya memang tidak tertutup dengan rapat karena tadi Luca hendak keluar dari kamar tapi di cegah oleh Lita.
Orang tua Lita tersenyum bahagia mendengar apa yang keduanya lakukan itu tandanya anaknya memiliki suami yang utuh dan mereka sudah menjadi suami dan istri sesungguhnya karena melakukan hubungan suami istri setelah lebih dari 7 hari nampak seperti orang asing keduanya meski suami istri.
Setelah tiga puluh detik melakukan kegiatan ra*jang bersama, Lita sepenuhnya menjadi milik Luca begitu juga sebaliknya dan Lita yang masih muda dan manja memeluk suaminya dan mencium pipi Luca lalu mengucapkan terima kasih karna mau menikahi dirinya dan menjadikan istri itu artinya menyelamatkan dirinya dari tuduhan dan ejekan tetangganya karena mengandung tanpa suami. Luca hanya terdiam masih meraba dan memahami situasi yang terjadi sekarang. Lita sekali lagi mencium leher dan pipi suaminya dengan senyum bahagia.
__ADS_1
"Tuan Luca sekarang resmi menjadi suami Lita sepenuhnya mulai malam ini, sekali lagi terima kasih"