
Riki menatap dengan senyum kearah ketiganya dan dirinya membiarkan mereka berbincang sementara Riki keluar ruangan dan duduk dikursi tunggu.
Rere berusaha menguatkan Ayu dan Aditya hanya menatap Rere berinteraksi dengan Adiknya.
"Kak Adit Jimmy apa bersama mami Lisna atau Mami Laurane. Saya belum bertemu dengan mereka. Apa boleh Ayu keruangan papi menggunakan Kursi roda Ayu merindukan mereka kak"
Aditya hanya diam dan Rere menatap kekasihnya yang menundukan kepala.
"Ayu kamu harus sembuh dahulu baru bisa bertemu mereka. ini demi kebaikan kamu juga Ayu"
"Rere... Saya kangen dengan jimmy. Pasti dia merasa sangat terpukul atas kematian papinya. Anak saya pasti merasa sendiri sekarang. Bisakah kalian membawakan Jimmy kemari"
"Baiklah Kita usahakan besok saat kita berkunjung kembali kita membawa Jimmy, Benarkan Mas Adit" Ucap Rere dengan menatap kekasihnya yang hanya diam.
"Kak... Apa ada masalah"
Aditya hanya diam dan dirinya beranjak dari duduknya dan keluar untuk bergabung dengan keluarga Rere dengan melewati Riki.
"Ada apa ini Rere... Katakan Perasaan saya merasa tidak tenang"
"Ayu tenanglah jangan terlalu banyak berpikir supaya kamu cepat sembuh"
Ayu mengabaikan Rere dan berteriak memanggil Riki dan yang dipanggil mendengar karena pintu ruangan rawat inap Ayu tidak ditutup.
"Riki... ada apa ini saya merasa ada sesuatu katakanlah dimana papi dan Mami kenapa mereka belum mengunjungi saya. Jika papi sakit saya mengeri tapi kenapa Mami juga tidak datang kemana mereka" Ayu Histeris dan Riki merasa tidak tega
"Ayu tadi saya sudah katakan jika kamu sembuh saya akan menceritakan semua yang belum kamu ketahui. Saya mohon Ayu... Jangan seperti ini. Ini demi kesehatan kamu Sayang" Riki berdiri dipintu.
"Katakan Riki... Saya mohon" Rere hanya menangis mendapati Ayu seperti ini.
"Jika kamu tidak mengatakannya saya tidak akan pernah bicara lagi dengan kamu"
"Ayu... Tenanglah Sayang" Riki membingkai rahang Ayu dengan nada bicara yang sangat tinggi.
"Dimana Mami dan Papi Riki. Saya tahu Mami akan mendampingi saya ketika sakit tapi sekarang Mami tidak ada begitu juga dengan Papi. Kalian menyembunyikan sesuatu saya tahu itu"
"Ayu Tenanglah... "
Aditya berkata sambil mendekati Adiknya dan semua yang berada diruangan itu menatap kearah Aditya.
"Kak... Adit dimana Mami dan Papi juga Jimmy. Apa mereka baik-baik saja"
"Papi... "
"Pak Adit saya mohon... Ayu masih belum stabil" cegah Riki dan Ayu menatap kearah Riki.
"Jangan halangi kakak saya untuk mengatakan kebenarannya Riki" Ayu menatap tajam kearah Riki.
"Mas... " Rere berusaha mencegah dan Aditya mengangkat tangannya.
"Kalian berdua keluarlah saya ingin berbicara berdua dengan adik saya"
"Pak Aditya... Ayu masih lemah beri dia waktu. Ayu baru saja sadarkan diri. Saya mohon"
"Keluar... " Teriak Aditya.
"Cukup Pak Aditya... Saya mohon. Jangan lakukan ini atau saya tidak akan pernah tinggal diam. Saya minta justru anda yang keluar dari sini" Sahut Riki dengan nada tinggi.
"Berani kamu Riki... " Teriak Aditya.
"Sudahlah kak lebih baik kita pergi. Benar kata Riki ayu butuh istirahat. Jangan buat masalah menjadi bertambah rumit kak" Bisik Rere dengan memeluk lengan Aditya.
Keluarga Rere mendengar keributan dari dalam dan tidak berani untuk ikut campur jadi mereka tetap berada diluar.
__ADS_1
"Kak... Katakanlah Ayu sudah siap mendengarnya Ayu Mohon"
"Papi sudah tiada Ayu dan Mami Lisna berada didalam penjara karena saya melaporkan Mami kamu yang telah membuat Mama Sherly meninggal. Mama Kamu dan keluarganya menyewa seseorang untuk memperko*a Mama Sherly dan karena pengakuan b*dohnya Papi kita tiada karena serangan jantung"
"Apaaaaa.... Tidak... itu Bohongkan Kak... Itu Bohongkan Riki... Mami... Papi... Kak kenapa... Tidakkkk" Ayu menangis histeris dan Riki memeluknya.
Aditya hanya bisa menatap tanpa ekspresi kearah Ayu yang histeris.
"Apa sekarang Pak Aditya sudah puas... apa balas dendam pak Aditya sudah terbalaskan... " Riki berkata sambil memeluk Ayu tapi Aditya tidak terprovokasi dengan amarah Riki.
"Ayu... Kakak tidak membenci kamu dan kamu tidak salah apapun hanya itu yang ingin kakak katakan. Saya akan menyerahkan Perusahaan Erlangga Group kepada kalian berdua. Menikahlah dengan Riki. Dia akan menjaga kamu Ayu. Kakak akan mendampingi Renia melewati masa sulitnya dan untuk menjalani pengobatan kankernya. kakak hanya ingin fokus itu sekarang" Rere terharu saat mendengarnya.
"Kak... Kenapa kamu penjarakan Mami bagaimanapun Mami istri papi dan Mami Ayu. Tidak bisakah kak Aditya memafkan kesalahan Mami. Ayu Mohon... Ayu meminta maaf untuk masa lalu orang tua kita. Ayu tidak butuh kekayaan ini. Ayu hanya ingin keluarga kita harmonis. Kak Ayu mohon sekali lagi maafkan Mami. Sekarang pasti Mami merasa sangat sedih"
"Ayu kamu juga harus tahu, Mami kamu juga dalang yang selama ini berkerja sama dengan sisisllia untuk menghancurkan kakak dengan memeberikan obat yang sangat berbahaya untuk kak Aditya. Apapun bisa kak Aditya penuhi tapi tidak untuk membebaskan Mami kamu"
"Kak... Kasihani Ayu... Mohon bebaskan Mami. Ayu sudah kehilangan suami, papi dan tidak ingin kehilangan Mami"
"Ayu... Kak Aditya tidak bisa. Maafkan Kak Aditya" Sahut Adit
Aditya mengajak Rere pulang dan menggandeng tangan Rere dan meninggalkan ruangan rawat VVIP dimana Ayu dirawat setelah sadarkan diri.
Aditya mengajak keluarga Rere untuk pulang dan disepanjang jalan mereka hanya terdiam.
"Teteh tahun baru kita rayakan di kampung atau di apartemen Teteh" Arsyila memecah keheningan.
"Kalau Teteh ingin mengajak Mas Aditya pergi ke Jogja. Mau tidak" Aditya menoleh kearah Rere lalu tersenyum
"Boleh sayang sekalian reuni dengan kota kita kecil dulu" Rere menganggukan kepala.
"Mas... Aditya. Apa kita menetap disana saja. Kita lihat rumah yang dulu kita huni apa bisa kita beli"
"ide bagus sayang. Kita tanya dulu ke papa. Apa dia sudah menjual rumah papa disana atau belum" Rere tersenyum manis dan Aditya mengusap kepala Rere.
"Jadi teteh ingin tahun baru disana dengan kak Adit. Tapi feeling Arsyila sepertinya ibu akan melarang deh"
"Mas... Renia belum setuju dan ini sangat mendadak"
"Mas... Aditya tidak peduli sayang. Mas Aditya sudah menunggu lama dan Mas Aditya tidak akan menunggu lagi"
Keluarga Rere hanya terdiam dengan perkataan Aditya yang jika di lihat dari spion dalam mobil nampak sangat serius
"Tapi... kita sudah membicarakan ini sebelumnya dan zayn belum tentu menerima Rere. Mas... "
"Sayang kamu percaya dengan Mas Adit Benarkan" Rere tidak menjawab dirinya hanya terdiam.
...****************...
Keesokan harinya
Lita dijemput oleh Luca dan dibawa ke Mansion milik Alexander dan disana sudah ada penghulu yang akan menikahkan Luca dengan Lita dan beberapa pelayan juga pekerja keluarga Alexander di mansion.
Hal ini dilakukan karena setelah acara doa 7 hari Hans. Alexander akan membawa Jimmy untuk menetap di jerman dan menyerahkan perusahaan milik Alexander untuk dikelola oleh Luca dan akan diserahkan kembali kepada Jimmy saat usianya memasuki 17 Tahun.
"Kamu bersiaplah untuk kami nikahkan dengan Luca dan setelah anak ini lahir segera test DNA kami ingin melihat hasilnya" Lita menatap Luca dan ibunya lalu menganggukan kepala.
Luca tidak keberatan dan menyetujui permintaan Alexander. Selain dirinya masih sendiri juga loyalitasnya kepada Alexander sangat tinggi karena Alexander dan istri yang membesarkan Luca sejak kecil.
Luca adalah anak dari Driver kepercayaan Alexander yang telah tiada karena kecelakaan saat usianya 8 Tahun. ibu dan ayahnya menjadi korban kecelakaan tersebut karena itu juga yang membuat Luca menerima apa yang diperintahkan kepada dirinya untuk menikahi Lita karena merasa nasibnya sama dengan dirinya. Dijalan menuju Mansion dirinya menjelaskan itu kepada Lita dan orang tua Lita.
...****************...
Pernikahan dilakukan dengan hikmat dan sederhana. Setelah keduanya sah sebagai suami istri. Alexander dan laurane undur diri untuk menjenguk Ayu dan mengatakan itu kepada Luca.
__ADS_1
Luca mengerti dan dirinya juga membawa Ayu dan mertuanya ke apartemen miliknya. Luca tidak menginginkan Pesta atas pernikahan mereka berdua begitu juga dengan Lita yang masih bersedih karena kematian kekasihnya.
...****************...
Aditya menemui Bu Inah untuk mengutarakan keinginannya untuk menikahi Rere. Tentu saja bu inah kaget dan meminta untuk tidak Terburu-buru dengan keputusan Aditya untuk menikmati.
"Ada apa sebenarnya Nak kenapa kamu terkesan sangat memaksa untuk menikahi Rere" ucap Bu Inah saat Aditya menemuinya diruang tamu saat Rere tidak ada di Apartemen miliknya.
Hanya Abbas dan Ali karena Tya dan Rafli membawa Dion untuk bersekolah di hari pertama juga mengantarkan Bunga di sekolah yang sama.
Bunga usia 5 tahun dan Dion 6 tahun. Sekolah internasional yang memang terdapat sekolah TK sampai Sekolah tingkat atas.
Dion bersekolah di sekolah dasar sementara Bunga di taman kanak-kanak.
"Mas saya tidak sanggup membayarnya nanti. Sebaiknya dibatalkan saja"
"Nona Tya... Saya minta jangan membahas ini lagi ya... Apapun keputusan kamu nanti saya akan hargai dan Dion akan tetap saya sekolahkan disini. Anak saya butuh teman juga seorang saudara yang nanti bisa menjaganya selama di sekolah" Tya hanya terdiam.
...****************...
Sementara di Apartemen milik Rere. Aditya ingin mengatakan isi hatinya Tapi nengurungkan niatnya mengingat penyakit bu inah sama dengan Aries dan Aditya tidak ingin apa yang menimpa Papinya juga menimpa Calon mertuanya.
"Bu Inah sejujurnya saya ingin hidup tenang dengan Rere juga anak-anak kami nanti jadi saya ingin menikah. Saya sudah mengatakan ini kepada Rere dan kakak juga Adiknya yang sudah tahu tentang ini"
"iya... kemarin juga saat saya pergi dengan bu Ria dia mengatakan hal yang sama. Untuk ibu yang terpenting Rere siap untuk menikah maka ibu akan menyetujuinya. Untuk urusan dengan wanita yang menjadi ibu dari anak kamu bagaimana Aditya"
"Saya tidak ada masalah dengan siapapun termasuk denganya"
"Nak... Lalu bagaimana dengan Putra kamu maaf sebelumnya tapi ibu hanya ingin memastikan"
"Renia setuju menjadi ibu sambungnya dan saya rasa zayn juga tidak ada masalah"
"Apa kamu yakin Nak"
"Percaya dengan saya bu... Tidak akan pernah saya sakiti Renia lagi" Bu Inah menganggukan kepala lalu tersenyum"
"Saya ingin menikahi Renia secara agama terlebih dahulu setelah tahun baru kami akan adalah resepsi dan setelahnya tinggal di jogja. Rere memilih tinggal dirumah saya dahulu dan saat saya tanya ke papa Rian rumah kami belum dijual dan papa menyerahkan kepada saya"
"Kenapa kalian ingin tinggal disana dan sebelumnya kamu katakan akan membawa Rere keluar negeri. sebenarnya apa yang terjadi nak. kamu atau Renia baik-baik saja bukan" Bu Inah merasa curiga.
Aditya hanya diam dan Bu Inah dapat melihat dari mata Aditya terlihat sangat sedih. Bu Inah menatap kedua putranya yang juga hanya menunduk.
"Renia hampir 1 minggu dia tidak pulang ada apa ini Nak. Apa Renia hamil" Tanya Bu Inah pelan.
"Tidak bu... Renia tidak hamil Bahkan Aditya tidak pernah melakukan apapun kepada Renia. Saya menjaga Renia. Percayalah Bu"
"Lalu kenapa terkesan Terburu-buru dan memaksa. Katakanlah nak. Abbas apa kamu tahu yang terjadi dengan Adik kalian. Ali kalian berdua ada disini dengan Arsyila jangan pikir ibu tidak merasa curiga. Ada apa nak... katakanlah ibu mohon"
"Bu... Saya mencari Renia dan Renia menunggu saya selama ini. Sekarang kami sudah bertemu dengan usia kami yang sudah matang. Tidak ada salahnya Benarkan Bu"
"Baiklah Ibu serahkan sepenuhnya kepada Kalian berdua yang paling penting kalian berdua bahagia Nak"
Aditya mengucapkan Terima kasih dan memutuskan untuk tetap tidak memberitahukan tentang sakit Renia untuk menjaga kesehatan calon mertuanya.
...****************...
Rere mendapatkan telepon dari Abbas dan menceritakan apa yang dikatakan oleh Aditya kepada Rere saat waktu istirahat Adiknya.
Rere terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh Abbas kepada dirinya. Rere lalu menghubungi Aditya dan kekasihnya itu sedang berada diruangan kerjanya saat Rere menghubunginya.
"Tapi Mas... Kenapa harus besok. Menikah sekali seumur hidup harus dipikirkan secara matang. Apa Mas Aditya merasa Renia akan meninggal jadi ingin terburu-buru menikah dengan Renia"
"Sayang kenapa kamu mempersulit niat mas untuk menikahi kamu. Apa Sayang tidak tahu apa yang harus di segerakan dalam agama kita yang pertama membayar hutang, yang kedua menguburkan orang yang tiada lalu yang ketiga membalas salam dan yang keempat menikah untuk orang-orang yang sudah mampu untuk menikah. Apa sayang tidak ingin menikah dengan mas dan membantu memperbaiki jalan hidup mas. Sayang, Mas akan berjuang bersama kamu untuk melawan kanker yang kamu derita sayang. Mas juga ingin hidup tenang berdua dengan kamu di jogja seperti dulu. Kamu maukan sayang"
__ADS_1
"Tapi Zayn bagaimana"
"Hari ini anak mas datang dari Amerika dan mas akan membawa Zayn untuk menemui kamu sayang dan jika dia tidak menerima keberadaan kamu Mas akan meminta Ayu untuk membesarkan Zayn sebagai ganti Jimmy yang hari ini akan dibawa oleh Keluarga Hans ke Jerman"