
"Aaaahhhh... Aaaahhhh... Sayang diamlah saya ini suami kamu. Tenanglah" Ucap Aditya membelai kepala Renia.
"Sakit Mas... Renia sakit" Rere mencekram punggung Aditya.
Tangisan Rere membuat Aditya menghentikan hujamannya di bagian inti Renia lalu memeluk istrinya dan meminta maaf.
"Semua sudah berlalu sayang. itu semua sebelum kita menikah dan mas mengakui kesalahan mas. Saat itu mas takut Renia mengetahui kebenaran tentang Zayn sehingga mas menyembunyikan zayn dan sisillia di Mansion Milik mas yang Ada NYC dan berita viral itu membongkar semuanya dan mas menyesal sayang. Jangan lagi marah seperti ini mas takut kehilangan Renia. Mas janji tidak akan menyakiti ataupun mengkhianati Renia lagi percayalah sayang. Mas sangat mencintai Renia"
"Mas... Renia juga minta maaf. Renia tidak suka dengan kenyataan ini yang sangat menyakitkan. Renia tidak bisa mas. Jangan ulangi kesalahan seperti dulu lagi ya Mas...Jangan Ada wanita lain dalam hubungan kita mas boleh mencari wanita lain setelah Renia meninggal" Sahut Rere menangis dengan mencium pipi suaminya"
"Jangan Katakan itu Mas Mohon sayang. Jangan hukum mas dengan perkataan yang menyakitkan seperti itu"
Mereka berpelukan kembali dan Renia menangis mengingat pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya kepada dirinya. Aditya mengusap punggung istrinya yang terlelap karena lelah dengan hidupnya.
"Maafkan Mas Sayang... Maaf. Kamu tahu mas sangat mencintai kamu dan tidal bisa hidup tanpa kamu, Jika Mas lepaskan kamu kepada Geri, Kamu mungkin akan bahagia. Maafkan mas yang egois ini Sayang" Aditya terus menciumi kening istrinya tanpa terasa dirinya terlelap dengan memeluk Rere.
...****************...
Di kamar Rawat inap tempat Ayu dirawat duduk Riki dengan tenang dengan mengusap punggung tangan Ayu yang sedang menatapnya.
"Riki Saya ingin menghubungi Jimmy, Saya merindukan anak Saya. Tolong katakan kepada Mami dan Papi Alexander Saya ingin merawat Jimmy sudah cukup hukuman ini saya tidak sanggup lagi hidup seperti ini, Saya lelah Riki"
"Tenanglah Sayang, ini semua kesalahan saya maka saya yang akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada kamu Sayang. Saya akan mengembalikan Jimmy dan kebahagian yang hilang dari kamu meski harus menukar nyawa Saya"
"Cukup Riki jangan bicara seperti itu. Saya hanya memiliki kamu saat ini jika kamu juga pergi lalu siapa yang akan bersama dengan Saya, jika kamu tiada saya juga akan mengakhiri hidup saya"
Riki menutup mulut Ayu dan menciumi kening kekasihnya itu dan mereka berpelukan dan menangis bersama.
"Besok kamu sudah diperbolehkan pulang sayang, Saya akan mendatangi pengacara Pak Wisnu dan Pak Rafli meminta bantuan untuk memperebutkan hak asuh atas Jimmy. Kita akan memperjuangkan Jimmy jika kamu tidak bisa melepaskan Putra kamu sayang"
"Hanya Jimmy bagian hidup saya yang tersisa saat ini dan juga kamu Riki. Bolehkan saya egois menginginkan kalian berdua didalam hidup saya, Sayang" Ucap Ayu sambil menangis dalam pelukan Riki.
"Kita akan memulai semuanya dari awal dan mas akan memperjuangkan Jimmy dan kamu" Ucap Riki sambil menciumi pipi Ayu.
"Kalian akan menjadi tanggung jawab saya mulai sekarang"
"Sayang benarkah saya besok diperbolehkan pulang" Tanya Ayu dengan membingkai wajah Riki yang menjawab dengan anggukan kepala.
...****************...
__ADS_1
Di kamar Rawat inap Zayn Rian dan Ria menemani Putra Aditya yang dianggap sebagai cucu mereka. Mereka berdua yang meminta Saudara Rere untuk pulang dan malam ini digantikan oleh dirinya karena besok Hari sabtu maka kerja libur untuk Ria.
Sedangkan untuk Rian dia hanya penjual petani dan penjual bunga jadi hari kerja santai meski hampir 2 minggu dirinya meninggalkan rumahnya di puncak tapi ada orang kepercayaannya yang mengerjakan bisnis bunga miliknya jadi diringa ingin menemani cucunya di rumah sakit bahkan Rian menyuruh sahabat dari mantan istrinya ini untuk pulang agar beristirahat di rumah tapi ditolak, jadinya mereka sepakat menjaga Zayn bersama-sama.
"Sayang cucunya Oma kenapa belum tidur"
"Oma Opa... Dimana Papi dan taste Renia"
"Papi mengejar tante Renia yang menangis tadi. Memang ada apa sampai Papi dan Mami menangis"
"Dia bukan Mami zayn, Oma. Dia Tante Renia" Ucap Zayn dengan nada tinggi
"Oh... Sayang, Kamu tidak boleh seperti itu ya. Cucu Oma anak baik jangan bicara keras kepada orang tua, itu tidak sopan sayang" Tegur Ria pelan.
"Zayn kenapa Mami kamu menangis" Tanya Rian dengan tatapan Tegas.
"Zayn Lupa dengan ucapan Opa... Heeemm.. Jagoan tidak boleh bersikap kasar ya Nak"
"Kenapa semua orang jahat dengan Mami Sisillia dan lebih sayang dengan Tante Renia. Padahal Tante Renia merebut Papi dari Mami dan Zayn. Kami hidup bahagia saat tinggal di Amerika" Zayn berteriak keras saat mengingat Pesan maminya yang berbisik kepada dirinya agar meminta Papinya segera kembali ke NYC
"Ini semua karena Tante Ayu yang menjemput Papi dan Sekarang Zayn terpisah dengan Mami dan Papi menikah lagi dengan Tante Renia. Mungkin mereka berteman jadi Tente Ayu tidak mendukung Mami Sisillia untuk menikah dengan Papi karena itu saat Tante datang menjemput Papi. Mami Sisillia tidak menemui Tante justru Papi yang datang menemui Mami di kamar sebelum pulang ke jakarta. Ini semua karena Tante Ayu Opa" Teriak Zayn menangis histeris.
"Zayn apa yang kamu katakan. Tenanglah Nak. nanti kamu sakit lagi sayang" Ucap Ria kepada zayn dan mengusap pelan cucunya itu.
...****************...
"Mami Tya itu Papi Rafli" Ucap Bunga dengan menujuk Mobil Papinya.
"Iya sudah tahu jangan lebay. Duduk aja nanti juga Papi Rafli kesini" Ucap Dion santai dengan memakan bakso dipiring.
"Sayang senang sekali Papinya datang tapi tidak boleh loncat-loncat ya nanti jatuh sini sayang" Ucap Tya dengan menggendong Bunga dan duduk dipangkuannya.
Dion dan Bunga sudah di ajarkan untuk memanggil sebutan papi dan mami kepada Rafli dan Tya karena Tya sudah menerima pinangan Rafli setelah Pernikahan Rere dan Aditya.
Tya hanya menunggu hasil cerai dari pengadilan dan masa idah selesai maka Tya akan resmi dipinang oleh Rafli. Sedangkan Didit suaminya hanya bisa pasrah menerima nasibnya yang diceraikan oleh istrinya dan rumah tangga bersama Tya harus berakhir karena dirinya berselingkuh terlebih dahulu.
Ali dan Arsyila hanya melambaikan tangan kepada keempatnya yang terlihat berkumpul di trotoar parkir apartment dan Ali juga Arsyila melangkahkan kaki ke Lobby apartment untuk masuk ke unit apartment Rere.
Sedangkan Rafli yang sudah berkumpul dengan Tya dan kedua anak Kecil yang sedang makan bakso hanya menatap dengan bahagia saat putrinya mendapatkan suapan dari Tya membuat mata Rafli berkaca-kaca merasa terharu, akhirnya putri kecilnya mendatkan kasih sayang seorang ibu. Rafli bersyukur karena orang tuanya juga merestui hubungan dirinya dengan Tya.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari dari balik gerbang apartment berdiri seorang pria didekat sepeda motornya yang berhenti sedang memandangi Kebersamaan tya dan putranya bersama dengan Pria yang dia tahu adalah pengacara yang di tunjuk oleh Tya untuk menangani perceraiannya dengan Didit.
...****************...
Aryila dan Ali mengetuk picture apartment Rere beberapa kali sampai Tya menelpon Ponsel Rere tapi tidak ada respon dari dalam.
"Tadi Tya bilang ada Rere dan Aditya. Kemana mereka apa tidur" Tanya Ali sedikit kesal.
"Panggilan telepon juga tidak dibalas, sepertinya mereka tidur kang atau sedang bikin anak kaki kang" Sahut Arsyila menaruh Ponselnya kembali.
"Husstt... Nanti mereka dengar justru tidak enak"
Balas Ali dan Arsyila terkekeh sendiri dengan ucapnya.
...****************...
"Mas... Bangun... Di depan Akang Ali dan Arsyila sudah datang. Mas" Ucap Rere sambil terus menggerakan tubuh suaminya.
"Heeemmm... Sayang" Sahut Aditya yang sulit dibangunkan karena mengantuk.
"Tangannya ini berat Renia ingin bangun itu Ada yang ketuk pintu Mas"
"Heeemmm... Sayang. siapa yang ganggu tidur kita, Sayang"
"Mas Ali Pulang Bangun... Nanti Mas bisa dipecat jadi Ipar sama kang Ali baru tahu rasa" Ucap Rere kesal karena tubuhnya di pelukan erat oleh Aditya.
"Eeehhh... Kang Ali sudah pulang dari rumah sakit"
"Iya... Sekarang Ayo bangun"
Meski masih mengantuk Aditya bangun dan mengenakan pakaiannya kembali begitu juga dengan Rere dan keduanya melangkah untuk membuka Pintu apartment dan Arsyila mengomel karena sudah 30 Menit berdiri di depan pintu unit apartment Milik Rere dan Ali hanya terdiam dengan memperlihatkan wajah tidak senang.
Rere mencubit suaminya yang menguap karena masih mengantuk. Tidak lama Rafli yang menggendong putrinya dan Dion berjalan bersama dengan Tya dan Rere melihat mereka saat akan menutup pintu kembali.
"Teh Tya dan Pak Rafli... Ayo masuk sekalian kita Kumpul keluarga" Ucap Rere ramah dan Aditya hanya tersenyum.
Dion memeluk erat tubuh Rafli karena merasa takut saat melihat Aditya dan semua mengerti dan Rafli menenangkan calon anak sambungnya itu sementara Tya hanya terdiam tidak enak hati dengan Aditya. Karena kesalahan Putranya menyebabkan Putra Aditya sekarang dirawat di rumah sakit"
"Aditya Maafkan Teh Tya dan Dion ya. Saya menerima konsekuensi dari apa yang dilakukan anak Teh Tya"
__ADS_1
"Sudahlah Teh... Namanya anak Kecil ini hanya perdebatan anak Kecil yang terpenting sekarang zayn sudah dalam keadaan membaik" Sahut Aditya dan dijawab ucapan terima kasih oleh Tya dan saat Rafli ingin berpamitan Aditya memintanya untuk masuk dan ikut berkumpul keluarga di ruang tamu.
Karena besok hari libur maka Rafli setuju dan ikut dengan yang lain berkumpul sementara Bunga sudah di tidurkan oleh Tya di kamarnya dan Dion dikamar Rere. Sementara Tya dan Rere membuat makanan dan cemilan juga minunan hangat untuk para Pria yang malam ini akan begadang sambil menonton pertandingan sepak bola di televisi. Rere hanya menggelengkan kepala karena suaminya ikut dengan Rafli dan Ali menonton bola dan mengobrol padahal tadi sulit dibangunkan dan mengatakan dirinya masih mengantuk.