Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 19 Amarah Aditya


__ADS_3

Tangan Adit menghantam pintu mobil bagian pengemudi. Sontak Geri bingung meski dia tahu siapa yang datang menghampiri mobil nya.


Dia adalah Pria yang Geri lihat waku diri nya cuti, Pria yang sudah membuat hati nya terbakar api cemburu dan merasakan sakit, Pria yang mendekati Rere pujaan nya dan sering antar jemput juga, lalu memberikan bunga sebagai bentuk perhatian.


Tanpa pikir panjang Geri keluar dari dalam mobil nya dan menanyakan apa keperluan pria itu menghantam mobil nya hingga penyok, sempat Geri melihat ke arah body mobil yang di pukul Adit.


Tanpa banyak bicara Aditya memukuli Geri tanpa ampun sontak Rere keluar dari mobil dan asisten Riki yang sudah menduga sebelum nya juga berlari menghampiri sang bos setelah memarkirkan mobil nya tidak jauh dari mobil Geri.


"Mas... Mas Adit kenapa" Rere berteriak.


Aditya menatap penuh marah kepada rere dan tanpa sadar Geri balik memukul nya di arah pipi.


"Geri cukup" teriak Rere


"Tolong... Tolong" Teriak Rere mencoba menghentikan


Saat Riki menghampiri Rere meminta dia memisahkan. tapi gagal karena pukulan balasan Aditya tidak dapat di halau dan di hentikan oleh Riki. Aditya terus memukuli Geri seperti orang gila.


Hati nya penuh amarah. Riki panik dan mencoba menghentikan kembali tapi gagal yang ada dia kena hantam oleh Aditya.


"Hentikan" Rere berteriak tapi di abaikan.


Geri benar-benar mengenaskan jika tidak di hentikan Geri bisa mati. Rere berlari ke arah keamanan sementara Riki terus menghalangi Aditya dan kena dorong lalu dia di ancam akan di pecat hari ini juga jika berani ikut campur.


Saat Aditya ingin menendang Rere berlari ke arah Geri yang sudah tidak berdaya dalam posisi terlentang dan memeluknya sontak tendangan itu mengenai Rere tepat di punggung Rere dan membuat Aditya kaget.


Tak lama banyak orang datang menolong sedang Riki hanya diam dan menatap ragu dan bingung apa yang harus dia lakukan saat itu dia takut di pecat juga takut bos nya terkena masalah yang mana takut warga akan melakukan tindakan terhadap bos nya dan mengakibatkan bos besar yaitu Aries marah besar karena Riki tidak dapat menjaga Putra nya.


...****************...


Setelah di tolong oleh warga Geri di larikan ke rumah sakit, sebelum ikut kedalam ambulan sorot mata Rere menatap tajam Aditya menyiratkan kemarahan dan kekecewaan yang membuat Adit sangat sedih dan berteriak histeris tidak terkontrol memanggil nama Renia setelah ambulan pergi berlalu.


Aditya berlari mengejar ambulan itu dan terus berteriak nama Renia. Riki dan warga mengejar aditya lalu mengamankan nya di posko security.

__ADS_1


Riki menelpon Aries karena Emosi Aditya mulai tak terkendali, dia harus memberitahu bos besar nya. Sontak Aries kaget dan berlari ke arah mobil dan menyuruh supir mengantarkan nya.


...****************...


Geri menggandeng erat tangan Rere dengan senyum yang sangat menawan kedua mata nya memancarkan cinta yang sangat tulus.


Kedua nya berjalan di tepi pantai dan terasa deru ombak menerjang kaki kedua nya, di selingi hembusan angin laut dan sinar matahari yang tak terlalu panas karena di selimuti awan putih yang tebal dengan warna langit biru cerah.


"Indah seperti di surga" ujar Geri.


Lalu genggama nya di lepaskan dari tangan Rere kemudian dia merentangkan tangan nya seperti ingin terbang tapi nyata nya tidak bisa karena tidak memiliki sayap.


"Rere Cantik Terima Kasih untuk waktu nya akhir nya kita bisa ke pantai berdua" Rere hanya diam.


Geri berlari ke arah laut dan memutarkan tubuh nya ke arah Rere lalu melambaikan tangan sambil tersenyum dan terus melambaikan tangan nya.


"Rere aku cinta kamu, maukah menikah dengan ku Cantik" Geri berteriak tapi geri terus berjalan mundur dan terus menjauhi tepi pantai dan terus ke arah tengah.


"Rere aku mencintaimu sejak dulu saat aku masih kecil dan aku selalu mendampingi mu hanya untuk menunggu mu sayang, Aku ingin menikah dengan mu. Kamu adalah amin ku yang paling serius" Teriak Geri dan terus melambaikan tangan nya


"Rereeeee" geri tersenyum lalu Ombak besar menghantam Geri.


"Geriiiiii" Rere terbangun dari tidur nya dan menyadari itu hanya mimpi dia menoleh ke kanan dan ke kiri menyadari diri nya ada di sebuah rumah sakit.


Melihat tubuh Geri yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan infus di tangan dan tubuh banyak perban. Geri terluka parah banyak memar di sekujur tubuh dan wajah nya.


Tiba-tiba tubuh Geri berguncang, Rere Panik dan mencoba menyadarkan Geri dengan teriakan dan tangisan histeris, mata Geri masih tertutup tapi tubuh nya nampak kejang-kejang.


Rere pergi ke tempat suster jaga dan meminta tolong dan berteriak. Suster jaga berlari menghampiri dan Rere menunjuk arah kamar Geri tanpa mengucap kata, rasa takut dan trauma kehilangan sang ayah muncul di kepala Rere.


Rere menangis sangat ketakutan lalu berlari kembali ke arah kamar ICU untuk melihat keadaan Geri. lalu dia berlari ke arah ranjang dan memegang tangan Geri.


"Geriiii tolong jangan seperti ini Geriiiii... aku takut geriiiiiii" Tangis Rere dan dokter menyuruh nya keluar. Tapi Rere tetap meminta untuk mendampingi Geri.

__ADS_1


Dokter tetap menyuruh nya keluar dan terpaksa Rere keluar ruangan ICU. terlihat jelas kecemasan dan ketakutan Rere dengan kondisi Geri, Rere melihat sendiri detik terakhir sang ayah menghembuskan nafas terakhir nya, itu terlintas kembali.


Perasaan itu membuat Rere Gemetar dan keringat bercucuran di sekujur tubuh nya rasa takut kehilangan terbayang sudah. Rere menangis sendiri dia meringkuk di depan pintu ICU.


"Geriiii jangan seperti ini gw takut, Gerrriiii... Gerriiii" Rere terus menangis sendiri.


"Keluarga Geri" ujar dokter keluar dari ruangan ICU.


"Dokter saya sahabat nya, keluarga nya sore tadi sudah saya hubungi tapi posisi mereka masih di perjalanan dari Jawa Tengah"


"Baiklah saya akan memberitahu keadaan pasien kepada keluarga jika sudah sampai tolong temui saya di ruang kerja saya"


"Dokter bisa sampaikan ke saya, apa ada masalah serius atau ada hal mendesak saya bisa gantikan keluarga pasien"


"keadaan kritis sudah berlalu tapi untuk keadaan detail nya saya tunggu keluarga untuk memberitahu lebih lanjut supaya tidak menyalahi aturan"


"Baiklah Dokter apa saya boleh menemani pasien"


"Silahkan, Jika terjadi sesuatu dengan pasien langsung panggil saya atau suster jaga bu"


"Baik dan Terima Kasih"


Rere masuk dengan perlahan ke dalam ruangan ICU dan menghampiri ranjang tempat Aditya di rawat, lalu di tatap wajah sahabat nya itu dengan sendu, jelas terlihat tawa Geri yang menyebalkan saat menggoda Rere.


Saat Rere berjuang dengan hidup nya di usia 22 Tahun, Geri yang bertemu kembali setelah 8 tahun berpisah selalu ada dan mendampingi Rere kemanapun layak nya kekasih bisa juga seperti kakak.


Tangan Geri di genggam. Rere menangis dan merasa bersalah ini semua karena nya, Pasti Aditya marah karena melihat Rere pulang dengan Geri.


Rere tidak habis pikir mengapa Aditya terlihat sangat Tempramental dan Emosional, menurut Rere kekasih masa lalu nya itu sangat jauh berbeda, 18 Tahun berpisah membuat nya tidak mengenali Aditya. Kekasih nya yang hilang.


Pria yang paling dia tunggu dan selalu ada di hati nya bersikap kasar kepada sahabat yang selalu menemani Rere dalam keadaan sulit sampai hari ini. Bahkan Aditya tidak meminta penjelasan Rere dulu langsung pukul dan hantam bahkan Aditya seperti ingin membunuh Geri di hadapan Rere.


Tanpa terasa air mata Rere kelaur deras dari sudut mata nya dan tangan selalu menggenggam jari jemari Geri.

__ADS_1


"Ya ALLAH selamatkan dan sembuhkan lah Geri sahabat terbaik hamba. Orang yang selalu menemani dan menjaga hamba layak nya saudara" Rere menunduk penuh dengan kesedihan.


__ADS_2