Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 84 Rahasia


__ADS_3

"Tunggu Sholat Maghrib disini ya sayang" bujuk Aditya.


"Saya harus pulang Mas, kasihan Dion dari pagi pergi dari apartment dan sekarang belum pulang teteh nungguin" sahut Rere,


"Mas antar ya... " Aditya masih memohon.


"Jangan terus-terusan merepotkan Pak Riki" sahut Rere


"Merepotkan bagaimana sayang" ucap Aditya.


"Nanti siapa yang anter mobil Renia atau siapa yang jemput Mas kalo semisal salah satunya kita pakai untuk antara Rere dan Dion" sahut Rere sambil mengerucutkan bibinya tampak kesal.


Keduanya tampak berbicara di depan halaman Mansion dan dari samping kaca yang ada di ruang tamu Sisilia menatap dengan sengit pasangan yang sedang bernegosiasi.


Sedangkan Ayu dan Hans berada halaman yang letaknya tidak jauh dari Aditya dan Rere. Riki mencuri pandang kepada Ayu dan menatap Hans dengan tatapan dingin dan hatinya seperti terbakar melihat Hans yang memeluk pinggang wanita yang amat dicintainya itu. Dion berdiri disamping Riki dan menunggu Bibi nya selesai berbincang dengan Paman Aditya.


"Masih lama tidak Paman Riki, Dion Capek nunggunya, Tolong Panggilkan Bibi supaya tidak lama bicara sama Paman Adit" rengek Dion yang bergelayutan tangan Riki yang keduanya berdiri disamping mobil Rere.


"Sayang... Mas tahu kamu marah sama Mas iya, kan. bicaralah Renia. Sayang jangan buat jadi frustasi seperti ini" Aditya yang terus memohon kepada Rere.


"Tidak marah Mas, hanya saja Rere ingin segera cepat kembali sudahlah masih ada esok hari kita bicarakan lagi dan jangan tahan Rere seperti ini Mas, jangan seperti anak kecil" tegas Rere.


Tatapan Rere menandakan kekesalan dan kemarahan wanita yang dia cintai, Tidak ingin menambahkan masalah yang membuatnya tambah menjauhi dirinya maka Aditya mengijinkan wanita nya pergi.


Rere dan Ayu berpelukan sebelum pergi dari mansion milik keluarga Erlangga. Klakson dibunyikan oleh Rere tanda perpisahan dan Rere melajukan mobilnya keluar dari gerbang Mansion.


Selepas Rere pergi, Aditya berjalan kearah pintu masuk dan disambut oleh Sisilia tapi Aditya mengangkat tangannya sebagai kode penolakan dan Ayu hanya memandang keduanya secara bergantian.


"Aditya"


"Sisilia"


"Ikut ke ruang kerja sekarang"


Suara Tegas Aries terdengar di ruangan tamu yang ada di Mansion. Aries berjalan lebih dulu kearah lantai dua dimana ruang kerjanya berada disusul dengan Aditya dan Sisilia.


"Ada apa dengan mereka ya" gumam Ayu yang menatap kearah tiga orang lalu mengalihkan pandangannya kearah asisten Riki yang hanya diam.


Selepas Rere keluar dari gerbang Mansion milik Aries, Hans ingin mengajak anaknya ikut serta dengan dirinya bermain karena hampir satu minggu tidak bertemu tapi saat mendekati Jimny justru menghindar dan menjauh.


"Sayang ikut Papi yuk, Papi kangen" ucap Hans yang ditolak oleh Jimmy.


Putranya justru berlari kearah asisten Riki dan bersembunyi dibalik tubuh asisten keluarga Erlangga. Sontak Hans kaget dan bertanya didalam hati apa yang terjadi pada putranya kenapa menolak dirinya.


Ayu mendapati respon anaknya seperti itu kepada Hans juga tidak percaya dan kaget. Ayu berpikir apa karena dirinya menangis di kamar dan Jimmy Putranya melihat itu Sehingga putranya bersikap dingin dan menolak suaminya.


Sementara Asisten Riki merasa canggung dan Tidak enak akan sikap Jimmy yang justru menolak ajakan Hans dan bersembunyi dibalik tubuhnya, Segera Riki berbalik dan menatap Jimmy dan berkata pelan


"Jimmy tidak boleh seperti itu ya Nak" sambil tersenyum dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Jimmy dan diluar dugaan semuanya Jimmy justru memeluk asisten Riki erat.


"Riki apa yang kamu lakukan kepada Putra Saya, Apa kamu mempengaruhi Jimmy saat saya tidak bersamanya" Perkataan Hans keras mendapati perlakuan seperti itu oleh Putra satu-satunya.


Hans melangkahkan kakinya dan menarik kerah baju Riki dan menarik dengan keras yang mana saat itu Riki sedang dalam posisi rendah karena mensejajarkan tubuhnya dengan Jimmy.


"Mas Hans apa-apaan sih kamu. Jangan Kasar didepan Jimmy putra kita" ucap Ayu berteriak.


Sedangkan Jimmy ketakutan berlari memeluk Riki yang tersungkur karena ditarik paksa dan didorong keras oleh Hans.

__ADS_1


"Kamu Lihat asisten keluarga kamu mempengaruhi Putra saya, baru satu bulan kita pindah ke Jakarta Jimmy menjauh dari saya seperti ketakutan. Apa yang dia perbuat ayu. itu sebabnya saya sering meminta untuk kita pindah dari rumah kediaman keluarga kamu, mengerti" Hans berteriak lalu pergi masuk kedalam kamar.


"Mas... Mas Hans kamu kenapa marah-marah tidak jelas seperti ini sih mas. tunggu mas" Teriak Ayu.


Hans melangkahkan kakinya menuju kedalam Lift yang akan membawa nya kedalam kamar dan Ayu berlari mengejarnya.


Lisna yang mendengar keributan bergegas keluar halaman rumah dan melihat apa yang terjadi, dan saat Hans melewatinya dengan penuh amarah Lisna mencoba untuk bertanya dan menghampiri Menantunya itu akan tetapi Hans mengangkat tangan kanannya untuk mencegah Lisna mendekatinya.


Hans masuk ke Lift yang mengantarkannya ke lantai dua yang ada di Mansion. Ya. Kamar Hans dan Ayu berada disana dan saat dia melintasi ruang kerja Aries mendengar suara Aditya berbicara dengan nada tinggi.


"Jangan Harap kamu bisa menikah dengan saya Sisil hanya karena kamu ibu dari Zayn"


Hans berhenti sejenak tepat di depan Ruang kerja Aries. Ayu menyusul suaminya setelah Lift terbuka dan dia bergegas menghampiri suaminya yang diam mematung di depan ruang kerja Aries.


"Mas... " suara Ayu pelan dan Hans menaruh telunjuknya kemulut yang berarti menyuruh ayu untuk diam.


"Saya mencintai kamu Sayang dan kita sudah hidup bersama selama Delapan Belas tahun sebelum kamu bertemu dengan Reniamu itu kamu menghabiskan waktu dengan Saya dan itu sebabnya Zayn lahir, dan saya akan memperjuangkan hak anak saya" ucap Sisilia berteriak.


"Saya lelah menjadi wanita yang hanya dijadikan pelampiasan oleh Kamu, saya ingin Zayn memiliki hak sepenuhnya" sambung Sisilia


"Saya akan berikan Hak penuh untuk Zayn tapi berikan hak asuh kepada saya dan pergi dari hidup saya selamanya dan jangan pernah ganggu kehidupan saya dan Renia. Kamu mengerti Sisil" sahut Aditya dengan lantang.


"Sisilia bagaimana mungkin kamu melakukan itu dengan Aditya. Saya mempercayakan Putra saya dalam penanganan kamu tapi kenapa menjadi seperti ini" ucap Aries nampak Kecewa.


"Saya tidak menyalahkan siapapun tapi seharusnya ini tidak terjadi. Adit jika kamu mencintai Renia kenapa Sisilia bisa melahirkan Putra Kalian bagaimana jika Renia tahu Nak" tambah Aries.


"Ha...... " Mulut Ayu mengaga lebar dan segera ditutup oleh tangannya. Begitupun dengan Hans yang nampak kaget dan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


Ayu dan Hans saling pandang dan Ayu hampir terjatuh karena syok, Ayu sangat kaget dengan apa yang dia dengar. untung suaminya sigap memeluk dan menopang Ayu.


Jika itu benar bagaimana perasaan Rere pasti wanita itu merasa dibohongi atau Rere sudah mengetahui apa yang terjadi, Kak Aditya sudah berkata jujur kepada Rere atau kakak menutupi rahasia ini.


Hans yang juga tidak percaya dengan fakta yang mereka dengar dengan langkah pelan membawa istrinya memasuki kamar pribadi mereka dan menutupnya dengan pelan.


...****************...


Sedangkan di Halaman depan Lisna menghampiri asisten keluarganya dan menoleh ke lantai dua lalu tersenyum dengan Liciknya.


Biarkan Ayu dan Hans mengetahui Fakta sebenarnya. Kita akan lihat apa yang akan terjadi dengan hubungan Renia dan Aditya. semakin banyak yang tahu akan semakin Baik...


Lisna bermonolog didalam hati lalu tersenyum kembali dan menoleh kearah Riki yang sedang menggendong Jimny dan berkata


"Apa yang terjadi Riki, ada apa dengan Hans" tanya Lisna


"Hanya salah paham Nyonya...eeehhh....mungkin Pak Hans capek setelah kerja dari luar kota dan saat Jimmy menolak bermain bersama dengannya. Pak Hans marah" jelas Riki.


"Menolak... Marah. tapi kenapa" Lisna merasa janggal dan aneh.


"Saya tidak tahu nyonya" ucap Riki.


"Jimmy hayo sama Oma dan lain kali jangan diulangi hal buruk seperti itu. Papi capek kerja untuk Jimmy dan saat ingin bermain dengan Jimmy masa ditolak tidak boleh seperti itu ya nak" ucap Lisna. Jimmy menatap Riki dan dibalas anggukan oleh asisten keluarga Erlangga itu.


"Baiklah Oma, Jimmy minta maaf dan mengaku salah" Lisna menciumi pipi kiri dan kanan cucunya.


"ya sudah hayo masuk sebentar lagi maghrib ga boleh diluar kaya gini dan nanti minta maaf sama Papi Hans ya" Lisna berkata sambil menggendong cucunya dan membelai pelan rambutnya.


Setelah kepergian Lisna dan Jimmy. Terlihat asisten Riki termenung dan menatap rumah yang terlihat mewah tapi kehidupan penghuninya dingin dan penuh masalah.

__ADS_1


Riki menatap lantai dua disana tempat tidur Ayu pujaannya bersama dengan suami. Cukup lama Riki memandangi lantai dua hingga akhirnya dia mendengarkan suara adzan maghrib. Pandangan Riki beralih ke langit yang nampak berwarna hitam tanda hari akan memasuki malam.


Riki bergegas ke samping rumah disana ada banyak kamar yang dikhususkan untuk para pekerja keluarga Erlangga dan salah satu kamar adalah milik Riki yang jika Aditya berada di Mansion maka Riki juga akan menginap disana.


...****************...


Ayu duduk di kursi keluarga dan menatap Lift yang akan menuju ke lantai yang ada diatasnya.


Flasback


Lisna tersenyum dan teringat ucapan Aries yang melarang siapapun untuk melintasi ruang kerjanya selama mereka bertiga belum keluar dari sana dan Sisilia mengatakan bahwa Aries mengajak dirinya dan juga Aditya untuk membahas masalah Putra mereka yang bernama Zayn.


Ayu mengingat peristiwa Sepuluh Tahun yang lalu saat Sisilia mengatakan dirinya hamil dan saat itu Aditya menyuruhnya menggugurkan kandungan dan Lisna melarang dan segera menghubungi dokter di Amerika yang adalah anak dari sahabatnya dan juga teman Sisilia saat di jakarta.


Awalnya teman yang berprofesi dokter menolak terlibat tapi Sisilia meyakinkan dokter itu dan akhirnya dokter yang adalah anak dari sahabat Lisna menyetujui setelah dibujuk oleh ibunya dengan desakan Lisna.


Setelah sampai di indonesia Sisilia dibawa oleh orang-orang Lisna dan ada juga yang sudah menunggu di salah satu kota di Jawa Tengah untuk mempersiapkan kelahiran Putra sisilian dan Aditya. Sisilia dibawa ke sebuah Panti Asuhan untuk melahirkan disana dan menitipkan anaknya disana selama usia anaknya Lima Tahun.


Selama satu tahun tidak ada kabar dari Aditya


membuat Sisilia tidak ingin meninggalkan Zayn dan ingin membesarkan anaknya seorang diri dan pergi jauh dari kehidupan Aditya.


Dia tahu betapa besar cinta Aditya untuk Rere dan usaha untuk menemukan seseorang dimasa lalunya itu yang ntah sudah menikah atau belum dan masih hidup atau sudah tiada.


Tapi desakan dan dorongan Lisna yang membuat Sisilia ingin berjuang untuk mendapatkan cinta Aditya dan dalam hati berdoa agar pujaannya itu tidak pernah bertemu dengan Rere. Selain itu juga rasa cinta Sisillia kepada Aditya sangat besar apalagi dirinya terbiasa hidup berdua dengan Aditya selama di NYC.


Tubuhnya hanya menginginkan Aditya yang menyentuh dan saat Putranya beranjak besar sering menanyakan keberadaan Aditya saat Sisilian menjenguknya dipanti asuhan karena itu Sisilia memberanikan diri berjuang untuk menikah dengan Aditya dan bersedia bekerja sama dengan Lisna untuk mendapatkan cinta Aditya


Flashback Selesai


Ayu tersenyum licik sambil membelai rambut dan sesekali mengusap punggung dan juga rambut Jimmy cucunya.


...****************...


"Bibi kita jangan kesana lagi males ada ibu-ibu jahat yang pukul Bibi" ucap Dion berjalan kearah lift yang akan membawanya ke apartemen milik Rere.


"Jangan diingat kembali ya, Nak dan jangan bilang ke nenek atau mama nanti ya. Oma tidak sengaja pukul Bibi" Rere menunduk dan mengusap pucuk kepala Dion.


"Kenapa tidak boleh cerita" tanya Dion.


"Karena Oma nya Jimmy tadi sudah minta maaf dan orang yang sudah meminta maaf kesalahannya tidak boleh diungkit kembali karena Bibi dan Oma sudah saling memaafkan. Mengerti ya Nak" Rere tersenyum sedangkan Dion hanya menggaruk kepalanya saja.


"Memang orang yang sudah besar marahan dan pukul-pukulan juga ya bi" tanya Dion kembali dan mereka berdua melangkahkan kaki saat pintu Lift terbuka.


"Tidak, Nak" ucap Rere singkat karena dirinya bingung harus jawab bagaimana lagi dengan keponakannya yang memang kritis.


Rere membuka pintu apartemenya dan mendapati Geri di dalam apartemen miliknya bersama ibu juga Tya.


"Geri lu disini" tanya Rere.


"iya gw nungguin lu lama, dari jam lima gw nunggu lu. lama banget sih emang lu pergi kemana" jawab Geri yang nampak cemberut.


"iya kerja kemana lagi" Rere mencium punggung tangan Bu Inah dan Tya.


"gw ga" sambil menjulurkan tanganya agar Rere mau menciun punggung tanganya sambil tersenyum.


Rere balas tersenyum dan menuruti permintaan Geri karena tidak ingin berdebat lagi dengan Geri hari ini.

__ADS_1


Dia sangat lelah dan ntah kenapa moodnya juga hilang dan merasa Kesal dengan Aditya hanya karena melihat dan bertemu dengan Sisilia baik dirumah sakit dan dikediaman keluarga Erlangga.


Seperti ada Rahasia diantara kekasih masa lalunya dengan wanita yang dikatakan dia adalah psikiater pribadi Aditya sejak lama.


__ADS_2