Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 91 Zayn


__ADS_3

Sekitar Pukul Setengah Delapan Pintu gerbang terbuka karena sebuah mobil yang masuk ke kediamana keluarga Erlangga.


Rere bergegas melajukan mobil kearah persimpangan yang ada didekat Mansion Aditya. Rere memutuskan untuk menunggu Mobil Aditya disana.


Dan benar tidak lama Mobil yang sering digunakan Aditya melewati mobil milik naya. Rere segera mengikuti mobil Aditya sampai ke sebuah taman kota dan saat mobil terhenti betapa kagetnya Rere ternyata yang mengendarai Mobil Sport milik Aditya adalah asisten Riki.


Dan asisten Pribadi Aditya datang menghampiri mobil milik Rere lalu mengetuk kaca mobil Rere dan Riki menyapa


"Bu Renia... Bu Renia sedang apa disini" tanya Riki yang ditanya hanya salah tingkah dan nampak pucat.


"eeehhh... Saya.... Saya" balas Rere nampak bingung ingin menjawab apa.


"ibu mengikuti mobil ini" tanya Riki kembali.


"T... Tidak. untuk apa Mas Riki" Rere nampak masih bingung untuk berkata.


"Saya hanya ingin berolahraga maksud saya. eeehhh... eh iya saya ingin pergi joging. lama tidak berolahraga" Rere tersenyum terlihat dipaksakan.


"oh... tapi taman kota ini terlalu jauh dengan apartemen bu Renia" jawab Riki.


"Ya benar, sebenarnya saya juga ingin bertemu Ayu dan Jimmy. kami ingin janjian ketaman bermain. Saya duluan ya Mas Riki"


Rere terlihat bingung dan masih salah tingkah sedangkan Riki hanya menatap dan tersenyum lalu mempersilahkan Rere kembali ke Mansion milik Keluarga Erlangga.


Kaca Mobil ditutup kembali dan Rere membunyikan Klakson kearah Riki dan dibalas lambaian tangan.


"Huuufffttt... Kenapa yang bawa mobil Mas Aditya justru Mas Riki. Terus Mas Aditya kemana sekarang apa masih dirumahnya" Tanya Rere pelan kepada dirinya sendiri.


Sedangkan Riki Langsung menghubungi Aditya yang sedang mengendarai mobilnya kearah apartement milik Sisilia.


"Hallo Riki kamu ketemu dengan mobil milik Renia di area rumah kita" tanya Aditya


"Itu bukan Mirip memang itu Bu Renia dan sepertinya benar yang Pak Aditya katakan jika Bu Renia sudah mulai Curiga dengan Pak Aditya dan... " ucapan Riki terhenti.


"Saya mengerti dan Terima Kasih. Saya minta ikuti Renia kemana pun dia pergi dan perintahkan bawahan kita untuk menjaga Renia agar tidak bertemu dengan Sisilia begitu juga sebaliknya" ucap Aditya di seberang Ponsel dan terdengar oleh Riki suara hembusam nafas berat dari atasanya itu.


"Saya akan segera memindahkan Sisilia menjauh dari Renia, Sebelum itu terjadi jangan sampai keduanya bertemu kembali Riki" sambungnya.


"Baik Pak Adit" balas Riki kemudian telepon dimatikan.


"Aaahhhh Siaaalllaannn" Teriak Aditya sambil memukul-mukul kemudi mobil yang dia kendarai.


"Renia Sayang... Kamu tidak percaya dengan Mas. Kamu pikir bisa bermain-main dengan Mas. Haaa.... Setelah kamu tahu segalanya lalu kamu akan meninggalkan Mas seperti itu Sayangggg" Teriak Aditya didalam Mobil dengan sangat geram dan marah.


Aditya mengendarai mobilnya cepat kearah apartemen Sisillia. Kali ini Sisillia harus mendengarkan dirinya jika tidak maka akan sangat menyesal wanita itu akan kehilangan Zayn Putranya.


Begitu yang dipikirkan Aditya yang menjadi sangat emosional karena diluar dugaan wanita yang dia cintai sedang mencari tahu tentang dirinya dan itu akan sangat membahayakan Rencana yang sudah disusun oleh Aditya dan tentu dirinya tidak akan menginginkan untuk melepaskan Rere.


Bagaimanapun Renia Harus menikah dengan Saya dan Tidak akan pernah saya lepaskan untuk siapapun.


Aditya bermonolog didalam hati dengan sesekali berdecak kesal dan memukul alat kemudi mobilnya.


...****************...


Rere terdiam didepan Mansion milik keluarga Erlangga, Dirinya ragu apakah memasuki Mansion tersebut atau kembali pulang.


Sejenak Rere terdiam tepat didepan Gerbang Mansion mewah yang mana di dalamnya Ayu dan Jimmy berada.


Rere menoleh kearah Ponsel miliknya dan mengaktifkan kembali Ponsel itu dan ingin menekan nama Ayu di kontak miliknya akan tetapi Pesan dan panggilan tak terjawab ramai masuk bergantian. Padahal Rere baru saja mengaktifkan Ponselnya.

__ADS_1


"Hhhmm... Mas Aditya dan Geri mengirim Pesan" Gumam Rere pelan dan mengabaikan Pesan dari keduanya.


Fokus Rere sekarang adalah nomor Ayu karena dirinya akan memberitahukan bahwa Rere ada di depan Gerbang Mansion. Sebelum Masuk ke kediaman Ayu Rere harus meminta ijin dan juga ingin menanyakan tentang Aditya tentunya.


Rere menekan nomor Ayu dan tidak menunggu lama Ayu mengangkat panggilan telepon dari Rere dan Ayu mempersilahkan Masuk karena dirinya sudah siap bersama Jimmy untuk ke Apartemen Rere tapi kenapa justru Rere yang datang lebih awal ke Mansion milik keluarganya.


Rere beralasan dia selesai Jogging dan ingin menjemput Jimmy agar sekali Jalan. Mobil Rere masuk kedalam Mansion dan benar saja Ayu dan Jimmy sudah berdiri dengan pakaian Rapi di depan Mobil milik Ayu dan dengan lembut menyambut kedatangan Rere ke Mansion.


"Hallo... Renia, Mana Dion. Apa dia ikut" tanya Ayu sambil menatap dan terlihat mencari keberadaan Dion.


"Masih tidur saat Rere keluar untuk Joging" sahut Rere.


"Rere Joging setiap pagi atau weekend saja" tanya Ayu.


"Saya hanya mengikuti mood saja... Hehehe... " Ayu ikut tertawa pelan.


"Joging dimana" tanya Ayu.


"Taman Kota dekat sini" Sahut Rere tersenyum sedangkan Ayu mengertutkan dahi karena merasa aneh. Taman Kota dan apartemen Rere jauh tapi kenapa tempat yang dipilih justru disitu.


"Tapi kenapa tidak menelpon Ayu, jika tahu Rere ke taman kota pagi ini, Pasti Ayu ikut. Ya. Kan Jimmy" Balas Ayu dan Tersenyum.


"Kaya nya janjian nih sama Kak Adit" Goda Ayu, tersenyum tapi hatinya ragu untuk menggoda Rere karena khuatir salah berucap.


"Tidak Mas Aditya bukannya hari ini sibuk ada pertemuan dengan Klien kemarin sudah ijin"


"oh... iya dia pergi Terburu-buru tadi pagi sampe tidak makan pagi. Saya pikir ke apartemen Rere terlebih dahulu sebelum bertemu dengan Klien dan ternyata Rere pergi Joging" Kalimat terakhir dikatakan dengan nada pelan.


"Apa Ayu... maksud kamu?" Rere mengerutkan dahinya"


"Ehhh...gaa. Ya...Sudah hayo kita ke apartemen Rere dulu untuk jemput Dion, dan Rere juga harus mandikan" ucap Ayu mengalihkan perkataannya.


"Dia Baru pulang. ya beginilah jadi istri CEO harus sabar yang namanya waktu kadang harus direlakan untuk urusan bisnis perusahaan Re. Emang harus sabar. Sebentar lagi juga dia pergi lagi. Untung kita mau hangout ya Jimmy.Jadi kita tidak pusing mikirin Papi kamu yang super sibuk" Sahut Ayu dengan menghembuskan nafas kasar dan melangkah menuju kursi samping pengemudi.


Rere sekarang mengerti ternyata bukan hanya kekasihnya saja yang bekerja di weekend tapi suami Ayu juga harus bekerja saat weekend seperti saat ini mengorbankan waktu untuk istri dan anak.


Tapi Jika mengingat kembali bukankah suami Ayu memiliki Wanita Lain yang dia temui saat dirinya pergi ke Mall bersama jimmy dan Dion.


Apakah artinya mereka berbohong kepada wanitanya jika beralasan ada perkerjaan atau pertemuan dengan Klien.


"Rere ada apa kenapa diam saja, jadi berangkat tidak?" ucap Ayu sambil tertawa melihat Rere hanya diam.


"iya... kenapa jadi diam ya... hehehe. Sorry Ayu" ucap Rere.


"it's ok. kayanya lagi galau karena tidak bertemu kak Aditya. Hehehe... Goda Ayu.


"Apaan sih tidak ko. kita ketemu kemarin dari siang sampai malam jadi ya gitu deh... hahaha..." Rere salah tingkah karena godaan Ayu.


"Maksudnya ya gitu deh apa. wah nampaknya bosen nih. oopppssttt... kasih tahu kak Adit tidak ya. Pujaan kak Aditya ternyata bosan dengan kak Adit" Ayu tertawa dan Rere hanya menatap sekilas dan menaruh jari telunjuknya ke arah mulutnya lalu ikut tertawa.


...****************...


Aditya sudah sampai di Apartemen milik Siisllia, dia membuka mobil mewahnya dan menutup kembali lalu segera bergegas naik kedalam lift untuk membawa dirinya kelantai dimana unit apartment Sisillia berada.


Aditya mengetuk dengan keras pintu apartmen milik Sisillia dengan terlebih dahulu mengatur nafasnya dan berusaha tidak tegang.


Firasatnya mengatakan jika Putranya yang bernama Zayn berada di Apartemen milik Sisillia sekarang ini. Ntah Zayn memang tinggal bersama Sisillia di tempat ini atau Putranya dijemput karena hari ini akan bertemu dengan dirinya.


Suara Knop Pintu terdengar dan pintu Apartemen terbuka dan terlihat Sisillia mengenakan Dress diatas lutut dan lengan pendek dipadu dengan blezer, Sisillia langsung memeluk Aditya dan ingin mengecup bibir prianya itu tapi ditolak oleh Aditya dan pelukkan itu dia lepaskan.

__ADS_1


Dirinya tidak ingin lagi mengulang kesalahannya yang kemarin dimana dia dan Sisillia melakukan perbuatan dosa di ruang praktek milik Sisillia, Aditya tidak akan lagi mengkhianati Rere cukup masalalu sampai dengan kemarin kesalahan dirinya perbuat dan untuk saat ini tidak ingin terulang kembali.


"Dimana Zayn" Tanya Aditya saat Sisillia ingin memeluknya kembali dan dengan tangan kanannya Aditya menghalau agar Sisillia tidak bisa mendekati dirinya.


"Kenapa... Bukankah hubungan kita sudah membaik, kita melakukannya kembali. Sayang apa kamu sudah lupa" Sisillia bergelayutan di lengan Aditya membuat Aditya sedikit kesal karena Sisillia terus saja menggodanya.


"Kita jadi pergi atau saya pulang sekarang juga" ucap Aditya dengan nada tinggi.


"Baiklah Sayang, Masuklah. Oh...iya Sepertinya Sayang tidak lagi meminum obatnya karena sekarang Saya Lihat Sayang mudah sekali tersulut emosi dan itu tidak terkontrol, Apakah benar" Sisillia menarik tangan Aditya untuk duduk disampingnya dan dengan cepat Sisillia mencium pipi Adit.


Kemudian Sisilia bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki kearah kamar Pribadi dan Sisillia mengetuk pintu kamar pribadinya.


Aditya nampak berdebar dengan keras hatinya campur aduk, Aditya mengerti apa yang akan dilakukan oleh Sisillia karena dia lama tinggal bersama wanita itu selama di NYC.


Setelah Sisillia mengetuk pintu Kamar Pribadinya sebanyak dua kali terdengar Knop pintu kamar milik Sisillia terbuka dan keluar anak kecil yang terlihat sangat tampan dengan kulit putihnya dan mata mirip Aditya yang berwarna Hazzel dan warna rambut brown, Hidung mancung.


"Mami..." Aditya membelalakan matanya saat melihat Putranya keluar dari kamar dan memanggil Sisillia dengan sebutan Mami.


"Aaaahhh... Tidak mungkin. Jadi ini nyata" ucap Aditya Pelan.


"Zayn Anak Mami yang tampan... Lihat Nak Papi Adit datang ingin bertemu dengan Zayn. Katanya Zayn kangen sama Papi. Lihat sekarang Papi datang" Ucap Sisilia sambil menunjuk kearah Aditya


Yang sebelumnya berjongkok untuk mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Zayn untuk memeluk putranya tapi setelah melepaskan pelukan Sisillia kepada Putranya yang bernama Zayn lalu dirinya bangkit kembali


"Papi... Apakah benar Papi Zayn Mi" mendongak kearah Sisillia yang nampak meneteskan air mata melihat Zayn bisa bertemu dengan Papi Kandungnya.


Aditya hanya berdiam diri, kedua kakinya sangat lemas dan hatinya bercampur aduk saat melihat Zayn memanggil dirinya Papi.


"Papi... Papi..." Zayn berlari kearah Aditya lalu memeluknya, Sedangkan Aditya hanya diam mematung.


"Papi... Papi kenapa lama menjemput Zayn padahal setiap hari Zayn tunggu didepan pintu dan jendela Panti tapi Mami dan Papi tidak juga datang. Banyak yang mengejek Zayn katanya Zayn bohong Mereka berkata *Papi tidak akan datang*" Zayn mendongak kearah wajah Aditya saat mengatakan itu lalu memeluknya kembali.


"Mami... Harusnya Mami Jemput Zayn dari Panti bersama dengan Papi supaya teman yang lainnya tidak mengatakan Zayn bohong Mi" Zayn nampak cemberut.


Sisillia hanya menghapus pelan air mata yang menetes dipipinya lalu melangkah kearah kedua pria yang amat dia cintai lalu memeluk keduanya bersamaan.


Sedangkan Aditya masih diam. Bayangan tangisan Rere dan juga ucapan Zayn silih berganti mengisi kepalnya membuat Aditya melepaskan pelukan Sisillia dan juga Zayn Putranya lalu duduk sedikit menjauh dari keduanya dan menyentuh dada kemudian dirinya menjatuhkan diri di sofa.


Aditya menatap putranya yang menoleh kearah Sisillia lalu kearah dirinya, Aditya mengacak rambutnya kasar dan mengusap wajahnya dengan terlihat kesal.


"Mami... " Zayn menoleh kearah Sisillia dan ibunya itu hanya mengangguk dan mendorong pelan Zayn untuk berjalan kearah Aditya.


"Papi... Zayn Kangen" ucap Zayn pelan membuat Aditya menoleh dan menatap lekat putranya yang hanya diam tanpa mendekat.


Aditya dengan reflek merentangkan kedua tangannya dan membiarkan Putranya memeluk dan mencium pipi Aditya. Tentu saja moment ini sudah dinanti oleh Sisillia yang memimpikan hari ini.


"Sayang... Zayn berhak mendapatkan kasih sayang darimu" ucap Sisillia yang tidak mendapatkan Respon dari Aditya yang sekarang pria itu hanya fokus memeluk Putra satu-satunya bersama Sisillia.


"Papi Zayn ingin pergi ketaman Bermain bersama Papi dan Mami apa itu boleh" tanya Zayn pelan lalu menoleh ke Sisillia dan mendapatkan balasan anggukan kepala juga Sisillia tersenyum kearahnya.


"Taman Bermain... " Aditya ingat jika hari ini Rere akan mengajak Dion juga Jimmy pergi untuk ke Taman Bermain.


"Baik kita pergi ke Singapura sekarang, Sisillia apa Jimmy memiliki Pasport" ucap Aditya pelan dan memciumi pipi Putranya yang baru bertemu saat ini.


"Kenapa harus jauh ke Singapura, bukankah di jakarta juga ada Sayang" Balas Sisillia dan di acuhkan oleh Aditya.


"Siapkan saja Dokumennya kita pergi hari ini" ucap Aditya.


"Sebaiknya ke kebun binatang saja ya Nak, Jangan ke Taman bermain. Mungkin hari ini rame dan Zayn belum memiliki Pasport Sayang"

__ADS_1


Aditya menoleh dan mengerutkan dahinya. Lalu menatap kembali putranya untuk memciumi Pipi Zayn Putra yang dia abaikan.


__ADS_2