Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 158 Hamil


__ADS_3

Ayu menatap Riki setelah kepergian Maminya dan kemudian memeluknya dan meminta maaf kepada Riki karena ucapan Maminya. Ayu merasa tidak enak hati kepada Riki atas perkataan Maminya yang terdengar sangat kasar dan menghina Riki.


Prianya tentu memaafkan apa yang di katakan oleh Mami kandung dari wanita yang sangat di cintainya karena dia tahu karakternya seperti apa selama ini. Ayu mengucapkan Terima Kasih atas pengertian dari Riki.


Kemudian Riki mengajaknya untuk ke Cafe yang ada di rumah sakit di karenakan mereka belum makan. Riki menggendong Jimmy dan juga mengajak Pengawal mereka untuk ikut makan.


...****************...


Di dalam ruangan rawat inap Aditya memandang Aries lekat yang meminta untuk berbicara dua mata dengan dirinya.


"Apa yang ingin Papi katakan"


"Nak, Kamu tahu Papa kamu Rian kemari dan ingin meminta bertemu dengan kamu Nak"


"Papa Rian... Papa kemari" Aries menganggukan kepala dan tersenyum


"Apa itu Benar"


"Dia memberikan kartu nama di sana ada nomor yang bisa di hubungi dan juga ada alamat tempat dirinya tinggal"


Aditya berusaha untuk duduk dan menyentuh lukanya menahan sakit. Berusaha mengambil Kartu nama yang ada di tangan Papinya.


Dan Aries juga beranjak dari ranjang dan menyerahkan kartu nama milik Rian kepada Aditya.


"Papa... ini benar Papa Rian Hermawan"


Aditya menoleh ke arah Aries dan tersenyum lalu menangis membuat perasaan Aries campur aduk ada sedih, terharu, bahagia juga merasa iri dengan Rian karena Putranya tidak pernah bersikap seperti sekarang ini kepada dirinya.


Tersenyum lalu tertawa bahagia akhirnya menemukan orang-orang yang paling dirinya rindukan itu yang ada di dalam hati Aditya. Pertama Renia dan kedua Papanya yang terpisah selama 18 Tahun. Papa yang dia kira Papa Kandung ternyata hanya Papa Sambung dan Mamanya membohongi dirinya juga Papanya selama 16 Tahun.


Aditya sulit memberitahukan perasaannya sekarang dan dia memeluk kartu nama itu, Aries menatap dengan sedih ke arah putranya dan berkata


"Nak, Pergilah temui Papa kamu dia menunggu di Hotel**** dia akan tetap di sana sampai kamu datang menemuinya. Tapi sebelum kamu menemui Rian tolong jaga Kesehatan kamu sekarang dan jangan lakukan kesalahan seperti ini lagi. Kami menyanyangi kamu Aditya, Selama ini kamu tidak pernah sendiri Nak. Ada Papa Rian yang selalu memantau kamu dari jauh, Ada Papi yang selalu ada ubtuk kamu dan Renia yang setia menunggu kamu. Kamu hanya kehilangan seorang ibu tapi kamu memiliki banyak orang yang peduli dengan kamu sampai saat ini" Aries mengusap air matanya.


"Jangan pernah berpikir kamu sendiri menjalani hidup ini, Papi yakin kamu bisa keluar dari bayangan masa lalu kamu, Nak. Kami akan membantu kamu Aditya dan maafkan papi yang telah memberikan luka kepada kamu selama ini" aries mengusap matanya.


"Tentang Renia, Papi akan berjuang supaya wanita yang kamu cintai itu dapat menerima masa lalu kamu Nak. Dan untuk Zayn dan Sisilia. Papi akan memberikan mereka kompensasi. Tapi Papi minta jangan lakukan kebodohan ini lagi Nak, Kamu sekarang seorang Ayah. Pikirkan Zayn setidaknya jika kamu tidak memikirkan dirimu sendiri"


Aditya hanya terdiam kemudian meminta maaf kepada Aries karena membuat kekacauan dan kepanikan banyak orang kemudian Aditya berkata


"Papi... Renia"


"Ada apa dengan Renia"


"Renia sakit Pi"


"Sakit... Renia Sakit Apa Nak"


"Leukimia"


"Apa... "


Aries terkejut dan mundur kebelakang sampai menabrak ranjang tempat dirinya dirawat dan menyentuh dadanya yang terasa sakit dan kemudian dirinya menggapai sebuah gelas yang berisi air diatas nakas dan meminumnya.


Aries mengatur nafasnya dan menatap Aditya dengan sendu dan berkata


"Apa itu benar Nak" Aditya menganggukan kepala.


"Tiga hari yang lalu Papi menemui Renia sebelum Riki dan Ayu pergi untuk menemui kamu ke Amerika. Memang terlihat wajahnya pucat dan Papi pikir karena memikirkan kamu" Aries terdiam sejenak


"Apa selama ini Renia menyembunyikan sakitnya kepada semua orang" sambung Aries

__ADS_1


"Saya tidak tahu tapi saya akan mendampingi Renia untuk masa penyembuhannya dan walaupun Renia menolak Saya akan tetap menikahi Renia minggu ini. Saya akan membawa Renia ke Eropa untuk berobat disana. Saya tidak akan meninggalkan Renia Papi. Tidak akan pernah"


"Papi akan membantu kamu Nak, Tapi Bagaiamana, Jika keluarga besarnya Menolak"


"Saya akan tetap menikahi Renia apapun halangannya. Saya hanya butuh Ridho Allah, Papi Aries, Papa Rian dan Bu Inah yang lain saya tidak peduli bahkan jika Renia menolak tetap saya akan menikahi Renia"


"Nak, Kamu tidak bisa memaksakan keinginan kamu seperti ini yang justru akan menyakiti Renia, Membantu Penyembuhan Renia tidak harus menikahi Renia untuk saat ini. Bukan hanya Leukimia tapi Batinnya juga sakit karena kamu, Nak. Jadi kamu harus bersabar dan berhati-hati dalam mendekati Renia untuk saat ini. Jangan sampai dengan datangnya kamu membuat Renia semakin sedih dan terpuruk" Aries berusaha menjelaskan supaya Anaknya tidak salah melangkah.


"Apa Papi tidak mendukung Adit, Bukankah Papi mengatakan akan memihak selalu dengan pilihan Adit dan apapun yang Adit inginkan tapi kenapa Papi mengatakan ini semua. Untuk apa Pi"


"Nak untuk saat ini Papi Rasa mental, Hati, Pikiran, fisik bahkan Jiwa Renia sedang benar-benar tidak baik. Maka bersabarlah Nak. Papi Takut Renia akan bertambah Sakit dan kamu akan menyesali semuanya"


Aditya duduk bersandar pada kepala ranjang dan memejamkan mata lalu meneteskan air mata dari sudut mata yang mengalir ke pipi. Hatinya merasa sedih karena disaat wanita yang dia cintai berbaring lemas dan berjuang melawan kanker justru dirinya tidak bisa berbuat apapun karena kesalahan masalalunya"


"Renia... Sayang Maafkan Mas"


...****************...


Cantika keluar dari dalam mobil yang dia kendari sendiri dan memarkirkan mobilnya dan dari jauh Geri menunggunya karena sebelumnya Cantika mengabari Geri bahwa Cantika akan menjenguk Rere.


Terlihat Geri tersenyum kearah Cantika dan mereka bertemu lalu Geri merentangkan tangan dan mereka berpelukan di parkir rumah sakit.


"Terima Kasih sudah datang, Kita harus menemui Rere, Dia sudah menunggu kamu Cantika"


Cantika hanya menganggukan kepalanya dan Geri menggandeng tangan Cantika membuat membuat wanitanya merasa tersanjung dan bahagia. Terlihat Rona merah yang ada di Pipinya terlihat.


Geri menyusuri Koridor rumah sakit yang akan membawanya keruang rawat inap tempat Rere di rawat dan disana Ali menunggu di luar ruangan karena Dokter sedang memeriksa Rere yang di temani oleh Tya.


"Mas... Ali. Perkenalkan ini Cantika. Tunangan Saya dan juga Sahabat Rere" Cantika mengulurkan tangan dan tersenyum mendengar ucapan dari Geri.


"Oh... Tunangan Mas Geri Ya... Ya saya kakaknya Renia yang datang dari Kampung Mba. Mau jenguk Renia tapi di dalam ada Dokter yang sedang memeriksa keadaan Rere. Tunggu Dokternya keluar saja ya. Karena tadi saya juga disuruh keluar sama perawat tidak boleh terlalu rame katanya"


"Baik...Mas saya tunggu disini saja" Cantika dan Geri duduk di kursi yang tidak jauh dari ruangan Rere.


"Nanti Mas Ali lihat"


"Maaf karena saya sangat bahagia ini seperti mimpi Sayang. Saya bisa memeluk dan mencium kamu"


"Baku banget sekarang ngomongnya kamu... Saya" Geri terkekeh sendiri karena tidak terbiasa dengan penyebutan seperti itu.


Kedua Sahabatnya itu berbicara dengan kalimat tidak formal jadi merasa aneh dengan yang dikatakan oleh Cantika kepada dirinya.


"Kita harus terbiasa Sayang... karena sebentar lagi kamu jadi suami saya. Jadi Sudah tidak sabar"


"Tapi kita harus bantu Renia sembuh. Saya tidak ingin bahagia diatas rasa sakit Renia" kedua bola mata bertemu dan Cantika menganggukan kepala lalu menyandarkan kepalanya dibahu Geri.


Saya mengalah Renia demi kebahagian kamu. Jika dengan menikahi Cantika maka kamu bisa bahagia akan saya lakukan tapi saya mohon berjuanglah Renia dan temukan bahagia dengan Pria lain jika pilihan kamu bukan saya dan Jika Aditya memilih bersama wanita itu juga Putranya. Karena Kamu berhak bahagia Renia.


Hati Geri berkata lalu menghembuskan nafas kasar dan menunduk. Cantika menarik kepalanya dan memiringkan wajahnya untuk melihat wajah Geri yang sendu.


"Kita akan sama-sama membatu Rere melewati ini semua Geri" dan dibalas anggukan kepala.


...****************...


Lisna sampai di Mansio dan segera menelpon Hans mengatakan jika Ayu sudah kembali dan sekarang berada di rumah sakit menemani Papinya juga Aditya yang di rawat di ruangan yang sama.


"Kamu Jemput segera Ayu dan selesaikan Masalah kalian Hans"


"Baiklah Mami dan Terima Kasih sudah memberitahukan ini kepada Hans"


"Mami harap kalian dapat bersama kembali dan meluruskan masalah kalian ini. Ingat Putra Kalian, Hans. Tolong jangan kedepankan Ego kalian. Jimmy masih butuh orang tuanya utuh"

__ADS_1


"Baik Mi. Sekali lagi Hans ucapkan terima kasih"


Telepon di tutup dan segera Hans keluar dari ruangannya dan menuju ke dalam Lift. Sebelum Lift tertutup Hans menatap meja kerja Lita yang kosong.


Sekertarisnya itu sudah 3 hari tidak masuk dengan alasan sakit. Dan Setiap Lita menelpon Hans, selalu saja mematikan Ponsel miliknya.


Pesan yang di kirim oleh Lita juga selalu di hapus oleh Hans, memang belum di blokir tapi untuk sementara waktu tidak ingin menerima pesan dan panggilan dari wanita yang menjadi penyebab retaknya Pernikahan dirinya dan Ayu.


Hans ingin memperbaiki hubungan Pernikahan dengan Ayu dan menunggu Lita masuk akan dia selesaikan semua hubungannya dengan sekertarisnya itu secara baik-baik.


Keluarga Alexander juga sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Pernikahan Hans dan Ayu. Berita yang sempat viral sudah sampai ke orang tua Hans dan Papi Hans menginginkan Putranya kembali dan memperbaiki hubungan mereka berdua sama halnya dengan Lisna.


Karena itu Hans tidak menemui Lita meski tahu wanitanya itu sedang sakit saat ini. Hans ingin Fokus kepada istrinya dan merajut kembali hubungan Pernikahan seperti saat mereka masih tinggal di Jerman.


Dengan hadirnya Riki dalam pernikahan mereka membuat Hans menjadi tidak tenang. Apalagi mereka berdua sempat pergi ke Amerika bersama Jimmy, Putranya. Bayang-bayang kehilangan istrinya memenuhi pikirannya dan sudah tiga hari Hans tidak bisa tidur dengan nyenyak setiap malam.


Lift terbuka membuat dirinya tersadar dari lamunannya. Hans melangkahkan kaki menuju Lobby. Dan sebelum dirinya pergi Hans sempat memberitahukan kepada Asistennya di kantor yang menghandle pekerjaan Hans selama Lita tidak masuk karena sakit.


Hans akan menemui Mertua dan juga kakak iparnya yang dirawat dirumah sakit. Dan semua meeting minta dibatalkan.


Asisten yang bernama Luca mengiyakan apa yang dikatakan oleh CEO perusahaan dimana dirinya bekerja. Hans masuk ke dalam Mobil dan membawanya sendiri tanpa Driver untuk menuju ke rumah sakit.


...****************...


Sementara di Cafe Ayu tampak bahagia bercanda dengan Jimny dan juga Riki sesekali menimpali ucapan anak lucu dan menggemaskan yang sangat aktif dan kritis setiap perkataan yang ditujukan kepadanya memang harus detail.


"Mami kenapa Papi tidak datang menjenguk Opa dan Papa Aditya"


Tiba-tiba saja Jimmy mengatakan seperti itu di depan Riki dan Ayu. Membuat Maminya merasa tidak enak dengan Riki. Tapi Ayu yakin Hans dapat memahami ini semua karena walau bagaimana juga Hans Ayah kandung Jimmy, Sudah pasti anaknya menanyakan perihal keberadaan Papinya.


"Mungkin nanti pulang kerja Papi Hans datang untuk menjenguk. Sekarang masih jam kerja Jimmy"


"Oh... iya Jimmy lupa mammy" Putranya tersenyum dengan menampilkan giginya yang putih dan rapi.


Riki dan Ayu saling menatap kemudian Ayu mengajak untuk menyudahi makan sorenya dan kembali ke dalam ruangan rawat inap Papi dan juga kakaknya.


...****************...


Jimmy digendong oleh Riki untuk menuju kearah ruangan rawat inap VVIP melewati koridor rumah sakit yang menghubungkan ke arah Lobby dan dari arah Lobby Hans datang lalu melihat Ayu melingkarkan tanganya di lengan Riki membuat Hans berteriak memanggil nama Ayu,


Ketiganya menoleh dan Jimmy tersenyum lalu memanggil Papinya dan meminta untuk diturunkan. Riki menatap Ayu dan di jawab anggukan kepala.


Jimmy berlari ke arah Hans dan terpaksa Hans harus meredakan emosi yang ada di dalam hati dan juga kepalanya karena ada jimmy saat melihat keduanya yang tampak sangat dekat bahkan saat berjalan tampak seperti keluarga yang sangat Harmonis.


Setelah Jimmy dicium dan dipeluk. Jimny diberikan kepada pengawal putranya dan juga baby sister yang baru selesai sholat ashar dan menyuruh ketiganya untuk pergi ke taman.


Setelah ketiganya keluar Lobby Hans mendekat dan menarik baju Riki dan hendak memukul tapi terhenti karena panggilan dari wanita yang dia kenal.


"Mas... Hans"


Ketiganya menoleh dan Riki menarik tangan Hans yang berada di kerah bajunya. Hans berbalik arah dan Lita memeluk Hans begitu saja tanpa menatap orang yang ada di depannya.


"Mas Hans... apa kamu ingin jenguk Lita... iya benarkan Sayang"


"Lita kenapa kamu berada di sini"


Tanya Hans sambil menatap seorang wanita paruh baya yang datang bersama dengan Lita.


"Mas... Lita Hamil"


"Apa... "

__ADS_1


Hans menarik tubuh Lita yang memeluknya lalu menoleh kearah Ayu. Istrinya terlihat begitu Syok dan Riki dengan cepat memeluk Ayu saat Hans menoleh ke Ayu.


__ADS_2