
Lisna belum juga keluar dari kamarnya sudah seharian mengunci dirinya di dalam kamar dan hanya memeluk bantal yang masih beraroma Aries.
Pelayan hanya membawakan makan dan minum di dalam kamar karena Lisna tidak mau keluar dari ruangan tempat tidurnya.
Kepala Pelayan rumah menghubungi Aditya karena keadaan Lisna sangat memprihatinkan tidak ada semangat hidup dan tujuan. Putrinya membenci dirinya dan Putra sambungnya tidak mengijinkan dirinya mendekati istri dan anaknya.
Perusahaan peninggalan suaminya juga tidak terurus karena Aditya sudah menyatakan ingin berhenti. Riki fokus kepada Ayu yang sedang dirawat di rumah sakit. Hans juga meninggal yang mana rencana sebelumnya dirinya ingin keponakannya yang menjalankan ataupun Hans menantunya yang menggantikan Aditya setelah dia singkirkan.
Tapi kini rencananya gagal dan Aditya tanpa Lisna sangka dan pikirkan akan mengundurkan diri dari kepemimpinan perusahaan Erlangga. Perusahaan nya mengalami guncangan selama 7 hari dengan nilai saham turun drastis dan bahkan saat berita viral tentang perselingkuhan Ayu dan Riki juga scandal Aditya dan Sisillia terkuak juga Perselingkuhan Hans dan Lita.
Perusahaan Erlangga seperti kehilangan Pemimpinan dan arah. Lisna mengetahui berita itu dari para pemegang saham yang menghubungi nya. Perusahaan yang diperjuangkan oleh suaminya dan di teruskan oleh anak angkatnya itu mendekati kehancuran.
"Semoga Aditya tidak gegabah dalam mengambil keputusan" gumam Lisna masih memeluk bantal milik suaminya.
Lisna terkadang terlihat berbicara sendiri dan kadang tertawa sendiri membuat Pelayan yang membawakan dirinya makan tidak berani mendatangi kamar Lisna seorang diri.
Pelayan membawa makanan dengan satu berjaga di depan pintu untuk menemani Lisna yang terlihat kacau. Makanan yang di bawa pelayan tidak pernah di sentuh, Saat Pelayan hendak membawa nampan isi makanan milik Lisna yang diberikan oleh Pelayan kembali ke dapur dengan keadaan belum tersentuh oleh Lisna.
...****************...
"Tuan Aditya Pelayan kita membawa makanan Nyonya Lisna seperti sebelumnya masih utuh belum di sentuh oleh Nyonya"
"Baiklah, Kamu harus tetap mendampingi Mami Lisna Jika ada kabar terbaru tetap hubungi Saya atau Riki, Dia juga akan memback-up Mami Lisna"
"Baik Tuan... Oh ya satu lagi tuan"
"Apa... "
"Nyonya Lisna kedapatan berbicara dan tersenyum sendiri apa perlu dibawa ke rumah sakit atau tuan ingin membawa psikiater untuk Nyonya Lisna saya takut terjadi sesuatu kepada Nyonya. Sekarang masa berat untuk Nyonya Lisna mungkin jiwanya teterguncang"
"Ya kamu benar. Saya akan Mengirim Psikiater dan dokter ke Mansion"
Tanpa Aditya sadari Rere kembali berdiri di depan pintu dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh suaminya.
Saat Panggilan telepon dimatikan Aditya menatap langit-langit koridor rumah sakit dan menghembuskan nafas panjang.
Rere dari arah belakang memeluk Aditya dan menciumi punggung suaminya dan Aditya hanya menutup matanya dengan masih mendongakan kepalanya menatap atas langit-langit koridor ruangan Rawat inap VIP
"Sayang hanya kamu yang buat mas bahagia tetaplah di samping mas. Reniaku"
"Renia sayang mas Aditya. Jangan merasa sendiri ceritakan semua masalah mas Aditya kepada Rere karena sekarang Renia adalah istri mas Aditya. Jadi semua kegundahan dan juga kesedihan Mas Aditya adalah juga menjadi kegundahan dan kesedihan Renia"
Aditya merentangkan tanganya dan meminta istrinya untuk mendatangi dirinya dan kemudian keduanya berpelukan.
"Tadi kamu bersama dengan Zayn di dalam bagaimana sikap Putra mas kepara Renia tadi saat Mas Aditya tinggal kalian berdua apa masih bertingkah seperti tadi kepada kamu sayang. Mas minta maaf dengan sikap Anak mas yang kasar kepada Renia tadi" Rere membingkai wajah suaminya dan kemudian keduanya tersenyum.
__ADS_1
"Sayang zayn juga putra Renia. Percayalah Renia sayang kepada zayn dan tidak mempermasalhkan apa yang di perbuat oleh putra kita"
"kamu benar sayang. Mas tambah cinta dengan Renia"
Keduanya berpelukan dan kembali lagi ke ruangan Rawat inap dan zayn membuang pandangannya kearah lain.
"Sayang... " Aditya mencium dahi putranya.
Renia tersenyum manis saat bola mata zayn mengarahkan kepadanya. Zayn hanya diam dan Renia mengusap pelan rambut putra sambungnya dan mencium pipi zayn.
"Anak tante cepat sembuhnya biar nanti bisa sekolah dan main sama teman-teman zayn lagi ya"
"zayn tidak ingin main dengan keponakan tante mereka nakal. Anak-anak itu hampir membunuh zayn"
Rere menatap Aditya begitu sebaliknya dan Aditya menganggukan kepala kearah Rere.
"Ya sudah Jagan tante nanti mainnya sama tante sama papi saja ya kita bertiga. Zayn Suka permainan apa saja nanti kita mainkan bersama"
"zayn suka bermain game tapi sedihnya permainan yang zayn suka tertinggal di Amerika tante. Game itu pembelian Papi" Ucap Zayn dengan wajah sedih.
"Oh... Jadi Game Zayn Papi yang belikan. Ya sudah jangan sedih ya Nak. Nanti Tante minta Papi belikan lagi ya game yang sama"
"Tapi disana ada kenangan Papi sama mami saat di Amerika, Zayn mau itu saja tante"
Rere tersenyum lalu menarik kembali senyumnya dan terlihat bersedih. Aditya menangkap kesedihan yang dirasakan istrinya itu.
"Jika Zayn rindu sama mami dan ingin tinggal dengan Mami di Australia bersama Uncle Bryan Papi ijinkan yang paling penting zayn bahagia"
"Papi... apa zayn boleh tinggal dengan Papi dan mami saja tidak ingin tinggal dengan Tante Renia ataupun Uncle Bryan"
Mendengar itu Renia tidak dapat lagi menahan hatinya yang sang terluka, dirinya merasa menjadi penghalang untuk kebahagiaan seorang anak Kecil yang seharusnya hidup bersama dengan orang tua kandungnya.
Rere keluar ruangan inap VIP dengan keadaan menangis. Aditya menatap tajam zayn dan berkata
"Tidak bisakah Nak bersikap manis dengan Mami Renia. Dia istri Papi sayang. Mami Sherly juga sudah menikah dengan Uncle Bryan mengertilah sayang tidak semua keinginan kita bisa menjadi kenyataaan. Walau kami sudah menikah tapi Papi dan Mami akan selalu sayang kepada Zayn. Karena selamanya kamu anak Papi dan Mami Sisillia. OK!!!"
Zayn tidak membalas ucapan dari papinya dan hanya cemberut. Aditya keluar dari ruangan karena ingin menenangkan istrinya dan saat keluar ruangan ternyata disana sudah ada Rian yang berkunjung.
"Apa yang terjadi Nak"
Rian sedang bertanya kepada Rere yang sedang duduk di Kursi tunggu yang ada di depan ruangan rawat inap tempat zayn di rawat. Rian menatap Aditya yang keluar dari ruangan rawat inap putranya dan berkata kepada Rian
"Papi apa kabar"
"Papi baik nak, bagaimana keadaan Zayn, cucu papa"
__ADS_1
"Dia sudah membaik sebaiknya Papi temui Zayn dan nasehati dia untuk sedikit menurut" Aditya terlihat kesal saat mengatakan itu.
Aditya memberikan kode untuk menjauhi Rere dan menemui cucunya di ruangan rawat inap. Rian menurut dan mengerti lalu meninggalkan tempat itu menuju pintu ruangan rawat inap.
Zayn menoleh dan tersenyum saat menatap kakeknya yang datang, Padahal sebelumnya wajahnya di tekuk dan lengannya di lipat diatas perut.
Sedangkan Aditya di depan ruangaan putranya sedang membujuk Renia untuk tidak menangis karena mengkhuatirkan keadaan istrinya yang juga dalam keadaan sakit kritis saat ini.
...****************...
Dan di dalam sebuah kamar milik Cantika, dua orang yang tidak mengenakan pakaian sehelai benangpun sedang tertidur.
Hari ini Hari terakhir di penghujung tahun yang mana artinya adalah nanti malam adalah perayaan tahun baru dan bertepatan hari sabtu jadi keduanya libur.
Pukul menunjukan 11 Siang tapi dua orang yang semalaman bercinta sampai pukul 3 dini hari belum juga bangun meski matahari sudah memasuki kamar Cantika.
Pelayan rumah yang ingin membangunkan nampak sungkan dan mereka tidak tahu ada pria di dalam kamar Cantika karena saat pulang Cantika tidak membangunkan Pelayannya.
Flasback
semalam saat pulang diantarkan our Geri. Cantika membawa kunci cadangan dan bersama dengan Geri masuk kedalam kamar Cantika karena Geri yang memintanya.
Dalam keadaan setengah safari Geri membuka pakaian Cantika dan wanitanya hanya diam karena terbawa suasana yang terjadi semalam akibat perdebatan keduanya yang mana Cantika meminta membatalkan pertunangan mereka dan mengembalikan cincin pertunangan mereka.
Geri tanpa basa basi langsung membuka pakaiannya sendiri setelah sebelumnya membuka seluruh pakaian Cantika. Kemudian Geri menyatukan bibirnya dan Memasukan inti miliknya kedalam milik Cantika membuat wanitanya kesakitan karena ini menjadi yang pertama untuk Cantika.
"Kamu akan saya ikat selamanya Cantika supaya kamu tidak lagi bertanya dan meragukan keseriusan saya. Mengerti"
Cantika hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan menangis karena berharap melakukan adegan ranjang bersama dengan Geri setelah menikah.
Flasback Selesai
Malam Panjang bagi keduanya telah usai dan suara Ponsel milik Geri membangunkan Cantika dengan rasa kantuk dirinya mengusap matanya pelan dan saat terbangun Geri berada di depan matanya sedang tidur
Ntah Apa yang harus dia rasakan saat ini apakah harus marah, bahagia atau tetap diam dengan tindakan pemaksaan yang di lakukan oleh Pria yang dia cintai dalam keadaan setengah mabuk.
Tapi dia tidak boleh hanya menyalahkan Geri karena dirinya juga menikmati setelah dua kali Geri meng*ujami inti Cantika dan merasa puas dengan Klim*k ca*ran cinta mereka keluar untuk yang kedua kalinya membuat Cantika tidak memprotes Apa yang di lakukan oleh Tunangannya kepada dirinya.
Suara Ponsel masuk kembali dan Cantika memberanikan diri untuk mengambil Ponsel milik Geri dengan tangannya ingin menggapai Ponsel dan dua buah ra*um miliknya tepat berada di wajah Geri.
Saat Geri terbangun karena tanpa sadar ujung ranum milik tunangannya menyentuh kulit wajahnya.
"Aaaauuuhhh... Sayang" Cantika hanya Pasrah saat Geri memainkan dua buah unjung ra*um milknya.
Suara Cantika terdengar berat di telinga Geri yang sedang menghis*p ujung ran*m miliknya semakin cepat, lalu tanganya meraih Ponsel Geri dan meminta Geri menghentikan apa yang dia lakukan kepadanya karena kedua orang tuannya menghubungi Geri beberapa kali.
__ADS_1
Geri mengangkat telephone ibunya dan mengatakan jangan khuatir karena dirinya menginap di rumah Cantika. Setelah memberikan pengetian kepada ibunya. Ponsel di lempar begitu saja lalu dirinya menidurkan Cantika dan mengulangi apa yang mereka lakukan semalam. Cantika tidak berani berkomentar dan mengikuti saja apa keinginan dari Geri Tunangannya.