
Sebelum pulang Rere ingin menjenguk Aries ayah kandung dari Aditya, meski perasaan nya masih takut dengan Lisna apalagi kejadian tadi dimana Lisna menampar Rere yang dia sendiri tidak tahu kenapa.
Ayu ikut keluar dengan Rere dan Riki karena dia ingin juga berpamitan kepada Lisna karena harus membawa pulang Jimmy karena hari sudah malam.
Setelah membawa pulang Jimmy di ingin menemani Kakak dan Papi nya di rumah sakit. Suami nya sudah di hubungi akan tetapi mengatakan bahwa dirinya sedang berada di luar kota jadi tidak bisa pulang malam ini, karena sedang bertemu dengan clien bisnisnya.
Sedangkan Aditya setelah kepergian Ayu baru teringat Papi Aries, kenapa tidak menjenguknya apa Papi nya sedang sibuk di kantor atau ada di luar ruangan ICU.
Papi Aries mungkin ingin bergantian dengan Ayu dan Riki untuk masuk ke ruanga ini tapi kenapa belum juga datang padahal Ketiganya sudah keluar. Apa Papi memberi kesempatan kepada Tante Ria. ya mungkin seperti itu.
Hati dan pikiran Aditya bermonolog memikirkan kehadiran Aries.
Meski hubungan nya dengan Aries tidak baik tapi Aditya tahu benar bahwa Papi nya pasti sangat panik jika dirinya dilarikan ke rumah sakit.
Meski Aditya tidak menerima sepenuhnya Aries menjadi Ayah kandung nya tapi tidak di pungkuri jika Aries sangat sayang kepada dirinya, bahkan Ayu mengutarakan kecemburuan atas sikap papinya itu kepada Aditya.
"Aneh... Kemana Papi" Aditya menatap pintu ruang ICU.
Sedangkan di luar ruang ICU Rere menatap lekat Bu Ria yang dia kenal sebagai Nasabah Prioritas di Bank tempatnya bekerja. Tapi sedang apa dirinya berada di rumah sakit ini yang terlihat memangku Jimmy dan tertawa bersama Dion.
Apa Bu Ria nasabah Prioritasku yang di maksud Pak Riki yang menjadi Clien Mas Aditya, ternyata dunia ini sempit.
Rere bermonolog di dalam hati.
"Bu Rere" ucap Riki membuyarkan pikiran Rere.
"itu Bu Ria Clien kami yang sudah saya beritahu tadi saat berada di dalam ruangan pak Adit" sambil tangannya menunjuk kearah Ria.
Riki menjelaskan dan Rere menatap lalu mengangguk. Sekarang Rere mengerti mungkin Bu Ria ingin menjenguk Aditya atau Aries karena memang saling mengenal dan cukup dekat dari cara bebicara Riki memang seperti itu.
Ketiga nya bertemu dengan Ria, Mendengar langkah kaki semakin dekat Ria menoleh dan menatap Rere dan Ayu.
"Bu Ria"
"Rere"
Kedua nya saling tersenyum dan Ria yang sedang memangku Jimmy sontak melepaskan Jimmy dari pangkuannya dan berdiri lalu berpelukan dengan Rere. Ayu dan Riki saling pandang.
"Rere nak kamu ada di sini" Bu Ria seolah tidak mengetahui.
"iya Bu, saya menjenguk Pak Aditya dan Sahabat saya juga sedang di rawat di rumah sakit ini, Bu Ria ingin menjenguk pak Aditya juga" tanya Rere ramah.
"iya... kebetulan kerabat saya di rawat ditempat ini"
__ADS_1
Ria berbohong karena tidak mungkin mengatakan bahwa dia sengaja kemari karena mengkhawatirkan putra sahabatnya.
"Dan tanpa sengaja melihat Riki di sini beserta dua anak kecil dan nak... " Ria berujar
"Ayu" jawab ayu cepat.
Ria tersenyum dia tidak tahu nama putri dari pria yang dia cintai, mendengar nama ayu membuatnya teringat dengan Sherly karena nama nya sama dengan nama belakang sahabatnya itu.
Ria tersenyum kecut dia semakin mengerti bahwa Aries memang sangat mencintai Sherly hanya saja dia pengecut tidak memperjuangkan cintanya, Ntah kenapa Aries berbuat seperti itu, Apakah karena Takut dengan orangtuanya atau karena faktor lain.
"Bu Ria silahkan jika ingin menjenguk kak Adit, seperti nya dia sudah membaik" jawab Ayu.
"Syukurlah dan Terima Kasih saya langsung ke ruangan nya saja" jawab Ria.
"Rere apa langsung ingin pulang atau tunggu ibu sebentar nanti kita pulang bersama" tanya Ria.
"Rere langsung pulang saja bu Ria, soalnya dari pukul Tiga sore Rere sudah di rumah sakit dan sekarang sudah pukul 8 malam. Rere juga ingin mengajak Dion ke mall tadi sudah janji"
Rere tersenyum ke Dion dan Bu Ria mengerti karena itu dia mengganggukan kepala. Ria berjalan ke arah ruangan Aditya di rawat setelah meminta ijin masuk kepada ketiganya.
"Ayu sebenarnya saya ingin menjenguk ayahmu tapi... " Rere tidak melanjutkan.
"Saya mengerti, Besok mungkin setelah keadaan papi membaik dan sudah dipindahkan ke ruang rawat inap Rere bisa menjenguk Papi, untuk Mami aku benar-benar minta maaf, mungkin karena Panik jadi tidak sadar melakukan itu, Tolong jangan di ambil hati dan maafkan tindakan Mami aku terhadap kamu Rere" Ayu menggenggam tangan Rere meminta maaf dengan tulus.
"Rere jangan bicara seperti itu, aku yakin setiap manusia memiliki ujian dan masalah dalam menjalani kehidupan dan ini adalah ujian cinta kalian dan masalah untuk keluarga kami supaya lebih dekat kepada Tuhan dan saling menguatkan satu sama lain setelahnya" Ayu tersenyum.
Rere sangat bersyukur Ayu adalah saudara tiri yang baik untuk Aditya, walaupun dirinya jauh saat Aditya terpuruk tapi Tuhan memberikan Aditya seorang adik perempuan untuk menguatkan dan mendukung Adit saat dirinya tidak bersama dengan nya.
Seperti Geri yang Tuhan kirim setelah 8 tahun terpisah akhirnya bertemu kembali untuk menemani dirinya menjalani hidup yang berat selama 10 tahun hidup di ibukota.
"oh... iya aku belum kenalan loh sama Adek ganteng ini, Tante terlalu sibuk ya jadi mengabaikan adek, Ayu putra kamu namanya siapa" Rere mensejajarkan tubuhnya dengan Putra Ayu.
"Namanya Jimmy tante" Ayu menyebutkan namanya.
"Pengen ngajak ke mall juga tapi waktunya tidak tepat mungkin nanti ya jika Om Adit sudah sembuh, Jimmy bisa ke mall bersama Om, Tante dan Dion juga" Rere mengusap pipi Jimmy dengan lembut.
Jimmy menoleh ke arah Ayu seakan menanyakan siapa tante ini. Ayu mengerti tatapan Putra nya.
"Ini Mama Rere sayang calon istrinya Papa Adit" Rere menoleh kearah ayu dan tersenyum malu juga canggung.
"Rere anak aku panggil nya bukan Om tapi Papa ke kakak Adit jadi nanti Jimmy panggil Mama ke Kamu" Ayu tersenyum menggoda Rere membuat yang di goda salah tingkah.
"Jimmy kamu panggil Mama ya ke tante Rere karena nanti Papa Adit Nikah sama Tante Rere" ucap Ayu.
__ADS_1
Ayu tersenyum dan Jimmy mengangguk. Riki hanya bisa menatap sendu melihat wanita yang dia cintai, perasaan cinta yang dia kubur karena merasa tidak mampu menggapainya.
"Mama dan Dion tadi ingin ke mall Jimmy boleh ikut tidak" Jimmy memeluk Rere seakan mengenal sudah lama. Rere menatap Jimmy dan Ayu lalu ke arah Riki.
"Boleh sayang" Rere mengecup pipi Jimmy.
"Ayu sebaiknya Jimmy ikut dengan kita nanti pulangnya biar menginap di apartemenku saja. Saya pikir Ayu harus tetap di sini mendampingi Papi dan kak Adit. insyaallah saya akan menjaga Jimmy, besok saya antarkan lagi kemari" tambah Rere.
Dirinya merasa ini tepat karena suami ayu berada di luar kota dan Mami nya juga berada di rumah sakit. Ayu juga harus berada di rumah sakit untuk menemani keluarga nya yang sedang dirawat.
"Apa tidak merepotkan kamu Re" ayu bertanya
"Tentu saja tidak Ayu, jika kamu mempercayakan Jimmy ke aku" ucap Rere
"ya aku percaya, hanya khuatir nanti Jimmy membuat kamu susah"
"Seperti nya Jimmy penurut dan sudah akrab dengan Dion, InsyaAllah tidak repot, ayu" sahut Rere
"Baiklah Terima Kasih Banyak" jawab Ayu dan memeluk Rere. Dirinya merasa bahagia karena Rere membuatnya tenang karena membantu menjaga Jimmy selama dirinya berada di rumah sakit.
Ayu akan tinggal di rumah sakit karena kedua keluarganya di rawat bersamaan, Mami nya juga pasti membutuhkan kehadiran ayu untuk penguatnya sekarang.
"Nak jangan nakal atau menyusahkan mama Rere, nanti kalo mama nya lelah atau repot, Papa Adit marah ke Jimmy" ucap Ayu
"ok Mami i'm understand" Jimmy mengangguk dan menatap Rere lalu menggandeng tangan Rere dan Dion.
"ihhh manis banget Jimmy Mama boleh cium tidak nak" ucap Rere
"Boleh ma" Jimmy tersenyum manis, Ayu menatap jimmy dan Rere. Dirinya yakin Rere mampu menjadi istri yang baik untuk kakaknya.
"Asisten Riki tolong antarkan Rere ke mall dan jaga mereka setelahnya antarkan pulang ke apartemen Renia.
"Baik nona ayu"
Riki tersenyum dirinya merasa memang lebih baik mundur dari awal karena ini status nya dimata ayu, Dirinya hanya bawahan yang memang tidak layak mendapatkan cintanya hanya mampu untuk di perintah seperti saat ini.
"Rere sebaiknya kamu diantarkan oleh Riki saja dan mobil kamu tetap di sini nanti ada orang yang antar mobil kamu ke apartemen.
"Baiklah ayu"
Rere tidak ingin berdebat karena waktu sudah menunjukan setengah sembilan malam hanya ada waktu satu jam setengah untuk ke mall.
Rere pamit dan melangkahkan kaki untuk segera ke parkir bersama Riki dan dua anak kecil menuju ke mall jika tidak keponakannya pasti akan mengomel, ngambek dan Marah kepadanya.
__ADS_1