
Orang Tua Lisna juga mengancam akan menghancurkan Keluarga Erlangga dan itu terjadi karena kehadiran Sherly dan juga Aditya di dalam pernikahan Aries dan Lisna.
Jika Aditya memberitahukan apa yang terjadi kepada Aries dan Papinya jika sampai Aries menceraikan Lisna kehancuran besar akan di rasakan keluarga Erlangga dan Aditya tidak menginginkan itu.
Karena itu juga Aditya selalu menjauh dan bersikap dingin kepada Papinya selain membenci karena menjadi penyebab kematian Mamanya juga karena Ancaman dari keluarga Lisna dan Siksaan dari Opa kandungnya sendiri.
Aditya memilih tidak memberitahukan kepada siapapun tentang ancaman Ayah Lisna atau Kakek dari Ayu ini kepada siapapun termasuk Sisillia yang saat itu menjadi Psikiater Aditya.
Halaman ini sengaja Aditya hapus bahkan dia sobek agar siapapun tidak dapat membacanya walaupun Rere meminta tidak ada yang terlewatkan tapi Aditya tetap ingin menghapus Halaman yang nantinya akan membuat kehancuran rumah tangga untuk Aries dan Lisna.
"Mas... Mas Aditya"
Panggilan Rere membuyarkan ingatan Aditya akan kisah kelam nya dan meneruskan kisah nya kepada Rere.
“Papi Pulang Setelah menelpon Opa dan pergi ntah kemana Mas tidak tahu” Aditya menunduk untuk menatap Rere dan memeluknya.
“Selepas kepergian Papi Mas dijaga oleh Pengawal yang ditugaskan oleh Papi dan Mas di beri kesempatan untuk keluar tapi hanya di taman dan saat mas berkeliling rumah sakit, Mas baru sadar jika Mas di bawa ke rumah sakit Jiwa. Mas duduk lama ditaman dan menatap suatu ruangan dan disana mas melihat Sisillia kembali dan mas meminta ijin kepada pengawal yang menjaga mas untuk menemui Dokter Sisillia dan mereka mengijinkan dengan tetap berjaga di Taman, Mulai saat itu Mas sering mendatangi Dokter Sisillia yang saat itu berusia 21 Tahun.
Bahkan dia membantu Mas mencari Renia tapi tidak berhasil karena Mas tidak memiliki alamat kampung halaman Ibu dan Ayah Renia” Aditya memeluk Rere dengan erat. Aditya meneruskan kembali kisah tentang Sisllia kepada Rere.
“Mas jadi Sisillia sahabat mas seperti Geri dan Renia begitu” Aditya tersenyum dan mengangguk.
Halaman tentang Sisillia juga akan Aditya hapus sama seperti kebenaran tentang Siapa yang membuat Aditya menjadi Depresi dan mengalami Trauma berat saat remaja.
Opa yang adalah Ayah dari Aries. Opa Kandung Aditya Lalu yang kedua Mertua Aries dan ketiga Lisna Ibu sambung Aditya, Adalah orang-orang yang memiliki peran atas Trauma Berat yang di alami oleh Aditya yang tidak diketahui oleh Aries.
Halaman itu akan Aditya hapus dan akan menguburnya dalam-dalam dan Aditya memilih membuka Kisah baru dirinya yang ingin dia mulai bersama Cinta Pertama yang tidak pernah dirinya lupakan. Ya...Kisah Baru yang ingin Aditya susun bersama Renia.
“ I Love You Renia” ucap Aditya dan Renia terdiam.
“Maafkan Renia yang tidak mempercayai Mas Aditya dan justru Curiga dengan Mas Adit, itu Karena Renia takut kehilangan Mas Adit"
Rere memeluk Aditya dengan rasa menyesal setelah mendengarkan cerita Aditya. Rere mempercayai sepenuhnya Halaman-halaman dari kisah Aditya yang sangat menyedihkan untuknya.
Renia juga mengingat apa yang dikatakan Ayu saat pertama menemui dirinya jadi cerita itu benar adanya itu yang hati dan pikiran Renia katakan.
Rere memeluk erat begitu juga dengan Aditya. Mereka berdua menangis bersama. Setelah kesalah pahaman yang Rere anggap selama ini sudah terjawab, menurut Rere tidak ada lagi yang harus dicemburui dari hubungan Sisilia dan Aditya.
" Lalu Mas membawa Sisilia ke rumah" tanya Rere.
"Tidak sayang setelah Papi kembali ke rumah sakit jiwa dimana mas dirawat saat itu, Papi mengajak Mas pulang dan setelah Tiga hari setelahnya Papi membawa Mas dan Ayu juga Lisna ke Jakarta"
"Beberapa kali Papi membawa psikiater tapi Mas menolaknya dan saat itu mas mengurung diri dikamar sampai pada akhirnya Sisilia menemui mas di kamar, Papi membawa Sisilia dan menjadikan dia Psikiater Pribadi Mas"
Rere menatap kembali Aditya dan mengusap lembut Pipi Aditya yang sedang fokus mengendarai Mobilnya menuju rumah Sakit.
Flasback Selesai
"Mas Aditya, I Love You Too”
Aditya memeluk erat setelah mendengar apa yang di ucapkan Rere. Sedang Rere terdiam menyesali sikapnya.
__ADS_1
Rere marah saat Aditya cemburu terhadap perteman dirinya bersama Geri dan kenapa dirinya juga melakukan itu kepada Sisilia yang seharusnya Rere berterima kasih karena di saat keadaan sulit kekasihnya, Sisilia menggantikan Tempatnya untuk menjaga dan menyembuhkan Trauma dan Depresi Aditya.
Tidak seharusnya Rere Cemburu buta seperti itu dan nanti Rere akan meminta Aditya untuk membawanya untuk bertemu Sisilia untuk mengucapkan Terima Kasih.
Rere menggelengkan kepala dan tersenyum lalu menghapus air matanya dan juga sisa-sisa air mata milik Aditya lalu membingkai wajah Aditya
“Ya sudah kita lanjutkan ceritanya nanti, Renia harus tahu semua cerita tentang Mas termasuk kehidupan mas saat di NYC, tapi pelan-pelan aja ya mas. dan Rere juga akan bercerita semua tentang kisah hidup Renia selepas kepergian Renia dari mas Adit"
“Iya Sayangku... Kehadiran Renia memberikan kesejukan dan seperti Sinar Matahari yang menghangatkan Hati Mas Adit" Tangan Kiri Aditya menyentuh Pipi Rere.
"Apapun yang akan terjadi nanti tetaplah Percaya dengan Mas Adit dan Jangan Tinggalkan Mas Sendiri lagi"
Rere mengangguk dan keduanya tersenyum bersama.
“Mas Kangen Renia. Mas Cinta Renia jangan pernah ragukan perasaan Mas, Sayang”
Rere menatap wajah Aditya dan mengangguk sambil tersenyum kemudian Rere membenarkan duduknya lalu Aditya melajukan Mobilnya menuju ke rumah sakit. tangan kiri Aditya beralih menggenggam tangan kanan Rere.
Tangan dilepaskan oleh Aditya dan beralih memeluk Rere dan menyandarkan kepala Rere kedalam bahu Aditya.
Rere hanya terdiam masih memikirkan apa yang diceritakan oleh Aditya dan mengingat Photo yang ada di Mansion mewah milik Keluarga Erlangga.
"Mas..."
"Heemmm... ya Kenapa Sayang"
"Photo di Rumah Mas... Terlihat Keluarga Papi Aries menerima Mas dengan Baik" Rere mendongak ke arah Aditya.
"Tentu Saja Renia percaya Seluruhnya Mas. Hanya Rere masih bertanya kenapa Opa bisa kejam dengan Cucunya sendiri dan menampakan sikap baik dengan senyuman manis diphoto"
Rere melepaskan tangan Aditya yang bertender dibahunya mengganti dengan melingkarkan tangannya pada lengan kekar milik Aditya dan bersandar kembali pada bahu Aditya.
"Mas. Terima Kasih mas masih bertahan dengan hidup yang sulit saat itu sehingga hari ini kita bisa bersama kembali" Ucap Rere dengan meneteskan air matanya.
Tidak dapat Rere bayangkan sedih dan menderitanya Aditya saat itu. Bahkan kehidupan dirinya jauh lebih baik karena hanya mengalami kesulitan Ekonomi tapi bukan penyiksaan seperti yang diterima Aditya yang dilakukan oleh keluarganya sendiri.
"Mama Sherly pasti akan sedih jika melihat ini semua" gumam Rere pelan tapi masih bisa didengar oleh Aditya.
"Mama meninggalkan Mas, Sayang. Dia menyerah karena cinta dan meninggalkan dan menyerahkan Mas kepada Papi Aries" ucapnya terdengar Pilu dan terasa dilengannya pelukan Rere bertambah erat dan bahunya terasa air mata Rere membasahinya.
"Mas... Mama Sherly juga pasti merasakan kesedihan yang mas rasakan" Rere mengatakannya dengan Menangis.
"Mama meninggalkan surat untuk Papi agar membawa Mas, masuk kedalam keluarganya dan juga merawat Mas, Papi melakukannya dan sampai hari ini selalu berada disamping Mas"
Aditya menyatukan kepala dirinya dengan kepala Rere yang mana sedang bersandar pada bahu Aditya. Keduanya terdiam terlihat sibuk dengan pemikirannya sendiri.
Sampai akhirnya Mobil yang di lajukan oleh Aditya sampai di Lobby Rumah sakit dan disana sudah berdiri Riki yang menyambut Aditya dan Rere. Aditya membuka Pintu bersamaan dengan Rere dan keduanya melangkah ke arah Riki yang juga menghampiri mereka.
"Bagaimana keadaan Bu Ria, Mas Riki" tanya Rere
"alhamdulillah Bu Ria sudah melewati masa Kritisnya dan dua kerabatnya dari semarang sudah datang jadi saya bisa menjemput pak Adit dan Bu Renia kemari setelah mendapat pesan pak Adit" Balas Riki.
__ADS_1
"alhamdulillah, ya sudah kita sebaiknya menemui Bu Ria sekarang"
Pinta Rere dan Kedua Pria di sana menganggukan kepalanya kemudian ketiganya memasuki Lobby Rumah sakit dan menuju ke Lift untuk membawa mereka menemui Ria.
Pintu Lift terbuka dan keduanya berjalan ke arah dua Pihak Berwajib juga kerabat dari Ria. Satu Orang Wanita Paruh Baya dan yang satu wanita muda yang mengatakan bahwa dia adalah Saudara Sepupu dan yang bersama dengan nya adalah Putrinya, Aditya memperkenalkan dirinya dan mengatakan kepada keduanya bahwa Rere adalah Tunangan Dia yang sebentar lagi akan menikah.
Aditya merasa risih dengan keponakan Ria yang menatap dirinya dengan tatapan yang sulit di artikan dan sesekali mencuri pandang. Rere juga merasa hal yang sama dengan apa yang di rasakan oleh Aditya karena itu dia mengalungkan tangan nya di lengan Aditya. Riki dan Aditya saling pandang melihat sikap Rere. Aditya tersenyum ke arah Rere dan berbisik
"Tidak ada wanita lain dahulu, sekarang dan nanti. Hati Mas Hanya untuk Renia. Sayang"
Setelah mengatakan itu Aditya tersenyum dan membawa Rere ke dalam pelukan nya sedangkan wajah Rere memerah karena malu. Masih memeluk Rere, Aditya meminta ijin kepada pihak keluarga dan juga pihak berwajib untuk dapat menemui Ria.
Bersamaan dengan Aditya meminta ijin datang dari arah Ruangan ICU Dokter yang telah memeriksa Bu Ria, Semua menoleh ke arah Dokter dan kerabat Bu Ria menanyaka kepada Dokter tentang keadaan Ria. Dokter menyampaikan bahwa Keadaan Ria sudah membaik dan cairan alkohol di dalam perut nya sudah dapat di keluarkan dan pengaruh alkohol nya sudah mulai menghilang dan Pihak keluarga sudah boleh mengunjungi nya.
Aditya mempersilahkan kerabat Bu Ria terlebih dahulu untuk masuk dan menemui Ria setelah kerabat Bu Ria, dirinya akan masuk bersama Rere. Rere melepaskan pelukan Aditya saat panggilan telepon masuk di dalam Ponsel nya.
"Mas, Renia ijin mengangkat telepon"
Aditya mengangguk dan setelah Rere sedikit menjauh untuk menerima telepon dari Cantika, Aditya mengajak Riki duduk di kursi tunggu dan memerintahkan Tes DNA.
Jadi saat Zayn melakukan pemeriksaan jantung nya besok Dokter Willy juga mengambil sampel untuk keperluan Test DNA agar tidak di ketahui oleh Sisilia. Jika Sisilia mengetahui Aditya akan tahu Reaksi Sisilia yang mana dia tidak akan menurut untuk dipindahkan keluar negeri sesuai keinginan Aditya.
Meski Aditya tahu dengan jelas Bahwa Zayn Putranya dan mengetahui bahwa Sisilia tidak akan tidur bersama Pria lain selain dirinya saat mereka tinggal di NYC. Tapi Test DNA tetap perlu untuk menjamin hak Zayn saat besar nanti.
Aditya ingin anak nya mendapatkan hak yang sama dengan anak yang akan di kandung Renia jika mereka menikah dan hal itu juga diperlukan untuk melindungi anak nya dari serangan Lisna dan keluarga dari istri Papinya Karena Aditya berencana ingin memasukan Dokumen Zayn kedalam Dokumen keluarga setelah dirinya menikah dengan Rere.
Aditya terdiam
Aditya tahu dengan jelas perasaan cinta Sisilia kepada dirinya yang sangat besar karena Sisilia tidak memiliki siapapun selain dirinya dan juga Zayn.
Sisilia pernah menceritakan tentang kisah hidupnya kepada Aditya, yang juga menyentuh hatinya karena itu segala kebutuhan seluruhnya Aditya yang menanggung yang awalnya Aries yang membiayai keperluan Sisilia tapi Sepuluh Tahun terakhir Aditya yang mengambil alih dan tetap memperkerjakan Sisilia saat Aditya sudah selesai dari Pendidikan Magister dan Melanjutkan Pendidikan S3 di NYC sambil mengurus bisnis Papinya di Amerika.
Awalnya Aries ingin memutus kontrak dengan Sisilia karena melihat keadaan Aditya yang jauh lebih baik tapi karena Sisilia menangis dan memohon kepada Aditya.
Maka Aditya tetap memperkerjakan Sisilia disampingnya yang saat itu selain menjadi Psikiater pribadinya juga menjadi teman tidur juga yang menyiapkan semua keperluan Aditya selama di NYC.
Dari sana Sisilia bersikap seperti istri dan mulai menguasai Aditya dan yang memintanya untuk tetap tinggal di NYC juga Sisilia yang sebenarnya tidak ingin Aditya kembali setelah menyelesaikan Studi bachelor.
Karena Sisilia menaruh hati kepada Aditya apalagi setelah mereka menghabiskan malam pertama mereka berdua saat malam Helloween dimana Aditya terlibat perkelahian dengan teman-temannya dan dalam keadaan yang belum stabil bagi Aditya, saat Prianya terbangun dari mimpi buruk tentang Sherly.
Sisillia yang menyuruh pengawal pribadi Aditya keluar dari kamar Aditya dan kemudian Sisilia menyerahkan hidup dan harta yang sangat berharganya untuk Aditya dan saat bangun dipagi hari Sisilia menjadi sosok yang berbeda, dirinya tidak lagi bersikap sebagai Psikiater Aditya, Akan tetapi lebih kepada wanitanya.
Aditya menyesali apa yang mereka perbuat malam itu tapi tubuhnya berkata lain malam itu bukan satu-satunya malam Aditya melakukannya bersama Psikiater Pribadinya .
Setiap Aditya marah karena Trauma dan Depresinya kembali menguasai pikirannya disaat itu juga Sisilia siap sebagai pelampiasan.
Setelah mereka bangun dipagi hari Sisilia menjadi sangat bersemangat tetapi untuk Aditya sangat menyesal dan begitu seterusnya sampai semalam mereka masih menjalani hubungan terlarang.
"Pak Adit"
Panggilan Riki membuyarkan ingatan tentang Pengkhianatan Cinta dirinya bersama Sisillia yang mana Rere tidak mengetahuinya
__ADS_1