
Ria melangkah memasuki ruangan Aditya, Adit menatap Ria karena dirinya memang sedang menunggu dirinya ataupun Papi Aries datang menemuinya.
"Hallo Tante" Aditya menyapa.
"Aditya Putraku, apa yang terjadi nak"
Ria menghampiri Aditya yang sedang membenarkan duduknya lalu Ria memeluk putra dari sahabat dan juga putra dari Pria yang paling di cintainya itu.
"just little accident" jawab Aditya.
"this not accident but stupid" jawab Ria.
"Aku menemukan wanita itu tante, Wanita yang membuatku tidak bisa tidur selama ini, aku kehilangan dia dan sekarang aku bertemu dengannya kembali"
Aditya tersenyum, hatinya tidak lagi sakit. Aditya merasa bahagia hidupnya yang hilang kini kembali lagi. taman hatinya sudah di tumbuhi bunga-bunga kembali sejak Rere datang menemui dirinya tadi apalagi memeluknya.
"Dia Rere karyawan bank yang bertemu denganmu di Pesta ulang tahun tante" Ria mengucap.
"ya wanita itu Renia Azahra Tante" Aditya tersenyum.
"kenapa tidak menceritakan itu sebelumnya kepada Tante" ucap Ria.
"Aditya hanya ingin memastikan terlebih dahulu tante, meski aditya yakin dia Reniaku tapi Adit ingin mengetahui semua tentang Renia.
"Jika kamu bercerita kepada tante bahwa Rere adalah wanita yang kamu cari selama ini maybe tante bisa membantu meski sedikit"
Ria tampak kecewa dengan apa yang di ucapkan Aditya tapi dia sadar bahwa tidak semua tentang Adit mampu dia ceritakan kepada dirinya.
"Maafkan Adit, Tante"
Aditya mengenggam tangan Ria dan memeluk sahabat Mamanya itu, walaupun sampe detik ini Aditya tidak tahu tentang Ria dan hubungan dengan orang tuanya tapi Aditya merasa nyaman jika berada di samping Ria.
"Tante akan bantu kamu anakku" ucap Ria penuh keyakinan.
"Thank u so much Tante" Aditya mengatakan itu masih dalam keadaan memeluk Ria.
...****************...
Setelah kepergian Rere dan Putranya, Ayu melangkahkan kakinya untuk menemui Mami Sherly diruang ICU.
"Mami" Ayu berkata.
"Apakah Papi sudah siuman" tambah Ayu
"Belum nak, Papi kamu masih belum sadarkan diri" ucap Lisna.
Ayu mengusap Lisna untuk memberikan kekuatan dan dukungan untuk Lisna untuk mampu melewati ujian ini, Ayu yakin papi nya akan kembali sehat seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Mami, kak Adit sudah sadarkan diri apa sebaiknya Ayu mengatakan Papi sakit dan dirawat di sini juga" ucap Ayu.
"Untuk apa kamu perdulikan anak haram Papi kamu Ayu" Lisna menatap dengan jengah ke arah Putrinya.
"Mami, jangan bicara seperti itu. Kak Aditya juga Anak kandung Papi" Ayu mencoba mengingatkan Lisna.
"Kenapa kamu minta pendapat Mami jika kamu memiliki pemikiran sendiri"
Lisna menoleh kearah Ayu lalu membuang pandangannya dengan kesal ke arah Aries dengan tatapan yang sulit diartikan.
Mas Aku Cinta sama kamu sejak aku masih Remaja, aku menunggumu saat kamu pergi ke Amerika untuk melanjutkan Study kamu disana. Tapi saat kamu kembali kamu tidak pernah menatapku justru malah kamu mencintai Sekertarismu yang Murahan itu. Aku pikir hubungan kalian sudah berakhir saat kita menikah tapi kenapa kamu justru menjalin lagi asmara kalian dibelakang aku. Kamu jahat Mas.
Lisna bermonolog di dalam hati dengan menatap sendu Aries, tangan nya menggenggam Pria yang paling dia cintai dan Ayu beranjak dari tempat duduknya untuk mencium pipi Aries penuh cinta.
Ayu memahami perasaan Maminya yang sangat terluka atas pengkhianatan papinya dengan wanita yang melahirkan kakak tirinya itu, Perasaan kecewa dan marah itulah yang membuat Lisna membenci Aditya.
Apalagi wasiat yang dia ucapkan untuk menguburkan dirinya di dekat makam Sherly jika Papinya tiada, meski Ayu dan Pengacara tidak pernah memberitahukan kepada Lisna tapi tentu Lisna mengetahui itu dan mudah saja mencari info akan hat tersebut.
...****************...
Sedangkan kendaraan yang di bawa oleh Riki sampai di sebuah mall yang tidak jauh dari rumah sakit, Rere tidak lupa mengucapkan Terima Kasih kepada Riki yang telah mengantarkan dirinya, Dion juga Jimmy.
"Pak Riki ikut atau tetap tinggal di mobil" Rere mengucapkan itu sambil tersenyum ramah.
"Panggil Riki saja Bu Rere, sebutan Pak kurang pantas untuk saya"
Riki merasa dirinya hanya seorang bawahan dari keluarga Erlangga dan Rere wanita yang mungkin akan menjadi bagian dari keluarga bos nya itu.
"ok... baik Pak Riki, ehhh... Maksud saya Mas Riki" Rere sedikit canggung jika hanya memanggil namanya saja.
Setelah Rere dan dua anak kecil itu memasuki mall, Handphone Riki bergetar setelah melihat nama pemanggilnya Riki bersyukur memilih menunggu di mobil.
Sambil memutari mobil untuk duduk di kursi pengemudi, Riki mengangkat panggilan telpon dari Ria yang dia yakini itu adalah Aditya, karena handphonenya tidak dia pegang selama menjalani prosesnya, sudah pasti Aditya meminjam Handphone Ria.
"Hallo Pak Aditya" sahut Riki.
"Renia sudah sampai apartemen atau dia pergi ke mall" tanya Aditya.
"Bu Renia Pergi ke mall bersama keponakan bu renia dan Tuan muda Jimmy"sahut Riki.
" Jimny ikut bersama Renia begitu"
"Benar Pak Adit dan Nona Ayu mengijinkan Tuan Muda tinggal sementara di apartemen Bu Renia"
"Apa kamu mengikuti mereka atau menunggu di dalam mobil" tanya Aditya.
"Saya di dalam mobil Pak" jawab Riki.
__ADS_1
"Kamu ikuti Renia jangan sampai Renia sendiri dan ada yang mengganggunya setelah itu antar mereka pulang" perintah Aditya.
'Baik Pak Adit"
Segera Riki keluar dari mobilnya dan berjalan kearah lobby masuk mall dan segera mencari Rere dan dua anak kecil yang bersama Rere.
(Bu Rere sekarang posisi ada dimana?)
Pesan dikirim ke appliksi percakapan bergambar gagang telpon berwarna hijau.
(Kami berada di permainan anak)
Jawab Rere segera setelah mendapatkan pesan dari Riki.
"Papi... Papi... Papi"
Jimmy memanggil seorang pria yang sedang berjalan bersama seorang wanita muda dan cantik ke arah eskalator tidak jauh dari tempat Rere sekarang.
Tidak jauh dari sana Riki juga melihat Hans suami dari Ayu sedang memeluk mesra seorang wanita yang dia tidak mengenalinya.
"Siapa wanita itu, Hans kenapa ada di tempat ini. Bukankan dia berada di luar kota" gerutu Riki.
Hans tidak melihat keberadaan Riki karena dirinya sibuk dengan wanita itu. Tanpa Ragu mereka berciuman di tempat umum, Sontak Riki kaget dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Bagaimana Perasaan Ayu jika mengetahui hal ini, Wanita yang dia cintai pasti akan hancur jika mengetahui suaminya berselingkuh dibelakangnya, Apalagi sekarang dirinya butuh dukungan karena permasalahan yang ada di dalam keluarganya.
Riki menatap lekat sampai dirinya tidak menyadari bahwa dirinya sudah berada di ujung eksalator, hampir saja Riki terjatuh, syukur Riki masih bisa menjaga keseimbangan.
"Hans apa yang kamu lakukan di belakang Ayu"
Riki nampak kesal dan terlihat emosi tapi dirinya masih menahan karena ini ditempat umum dan tidak mungkin melakukan tindakan buruk kepada suami dari Ayu yang mana Putri bos besarnya tersebut.
Riki melanjutkan langkahnya untuk menghampiri Rere yang nampak bahagia bersama Dion dan Jimmy bermain beberapa permainan yang ada di mall.
"Bu Rere" ucap Riki.
"Mas Riki" Rere terlihat kaget atas kemunculan Riki yang dia anggap tiba-tiba itu.
"Uncle Riki, Jimmy lihat Papi Hans bersama wanita tapi bukan Mami dia turun kebawah, Jimmy panggil tapi Papi tidak menoleh kearah Jimmy" Bercerita dengan raut wajah kesel karena itu di memanyunkan mulutnya dengan sebal.
Rere terlihat sedikit bingung tapi mencoba mencerna, Apa mungkin suami Ayu tapi tadi pria itu berjalan mesra dengan wanita lain, Tapi apa mungkin dia suami Ayu, Rere tidak pernah melihatnya karena itu tidak dapat memastikan yang terjadi dan lagi dia tidak enak jika ikut bersuara karena memang tidak mengenal suami Ayu itu.
Riki memeluk dan menggendong Putra dari wanita yang amat dia cintai. Riki mengatakan jika apa yang dilihatnya itu tidak benar dan yang dia lihat bukan Papinya karena dia juga tadi melihat pria itu di eskalator dan meminta Jimmy untuk tidak mengatakan kepada Mami nya jika melihat Pria yang mirip dengan Papi Hans.
"Papi Hans sedang melakukan perjalanan bisnis sayang, itu bukan Papi, Uncle tadi bertemu di eskalator dan dia bukan Papi hans. ok"
"yes uncle.ok" jawab jimmy cepat.
__ADS_1
"ok uncle i'll save "
Jimmy mengangguk dan menambahkan lagi kalimatnya. Riki lalu mencium Putra Ayu. wanita yang paling di cintai sampai detik ini.