Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 144 Semua Berakhir


__ADS_3

Rere mengirimkan beberapa photo dan video yang dia dapatkan dari aplikasi di internet tentang Aditya. Ada juga Konten yang menuduh dirinya Pelakor dan wanita Mur*han yang mengganggu hubungan orang lain hanya demi Harta.


Tuduhan-Tuduhan dalam konten itu di kirimkan kepada Aditya. Pria yang berada di seberang sana menghembuskan nafas kasar dan matanya membesar saat membaca pesan yang di kirimkan oleh Rere


(Hubungan Kita sudah selesai jangan dekati Renia lagi. Seharusnya Renia tidak terburu-buru mengambil keputusan dengan menerima Mas Aditya hadir kembali kedalam hidup Renia tanpa mencari tahu dulu masalalu Mas Aditya dari sudut pandang orang lain. Renia terlalu percaya diri dan menganggap Mas Aditya sama seperti dulu. Renia lupa usia Mas Aditya sudah melewati banyak hal dan wanita yang pasti menggoda perasaan Mas Aditya. Disini hanya Renia yang menunggu dan Mencari Cinta Mas Aditya tapi tidak untuk Mas Aditya. Renia memaafkan Mas Aditya tapi tolong jangan dekati apalagi memohon untuk menjelaskan apapun lagi kepada Renia. Semoga Mas Aditya Bahagia bersama Sisillia dan juga Putra Mas Aditya setelah ini)


(Sayang... Mas Aditya meminta maaf. Mas akan jelaskan semua apa yang Renia pikirkan tidak seperti yang terjadi)


Renia memblokir semua Akses Aditya sehingga saat Aditya mencoba menghubungi Rere sudah tidak dapat tersambung kembali.


"Renia Sayang..."


Aditya menarik rambutnya sendiri dengan frustasi lalu berdiri dan berjalan kearah dinding dan memukul dengan keras dinding menggunakan punggung tangannya. lalu membenturkan kepala beberapa kali.


Sekertaris yang bekerja untuknya mengetuk pintu dan akhirnya masuk dan melihat atasannya terlihat kacau dan frustasi, dinding terlihat noda merah. Sekertarisnya merasa bingung harus berbuat apa.


Lalu dia keluar sambil membawa Berkas yang diminta Atasannya itu juga Dokumen tentang Ijin Hotel yang sudah di berikan oleh instansi terkait di negara Amerika. Sekertaris segera menelpon Riki tapi beberapa kali tidak juga mendapatkan respon dari Riki.


Untuk yang ke Lima Kali baru Riki mengangkatnya. Dalam keadaan masih mengantuk Riki mengambil Ponsel miliknya yang ada di Nakas dekat ranjangnya. Wanita di ujung Telepon itu menjelaska apa yang terjadi tentang Aditya saat ini kepada Riki.


"Thanks you so much Lauren" Telepon di tutup.


Setelah mendapatkan Telepon dari Lauren, Sekertaris yang di beri tanggung jawab menghendel bisnis Aditya di Amerika. Riki mengusap wajahnya pelan dan Segera menghubungi Ayu.


Rere belum tidur karena masih menangis begitu juga dengan Ayu. Suara Ponsel Ayu membuat keduanya saling menoleh yang awalnya kedua wanita ini saling memunggungi saat tidur.


"Maaf Rere, Saya mengganggu tidur kamu"


"Angkatlah mungkin itu Mas Aditya, Saya sudah mengakhiri hubungan kami. kemungkinan dia menelpon kamu dan tolong jangan libatkan saya lagi Ayu. Hubungan kami sudah berakhir"


Rere memunggungi kembali Ayu dan menarik selimutnya dan mencoba untuk menutup matanya dan berusaha tidur karena besok harus kerja. Dirinya sangat lelah untuk saat ini.


"Hallo ada apa Riki, kamu tahu ini jam berapa" Suara Ayu membuat mata Rere terbuka kembali.


"Maaf Nona Ayu, Pak Aditya sedang menyakiti dirinya sendiri sekarang. Kemungkinan dia sudah mengetahui tentang berita yang ada di internet"


"iya... Mungkin Rere yang memberitahukan. Dia bilang kisahnya sudah selesai. Mungkin karena itu Kak Aditya berbuat seperti itu. Bagaimana sekarang keadaannya"


"Lauren bilang Pihak keamanan sedang mencoba untuk menghentikan apa yang di lakukan Pak Aditya. Bisakah Nona Ayu membujuk Bu Renia untuk mengubungi Pak Aditya. Saya mengkhawatirkan keadaan Pak Aditya"


"Sebaiknya kamu hubungi Sisilia minta dia untuk menangani kak Aditya sementara"


Rere menoleh kearah Ayu dirinya merasa terkejut dengan ucapan Ayu yang dengan jelas mengatakan untuk menghubungi Sisilia. Kenapa Ayu dengan tega mengatakan itu disaat dia berada didekat Rere.


Rere kembali membalikan tubuhnya dan memeluk bantal yang ada disamping lalu menangis dengan menutup wajahnya. Hatinya merasa sangat kecewa dan sedih tenyata bukan hanya Kekasihnya tapi keluarga dia juga membohongi Rere selama ini.


Ternyata kecurigaan selama ini terbukti jika ada yang disembunyikan oleh kekasihnya juga keluarga besarnya juga, Rere merasa sangat kecewa karena dibohongi


Ayu mendengar suara tangisan Rere yang terdengar pilu. Ayu mengerti bahwa Rere marah karena dirinya meminta Riki untuk menghubungi Sisillia tapi tidak ada pilihan lain memang Psikiaternya itu harus menenangkan keadaan Aditya terlebih dahulu.


Lauren mendapatkan perintah oleh Riki untuk tetap tenang dan jangan terlalu panik dan Riki juga menghubungi Sisillia.


Wanita itu segera meminta Bryan untuk mengantarkannya ke Perusahaan Aditya dan meninggalkan Putranya bersama susi dan Rita. Sisillia merasa sangat Panik dan mengkhawatirkan keadaan Aditya.


Segera Sisillia meminta Ambulance untuk datang agar membawa Aditya ke Rumah Sakit terdekat. Sisillia menelpon Lauren karena dia tahu nomor pribadi Sekertaris Aditya itu karena sering mendampingi Aditya saat dulu masih tinggal di NYC.


Beberapa kali dihubungi tapi Lauren tidak mengangkat panggilan telepon dirinya. Sisillia sangat kesal kepada Lauren dan juga mencemaskan keadaan Aditya.


...****************...


Sedangkan diruangan kerja Aditya merasa marah kepada Lauren karena membuat kegaduhan dengan mengundang keamanan untuk datang ke ruangannya dan keamanan diusir dari ruangannya.

__ADS_1


Lauren minta maaf karena panik melihat keadaan Atasannya dirinya juga takut terjadi sesuatu, Maka dari itu dia memanggil pihak keamanan gedung. Aditya marah dan memukul meja kerjanya dengan kasar dan menyuruh semua untuk keluar dan membiarkan dirinya sendiri.


Lauren dan yang lainnya keluar lalu Riki menghubungi kembali Lauren dan menanyakan keadaan atasannya ini dan Lauren mengatakan yang terjadi. Riki mengerti dan menyuruh Lauren tetap berada diruangan Aditya juga pihak keamanan tapi Lauren menolak.


Dorrrrrr


Terdengar suara tembakan didalam ruangan kerja Aditya. Riki berteriak menanyaka apa yang terjadi. panggilan masih tersambung dan Lauren menyuruh pihak keamanan untuk mengecek dan terlihat Aditya tergeletak dengan darah mengalir didada sebelah kanannya.


"Mr. Adit oh my god"


"what happen mrs Lauren" sahut Riki yang terdengar terabaikan.


Terdengar suara keributan di kantor Aditya dan kemudian Ambulance yang dipanggil oleh Sisillia yang sebelumnya ingin membawa Aditya yang kembali terguncang mentalnya.


Justru membawa Aditya yang mencoba bunuh diri dan Lauren bersyukur karena Ambulance datang tepat waktu dan menyuruh reception yang bertugas dibawa untuk mengijinkam petugas Ambulance naik ke ruangan Aditya, setelah receptionist menyampaikan kedatangan Ambulance.


Lauren dengan suara bergetar memberitahukan Riki jika Atasannya menembak dirinya sendiri. Riki merasa kaget dan Panik setelah itu Sambungan telepon dimatikan dan Riki merasa lemas dan mengusap wajahnya lalu terdiam sejenak sampai akhirnya dia menelpon Ayu kembali. Ayu belum tidur jadi dia mengangkat panggilan telepon dari Riki


"Hallo Riki"


"Nona... Ayu... Pak Adit"


"Kenapa dengan Kak Adit" sahut Ayu dan Rere membuka matanya


"Yang kita takutkan terjadi"


"Maksudnya apa Riki jangan bikin bingung"


"Pak Adit menembak dirinya sendiri"


"Apaaaaa...." Rere menoleh kearah Ayu dan melihat Ayu menangis dirinya bingung.


"Kak... Adddittt... Renia"


"Kak Adit menembak dirinya sendiri Rere" Ayu kembali menangis.


"Apa.... itu tidak mungkin kamu berbohong benarkan Ayu. Jangan Bohongi saya lagi. Saya... itu... Bohong iyakan" Rere terdiam dengan pandangan kosong.


"Ini yang kami takutkan Ayu... Kenapa kami tidak ingin kamu mengetahui semuanya. Kami takut kak Aditya mengakhiri hidupnya sendiri"


"Ini pasti kebohongan kalian saya tidak percaya" Rere menangis dan menutup wajahnya.


Rere menangis histeris, Hatinya sakit dia merasa bingung, ini begitu cepat. Padahal hari minggu Aditya meminta ijin untuk melamar Rere tapi kenapa seakan semuanya seperti mimpi yang tidak menjadi nyata.


"Rere... Sebaiknya saya menyusul ke Amerika, Apa kamu ingin ikut dengan Saya" Rere terdiam sejenak lalu menggeleng kepala.


"Ayu kenapa Mas Aditya melakukan ini semua, Jika dia cinta dan sayang kepada saya kenapa dia tidur dengan wanita lain sampai memiliki seorang putra dan kamu lihat ini. Dia tampak bahagia saat berada diantara mereka" menunjukan Ponsel miliknya.


Ayu terdiam dia merasakan apa yang Rere pikirkan. Tubuh Rere bergetar hebat, mengetahui Aditya menembak dirinya sendiri tapi rasa kecewa sangat besar.


Rere sedih dan kemudian menangis histeris kembali. Dion dan Jimmy terbangun dan Bu Inah yang tidur dikamar samping juga terbangun dan mengetuk pintu Rere.


"Nak... Ada apa ini. Buka Pintunya Nak"


Ayu memeluk Rere dan keduanya sama-sama menangis. Dion bangun dan membuka pintu kamar dan Bu Inah menghampiri Rere lalu memeluk Putrinya. Ayu dan Rere belum memberitahukan apa yang terjadi tentang Aditya kepada Bu Inah.


"Nak... Jangan sedih lebih baik Rere Sholat, InsyaAllah nanti Rere dapat petunjuk dari Allah. ya Nak. Sabar"


Bu Inah masih berpikir yang terjadi kepada Rere karena Sedih Aditya memiliki Putra dengan wanita lain yang sebenarnya karena Aditya melakukan percobaan bunuh diri.


"Ibu... Mas Adit Bu" Rere menangis kembali dipelukan ibunya.

__ADS_1


...****************...


Sedangkan di Amerika Sisillia melihat Ambulance yang dia hubungi untuk membawa Aditya yang dia kira seperti biasa jika mengalami tekanan atau depresinya kambuh prianya sulit mengontrol diri bahkan sampai kejang.


Saat Sisillia turun dari mobil betapa kagetnya melihat Aditya berlumuran darah dan Lauren sebelum masuk kedalam Ambulance mengatakan bahwa Aditya menembak dirinya sendiri di bagian dada.


"Sayang... Tidak... What Happen Lauren" Sisillia Panik


Didalam Ambulance Sisillia terus menyentuh luka Aditya dan menangis. Lauren menceritakan kejadian sebelum aksi yang dilakukan Aditya.


Saat Lauren dan pihak keamanan keluar setelah diusir dari ruangan kerjanya suara tembakan terdengar dan kemudian Aditya jatuh tergeletak diatas lantai.


Kemudian Lauren memberikan Ponsel milik Aditya kepada Sisilia dan disana dia melihat Rere mengirimkan pesan berita tentang photo dan video viral tentang dirinya juga Aditya dan juga Zayn.


Kemudian Rere meminta untuk mengakhiri hubungan mereka dan setelah dilihat waktunya tidak jauh dari waktu yang diceritakan Lauren sebelum Aditya menembak dirinya sendiri.


Aditya kritis saat ini dan Dokter meminta Sisillia agar sedikit menjauh karena ingin menangani Aditya lebih Fokus.


Sisilia Syok dan sangat terpukul dirinya hanya ingin agar Rere menjauh dari Aditya ternyata memicu aksi nekat Ayah dari Anaknya untuk mengakhiri hidupnya.


"Sayang... Maafkan Saya"


Sisillia memeluk kaki Aditya dan menangis dengan rasa penuh penyesalan karena meminta seseorang untuk menyebarkan photo dan video fakta tentang putranya kepada media untuk tujuan memisahkan Rere dengan Pria yang sangat dia cintai.


...****************...


Berita tentang percobaan bunuh diri Aditya disiarkan secara langsung oleh seluruh televisi yang ada di indonesia saat pagi hari membuat seorang pria paruh baya menjatuhkan gelas yang ada ditangannya.


"Aditya... Nak. Apa yang terjadi"


Rian melihat pemberitaan mengenai Anak sambungnya yang sudah lama terpisah dengan dirinya.


Terakhir bertemu saat Putranya berusia 16 tahun saat dirinya meminta kepada Sherly hak asuh atas Aditya tapi ditolak oleh mantan istrinya.


Kemudian dia memutuskan untuk bersedia dipindahkan ke Kalimantan oleh Perusahaan tempat dirinya bekerja. Setelahnya Rian tidak tahu lagi kabar tentang Aditya.


Rian pernah datang ke Semarang untuk melihat Aditya di tahun ke 2 Setelah Perceraian dengan Sherly akan tetapi Fakta bahwa mantan istrinya bunuh diri dan Aditya dibawa oleh Aries ke jakarta didapatkan dari tetangga rumah Sherly.


Dan 8 Tahun kebelakang Rian melihat Aditya diberbagai berita Ekonomi, tumbuh menjadi pemuda yang sangat Sukses dengan Perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Erlangga memasuki jajaran Perusahaan Top 5 Besar di Asean setelah Putra sambungnya memimpin perusahaan tersebut.


Namanya masuk Kategori Pengusaha Muda Berpengaruh di Asean. Apalagi Aditya memiliki Perusahaan di Amerika yang dia akusisi dari Perusahaan Erlangga menjadi Perusahaan miliknya.


Perusahaan yang berada di New York yang sedang mengalami kendala perijinan itu bagian dari perusahaan milik Aditya yang sudah dia akusisi menjadi miliknya meski masih menggunakan nama Erlangga Group.


Dan itu berita tentang Putra Sambungnya yang dia tahu tapi sekarang berita yang beredar bukan tentang prestasinya akan tetapi tentang kabar Aditya mencoba untuk bunuh diri dengan menembak dadanya sendiri menggunakan pistol diruangan kerjanya.


Rian menangis dan mengikuti pemberitaan mengenai Aditya lalu dirinya mencari alamat perusahaan milik Erlangga yang ada di jakarta melalui internet. Rian bertekat ingin bertemu dengan Aries Papi Kandung Aditya.


...****************...


Sementara di Mansion keluarga Erlangga. Hans dan Lisna terdiam diruang keluarga melihat pemberitaan tentang apa yang terjadi dengan Aditya. Lisna menutup mulutnya dan dirinya memikirkan keadaan Aries


"Mas Aries... " Lisna melihat suaminya membuka pintu lalu berdiri menatap kearah Hans.


Segera Lisna mematikan televisi dan menghampiri suaminya dan mereka saling menatap tanpa berbicara satu sama lainnya.


"Hans ikut Papi keruang kerja"


Hans dan Lisna saling pandang dan ibu mertuanya itu menganggukan kepala lalu Hans melangkah mengikuti ayah mertua keruang keluarga.


Lisna menyentuh dadanya merasa sesak dengan semua yang telah terjadi didalam keluarganya, semuanya begitu cepat dan seakan tidak diberi waktu untuk bernafas.

__ADS_1


Kejadian besar silih berganti membuat Lisna lemas dan menyentuh dadanya kembali kemudian dia meminum air putih yang ada diatas meja dan segera menelpon Sisilia.


Beberapa kali dirinya menelpon tapi tidak ada respon dari Sisillia. Lisna menjadi bingung apakah harus bahagia atau sedih dengan berita tentang anak sambungnya.


__ADS_2