
"Kita bisa bekerja sama geri dan kamu akan mendapatkan Renia lalu Aditya akan bersama saya" ucap Sisilia di dalam mobil yang sama.
"Apa yang kamu inginkan" sahut geri
"Keinginan kita sama mengapa tidak kita bekerja sama, menikahlah dengan Renia mu secepatnya agar wanita itu tidak terus mengganggu Adityaku karena selamanya akan seperti itu"
Geri menghela nafas dirinya dipenuhi dengan api cemburu setelah melihat wanita yang dia cintai sejak saat remaja masuk kedalam rumah mewah seorang pria lain.
Flasback
"Selamat siang bu saya Sisil ingin bertemu geri, apa geri ada" ucap Sisilia setelah beberapa kali membunyikan bel rumah Geri.
"Geri ada dikamarnya silahkan masuk Nona" ujar Bu Sri dengan membuka lebar pintu rumah Geri lalu tersenyum.
Bu Sri menunjukan Ruang tamu dan mempersilahkan Sisilia masuk untuk bertemu dengan Geri. Sisil duduk di ruang tamu dan Bu Sri melangkahkan kaki menuju kamar Geri.
"Siapa Bu" ucap suaminya
"Temen Geri Pak, Cantik sekali teman Geri, ibu setuju kalo dia jadi menantu kita, Jika Geri menolak Cantika, wanita ini bisa jadi gantinya pasti cucu kita akan ganteng dan cantik" bisik Bu Sri di telinga Pak Yanto suaminya.
Pak Yanto tidak menanggapi istrinya dia hanya diam dan melanjutkan melihat acara televisi sambil minum segelas kopi yang ditemani cemilan singkong goreng buatan istrinya.
Bu Sri melangkah penuh semangat kearah kamar Geri dan mengetuk pintu sedikit keras, membuat Geri yang berada di atas kamar dengan memandangi layar handphone menjadi tersentak lalu dirinya menatap pintu kamar miliknya.
"Geri ada teman kamu itu nak" ucap Bu Sri.
"Teman siapa apa dia Rere, tapi kenapa ibu seperti semangat sekali bukannya ibu... " ucap Geri lalu diam dan menatap kembali layar handphone dirinya sedang mencoba menelpon Rere tapi sejak tadi tidak terhubung padahal hampir tujuh kali dalam sehari ini.
"kemana kamu Sayang dan apa yang sedang kamu lakukan" gumam Geri lirih dia meletakan handphone ke nakas dekat ranjang tempat tidur lalu berjalan ke arah pintu membuka.
"Ada apa bu" tanya Geri.
"Ada teman kamu nak, wanita cantik apa dia suka sama kamu nak" tanya Bu Sri sedikit berbisik membuat Geri mengertutkan dahinya.
"Apaan bu, jangan aneh-aneh deh" balas Geri dan berjalan ke ruang tamu untuk melihat siapa yang datang.
Saat sampai di ruangan tamu, Geri mengangkat sebelah alisnya dan menatap tanpa ekspresi wanita yang mendatangi rumahnya.
Siapa wanita ini dan kenapa dia kemari
Batin Geri berbicara saat melihat wanita yang tengah duduk dan juga menatap dirinya lalu berdiri dan mengulurkan tangannya.
"Selamat Siang Pak Geri, Saya Sisilia Renata" ucap Sisil dan Geri menyambut tangan Sisil.
"Sisilia Renata" ulang Geri
"ya boleh kita bicara sebentar" ucap Sisil
"Maaf sebelumnya, Dari mana dan ada keperluan apa" balas Geri mempersilahkan duduk kembali dan begitupun dengan Geri.
Sisil mengeluarkan pandangannya ke sekitar ruangan tamu dan arah dimana Geri keluar menemuinya lalu berkata
"Renia menemui Geri hari ini di rumah sakit sepertinya dia akan menjemput Aditya" ucap Sisil kembali dan mata Geri terbelalak dan membenarkan duduknya.
"Apa yang katakan dan kenapa kamu mengatakan ini kepada saya" balas Geri.
"Saya tahu perasaan kamu kepada Renia dan berjuanglah untuk mendapatkan dia dan saya bisa membantu kamu mendapatkan Renia" Sisilia berkata lirih dengan sedikit mendekat Geri.
__ADS_1
"Maksud nya apa... " ucap Geri.
Keadaan terlihat sunyi saat bu Sri datang membawa nampan berisi minuman teh hangat manis dan juga beberapa cemilan. Bu Sri tersenyum ramah kepada Sisilia dan dibalas senyuman kembali oleh Sisilia.
"Silahkan dinikmati ya nak dan maaf jika hidangannya hanya seadanya" ucap bu Sri.
"Jangan Repot bu, ini juga saya sudah sangat bersyukur karena sudah di berikan ini semua jadi saya tidak enak hati sudah membuat ibu repot" balas Sisil.
"Saya ingin menjenguk Geri di rumah sakit tapi belum sempat karena ada pekerjaan yang harus saya lakukan dan saat saya kerumah sakit Geri sudah pulang, maaf ya bu dan Geri, Maka dari itu saya jenguk di rumah saja" tambah Sisil.
"oh... tidak apa-apa Nak, Sudah di jenguk saja ibu sangat senang, Ayo di minum dan di cicipi cemilan nya" sahut Bu Sri.
"Nak Sisilia kerja di kantor yang sama dengan Geri" tambah bu Sri.
Uhukuhukuhuk...
Sisilia tersendak mendengar apa yang dikatakan Bu Sri karena dia memang sebenarnya tidak mengenal Geri, Dirinya kerumah Geri karena ingin membahas masalah Renia dan Aditya. Sisilia mendapatkan pesan dari Lisna yang mengatakan bahwa Rere berada di ruangan rawat inap Aditya tentu saja itu membuat dirinya marah jadi nekat mendatangi Geri agar pria ini mengetahui apa yang dilakukan oleh Rere dan mau bekerja sama agar Rere menjauhi Aditya.
"Hati-hati nak" ucap bu Sri yang membantu Sisilia dari tersendak dengan menepuk pelan punggung dan mengusapnya.
"Terima Kasih bu" balas Sisilia dan dia melirik kearah Geri.
"Bu Saya dan Sisil hanya kenal dia pelanggan di bengkel Geri, ya sudah bu kita berdua ada perlu pekerjaan, Geri pamit keluar dulu ya" ucap Geri yang berdiri dan mengajak Sisilia bersamanya.
"Memangnya ingin kemana nak, bukannya kamu masih belum sembuh benar" ucap bu Sri.
"Geri sudah sembuh dan jangan khuatirkan Geri bu" sahut Geri dan berpamitan dengan menciun punggung tangan ibu nya begitupun dengan Sisilia.
Mereka melangkahkan kakinya ke baranda depan dan menggunakan mobil berwarna putih milik Sisilia. Sisilia mengendarai mobilnya dengan Geri duduk disamping kursi Sisilia, Bu Sri hanya menggelengkan kepala lalu melambaikan tangan dan melangkah masuk keruangan tanpa membersekan hidangannya untuk tamu karena berpikir mereka berdua akan kembali secepatnya.
Mungkin hanya beberapa menit atau jam, Mereka akan kembali karena memang Geri belum terlihat sembuh sepenuhnya. Bu Sri menuju ruang tamu dan berkata kepada suaminya
"Namanya juga jaman sudah berubah, dan tadi ibu bilang dia cantik dan cocok jadi istri Geri" Pak Yanto menggelengkan kepada karena istrinya tidak menjawab, dia hanya duduk di samping suaminya dan ikut menonton kembali acara televisi.
Sisilia membawa Geri kerumah sakit yang pernah merawat dirinya setelah mendapatkan penganiayaan oleh Geri.
"Kenapa kamu membawa saya kemari" ucap Geri kepada Sisilia.
"Kita akan mengetahui nya sebentar lagi" balas Sisilia lalu menunjuk dua orang yang saling bergandengan tangan dengan senyum yang merekah dan saling pandang
Degggg...
Hati Geri seakan dihantam oleh batu besar, remuk dan hancur bahkan sakitnya tidak bisa dijelaskan, ini alasan wanita yang dia cintai tidak juga mengangkat panggilan telpon nya, ternyata dia sedang berduaan bahkan menjemput pria yang telah memukulinya dan bodohnya dia yang justru membebaskan pria itu hari ini tanpa menutup apapun.
Geri merasa Rere telah memilihnya dengan mengajak serta keluarganya untuk menjenguk dan menjemputnya, Dia tidak ingin ada keributan dan saat Rere menginginkan Geri memaafkan dan tidak melanjutkan kasusnya dirinya juga menuruti Rere tapi sekarang apa yang dia lakukan Geri tidak dapat berpikir jernih.
Seatbelt dia lepaskan dan saat ingin membuka pintu dengan penuh amarah Sisilia mencegahnya dan menarik tanganya cepat dan mengunci mobilnya dari dalam.
"Diamlah dan jangan berbuat bodoh, atau kamu akan kehilangan Renia" ucap Sisilia
Geri hanya diam dengan menatap tajam Sisilia yang dia sama sekali tidak mengenalnya dan untuk apa dia membawanya kerumah sakit hanya untuk melihat keakraban pujaannya dengan pria lain dan membuatnya sedih lalu melarang untuk membuat perhitungan dengan pria yang sekarang bersama Sisilia.
Setelah beberapa menit menunggu Sisilia dapat melihat Riki dan Ayu juga keluar dari koridor dan terlihat mendekati mobil Rere dan berbincang setelah menaruh barang-barang milik Aditya ke dalam mobil miliknya, Kemudian Riki berjalan kearah mobilnya dan terlihat berbincang dengan Ayu lalu menemui Aditya dan Rere tidak lama dari itu Riki menjalankan mobilnya lebih dulu dan di susul oleh Rere.
Dua mobil nampak masuk kedalam bangunan rumah yang snagan mewah dan luas setelah kedua mobil masuk pintu gerbang itu tertutup kembali dan Nampak Riki dan beberapa pekerja rumah tersebut membantu membawa barang milik Aditya kedalam rumah dan tidak lama Aditya keluar dan mengitari mobil Rere lalu membuka pintu pengemudi dan nampak Rere keluar di gandengan oleh Aditya untuk memasuki rumah mewah itu.
Sedangkan Mobil Putih yang mencintai dari rumah sakit sampai dengan rumah melanjukan kendaraanya dengan sedikit cepat. Keduanya diam tanpa bersuara.
__ADS_1
Flasback Selesai
Geri dan Sisilia berhenti tepat di dekat pantai yang ada dijakarta utara. keduanya diam didalam mobil tanpa ada yang mendahului berbicara. beberapa menit berlalu akhirnya Sisil berkata
"Saya adalah Psikiater pribadi Aditya" ucapan Sisilian membuat Geri menoleh kearahnya.
"Saya sangat mencintai dia dan kami bersama sudah Delapan Belas Tahun" tambah Sisil meneteskan air matanya.
"Saya tidak ingin Aditya meninggalkan saya hanya demi wanita itu" ucapan Sisil berat disusul dengan isak tangis,
"Apa kamu pacar Aditya atau apa hubungan kalian sebenarnya dan mengapa Aditya mendekati Rere maksud saya Renia" ucap Geri.
"Dia mengalami prolonged grief Disorder dimana penderitaan sulit untuk menerima kepergian orang terdekatnya. Pada saat itu Aditya mendapat guncangan mental hebat yang juga membuat dirinya menjadi trauma dan depresi berat. Dia tidak bisa melupakan masalalunya
Saat mereka masih tinggal dikota yang sama, mungkin bayangan Renia mengingatkan dirinya kepada keluarganya yang harmonis sebelum kedua orang tuanya bercerai dan Renia orang terdekatnya saat itu. Aditya hanya belum menerima apa yang terjadi dalam hidupnya bukan mencintai atau bahkan menginginkan Renia" ucap Sisilia dan menatap kearah laut.
Geri hanya diam seakan ingin menyusun kalimat Sisil supaya dia mengerti. Geri benar-benar tidak memahami apa yang kini menimpa hubungannya dengan Rere dan seakan hatinya mulai menyesali mengapa selama sepuluh tahun bersama Rere setelah pertemuan kembali dirinya saat itu tidak mengutarakan keinginan dia bahkan mengapa tidak memaksa untuk menikah.
Sekarang dirinya merasakan bahwa Rere akan menjauhinya bahkan dia akan kehilangan Rere, Geri menatap laut yang berwarna biru, sebelum kejadian pemukulan oleh Aditya, Sebenarnya Geri dan Rere sepakat untuk pergi kepantai, dia meminta itu saat Rere mengunjungi keluarganya saat weekend.
Geri berencana akan melamar dan meminta Rere menjadi istrinya tapi itu tidak terjadi karena Aditya merusak rencana yang sudah dia rencanakan dengan matang. Seharusnya menurut hati dan pikiran Geri Sekarang Mereka berdua mungkin sedang menyusun pernikahan.
Pria itu datang dan merusak segalanya. Kamu pikir semudah itu mengambil wanita yang saya cintai dan saya jaga dengan sepenuh hati. Kamu Salah Aditya Rere akan menikah dengan saya dan saya tidak akan pernah melepaskan Rere untuk siapapun.
Geri bermonolog didalam hati dan menyandarkan bahunya kekursi mobil lalu menarik nafas panjang dan menghembuskan dengan keras lalu menoleh kearah Sisil.
"Apa rencana mu Sisil" ucap Geri
"Saya ingin kamu Bekerjasama dengan saya" balas Sisil menatap tajam Geri.
"Lakukan apapun kepada Aditya tapi jangan pernah kamu sentuh atau menyakiti Renia, Jika kamu menyentuh apalagi berencana buruk hanya demi Priamu itu maka saya sendiri yang akan mencarimu, kamu mengerti" ucap Geri tegas.
"Dan jangan khuatirkan masalah Renia, dia tidak akan bersama Aditya karena rere itu milik saya" tambah Geri dengan tatapan tajam.
"Apa jaminannya" balas Sisilia dan membuat Geri tersenyum kecut melihat wajah Sisilia.
...****************...
Sedangkan dirumah utama milik Keluarga Erlangga kini duduk Rere di meja tamu setelah dirinya melihat photo -photo keluarga besar Aditya, dirinya sekarang menemukan jawaban mengapa Aditya terlihat seperti orang Eropa yang ternyata menurun dari neneknya.
Sedangkan Riki sudah pamit sepuluh menit yang lalu jadi diruangan itu hanya ada empat orang yang sedang berbincang santai disana. Terkadang mereka tertawa melihat tingkah Jimmy.
Dreeettt...Dreeettt... Dreeettt...
Panggilan telpon masuk dihandphone milik Ayu dan saat dia melihat segera Ayu mengangkat dan berdiri untuk menjauhi Aditya dan Rere.
"Halo mas Hans... kamu ada dimana sekarang. apa masih disurabaya" tanya Ayu.
"iya Sayang tapi Mas akan pergi kejogjakarta sore ini. karena masih ada pekerjaan mendesak, itu sebabnya mas menelpon, Ada hotel milik perusahaan mas yang mengalami kendala" sahut Hans.
"oh... baiklah dan hati-hati lalu cepat pulang jika urusannya sudah selesai disana. Mas Ayu ingin mengatakan bahwa Papi Aries dan Kak Aditya masuk rumah sakit dan sekarang kak Aditya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang tapi papi masih dirawat dirumah sakit dan terus menanyakan Mas Hans"
"Apa Kak Aditya diperbolehkan pulang maksudnya bagaimana bukannya dia masih menjalani kasusnya" tanya Hans kembali.
"Semua sudah selesai korban menerima damai dan sekarang kakak sudah berada dirumah utama, untuk sementara sampai kakak benar-benar pulih kakak akan tinggal disini bersama kita.
" Ok... Baiklah Sayang katakan salam dan maaf belum sempat menjenguk dirinya dan papi saat dirumah sakit tapi sayang sudah mengatakan jika mas ada kerja diluar kota" tanya Hans.
__ADS_1
"sudah mas" jawab Ayu.