Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 118 Memgikuti Hans


__ADS_3

Hans menyusul istrinya setelah Lift terbuka dan masuk kedalam Lift, dirinya bergegas menuju ke arah kamar nya yang sekarang sudah terkunci saat Lift terbuka.


Ayu berlari ke arah ruangan yang ada didalam kamar yang mana ruangan itu adalah kamar milik Jimmy Putranya.


Ayu memeluk Jimmy dan menangis mengingat apa yang di katakan oleh Asisten Hans tentang perselingkuhan Hans suaminya dengan seorang wanita yang dikatakan oleh Riki mendapatkan sebuah apartement.


"Ayu buka sayang dengarkan Suamimu ini, kenapa kamu mendengarkan Asisten s*alan itu Haaaa..." Teriak Hans di luar Kamar.


Aries dan Lisna masih berdiri didepan Mansion bersama dengan Riki yang hanya menunduk merasa menyesal karena mengatakan itu.


"Kita bicarakan lagi besok karena hari sudah larut malam dan Riki kamu boleh pulang tapi saya harap kamu akan menjelaskan semuanya besok" Ucap Aries.


"Saya hanya salah bicara tadi Pak Aries dan mohon maaf karena itu"


Riki tetap ingin menutupi kesalahan Hans agar rumah tangga wanita yang dia cintai baik-baik saja apa lagi tadi saat melihat reaksi Ayu yang nampak terguncang membuat dirinya sangat bersalah dan menyesal.


"Kembalilah besok Riki kita harus membicarakan semuanya" balas Aries.


"Saya di tugaskan oleh Pak Aditya untuk mengecek Hotel yang ada di Bali Besok Pak... maksud saya Papi"


"Hemm... Ke Bali. lalu dimana Aditya sekarang kenapa dia tidak ikut bersama dengan kalian yang justru pulang berdua setelah dari rumah Renia"


Riki hanya menunduk dia semakin bingung bagaimana menjelaskan bahwa Aditya tidak pulang bersama dengan dirinya akan tetapi masih di rumah Renia.


"Eeehhh... Pak Adit sudah pulang menggunakan mobil pribadinya ke Apartemen karena besok Pak Adit akan pergi ke Amerika untuk mengurus masalah Hotel yang ada di sana"


Riki harus mengatakan itu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh atasan nya jika Aries bertanya mengenai keberadaan dirinya juga tentang tujuan Aditya besok.


Dahi Aries mengerut dengan menyatukan kedua alisnya, dirinya mencoba mencerna apa yang disampaikan oleh Riki.


"Baiklah tapi setelah apa yang kamu kerjakan di bali selesai segera temui saya. kita bicara tentang Hans" ucap Aries dan di balas anggukan dari sorot mata Riki nampak keraguan atas apa yang akan dikatakan olehnya kepada orang tua Ayu.


"Pulanglah, Nak. Hari sudah sangat larut malam kamu nampak nya sangat lelah untuk saat ini"


"Terima Kasih Papi... Riki undur diri"


Aries mengangguk sementara Lisna terlihat menatap langit dengan tatapan sedih dan tidak percaya akan apa yang disampaikan oleh Rio, Tangan kanan Lisna terlihat memijat-mijat pelipisnya. Lisna mendadak merasa pusing dengan keadaan ini.


"Lihat Karma atas apa yang kamu lakukan kepada Saya dan sekarang menimpa Putri Kita" Lisna berteriak marah ketika Riki melajukan mobilnya menuju ke arah Gerbang.


"Masalah ini belum jelas, Saya akan menyelidikinya kembali" sahut Aries.


"Haaaahahahahaaa... Jika semuanya benar apa yang akan kamu lakukan MAS" Lisna mengatakan dengan penuh penekanan pada akhir kalimatnya.


"Hans adalah Pilihan kamu sejak awal saya melarang dan ingin menjodohkan Ayu dengan Riki tapi kesombongan kamu yang membawa Putri kita kedalam masalah yang menyakiti Putri Kita" Tatapan mata Aries tajam saat mengatakan itu kepada Lisna.


"oohhh... Sekarang kamu menyalahkan Saya atas apa yang terjadi. Hebat kamu Mas dan itu memang keahlian kamu sejak dulu" tatapan Lisna sulit untuk diartikan.


"kamu juga harus ingat Mas Bahwa Hans adalah kekasih Putri kita saat mereka sama-sama mengenyam pendidikan di Berlin saya hanya mendukung Pilihan Putri saya yang ingin menikahi Pria yang sederajat dengan keluarga kita bukan Pria yang keluarganya justru hidup dari uang kita"

__ADS_1


Saat mengatakan itu Lisna berlalu begitu saja dengan wajah yang sangat kesal dan saat melangkahkan kaki nya ke arah Mansion, Lisna teringat atas apa yang dikatakan suaminya.


FLASBACK


"Aku ingin menjodohkan Ayu dengan Riki dia Putra sahabat sekaligus orang kepercayaan saya. Riki Pria yang sangat baik dan bertanggung Jawab, Saya akan tenang saat mereka menikah nanti dan Bahagia melepaskan Putri kita pada Pria yang tepat"


"Riki... Haaaaa...... Apa yang kamu katakan Mas. Saya tidak akan memberikan ijin kepada Mas untuk menikahkan Ayu dengan anak dari sekertaris Pribadi kita. Hans lebih pantas bersama dengan Ayu karena keluarganya sederajat dengan kita dan juga Hans sangat mencintai Ayu. Apa Mas tidak melihat mereka saling mencintai "


"Kita juga menikah tanpa Cinta" ucap Aries dengan tatapan dingin mendapatkan jawaban dari istrinya yang jika sahabatnya mendengar pasti akan sakit hati anaknya di hina demikian.


"Kamu benar dan saya tidak akan mengijinkan Ayu mengalami nasib yang sama dengan saya yaitu menikahi Pria yang tidak mencintai saya dan parahnya berselingkuh dengan wanita yang sudah memiliki suami"


"Hentikan Omong Kosongmu itu Lisna" Aries berlalu begitu saja dari ruangan kerjanya dan saat Aries membuka pintu Asistennya yang juga ayah Riki berdiri mematung.


"Jangan menatap saya seperti itu dan apa yang dikatakan Nyonya Lisna itu benar. Biarkan Ayu menikah dengan Pria yang menjadi Pilihannya jangan memaksakan kehendak kita walaupun kita orang Tuanya" senyuman ayah Riki membuat hati Aries menjadi tidak enak dan terlihat canggung.


Flasback Selesai


Sama hal nya dengan Lisna suaminya juga mengingat hari dimana perdebatan tentang Perjodohan dengan Riki yang mana ditolak oleh Lisna dan ternyata didengarkan oleh asisten nya yang juga Ayah dari Riki.


Apa yang di katakan sahabatnya itu membuat Aries setuju atas pilihan Lisna untuk menikahkan Ayu dengan Hans yang juga anak dari pemilik perusahaan Properti yang mana Ayah Hans juga sahabat dirinya.


Aries mendongakan kepalanya menatap Langit meratapi pilu dari hati Putri satu-satunya yang benar menurut apa yang dia curigai selama ini bahwa Hans berselingkuh karena itu saat di rumah sakit Aries meminta Riki untuk menyelidikinya.


Hans merasa sangat marah dan menendang dengan keras Pintu Kamarnya dan meninggalkan kamar Ayu begitu saja menuju pintu Lift dan saat terbuka dia mendapati Lisna keluar dari Lift dengan ekspresi sangat marah


Tamparan keras menyentuh pipinya dari ibu mertua yang selama ini mendukung dirinya untuk menikahi Putri keluarga Erlangga yang adalah putri kandungnya. Tatapan tajam dan juga kecewa bersamaan terlihat dari mata Lisna.


"Berani sekali kamu Hans menampar Putri Saya. Haaaa... dan kamu berselingkuh dengan wanita lain seperti ini" Teriak Lisna merasa tidak Terima dengan apa yang dilakukan Hans kepada Putrinya.


"Mi... Percayalah ini Fitnah. Mami juga tahu Riki menyukai Ayu dan setiap bertemu dengan Ayu tatapan mata seakan ingin memiliki Ayu meski dia tidak pernah mengatakan itu tapi saya tahu dia menyukai Ayu Mi... Percaya dengan Hans. Mana mungkin Hans menduakan Ayu dan menyakiti dirinya. Hans tidak ingin kehilangan Ayu juga Jimmy Mi... Tolong Percayalah dengan Hans"


"Jika terbukti kamu menyakiti Putri Saya, Maka saya akan menghancurkan apa yang kamu miliki saat ini dan Saya tidak akan mendukung kamu untuk menggantikan Posisi Aditya dan itu sangat tidak mungkin. Saya tidak akan mendukung Pengkhianat seperti kamu untuk menguasai Perusahaan keluarga Suami Saya yang juga Ayah mertua kamu setelah apa yang kamu lakukan kepada Putri Kami"


Lisna membalikan tubuhnya dan menekan tombol Lift untuk membawanya ke Lantai Tiga kamar Pribadinya dengan Aries saat Lift terbuka dari dalam berdiri dengan tegap dan tatapan dingin juga datar dari Aries suaminya tanpa berkata apapun Lisna memasuki Lift.


Sedangkan Hans mencoba membujuk Ibu juga Ayah Mertuanya akan tetapi tangan Aries terangkat memberikan kode untuk berhenti, tidak masuk kedalam Lift yang telah menutup kembali.


"Si*lan kamu Riki... Lihat saja saya akan menghancurkan hidup kamu dasar Parasit"


Hans memukul dinding pintu Lift dengan kasar lalu mundur kebelakang dan menyandarkan tubuhnya didinding yang ada dibelakang tubuhnya dan menarik nafas panjang dan menutup mata berusaha untuk menenangkan diri lalu menghembuskan nafas dan membuka matanya.


Setelah itu Hans menekan tombol dan masuk kedalam Lift dari kamar pribadinya Ayu mengintip perdebatan Mami dengan Hans yang mengusik dirinya yang sedang bersedih dengan memeluk Putranya yang tertidur.


Saat melihat itu Ayu semakin penasaran apa yang akan dilakukan oleh Hans karena itu saat Hans memasuki Lift Ayu memutuskan untuk ikut dari belakang secara diam-diam.


Hans sangat kalut saat ini bayangan kehilangan Ayu juga kehilangan Posisinya di keluarga Erlangga mengusik dirinya. Hans butuh ketenangan karena itu dia memutuskan untuk Pergi dan melajukan Mobilnya ke arah Apartemen milik kekasih gelapnya.


Hans meyakinkan bahwa tidak ada yang mengikuti, Kedua Mertuanya sudah memasuki kamar untuk beristirahat sedangkan Riki saat perkelahian itu terluka dan di yakinin pulang ke apartemen miliknya dan Ayu, istrinya itu mengurung diri didalam kamar.

__ADS_1


Hans tidak ingin gegabah karena itu dia memutar balikan mobilnya dan menuju kediamannya dan mengurungkan niat untuk mendatangi selingkuhannya malam ini.


Gerbang Mansion milik kedua orang tua Hans terbuka dan Mobil yang dikendarai oleh Hans masuk tidak jauh dari sana Ayu menatap kearah Mansion lalu melajukan kembali mobilnya dan dari belakang Asisten Riki mengikuti kembali Mobil Ayu.


*Flasback*


Mobil yang Riki kendarai tidak menuju ke apartemen miliknya akan tetapi di arahkan menuju ke pertigaan yang ada di dekat Mansion Mewah Milik Aries. dirinya ingin memastikan keadaan Ayu setelah apa yang dikatakan oleh dirinya dalam keadaan emosional.


Hanya selang Tiga Puluh Menit setelah pertengkaran dengan dirinya terlihat gerbang dari Mansion Erlangga terbuka dan Mobil yang dikendarai oleh Hans keluar dari Mansion menuju ke jalanan yang menyambungkan ke jalanan utama ibukota.


Saat dirinya ingin mengejar mobil Hans, Riki sempat menoleh kearah gerbang Mansion dan mendapati pintu gerbang terbuka dan keluar sebuah mobil yang dia ketahui milik Ayu.


Riki mengurungkan keinginannya dan menunggu Mobil Ayu melaju, Riki memutuskan untuk mengikuti Ayu dan dirinya merasa sangat cemas dengan kepergian Ayu saat hari sudah sangat malam. Riki mengikuti mobil Ayu dari belakang sementara Ayu mengikuti mobil milik suaminya.


**Flasback Selesai**


Ayu merasa sangat sedih dan hatinya benar-benar hancur dan dirinya memutuskan untuk melajukan mobilnya kearah pantai bukan kembali ke Mansion Mewah milik Ayahnya.


"Ayu kenapa kamu tidak kembali ke Mansion setelah mengikuti Hans, Sebenarnya kamu ingin pergi kemana" Riki bergumam pelan.


Mobil yang di kendarai oleh Ayu berhenti tepat di tepi pantai dan Ayu mematikan mobil dan berdiam diri didalam Mobil miliknya. Didalam Mobil Ayu hanya menangis mengetahui perselingkuhan suaminya yang dikatakan oleh Asisten keluarganya saat tersulut emosi.


Riki hanya memandangi mobil milik Ayu yang berada di depannya. Riki tidak peduli esok pagi schedule penerbangan dirinya ke Bali untuk mengecek Hotel milik Perusahaan Erlangga atas perintah Aditya.


Sementara Hans di dalam Mansion menelpon selingkuhannya yang bernama Lita Liyondri Sesa. Kedua Orang Tua Hans tidak berada di Mansion akan tetapi sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis.


Dan itu dimanfaatkan oleh Hans untuk membawa selingkuhannya kedalam Mansion dirinya menyuruh driver pribadi Ayahnya untuk membawa Lita sebutan akrab Lita Liyondri Sesa untuk datang ke Mansion milik orang Tua Hans.


Karena dirinya tidak ingin datang ke apartemen mewah yang dia hadiahkan untuk Lita karena yakin baik Ayu ataupun Mertuanya akan mencari tahu tentang itu dengan membawa Lita kedalam Mansion miliknya akan meminimalisir kecurigaan keluarga Erlangga.


Sebelum driver Keluarganya menjemput Lita, Hans tentu saja sudah menghubungi Lita untuk bersiap-siap karena akan ada driver yang menjemput untuk membawanya kedalam Mansion milik Orang Tuanya.


Lita pun setuju dan segera mematikan panggilan telepon dan bersiap untuk menunggu Driver yang akan di kirimkan oleh Hans.


Sementara didalam kamar milik Rere Aditya terbangun pukul Tiga Dini hari dan beranjak dari tidurnya dan duduk di kursi yang ada di dalam kamar Rere dan disana ada meja kerja yang biasa Rere gunakan untuk mengecek laporan penjualan Butiknya.


Aditya membuka laci dan mendapati sebuah Photo Remaja dirinya dan juga Rere saat Aditya mengajaknya ke taman dengan Motor Sport yang dihadiahkan Rian saat usianya menginjak Enam Belas Tahun.


Saat itu Rere duduk diatas Motor dan dirinya berdiri didekat Rere. Mereka tersenyum bahagia dan photo itu Rere bingkai dengan sangat indah dengan motif bunga yang ada di sisi kanan dan kiri photo.


Rere menyukai Bunga seperti Mamanya yang membedakan adalah Sherly menyukai bunga lili sedangkan Rere menyukai Sun Flower. Aditya menatap Photo mereka berdua saat berkencan membuatnya tersenyum.


Aditya mengambil Ponselnya dan memotret Photo yang Rere simpan kedalam Galeri Ponselnya lalu Aditya beranjak melihat dua photo milik Rere saat Rere wisuda dan juga Rere mendapatkan Penghargaan dari Bank tempatnya bekerja sebagai Karyawan Terbaik.


Senyum Rere yang sangat cantik membuat Aditya tersenyum dan mengusap photo yang menggantung di dinding kamar milik Rere


Kemudian dirinya melangkah untuk tidur kembali dengan hati yang sangat bahagia karena dirinya malam ini berada di dalam kamar milik Rere wanita yang sangat dia cintai.


Sedangkan Sisilia tidak dapat tidur memikirkan keadaan Aditya dan keberadaan kekasihnya yang dikatakan Ayu sedang berada bersama Rere.

__ADS_1


__ADS_2