Aku Si Perawan Tua

Aku Si Perawan Tua
Bab. 33 Kesedihan


__ADS_3

Di salah satu ruangan kantor berdiri seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik meski sudah hampir berkepala 6, Dia menatap langit dan gedung yang ada di jakarta melalui kantor nya di lantai 28, tampak dari sana pemandangan kota jakarta yang sangat indah.


Mas Aries... apa aku harus memaafkan mu mas, atas apa yang selama ini kamu perbuat kepada ku. kamu menghianati cinta ku dengan berselingkuh dengan sekertaris mu yang adalah sahabat karib ku. Dan ya, Takdir membalas hancur nya hati ku melalui perjodohan yang di buat oleh orang tua mu sehingga memisahkan kamu dan Sherly. Dan sekarang yang menanggung ini semua adalah Aditya anak yang tidak berdosa, dia tidak tahu apapun yang telah terjadi pada orang tua nya. Aku memang bahagia atas kehancuran hati kamu tapi aku juga sedih dengan apa yang di alami Aditya. Dia mengalami Trauma yang mengakibatkan Depresi berat atas kematian Sherly, Aditya menanggung kesalahan kamu dan Sherly atas ku, bukan hanya kehilangan masa remaja nya tapi mungkin masa depan nya juga.


wanita itu bermonolog dalam hati dan tanpa terasa air mata nya mengalir tanpa bisa di bendung. meratapi kekecewaan atas pengkhianatan orang yang dia cintai sampai menghancurkan hati nya, bahkan sampai dia menikah pun tetap hati nya tak bisa melepas rasa cinta dan kecewa atas apa yang dilakukan sahabat dan pria yang amat dia cintai.


"Aku memang bodoh aku pikir kamu mencintai ku ternyata kamu hanya menjadikan aku alat agar kamu bisa mendekati Sherly, kalian berdua menghianati aku. Tidak tahukah kalian hati ku hancur bahkan Mas Heru pun tidak bisa menyatukan hati ku yang hancur berkeping" gerutu wanita itu.


Suara pintu di ketuk setelah wanita itu mempersilahkan masuk, Sekertaris memberitahu jika ada pertemuan dengan klien pukul 11 siang nanti.


"Apakah setelah pertemuan itu saya ada pertemuan kembali jika tidak saya ada perlu jadi mungkin saya pulang cepat"


"Tidak ada Bu Ria, Pertemuan dengan klien kita dari hongkong satu-satun nya pertemuan hari ini dan setelah nya kosong" jawab sekertaris.


"Pertemuan dengan Perusahaan Fashion dari Prancis kapan"


"Tanggal 22 minggu depan" jawab nya kembali.


"Baiklah Terima Kasih dan kamu boleh keluar"


Sambil tersenyum ramah kepada bawahan nya. Ria memutuskan untuk mengunjungi anak dari sahabat nya yang sedang berada dalam tahanan, karena kasus pemukulan yang di lakukan nya 4 hari yang lalu.


...****************...


Selepas kepergian Ayu, Rere akan meluruskan dan membereskan permasalahan yang terjadi pada diri nya dan Tya. Apapun yang sudah terjadi dia memilih untuk mengikhlaskan.


Karena Rere menganggap jika bukan diri nya yang menolong lalu siapa yang akan berada di samping keluarga nya yang seperti tidak ada habis nya di rundung kesedihan.


Maka dari itu dia memilih menguatkan hati, pikiran dan juga langkah nya untuk keluarga supaya tidak lagi goyah, Rere akan memilih memeluk dan menggandeng ke empat saudara nya karena hanya mereka yang Rere punya jika ibu inah tidak lagi bersama nya.

__ADS_1


"Rere, teteh minta maaf tidak memberitahu karena teteh pikir akan mengganti nya pake rumah teteh saja, karena teteh ingin melakukan take over rumah tapi belum ada yang menawar tapi sawah Rere sudah ada yang mau beli" Tya mengawali pembicaraan.


"Sudah lah teh jangan di bahas lagi, yang penting teteh harus fokus sama dion aja dulu dan bagaimana kedepan nya untuk pernikahan teteh sama mas Didit" Rere balik bertanya.


"Teteh mah yakin mau cerai saja re, mungkin teteh mau pergi ke timur tengah saja mau cari kerja di sana jadi tkw buat sekolahin dion" tangis tya sendu mengingat anak nya yang masih 6 tahun tapi mengalami nasib yang sangat malang.


"memang nya tidak bisa di perbaiki teh, kalo bisa di cari solusi, ya. Sebaiknya jangan bercerai, Rere minta maaf sebelum nya khuatir teteh tersinggung" jawab Rere.


"Tidak Rere, teteh sudah yakin akan keputusan ini, mas Didit dan teh tya sudah tidak bisa bersama lagi, ini keputusan sulit dan sedih, kita menikah sudah 7 tahun, selama ini teteh kerja untuk membantu keuangan rumah tangga, bahkan malam harus kerja karena teteh kerja shift dan jauh dari anak teteh lakukan tanpa mengeluh ke mas Didit karena kita ingin sama seperti yang lain punya ini dan itu, tapi ternyata tidak cukup untuk mas didit" Tya menangis lalu Rere memeluk nya mencoba menenangkan saudara perempuan nya itu.


"Jika seperti itu Rere ikut keputusan teteh saja" ucap Rere sambil terus memeluk memberi dukungan dan mengusap punggung kakak nya yang penuh dengan kesedihan. setelah merasa tenang Rere melepas pelukan nya.


"Teh, kalo ibu sudah sembuh sebaik nya ikut Rere dulu untuk menenangkan diri dan pikirin jangan ke bawa emosi, jika keputusan sudah bulat teteh ingin bercerai, Rere tidak bisa mencampuri keputusan teteh" ucap Rere sambil menoleh ke arah ibu dan di balas dengan anggukan ibu.


"Kalo penjualan sawah ada sisa dan teteh sudah tidak ingin tinggal di kota ini lagi, sebaiknya kita pindah saja ke jakarta nanti cari ruko untuk teteh buka warung makan di sana, teteh awali hidup baru di sana" rere mencoba memberikan solusi.


Disela pembicaraan nya dengan Tya Rere mendapatkan panggilan telpon dari Dina yang mengatakan jika dirinya ingin menjenguk ibu dari sahabat nya itu dan sekarang ada di perjalanan menuju kota tempat orang tua Rere tinggal dan dina minta di share lock untuk mempermudah dirinya sampai di lokasi rumah sakit tempat ibu di rawat.


...****************...


Di ruang isolasi tahanan khusus, Sisilia masuk tanpa di dampingi oleh pengacara keluarga Erlangga, Sisil meminta waktu empat mata kepada pengacara karena ingin melihat keadaan Aditya.


Meski di larang petugas tapi Sisil tetap memaksa dan meyakinkan petugas bahwa diri nya akan baik-baik saja di dalam sana karena dia adalah psikiater yang mendampingi Aditya selama ini dan petugas pun mengijinkan dengan tetap berjaga di depan pintu sebanyak 2 orang untuk memastikan Sisilia terlindungi jika nanti Aditya bertindak di luar kontrol nya.


Pintu ruangan di buka terlihat pria yang sedang meringkuk di sudut tembok ruangan sempit itu, perlahan Sisilia menghampiri dan meski Aditya mendengar pintu di buka dan suara sepatu high hells terdengar tapi dia tidak menoleh, dia tetap dengan posisi wajah di tutup kedua lengan dengan posisi meringkuk.


"Adit.... " Pelan wanita itu menghampiri Aditya dan sebelum nya menutup kembali pintu ruangan itu.


Aditya hafal suara siapa dan bukan suara ini yang dia harapkan datang menemui nya saat ini, dia hanya ingin renia yang selalu dia rindukan sepanjang hidup nya setelah Mama Sherly.

__ADS_1


Sisil mendekati Aditya lalu memeluk tubuh pria yang paling di cintai nya dengan tangisan sendu, Sisil menciumi rambut lengan juga punggung Aditya tanpa henti, seakan dia tidak akan bertemu dia lagi dan hati nya sangat merindukan Aditya yang dia rasa mulai menjauhi nya.


Adit hanya diam dan menutup wajah nya dengan lutut dengan keadaan tubuh yang gemetar melawan rasa takut kehilangan Rere.


"Apakah kamu sudah tidak meminun obat mu lagi Adit" tanya sisil.


"Pergilah sisil jangan lagi dekati aku dan menyuruh ku meminun obat-obat sialan itu, kamu pikir aku gila" wajah mendongak dengan tatapan tajam menahan amarah nya sendiri.


Bukan nya takut, sisil malah mencium bibir Aditya dengan lembut tentu saja Adit menolak dan menghapus jejak ciuman mereka lalu berdiri dari posisi diri nya tadi.


Sisil ikut menghampiri Aditya dan memeluk nya dari belakang dia tidak peduli Aditya menolak nya atau pun melakukan kasar kepada nya, diri nya hanya ingin membuat Adit tenang sejenak, karena terlihat Aditya seakan menahan amarah nya dan itu harus bisa di redam oleh sisil dengan pelukan seperti selama ini.


Sekali lagi Aditya menolak akan tetapi Sisil memaksa dengan mendorong Aditya ke dinding yang ada di sana dan membuat Aditya malah terjatuh. Dengan cepat nya sisil mengalungkan tangan nya di leher Aditya dan mendorong kepala Aditya untuk bisa dia cium.


Ciuman pelan itu menjadi panas, Aditya mulai memeluk dan mengecup leher jenjang Sisil dan membuat sisil merasa Pujaan nya telah kembali.


Kegiatan itu berlangsung selama sepuluh menit sampai akhir nya Aditya melepaskan pelukan dan ciuman sisil yang sekarang berada di pangkuan nya dengan posisi Aditya duduk di lantai karena sempat jatuh saat di dorong oleh sisil tadi.


Aditya merasa muak dengan apa yang di lakukan Sisil selama ini. Aditya merasa diri nya telah mengkhianati Rere dan takut jika pujaan nya mengetahui maka Rere akan semakin menjauh dari nya.


"Sayang... tenang lah" sekali lagi mencoba mencium pipi Aditya tapi di tepis. Aditya mendorong sisil dan dia bangun dari duduk nya.


"Aku sudah bilang jauhi aku sisil" Aditya menjawab dengan tatapan marah dan dari sorot mata nya yang berwarna merah seperti ingin menerkam Sisil.


"Aku mencintai kamu Adit, aku sangat mencintai kamu, andai waktu bisa di putar aku ingin kita tetap tinggal di NYC dan tidak pernah pulang ke jakarta" Sisil berkata.


"omong kosong apa yang kamu katakan sisil pergilah" teriakan Aditya menggema di ruangan itu , Aditya mendorong sisil yang masih berada di depan nya yang masih ingin memeluk Aditya.


Aditya menjauh dan mengusir Sisilia dengan suara yang sangat keras. Dua penjaga membuka pintu dan menghampiri Aditya untuk memiting tangan nya agar tidak menyakiti Sisilia, tapi sisil meminta petugas itu untuk tenang dan tidak perlu melakukan hal tersebut.

__ADS_1


Pengacara ikut masuk dan menyaksikan Aditya yang terus berteriak, tidak suka jika diri nya di perlakukan seakan diri nya gila, Aditya meronta karena kedua tangan nya di ikat, bersamaan dengan itu Aries dan Ayu datang ke ruangan isolasi tempat Aditya berada


__ADS_2