
Sisilia menatap jengkel Ayu yang berjalan bersama papi nya, dia merasa ayu kali ini bergerak cepat untuk mendekatkan pujaan nya dengan renia dan hal itu tentu saja harus dia hindarkan jika tidak Aditya akan semakin jauh dan bahkan meninggalkan diri nya.
Ini tidak Boleh di biarkan, Aditya harus tetap meminum obat-obat nya itu. Renia... Aku harus menyingkirkan kamu dari hidup Aditya
Sisilia bermonolog di dalam hati nya. dia tidak boleh hanya berdiam diri atas tindakan ayu dan Aries kali ini, jika tidak Sisilia akan benar-benar kehilangan pujaan nya.
...****************...
Di taman yang di penuhi dengan bunga lily, Rian duduk menyendiri sambil menatap sedih photo kenangan nya bersama Aditya yang saat itu berada dalam gendongan nya sedang Sherly bersandar didada Ria., mereka terlihat tersenyum ke arah kamera.
"Apa Papa harus mengunjungi kamu nak" ucap Rian ke arah photo itu.
Sherly apa yang harus aku lakukan saat ini, aku merindukan anak itu tapi wajah nya sangat mirip dengan pria yang telah menghancurkan keluarga kita.
Rian bermonolog di dalam hati dengan tatapan sendu memandangi photo kenangan keluarga kecil nya yang bahagia dan sekarang Rian memilih hidup sendiri tanpa menikah kembali setelah perceraian nya dengan Sherly
Jika saja aku tidak menalak tiga saat itu, mungkin kita masih tetap bersama, Aku menyesal tidak memberikan mu maaf dan kesempatan. Andai saja aku tahu hati ku tidak bisa tanpa mu, dengan menjauhi mu adalah hukuman terbesar yang sebenarnya di berikan untuk diriku sendiri. Apalagi saat aku tahu kamu mengakhiri hidup mu Sherly, Tidak ada yang menang baik Aku ataupun Pria itu. Kami kalah karena kehilangan mu.
Rian menangis dan sesekali meneguk minuman yang membuat nya mabuk dan juga menenangkan untuk nya. minuman itu yang menemani hari-harinnya yang buruk.
...****************...
Cahaya Pagi memasuki ruangan rawat inap anggrek tempat ibu inah di rawat, di sana terlihat Rere menyuapi ibu nya makan setelah dirinya selesai melaksanakan ibadah shalat subuh dan mandi.
Hari ini ibu inah sudah boleh pulang, Setelah di rawat selama 4 hari Terlihat Arsyila mengemasi pakaian dan barang milik ibu nya kedalam tas besar.
Ddrrrtttt.....
Terdengar Panggilan masuk ke handphone Arsyila
"assalamualaikum akang ada apa... " tanya Arsyila kepada kakak pertama di ujung telephone sana.
"Apa.... " Arsyila kaget dengan suara cukup keras dan bergegas keluar ruangan dan mendengarkan apa yang dikatakan kakak tertua nya itu.
__ADS_1
Rere dan ibu menoleh ke arah Arsyila lalu saling pandang dengan tatapan penuh tanya, ada apa dengan Arsyila dan siapa yang menelpon.
"ini... ini" Arsyila masih ragu untuk memberi tahu tentang kabar yang iya Terima dari kakak pertama.
"siapa yang menelpon abbas atau Ali" tanya ibu sedikit panik.
"Kang abbas ibu " ingin memberitahu tapi takut jika kabar ini akan menambah beban pikiran ibu dan nanti akan membuat keadaan ibu nya down kembali.
"Teh Rere" ucap Arsyila memberi kode kepada saudara perempuan nya itu.
Rere mengerti dengan kode yang di berikan sang adik kepada nya sehingga dia mengikuti Arsya keluar. ibu inah hanya menatap kepergian kedua anak nya dari ruangan nya.
"kenapa neng" tanya Rere
"Teh, tadi akang abas bilang teh Tya datang ke rumah selingkuhan mas Didit kata nya di sana Teteh berkelahi, dan sekarang lagi di tangani sama pak RT dan keluarga selingkuhan mas Didit tidak terima" jelas
"Jelas tidak Terima karena Tya bodoh memberikan uang 100 juta dengan percuma hanya untuk melindungi suami nya, dan sekarang kenapa dia melakukan kekonyolan seperti ini sudah pasti keluarga wanita itu ingin minta ganti rugi juga, Kemarin dia bilang ingin hidup tenang kenapa memulai keribut dengan wanita itu" Rere kesal dengan masalah baru yang di lakukan Tya.
"Kasih tahu ibu atau jangan" tanya Tya
Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Arsyila takut jadi dia memilih menghindar dan masuk ke ruangan ibu nya kembali dan di susul Rere.
"ibu kenapa berdiri, duduk atau berbaring saja dulu nanti tunggu dokter baru kita bisa pulang" ucap Rere.
"Memang nya tidak bisa pulang sekarang ya Renia" jawab ibu inah.
"Tunggu pemeriksaan dokter jantung dan syaraf tadi suster kan jelasin itu saat memeriksa ibu" sahut Rere kembali.
"ibu udah capek dan jenuh nak" keluh ibu.
"Sudah bu ikuti saja aturan nya, kita tidak bisa keluar sebelum membayar administrasi rawat inap dan untuk hal itu kita butuh surat dari dokter untuk mengurusnya kepulangan ibu"Rere menjelaskan.
"oh... ya tadi kakak kalian telpon apa sama kamu Syila. dan kenapa kalian keluar tadi, apa yang kalian sembunyikan" tanya sang ibu.
__ADS_1
"Tidak ada bu, Rere mau pulang sebentar nanti tunggu dokter datang kata nya sekitar pukul 10 pagi ke sini dan akang Ali datang ke sini menggantikan Rere". Rere menjelaskan
"Untuk Biaya sudah Rere kasih kartu Debit ke Neng Syila, kalo Rere belum bisa ke sini ibu, Arsyila dan kang Ali bisa pake itu untuk membayar rumah sakit dan nanti pulang nya pesan mobil secara online tapi kalo urusan Rere sudah selesai Rere cepet ke sini ko. kalo ada yang penting langsung hubungi Rere saja ya Syila, Rere pamit dulu bu" tambah Rere lalu mencium punggung tangan ibu.
"iya teh" Jawab Arsyila dan ibu hanya mengangguk dengan perasaan tanya besar apa yang terjadi tapi bertanya pun tidak mungkin di jawab karena Rere tidak akan memberi tahu apa yang terjadi.
Secepat nya Rere menghampiri mobil milik nya yang terparkir dan melajukan mobil ke arah rumah Tya. Rere ingin mengetahui apa yang terjadi dan segera membantu Tya.
"Rere kamu ke sini ibu sama siapa" tanya Ali yang sudah ada di lokasi kediaman pak RT
"Ada Arsyila, oh ya kang Ali langsung aja ke rumah sakit kasihan Syila sendiri, biar Rere sama kang Abbas yang mengurus masalah ini" Rere menoleh ke arah saudara pertama nya itu.
"Baik Rere, akang ke rumah sakit dulu ya, kalo ada ada apa-apa langsung telpon akang aja ya neng" sahut Ali.
"iya kang" Rere melangkah masuk ke rumah pak RT.
"assalamu'alaikum" Rere menyampaikan salam ke beberapa orang yang ada di sana.
"Teteh kenapa lagi" tanya Rere menoleh ke arah Tya.
"ini Rere wanita Rubah pezina ini kirim chat ke teteh menghina fisik teteh, padahal dia juga tidak cantik malah seorang pelakor" jelas Tya.
"Jangan sembarangan kalo ngomong ya. Suami kamu yang godain aku karena ga betah sama kamu dasar gigi tonggos" jawab wanita itu.
Sontak Tya marah dan hampir memukul Siska yang menjadi selingkuhan Didit suami nya, Abbas menghalangi apa yang akan di lakukan Tya.
"ehhh... saya sebagai ibu nya siska tidak Terima suami kamu gangguin rumah tangga anak saya dan kamu menyerang anak saya, lihat muka anak saya memar dan penuh cakaran dari kamu" ibu dari siska terlihat marah.
Rere hanya menghela nafas panjang, Rere mengingat kejadian pemukulan yang di lakukan Aditya kepada Geri dan sekarang terjadi lagi dengan tokoh yang berbeda kali ini Tya dan Siska selingkuhan Didit.
"Sebentar bu kita tanya terlebih dahulu kepada kedua nya kenapa sampai teteh saya melakukan tindakan itu, karena tidak mungkin ada asap jika tidak ada api" ucap Rere
"ehh... kamu Rere jangan ikut campur dengan membela kakak kamu ya... Kamu juga sama jadi simpanan orang-orang konglomerat di jakarta maka nya kamu dulu miskin sekarang punya mobil dan bergaya seperti wanita kaya" jawab ibu dari siska ketus.
__ADS_1
"jaga ucapan anda bu Rita, atau saya akan mempermasalahkan ucapan anda sebagai Penghinaan atau tindakan kurang menyenangkan untuk saya" Ucap Rere Ketus.
Rita menoleh ke arah Siska lalu ke arah Rere kembali dia memperlihatkan ekspresi tidak senang kepada Rere.