
"Nak Aditya maaf sebelumnya mungkin pertanyaan ibu sedikit lancang" ibu inah terhenti.
"tentang apa bu" sahut Aditya
"ibu tidak lama ini melihat Berita tentang Nak Aditya, di sana ada seorang pria yang mengatakan Papi nak aditya tapi bukan Pak Rian siapa dia nak dan mengapa pria itu mengatakan nak aditya kehilangan Mama dan Renia. memang kemana mama Sherly dan ibu juga tidak melihat Bu Sherly di luar dan sekitar rumah sakit ini. Apa yang terjadi nak setelah ibu dan Renia pergi saat itu" akhirnya bu inah menanyakan apa yang mengganjal dalam hatinya.
Aditya sejenak diam dan nampak jelas dimataya raut kesedihan. Bu inah menatap dan mengusap lembut lengan Aditya membuat tenang.
"Bu setelah Ibu Pergi keluarga Aditya hancur, mama dan papa cerai dan membuat Aditya dan mama terpaksa pindah ke Semarang dan di sana Aditya baru mengetahui jika Papa Rian bukan Papa kandung Aditya tapi ternyata Papa Aries. Mama Sherly memutuskan untuk mengakhiri hidup karena kecewa dengan apa yang Papa Aries lakukan ke mama dan menyesal telah berkhianat dari Papa Rian setelah 16 tahun menikah mama kembali menjalin hubungan dengan Papa Aries. karena itu Mama bunuh diri" ucap Aditya lalu menangis rasa sedihnya kembali bergelayut trauma atas kematian Sherly membayangi kembali.
'it's ok mas semua sudah berlalu. Mama Sherly lebih tenang sekarang. Doakan Mama jangan terus diratapi mas, ikhlaskan mama biarkan mama tenang" ucap Rere mencoba menguatkan Aditya.
"Sayang... "
Aditya merasa sedih atas bayangan kematian Sherly dan bayangan kehilangan Rere untuk kedua kalinya karena mengingat ucapan Sisilia tadi.
Rere memeluk Aditya dan membelai rambut kekasih masa lalunya itu. Perasaan damai dirasakan oleh Aditya.
...****************...
Lisna berlari untuk mengejar Sisilia yang dibawa oleh pihak keamanan rumah sakit, dirinya tidak mengetahui bahwa suami tercintanya sudah sadarkan diri.
Fokus Lisna bagaiman cara nya membuat Aditya berpisah dengan wanita yang di cintai oleh Putra Sambungnya itu, meski mempermalukan dirinya di hadapan banyak orang yang berada di sekitar mereka, karena kegaduhan dan keributan yang dilakukan olehnya dan Sisil.
“Tunggu Pak” Cegah Lisna.
Petugas keamanan rumah sakit berhenti tetapi tangannya tetap memegang erat tangan Sisil agar tidak bisa kabur. Sisilia mencoba untuk melepaskan diri dari genggaman tangan petugas rumah sakit namun tidak bisa.
“Lepaskan Calon menantu saya, Apa yang kalian lakukan, Apa Kalian tidak mengenal keluarga Saya, Lancang sekali kalian melakukan itu, saya akan laporkan apa yang kalian lakukan terhadap calon menantu saya kepada Pimpinan rumah sakit ini” Teriak Lisna
“Saya akan minta pecat kalian berdua di pecat" Lisna tampak sangat geram.
Petugas Keamanan saling pandang, Memang dari wajah dan penampilan Sisilia dan Lisna Nampak bukan orang sembarangan, Lalu salah satu nya memberanikan diri untuk berkata
__ADS_1
“Maaf bu kami hanya menjalankan tugas saja, Nona ini membuat keributan di depan ruangan ICU dan itu mengganggu Pasien lainnya dan kami sudah mengkordinasikan dengan pihak berwajib dan keluarga pasien bernama Ayu yang memang keberatan untuk nona ini berada di sekitar pasien Aditya”
“Saya Orang tua Pasien dan juga Ayu yang kamu sebutkan tadi, saya tidak ingin berdebat saya akan menelpon pimpinan rumah sakit ini, tunggu sebentar” Lisna segera menelpon pimpinan rumah sakit dimana Aries suaminya memiliki Saham di rumah sakit itu.
“Halo, Dokter Willy” Ucapnya Lisna
“Sekarang Dokter dimana masih di rumah atau berada di rumah sakit” tambah Lisna dalam panggilan telpon tersebut.
“Di Rumah Sakit bu, ada yang bisa saya bantu” Sahut Dokter Willy
“Ok saya akan keruangan pak Willy sekarang” Tutup Lisna
Tentu saja Petugas Keamanan Rumah Sakit itu merasa bingung dan cemas, apa yang akan terjadi sedangkan mereka hanya menjalankan tugas untuk mengamankan Sisilia. Mendengarkan nama Willy yang mereka tahu bahwa Willy memang pemimpin rumah sakit, hal ini membuat jantung mereka berdegub kencang apalagi ancaman dari Lisna sebelumnya.
“ Mohon maaf Bu, Kami hanya melaksanakan tugas dari Petugas berwajib dan keinginan Nona Ayu saja”
Mereka merasa bingung apakah akan melepaskan Sisilia atau tetap membawa sisilia untuk keluar dari rumah sakit. Sedangkan Lisna yang mendengar hal itu bertambah marah dan meminta mereka menghadap Willy bersama dengannya.
Petugas Keamanan menyetujui keinginan Lisna karena mereka menganggap bahwa mereka tidak bersalah karena hanya menjalankan tugas saja dan Jika dokter Willy tidak yakin dengan mereka maka ada CCTV dan Saksi Ayu dan petugas berwajib karena sebelumnya mereka sudah membicarakan tentang ini, Sisilia juga ikut serta keruangan Pimpinan Rumah Sakit.
“Selamat Pagi Bu Lisna, Senang bertemu dengan anda , silahkan duduk” ucap Dokter Willy.
Dokter senior yang jika dilihat usianya 60 Tahun sama dengan Aries . Dan Lisna duduk bersama Sisilia dan Dua pihak Keaman berdiri tidak jauh dari kedua wanita itu dan Dokter Willy menatap keempatnya secara bergantian.
“Saya ingin komplen dengan anda Dokter Willy” ucapnya
“Masalah apa bu Lisna”
“Tentang Keamanan disini yang menurut saya sangat kurang ajar dan sangat tidak sopan membuat marwah saya dan keluarga hancur” Lisna mengatakan dengan nada tinggi.
“Apa yang terjadi bud dan maaf membuat tidak nyaman”
Dokter Willy mencoba untuk mendengarkan permasalahan sedangka kedua pihak keamanan rumah sakit Nampak tenang meski jantung berdegub kencang.
__ADS_1
“Ini Sisilia Calon Menantu Saya ingin bertemu dengan Calon Suaminya tapi kedua Pihak Keamanan ini mencegahnya dan mempermalukan manantu saya didepan ruang ICu yang mengundang perhatian banyak orang yang berada di sekitar mereka” Ucap Lisna Jengah.
“Baiklah bu mohon maaf untuk ketidaknyamanan atas service public yang kurang dari kami” ucap Dokter Willy.
“Mengapa kalian dengan tidak sopan melakukan hal ini dengan Bu Lisna, Kalian tahu dia siapa” Dokter Willy menatap kedua keamanan Rumah sakit itu.
“Bu Lisna adalah istri dari Pemilik Saham Terbesar di rumah sakit, Saya ingin tahu apa alasan kalian melarang calon istri nya untuk bertemu dan Tunggu kami berbincang setelah ini, saya akan panggil kalian kembali” ucap Dokter Willy,
“Saya ingin Dokter Willy Pecat dua keamanan ini, Saya tidak ingin Pelayanan di rumah sakit ini terkesan buruk apalagi tadi banyak mengundang perhatian keluarga pasiesn yang berada tidak jauh dari tempat kejadian” ucap Lisna segera sebelum keduanya keluar ruangan.
Kedua Pihak Keamanan Rumah Sakit itu keluar dari ruangan dan hanya saling pandang di luar ruangan pun Nampak saling diam tidak berani mengutarakan apa yang mereka pikirkan satu sama lain.
Sedangkan Lisna di dalam rumah sakit juga menanyakan keadaan Aries dan Aditya putra sambungnya, Sebenarnya dia sangat malas memabahas Putra Sambungnya itu tapi untuk menghindari kecurigaan Dokter dirinya juga menanyakan keadaan Putra Sambungnya dengan Terpaksa.
Dokter membeberkan Kondisi keduanya dengan rinci bukan hanya Lisna tapi Sisilian juga menyimak penjelasan Dokter tentang keadaan pujaan nya dan calon Mertua yang dia harapkan itu.
Hatinya merasa tenang mendengar Diagnosa dokter dan disela-sela pembicaraan tentang keadaan Aries dan Aditya, Telepon rumah sakit yang berada di meja Dokter Willy berbunyi dan segera Dokter willy meminta ijin untuk mengangkat karena sudah dua kali bordering dan Lisna pun mengijinkan.
“Hallo” ucap Dokter Willy.
“Dokter Willy Pasien atas nama Bapak Aries yang berada di ruang ICU sudah sadarkan diri” ucap Perawat di seberang telepon.
“Baiklah Saya akan kesana untuk mengecek keadaan Pak Aries” ucap Dokter Willy,
Lisna mendengar nama suaminya disebut terlihat panik dan menanyaka apa yang itu Aries suaminya dana Apa yang terjadi, dan Dokter Willy mengatakan
“ Pak Aries sudah sadarkan diri Bu Lisna dan saya ingin mengeceknya terlebih dahulu, ibu tunggu di sini atau ikut dengan saya ke ruangan ICU dan untuk Petugas keamanan itu akan saya tindak setelah ini” ucap Dokter Willy.
“Bakiklah Saya Percayakan hal ini kepada Dokter Willy dan saya ikut untuk melihat keadaan suami saya bersama Dokter Willy dan saya akan membawa calon menantu saya turut serta” ucap Lisna.
“Baiklah Bu”
Dokter Willy berdiri dan mempersilahkan Keduanya untuk keluar ruangan terlebih dahulu dengan kode tangan. Ketiganya melangkah meninggalkan ruangan dan saat di luar ruangan bertemu dengan kedua keamanan rumah sakit dan Dokter Willy berkata
__ADS_1
“Kalian tetap disini dan tunggu saya kembali” ucap Dokter Willy , kedua wanita itu tersenyum sinis kearah mereka.
Ketiganya berjalan kearah Ruang ICU bersama untuk melihat keadaan Aries, Dokter willy menangani langsung Aries karena Dokter Willy adalah Dokter specialis yang memang menangani penyakit yang di dierita oleh Aries selain itu juga karena Aries adalah Pemilik Saham terbesar di rumah sakit ini sehingga Dokter willy sendiri yang menangani Aries dengan dua Asisten yang bernama Dokter Vera dan Dokter Doni.